"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.
Akhirnya Ares menemukan kamar Flo, dia mengetuk keras pintu itu tapi tak di bukakan sama sekali. Lalu ia mencoba memutar knop pintunya dan ternyata pintu itu tak di kunci.
“sembrono, pintu tidak ia kunci. Sengaja menyuruh orang masuk atau bagaimana?” gumam Ares, lalu ia masuk kedalam dan melihat kamar hotel mewah itu yang luas bahkan ada ruang tamunya. Lalu Ares berjalan ke kamar dan melihat Sepatu Flo di sebelah ranjang.
“Tidak ada orang, dia kemana?” batin Ares. Ia melihat sekeliling tak mendapat Flo di sana dan tidak ada hal yang mencurigakan. Tapi ia mendengar suara air yang mengalir di dalam kamar mandi. Ares berjalan mendekat dan mendekatkan telinganya, memastikan kalau benar itu suara air.
“Dia sedang mandi” lirihnya,
Ares memutuskan untuk duduk di sofa yang ada di kamar Flo, dia akan menunggu Perempuan itu selesai mandi. Tak perduli Perempuan itu nanti semakin kegeeran atau apa, yang penting Flo tidak kabur dan ia tidak kena masalah.
Tapi hampir satu jam kemudian belum ada yang keluar dari kamar mandi, Ares mondar-mandir di depan kamar mandi itu.
“kenapa dia belum keluar juga,” batin Ares mulai gelisah,
“Apa aku ketuk aja pintunya” Ares mendekatkan dirinya ke pintu kamar mandi, dia mencoba mengetuk pintu tersebut.
“Flo, Florecia buka pintunya, Flo” panggil Ares sambil terus mengetuk pintu kamar mandi tersebut. Tak ada sahutan dari dalam,
“Apa yang sebenarnya dia lakukan di dalam” batin Ares, dia mulai panik karena Flo tak kunjung menjawabnya. Ares lalu berjalan kea rah laci yang ada di sebelah tempat tidur biasanya ada kunci serep di situ. Benar saja ada kunci serep di sana, dia tak tahu itu kunci kamar mandi atau bukan.
Ares lalu berjalan kea rah pintu kamar mandi lagi, dia memilih di antara beberapa kunci tersebut. Dan ia langsung memutar kunci, syukurnya kunci yang tepat. Pintu itu terbuka, Ares berdiri diam di depan pintu kamar mandi ia ragu masuk kedalam.
“Bagaimana kalau dia tidak berpakaian?” pikirnya penuh tanya,
“bodo amat, yang penting dia tidak kenapa-kenapa di dalam” menepis pikiranya itu Ares langsung masuk kedalam kamar mandi. Dan dia langsung terdiam saat melihat Flo yang memeluk lutut duduk di bawa shower.
“Kau gila atau apa hah, kenapa diam saja disitu” bentak Ares menarik handuk yang tergantung di dekat situ. Flo sendiri masih memakai baju menatap kosong, entah apa yang di pikirkan Perempuan itu yang saat ini hanya melamun.
“Ayo berdiri, kenapa kau disini seperti orang tidak waras. Satu hampir sa..” Ares akan membantu Flo berdiri tapi Flo seperti tak mau.
“Gue mau disini dulu, lo keluar aja” ucap Flo menolak Ares.
“nggak usah keras kepala, ayo keluar” Ares mendekap Flo paksa, Perempuan itu menolak tapi karena lemas kalah dengan Ares.
“Kenapa kau sok perduli denganku, jangan perduli denganku kau saja tak mau aku kejar kan” lirih Flo menatap Ares yang mendekap sambil menuntunnya.
Ares diam saja, dia membawa Flo keluar dari dalam kamar mandi.
“Kau disini dulu, jangan kemana-mana dan jangan melakukan hal bodoh. Saya mau membelikanmu baju dulu” ucapnya berpesan pada Flo.
“nggak usah beli, di lemari ada baju” ucap Flo menghentikan Langkah Ares.
Ares yang tadinya akan pergi langsung berbalik menatap Flo tak mengerti.
“Di lemari ada baju” lirih Flo menatap Ares yang terlihat bingung.
Ares dengan Langkah pelan berjalan menuju lemari yang dimaksud oleh Flo. Dia berjalan ke Lorong di kamar itu Dimana lemari berada.
Dia membuka lemari yang ada di situ, dan dia melebarkan matanya. Bagaimana tidak, banyak baju di lemari tersebut.
“Apa ini rumah keduanya?” batin Ares, dial alu tak banyak berpikir langsung mengambil salah satu baju disitu.
“Ini Ganti baju,” ucapnya kemudian saat sudah sampai di depan Flo.
“Saya kesana dulu, kamu Ganti baju” ucap Ares setelah menyerahkan baju tersebut. Ia lalu berjalan ke ruangan sebelah Dimana ruang tamu berada.
Flo menatap Ares yang sudah pergi,
“Kenapa kau terus perduli padaku, aku tidak butuh rasa perdulimu kalau hanya kasihan padaku” ucap Flo lirih, matanya berkaca-kaca. Dalam hidupnya rak pernah ia di perhatikan seseorang baru kali ini ia mendapatkan perhatian sebegitunya.
…………….
Ares yang sudah menunggu di luar sekitar tiga puluh menit, tapi Flo tak muncul juga membuatnya kembali tak tenang.
“Dia sudah Ganti baju atau belum?” batinnya, ia dengan ragu melangkah masuk kedalam kamar dan melihat Flo yang malah berbaring di tempat tidur.
“Dia tidur” batin Ares, lalu berjalan masuk mendekati Flo yang sudah berbaring di ranjang sambil berselimut.
“kau tidur,.” Ucap Ares saat sudah di dekat Flo yang berbaring di Kasur.
Flo yang berbaring membelakangi Ares tak merespon,
Ares perlahan menyentuh Pundak Flo memastikan kalau Perempuan itu benar tidur. Dan Benar Flo sudah tidur, Ares diam menatapnya.
“Aku anakmu juga tapi kenapa kau tidak pernah perhatian denganku, sebegitu tidak diinginkannya diriku?”
Ares yang tadi Tengah membernarkan selimut Flo terhenti saat mendengar ucapan Perempuan di depannya.
“flo,.” Panggilnya.
Flo tak menjawab, matanya masih terpejam tapi terlihat gusar.
“ma..” lirih Flo
“hiks, hiks aku anakmu juga” Flo menarik tangan Ares menggenggam tangan itu. Ares sendiri sedikit terkejut dengan hal itu tapi dia hanya membiarkannya saja.
“ha..harusnya kalian membunuhku saja sejak di kandungan hiks hiks” Flo menangis dengan matanya masih terpejam dan memeluk tangan Ares. Membuat Ares langsung duduk di pinggir ranjang.
Mendengar serta melihat Flo yang seperti ini, membuat hatinya berdesir merasakan sakit.
“kenapa aku sakit melihat ini,” lirih Ares, satu tangannya bergerak menghapus air mata Flo.
Tiba-tiba saja Flo terbangun, matanya membuka lebar. Ares yang melihat itu kaget dan segera menyingkirkan tangannya dari wajah Flo.
Mereka berdua saling tatap satu sama lain, Ares terlihat salah tingkah karena tatapan Flo padanya.
“sa..saya hanya…” belum selesai bicara tiba-tiba saja Flo memeluk pinggangnya.
“Tetap disini jangan tinggalkan aku” ucapnya sambil memeluk Ares.
Ares terpaku, dia tak merespon ia malah terlihat gugup karena pelukan Flo padanya.
Meskipun begitu Ares membiarkannya saja, entah dengan kesadaran penuh atau tidak perlahan tangan Ares terangkat dan mengusap lembut kepala Flo.
“Sudah tidur lagi, saya nggak akan kemana-mana saya akan disini sama kamu” ucapnya sambil terus mengusap kepala Flo. Flo diam memejamkan mata, dia merasa hangat dengan memeluk Ares. Ia merasa memiliki sandaran dalam hidupnya, entah sandaran ini akan selamanya bersamanya atau tidak yang jelas jika tidak maka ia tetap akan menjadikan sandarannya saat ini miliknya.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔