NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Toko Kue

Kali ini perjalanan pulang Nayra sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, laki-laki yang ia kagumi mengantarnya pulang sampai ke rumah. Sedangkan Arga, meminjam motor miliknya untuk kembali ke rumah.

"Nay, motor kamu kok nggak ada?" Tanya Mama Indy, saat Nayra masuk ke dalam rumah.

"Itu Ma, dipinjam sama kakaknya Dinda."

"Dipinjam kakak Dinda? Kok bisa?" Tanya Mama Indy heran.

"Iya, tadi ketemu di jalan dan kakaknya Dinda mau nebeng sama aku,"

"Memangnya dia nggak bawa kendaraan? Kok bisa pinjam motor kamu?"

"Enggak Ma,"

"Ya sudah, sekarang mandi ya. Habis ini temani Mama ke toko kueh."

"Siap!" Ucap Nayra sambil memberi hormat kepada mamanya.

Setelah itu, ia pun berlari masuk ke dalam kamarnya untuk segera mandi. Selesai mandi, Nayra menghampiri Mamanya di dalam kamar. Namun, lagi-lagi Ia melihat mamanya menangis, dan hal itu pun membuat Nayra semakin mencurigai ayahnya.

"Sebenarnya ada apa antara mama dan ayah? Kenapa akhir-akhir ini Mama sering menangis?" Ucap Nayra pelan sambil menatap namanya di ambang pintu.

Melihat mamanya menangis, hati Nayra pun ikut sedih. Bagaimana tidak sedih, selama ini Nayra tidak pernah melihat namanya menangis saat memasak dan juga saat duduk di dalam kamar. Tapi akhir-akhir ini, dia sering melihat kesedihan yang dipendam oleh mamanya.

Tok tok tok.

Setelah menutup pintu, Nayra pura-pura mengetuk pintu kamar sang mama. Sedangkan di dalam kamar, Mama Indy menghapus air matanya dengan cepat dan dengan cepat pula ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya, agar tidak terlihat kalau dirinya habis menangis.

Klek.

Mama Indy membuka pintu dan langsung tersenyum kepada putrinya.

"Sudah siap nak?"

Nayra mengangguk pelan. "Udah, Ma."

"Kita pamit sama adikmu dulu."

"Kita pake motor Adon ya Ma, motor Nayra kan di rumah Dinda."

Mama Indy mencubit pinggang Nayra, membuat Nayra merasa geli. "Nama bagus kok di panggil Adon sih, Nay?" Ucap Mama Indy geleng-geleng.

"Lebih bagusan Adon, Ma." Jawab Nayra sambil terkekeh.

Mama Indy geleng-geleng dan langsung berjalan ke kamar putranya.

"Raffi, Mama sama kakak mau beli kue. Pinjem motor kamu ya." Izin Mama Indy saat sudah tiba di kamar sang putra.

"Jangan lama-lama ya, Raffi mau belajar kelompok."

"Iya. Mama pamit ya."

"Hati-hati."

Mama Indy keluar dari kamar putranya dan langsung menghampiri Nayra yang sedang duduk di kursi menunggu mamanya. Dalam perjalanan menuju tempat kue, Nayra melihat sang Mama di kaca spion dan terlihat Mamanya seperti melamun.

"Ma, jangan melamun ih. Entar jatuh loh." Tegur Nayra kepada mamanya.

Mendengar teguran itu, Mama Indy menyadarkan dirinya dengan menggelengkan kepalanya.

"Mama nggak melamun kok, Nay. Mama cuma lagi menikmati suasana sore ini. Mama lagi lihat matahari yang kini sudah menjadi senja. Mama lihat indah banget, mama jadi teringat kenangan indah bersama ayah." Ucap ucap Mama Indy sambil tersenyum simpul. "Dulu ayah sering ngajakin mama melihat matahari terbenam, kita berdua menikmati senja, sambil ngobrol dan bercanda. Saat itu Mama hamil 3 bulan, dan kamu tahu? Saat itu juga, mama ngidam pengen lihat ayah joget sama banci yang sedang mengamen di pantai." Mama Indy terkekeh mengingat kejadian itu, dan ia pun melanjutkan ceritanya.

"Muka ayah cemberut sepanjang joget, sedangkan mama tertawa puas melihat Papa joget kayak gitu. Mana Ayah juga digodain lagi sama para banci-banci di sana, Ayah dicolek, dipeluk dan dikejar sama banci-banci itu, karena Ayah mencoba lari dari godaan mereka. Haaaa, lucu banget tau nggak. Kalau ingat kejadian itu, Mama sudah tertawa sendiri loh Nay." Ucap Mama Indy dan masih tertawa kecil.

Sedangkan Nayra tak merespon apapun, karena ia tahu kalau sang Mama sedang menghibur dirinya dari kesedihan.

"Untung anak pertama perempuan yang, Ma. Kalo laki-laki takutnya jadi banci juga." Ucap Nayra, lalu tertawa kecil agar sang Mama bisa senang.

"Hahaha, kalau Raffi anak pertama, bisa jadi dia yang jadi banci." Jawab Mama Indy tertawa.

Nayra tersenyum kecut, jauh di lubuk hatinya, kalau ia merasa sakit hati dengan tawa mama Indy. Karena tawa itu, sangat terlihat dipaksakan.

Nayra memacu kendaraannya dengan cepat, agar segera sampai di toko kueh. Dan saat tiba di sana, Nayra melihat motornya terparkir rapi di sana.

"Loh Nay, kok motor kamu ada di sini?" Tanya Mama Indy saat melihat motor anaknya.

"Mungkin Dinda yang bawa, Ma."

"Ya sudah, kita masuk sekarang."

Mama Indy dan Nayra masuk ke dalam toko, keduanya langsung menuju etalase dan memilih kue yang di inginkan Mama Indy. Saat asyik memilih kueh, tiba-tiba pundak Nayra di tepuk dari belakang.

"Ee ayam." Kaget Nayra, lalu berbalik menoleh ke belakang.

Deg.

**********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!