NovelToon NovelToon
Pengacara Jodohku

Pengacara Jodohku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:42.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Revalina Celendia 20 tahun, sering di sapa Lina atau Reva, seorang pelayan kafe dan penjaga warnet. Tapi juga memiliki nama 'Recel' di dunia dunia siber.

Abhirama Notonegoro 27 tahun, pengacara junior yang terpaksalah menikah dengan pelayan kafe, yang baru di kenalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Orang Gila

Cahaya sinar matahari yang masuk malu-malu di celah tirai yang masih tertutup rapat, membuatku sadar ini bukan kamarku dan membuatku langsung terbangun.

Aku lirik jam dinding yang sudah menujukan pukul 7.45 pagi. "Ternyata sudah hampir tiga jam, aku tidur di sini."

Aku meraih ponsel untuk minta tuker jadwal kerja di kafe, melalui grup kafe yang langsung di respon oleh teman-temanku, termasuk owner kafe dan manajer kafe. Karena aku karyawan yang jarang ijin, atau meminta bertukar jam kerja. Membuat beberapa dari mereka kepo menanyakan alasannya, yang tentunya tidak aku jawab

Selesai dengan urusan kafe aku melangkah ke dalam kamar mandi, yang di dalamnya juga sudah ada handuk bersih. Tapi, aku tidak mandi dan hanya mencuci mukaku dengan sabun cuci muka yang ada.

"Siapapun yang punya aku minta dikit," ujarku sebelum menggunakannya.

"Wah rasanya beda, sabun cuci muka orang berduit, sama yang biasa aku pakai." kagumku, setelah selesai mencuci wajahku yang terasa lebih segar dan terlihat lebih bersih di kaca.

Selesai cuci muka dan memastikan penampilanku, aku memastikan kembali kamar yang beberapa jam tadi aku tempati, sudah bersih seperti sebelum aku datang.

Barulah aku putuskan untuk keluar dari kamar, tapi belum sempat aku buka dan baru aku pegang gagang pintu. Terdengar suara obrolan orang yang lebih dari dua orang, membuatku mencuri dengar sampai terdengar suara salam, barulah aku putuskan keluar dari kamar.

Sebagai tamu, aku mencoba untuk berbasa-basi dengan pak Rama, mengenai tamunya yang ternyata adalah kedua orang tuanya, yang membahas tentang perjodohan. Tapi dasarnya orang arogan, ya jawabannya seperlunya dan tanpa ekspresi, kalau gak ingat aku sedang numpang di rumahnya, malas rasanya aku ngomong dengannya.

Tapi pak Rama masih berbaik hati dengan menawari aku sarapan, karena itu aku berinisiatif untuk membersihkan piring kotor, sebagai ucapan terimakasih.

Karena itu aku mengambil piring kotor yang ada di depan pak Rama. "Biarkan saya yang cuci piring, pak. Biar saya bisa, sedikit melakukan hal untuk membalas kebaikan bapak."

Tapi sepertinya pak Rama sedang melamun, buktinya dia malah terkejut dan menepis tanganku, bersamaan itu terdengar bunyi pintu apartemen dibuka dari luar.

"Sembunyi!" mendengar perintah pak Rama membuatku langsung berdiri, tapi karena buru-buru kakiku malah tersandung kaki satunya, hingga hampir jatuh yang langsung di tolong dengan di tarik tanganku oleh pak Rama, yang malah membuatku jatuh di pangkuannya.

"Suit suit!" suara suitan perempuan membuatku dan pak Rama melihat kearah sumber suara.

"Perlu di abadikan nie, momen 21 plus nya!" serunya dengan tertawa renyah dan mengarahkan ponselnya kearah kami, membuatku dan pak Rama spontan berdiri bersama.

Yang namanya spontan, ada aja kejadian tak terduga terjadi. Salah satunya kami, yang berdiri bersama malah membuat tubuh kami berdiri dengan posisi yang sangat dekat. Yang berjarak mungkin tidak ada satu jengkal, yang terlihat malah seperti pasangan yang berdiri bersama.

"Done!" serunya membuatku dan pak Rama segera menjaga jarak masing-masing satu langkah.

"Naya, hapus gak!" suara pak Rama menggelegar, menahan amarah yang di balas dengan tawa renyahnya.

Aku yang gak enak langsung mengambil piring kotor untuk aku cuci.

"Sorry, sudah aku kirim ke grup keluarga."

"Mampusss!" frustasi pak Rama yang ku lihat meraup mukanya kasar, sedang perempuan itu malah cekikikan, melihatnya.

"Hai, kenalkan aku Naya!" serunya dengan mengabaikan kemarahan pak Rama, yang langsung mengambil ponselnya saat aku sudah selesai mencuci piring kotor.

"Aku Lina, kak!" jawabku sambil membalas uluran tangannya, setelah aku memastikan tanganku kering.

"Hapus Naya!"

"Gak apa-apa, itu tandanya kamu tidak dalam tahap patah hati gara-gara si Carol!"

"Carol, apa Carol yang sama dengan yang aku kenal. Kakak sambung Riana, anak tiri ibu." pikirku penasaran.

"Siapa juga yang patah hati? Aku hanya malas cari pasangan, lagian selama ini Carol yang minta balikan, bukan aku."

"Aku tidak tahu, itu urusanmu. Tapi, karena ulah terakhir Carol, membuat nenek punya ide untuk menjodohkanmu." santai Naya sambil duduk.

"Jadi perjodohan itu benar?"

"Sepertinya begitu, tapi mungkin bisa di batalkan kalau kamu ternyata sudah punya pacar."

"Bukan, kami tidak pacaran!" tolakku cepat, dengan kedua tangan membantah.

"Apa hubungan dengan perjodohan ini."

"Karena kelakuan Carol terakhir, bisa mengancam nama baik dan karirmu, jika sampai rencana itu berhasil."

"Tapi kenyataannya, Carol tidak berhasil dan aku bisa membuatnya menjadi tahanan. Meski hanya tahanan rumah," ujar pak Rama, membuat Naya tertawa meremehkan.

"Para orang tua itu hanya kuatir denganmu, apa kamu tidak tahu kalau papa pernah di fitnah perempuan dan di tuduh memperkosanya. Meski gagal, karena mama sudah pasang CCTV. sih."

"Bagaimana ceritanya," ujar pak Rama yang terlihat lebih tenang daripada sebelumnya.

"Tanya aja pada Larasati dan Arjuna." cengir Naya.

"Asem, aku kira beneran." kesal pak Rama, sambil berjalan kearah kamarnya.

"Beneran ya, aku tidak bohong, cuma aku tidak tahu cerita detailnya bagaimana. Jika kamu ingin tahu, tanya aja pada mama papa atau yang lainnya." ujar Naya, yang tidak di hiraukan oleh pak Rama yang tetap masuk ke dalam kamarnya.

"Kamu pacar adikku, ya?"

"Bukan, kak! Pak Rama pengacara ayah saya, yang kebetulan semalam juga membantu saya yang sempat di bawa ke kantor polisi," jelas ku.

"Oo, pakai aku aja, jangan saya siapa tahu suatu saat kita bisa berteman."

"Baik kak."

"Sepertinya kamu masih muda, masih kuliah?"

"Saya gak kuliah kak, tapi kerja. Maklum terkendala biaya," jujurku, supaya kak Naya tidak berpikir aku dan pak Rama punya hubungan yang lain.

Kak Naya mengangguk pelan, "menurutmu bagaimana adik kembarku itu?"

"Hah!" kagetku dengan menggaruk rambutku, jujur bingung harus menjawab apa.

"Jujur aja, aku janji jaga rahasia." katanya sambil memperagakan gerakan mengunci bibir, dengan sungguh-sungguh.

"Ini mah jujur kena bohong kena. Kalau bohong dikira ada rasa, kalau jujur takut nyampe ke telinga pak Rama." raguku dalam hati dengan melihat kak Naya.

"Percaya sama aku," ulangnya menyakinkanku.

"Datar, jarang senyum, bicara apa adanya..., tapi lumayan baik sih." jujurku.

"Baiknya?"

"Nawarin saya sarapan dan tumpangan. Sebenarnya tadi pagi, pak Rama juga bisa mengantarkan saya langsung pulang, tapi pak Rama malah membawa saya ke apartemennya. Hanya karena tidak mau saya di pandang buruk di lingkungan saya, jika ada yang tahu pulang pagi, apalgi sampai di antar mobil."

Kak Naya menganggukkan kepalanya, sambil melihat kearah pintu kamar pak Rama.

"Kak Naya tahu sendiri, tinggal di kompleks perumahan padat penduduk itu beda dengan apartemen, yang orang-orangnya mungkin lebih cuek satu dengan yang lain."

"Ayo aku antar pulang!" kata pak Rama bersamaan dengannya yang keluar dari dalam kamarnya.

"Mari kak!" pamit ku, sambil mengambil tas lusuhku.

"Daripada di jodohin, mending nikahi dia aja, Ram!" kelakarnya.

"Berisik! Ayo, gak usah di dengerin!" kata pak Rama sambil menarik tanganku keluar dari apartemennya.

"Assalamu'alaikum kak!" pamitku.

"Walaikumsalam, calon adik ipar."

"Gak usah di dengerin, anggap aja orang gila!"

"Iya lah pak, kalau saya menganggap serius justru saya yang gila, pak."

"Ck!" decak pak Rama, membuatku terdiam berjalan di belakangnya.

1
Teti Hayati
Rekomended... bagus ceritanya..
Teti Hayati
👏👏👏👏👏...
terima kasih cerita bagusnya....
eed: Terimakasih kakak 😍💕🙏
total 3 replies
Teti Hayati
Disenyumin aja yaa Lin, 🤭
Teti Hayati
Ini mh ceritanya promoin anak lewat pintu belakang.... 🤣🤣🤣🤣
Teti Hayati
Aiih... bapak tirinya Lina, anak sama bapak sama2 ular kayaknya
Teti Hayati
Haissssst.. sembarangan ngatain Laras kampungan...
Teti Hayati
Hallo bang Rama... 👋
Teti Hayati
Baru ngeuh ada yg baru, jadi baru mampir... 🤭
Sengaja nengokin Mas Juna, eeeh... saingannya udh gede ternyata.... 🤣🤣🤣
eed: Terimakasih sudah mampir🙏😍
total 1 replies
Siti Maemunah
aah bentar kali kak cepet up ya kak
Suntoro Yanti
bilang saja lina orang bapaknya rama
lia juliati
jujur lah kan hamil gak BS sd boong
in
Siti Maemunah
yg lama dong upnya 💪
Siti Maemunah
cepet up lagi kak jdi penasaran deeh 💪
Siti Maemunah
semoga ga ada kabar buruk .. semangat thor ditunggu upnya
Siti Maemunah: siap selalu menunggu 👍
total 2 replies
Siti Naimah
lucu juga si Lina.. nginap di rumah mewah ibunya ternyata kelaparan 🤭
Elen Gunarti
double up Thor 👍👍👍👍👍👍
eed: 🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
Onih Rohani
up yang banyak
Elen Gunarti
lanjutt
Siti Maemunah
aaah upnya sedikit sekali💪
eed: 🙏🙏💪💪💪
total 1 replies
Siti Maemunah
semangat di tunggu up nya kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!