NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Menikahi Pria Asing (Married With Stranger)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

Zevanya terpilih menjadi lulusan terbaik di kota ini, masa depan yang cemerlang serta paras cantik membuatnya menjadi wanita yang nyaris sempurna, namun secara mengejutkan ia mengalami kecelakaan fatal yang mengubahnya menjadi seorang wanita buta, hingga harus dikirim keluar negeri untuk menjalani perawatan.

Tapi saat kepulangannya, ia tiba-tiba diculik dan dipaksa menikah dengan Aezar, pria yang sama sekali tidak ia kenal.

Keluarganya telah bangkrut secara tragis, ayahnya dipenjara, dan dikabarkan orang yang menghancurkan keluarganya adalah suaminya sendiri, begitu banyak hal yang terjadi membuatnya bingung.

Siapa sebenarnya pria ini? apa motif sebenarnya menikahi Zevanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Restoran yakiniku yang disebut Aezar bukanlah restoran bintang lima yang mewah, itu hanya restoran lokal yang ramai pengunjung, Zevanya sudah sering kesini saat di sekolah menengah atas, karena jaraknya memang tidak terlalu jauh dari sekolahnya.

Dua orang itu akhirnya sampai dengan maybach yang mencolok, membuat beberapa orang sontak menunggu siapa kira-kira yang turun dari dalam.

Zevanya memakai dress selutut tanpa motif, yang sopan, sementara Aezar masih setia dengan kaos hitam polos santai, mereka datang tanpa diantar supir.

Pria tampan itu membukakan pintu penumpang, dengan hati-hati dan sabar menuntun Zevanya dari turun mobil hingga duduk manis di mejanya, melihat dua pasangan cantik dan tampan sontak menjadi perhatian pelanggan lain.

Dua orang itu tetap bersikap santai, Zevanya tidak menyadari, sementara Aezar tidak peduli, ia hanya terus fokus pada istrinya.

Mereka seolah punya dunianya sendiri dan orang lain seolah hanya daun kering yang tertiup angin.

"Wanita itu buta kan?"

"Wah betapa beruntungnya,"

"Jika aku buta dan punya suami tampan seperti itu bukankah ketampanannya akan mubazir, aku tidak bisa melihatnya"

"Kau bermimpi saja, lihat pria itu bahkan tidak melirik kita. Dia fokus pada wanitanya"

Tak jauh dari mereka segerombolan wanita mengobrol, meski bisik-bisik namun Zevanya masih bisa mendengar kalimat itu dengan jelas, Ia tidak tahu harus menangis atau tertawa mendengarnya.

Apakah suaminya benar-benar tampan?

Sadar baru kali ini mereka keluar rumah bersama sejak menikah, jika tahu akan ada kegemparan seperti ini ia lebih memilih makan dirumah saja.

Sementara Zevanya sibuk menguping obrolan orang-orang, disisi lain Aezar sedang sibuk mencari ikat rambut di tas Zevanya, berfikir rambutnya yang tergerai panjang itu pasti tidak nyaman saat sedang makan.

Menemukan satu, ia dengan kaku mengumpulkan rambut Zevanya dan mengikatnya, meski sudah hati-hati ikatannya tetap terlihat berantakan. Aezar terdiam sejenak, mengapa wanita selalu rapih melakukan ini hanya dalam sekali ikat, sementara ia berantakan?

"Hey aku bisa mengikatnya sendiri" ujar Zevanya berusaha mengambil alih, namun tangan Aezar sudah menepisnya dengan galak.

Mengalah, ia hanya duduk diam diperlakukan seperti boneka, jika ia tahu sedang ditonton orang-orang ia pasti sudah ingin teleportasi ke dunia lain.

Pemilik restoran adalah seorang nenek yang sudah renta, namun karena masalah kesehatan membuatnya tidak bisa terlalu lelah, dan sekarang diwariskan kepada anak sulungnya yang baru berusia pertengahan tiga puluh, biasanya ia hanya akan duduk dan mengamati suasana restoran.

Mata nenek itu menyipit saat melihat pasangan itu masuk, ia mengingat mereka dengan jelas sejak beberapa tahun yang lalu.

Gadis itu selalu datang bersama segerombolan temannya sepulang sekolah, tidak lama pria itu pasti akan masuk diam-diam, memakai topi mencurigakan yang membuat setengah wajahnya tertutup.

Terakhir kali dia datang, ia jelas menasihatinya agar menyatakan perasaannya pada gadis itu daripada terus menguntitnya seperti penjahat.

Nenek itu menghampiri meja mereka berdua, disambut dengan tatapan Aezar yang menyipit tidak senang.

"Hei jadi kalian sudah bersama sekarang?" ujarnya nyaring dan gembira.

Zevanya bingung mendengar sebuah suara menghampirinya tiba-tiba.

"Nenek?" jawabnya ragu, ia seperti mengenal suara didepannya ini.

"Ya itu aku, kau bocah aneh itu kan? wah.. sudah kubilang padamu kalian pasti bisa bersama jika kau mengungkapkan perasaanmu padanya daripada hanya menguntitnya seperti penjahat" nenek itu menatap Aezar sambil terus bicara, tidak terpengaruh pada tatapan Aezar yang semakin tajam.

"Apa maksudmu? siapa yang menguntit?" Zevanya bertanya dengan bingung, sebenarnya Aezar membawanya ke restoran mana? kenapa ia merasa ini adalah suara dari nenek pemilik restoran kesukaannya saat SMA.

Mendengar ada keributan yang dibuat ibunya, putra sulungnya datang menghampiri, ia menelan ludah saat menyadari raut wajah Aezar yang tampak ingin mengobrak-abrik seluruh isi restoran.

Menyadari ini karena perkataan ibunya ia langsung gemetar ketakutan.

"Bu kau pasti salah mengenali orang lagi, sudah kubilang istirahat dirumah" katanya sambil menghentikan ibunya,

"Aku tidak salah mengenali orang, ini jelas-jelas mereka" nenek itu tetap ngotot,

Bu, tolong apakah kamu mau restoran kita bangkrut? anak sulungnya menangis dalam hati.

"Jangan dengarkan dia Nona, ibuku kadang punya halusinasi, aku akan mengantarnya pulang untuk beristirahat" paman itu membungkuk sebelum menyeret ibunya dengan putus asa.

"Anak durhaka, aku baik-baik saja tidak berhalusinasi" suara itu masih terdengar saat dua sosok itu semakin menjauh ke halaman belakang restoran.

Beberapa menit kemudian makanan langsung datang setelah Aezar mengirimkan isyarat, semua pesanan sudah dipesan Antoni saat ia memesan reservasi atas perintah Aezar.

Zevanya yang masih menyerap kejadian barusan saat merasakan sebuah benda mengetuk bibirnya, itu hangat dan berbau enak.

"Buka mulutmu" Aezar menyuapinya sepotong daging berbalut selada air.

"Aku bisa makan sendiri" ujar Zevanya sambil mengunyah.

"Hmm.. makanlah, aku sudah memotong dagingnya kecil-kecil" jawab Aezar.

Tangannya sibuk memilih makanan untuk dimasukan ke piring gadis itu, piringnya bahkan masih kosong belum tersentuh namun piring gadis itu sudah dipenuhi beberapa makanan yang tampak menggunung.

"Kenapa aku terus merasa ini restoran favoritku saat masih SMA?" gumam Zevanya bingung, tidak hanya suara nenek tadi bahkan rasa makanannya pun sama.

"Benarkah? aku menyuruh Antoni mencari restoran yang enak" Aezar berbohong dengan wajah lurus.

Dia adalah orang yang mengaturnya bahkan memilih menunya satu persatu, Antoni hanya menjalankan perintahnya.

"Wah, apakah ini kebetulan? dia tahu restoran favoritku, aku juga selalu memesan menu ini saat kemari" Zevanya kagum pada Antoni yang entah bagaimana bisa tahu seleranya dengan tepat.

"Ya, sepertinya aku harus menaikan gajinya" pria itu tersenyum miring saat memasukkan tumisan kedalam mulutnya sendiri.

"Tapi sayang sekali, nenek itu sudah pikun.. padahal aku ingin mengobrol dengannya dan bernostalgia"

"Hmm.. harusnya dia sudah istirahat dirumah" Aezar berkata dengan murung, untung Zevanya tidak percaya pada kata-katanya.

Bagaimana reaksinya jika dia tahu kalau Aezar sudah menguntitnya sejak SMA?

"Kita harus membungkus beberapa makanan untuk orang dirumah,"

"Ya.. aku akan memesan beberapa untuk dibungkus. Kau suka makan disini?" tanya Aezar penasaran, suasana hatinya sedang baik setelah melihat setengah piring Zevanya sudah kosong, diam-diam ia menambahkan beberapa makanan lagi.

Zevanya mengangguk antusias, "Bisakah kita sering kesini?" pintanya.

"Tentu saja, ayo kita pergi ke manapun yang kau mau" jawab Aezar seraya merapihkan rambut gadisnya yang mulai berantakan lagi.

Mereka berdua tidak sadar beberapa orang bahkan terang-terangan menonton mereka dari samping dengan iri.

Jadi kenapa jika gadis itu buta, memiliki seseorang sebaik pria itu disampingnya sudah lebih dari cukup, itu adalah keberuntungan hidup yang besar.

Ini seperti menonton film genre romantis, hanya saja tak ada kamera, dan sutradara yang sewaktu-waktu berteriak CUT!!!!

.

.

.

Minta vote nya dong.. maaciww

1
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
ione
Luar biasa
Yogya Gudeg
mencintai dgn ugal2an kyk gn ini 😂
Rina Sadiawati
ceritanya seru bikin gemezz
Yogya Gudeg
terlalu bagus untuk dilewatkan menunggu season 2 nya yaa thor
Siti Nur Alijah
mungkin ayah kandung Vanya kali ya
Syaiful Anwar
Luar biasa
@Najwa❣️
♥️♥️♥️🥰
Magdalena Widyastuti
ini lucu banget ..tapi romantis ..ceritanya menarik Thor...keren
Suci Yati
Lumayan
Suci Yati
Kecewa
Yogya Gudeg
ngekek
Laili Putri
semangat thor
🌜melody 🌛
gimana mau panik klo orgnya aja ga tau klo diculik🤭
Nunung Khodizh
ok
Yogya Gudeg
hahahahaha makjleb bgt
mini
oh,,, nice
Yogya Gudeg
hahahhahahaha
rehulina surbakti
😂
Raid
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!