Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.
Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.
Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku
Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?
Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pantai
Hari ini adalah acara familly gathering yang diadakan oleh company sekaligus penyerahan hadiah lomba ESP. Terdengar sorak sorai ketika pemenang disebut dari tim Speedboat. Tampak Surya tersenyum ke arah Mirna. Setelah itu mereka turun. Mirna dan Robin menyambut mereka. Lalu Surya mengajak Mirna untuk selfie. "Gantian guys, kita bertiga." kata Robin juga mau. Lalu Rifat dan Danu ikut gabung foto. Nila memfotokan mereka. "Gantian dong." kata Nila.
"Sini." sahut Rifat.
"Ciyeeeeee...!!!" sorak yang lain. Sontak yang di lapangan pada menoleh.
"Uni, keknya Surya dekat banget sama cewek itu." kata Rani junior HR kepada seniornya uni Nindya.
"Entahlah, kamu minder dek?" tanya Nindya.
"Uni kan tahu kalau aku suka sama mas Surya." kata Rani.
"Ush..ush..ush... tapi cewek itu manis juga ya. Hahhahaa. Eh, beneran lho." kata uni Nindya.
"Terserah Surya aja sih kalau menurut uni. Mana yang terbaik. Uni udah anggap dia seperti adek sendiri." kata uni.
Lalu Rani beranjak dan berjalan menghampiri mereka.
"Eh, mau kemana??" tanya uni.
"Foto."sahut Rani.
"Eh, ikut foto dong." kata Rani.
"Iya, ayo!" sahut Surya.
CEKREKKK.CEKREKKK..
"Gue sama mas Surya dong." kata Rani. Lalu yang lain mundur, kecuali Robin.
"Mas Robin gamau ke belakang sebentar?" tanya Rani.
"Eh foto sama gue aja yok!!" kata Robin memegang kamera sama trophy lalu selfi bertiga.
Lalu Rani mengeluarkan kameranya sendiri menyuruh Danu memfotokan.
Mirna dan Nila melihat dari kejauhan. "Keknya kamu punya saingan baru deh." kata Nila.
"Sepertinya aku sangat percaya diri kalau mas Surya bakal milih aku." kata Mirna.
"Aamiin ya sis." kata Nila.
"Wah, sepatu kalian samaan ya guys.." Tiba-tiba uni Nindya menghampiri mereka. Semua mata tertuju pada sepatu Surya dan Mirna. Rani merasa jealous.
"Keknya bakal ada yang kepanasan nih." bisik Danu ke Rifat.
"Iya un.. kami beli di toko yang sama." kata Surya.
"Sepertinya baru juga ya." kata uni.
"Aihhh..uni ini." bisik Surya dalam hati.
"Jadi kemarin kami jalan rame-rame sambil cari sepatu. Iya kan guys!" kata Robin.
"Uni mau samaan juga? Nanti abis acara ini kita bisa temeni uni buat cari sepatu yang sama lho....dengan senang hati.. apa sih yang engga buta uni Nindya." kata Robin asal ceplos.
"Hah, betul uni.." kata Rifat ia mulai paham dengan Surya dan Mirna.
"Ya ampun..saya merasa senang sekali dengan niat baik kalian. Boleh, boleh, lain kali ya..☺." jawab uni.
"Eh, guys foto dulu yokk kita semua." kata uni.
CEKREKKKKK...
Selesai.
"Perempuan tua yang cantik ini. Aduh..." bisik Robin dalam hati.
"Ayo kita ke pantai" ajak Robin untuk kabur.
"Ayok!" jawab Mirna dan Surya.
Lalu Robin menarik Nila. " Ke pantai kita." kata Robin.
"Yes." kata Nila.
"Sepertinya bahagia sekali Nila diajak ke pantai." kata Robin.
"Iya dong.. pengen piknik ke alam tapi gada yang ngajak ya sis." kata Nila.
"Betul.!" sahut Mirna.
Mereka menuju mobil Robin.
**
Pantai...
"Waahhhh..lama banget ya gak ke sini." kata Robin.
"Iya Rob, kita sibuk terus sama output dan yield." kata Surya.
"Ayo main ombak!" ajak Nila.
Lalu Robin menahan Mirna. Ia jongkok melepas sepatu Mirna. "Nanti basah." kata Surya.
"Woahhh..." Nila terpukau dengan perlakuan Surya ke Mirna.
Mirna tersanjung dengan sikap Surya yang selalu memberikan perhatian kecil.
"Jadi sebenarnya kalian itu apa?" tanya Robin.
"Romantis terus." kata Nila.
"Kami hanya seorang hamba." kata Surya merendah.
"Angkat dulu kakinya." kata Surya.
"Makasih." kata Mirna.
Ia tersenyum pada Surya.
"Wahhhh....sudah kuduga." kata Robin.
"Shuuuuuttt..."kata Surya menatap Robin.
"Woaahhhh...aku tidak percaya ini." kata Nila.
"Oke, mulai sekarang aku anggap kalian memiliki realtionship." kata Robin.
"Serahmu." kata Surya. Lalu Surya menitipkan sepatu mereka.
Mereka berfoto dan main di air. "Yah, seragam kita masih familly gathering." kata Mirna.
"Kesana yuk.." ajak Robin. Ada toko pakaian pantai di deretan itu.
Surya mengambil rok panjang dan long cardigan untuk Mirna. "Aku dress aja deh mas sama long cardi." kata Mirna. "Sip!!" kata Surya memberi jempol.
"Nila, ambil Nil.." kata Robin.
"Serius?" tanya Nila.
"Ciyeeee...." teriak Mirna dan Surya.
Robin tersenyum.
"Serius..ambil aja. Oiya guys..ambil topi sama kacamata ya.."kata Robin.
"Anak sultan dia..mantap bro.. Harus dermawan." kata Surya. Robin memang terkenal sangat royal.
"Sudah saatnya lo bro kelola bisnis keluarga lo." kata Surya.
"Tunggu waktunya bro.." kata Robin.
"Gue dukung lo."kata Surya.
"Thank's." kata Robin.
Setelah mereka selesai menyulap outfit lalu mereka melanjutkan foto-foto. Nila dan Robin sedang asyik bergaya.
Deburan ombak mengenai Surya dan Mirna. Ombak itu mendekat lalu seolah-olah tertarik lagi ke lautan.
"Kamu anak sastra pasti tahu morfem?" tanya Surya kepada Mirna.
"Berupa satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna." jawab Mirna melihat ke arah Surya.
"Apa ia bisa dibagi?" tanya lagi Surya.
"Tidak." jawab Mirna.
"Seperti kita, kecil dan mempunyai makna." kata Surya. Lalu keduanya tersenyum.
"Dan tidak dapat dibagi, bukan?" kata Mirna melanjutkan.
"Iya." kata Surya tersenyum.
"Kamu bukan anak sastra tetapi kamu mempelajari semua." kata Mirna.
"Untuk menjadi air harus menjadi ricik, untuk menjadi api harus menjadi jilat, untuk menjadi kamu harus menjelma aku." kata Surya.
"Sapardi Djoko Damono dalam novelnya yang berjudul Hujan Bulan Juni." kata Mirna.
"Iya. Sang Maestro kita. Kamu sudah nonton filmnya?" tanya Surya.
"Iya, bagus sekali." Mirna menjawab.
"Bait itu benar , Mas. Ketika kita menyukai orang lain. Kita akan berusaha menjadi dia agar bisa diterima." Mirna melanjutkan.
"Kamu benar." kata Surya.
"Tunggu aku pulang ya." kata Surya.
Mirna mengangguk.
"Ayo kita buat istana pasir!!" kata Robin.
"Ayokk!!" sahut Mirna.
Lalu mereka membuat istana pasir. Robin dan Surya terlihat paling semangat membangunnya.
"Ini istana kita!" kata Surya.
"Yayy, cantik banget!" kata Mirna.
"Maka harus salah satu dari kita yang menjadi rajanya." kata Robin.
"Aku mau jadi rajanya!" kata Surya.
"Aku mau jadi ratunya!" teriak Mirna.
"Enggak bisa segampang itu, enak aja! Kita harus berkompetisi." kata Robin.
"Kalau begitu kita balap lari siapa duluan sampai di dekat bendera itu." kata Surya.
"Siapa takut." kata Robin.
"1,2,3....!!!" Nila memberi aba-aba.
"Yaaaaaaaaaaaaa....." teriak Robin sambil berlari.
"Aaaaaaaaaaaaaaauoooooooooo....."Surya berlari sambil berteriak juga.
Nila dan Mirna bersorak-sorai.
"Yayyy! Gue menang!" kata Robin.
"Congrats ya bro! Elo rajanya." kata Surya.
"Aku ratunya dong!" kata Nila. Lalu semua tertawa.
"Ayo foto!" kata Nila. Mereka berselfi menggunakan tongsis.
BYUUUURRRRRR!!! Ombak itu meluluh lantahkan istana itu hingga tak bersisa.
"Hiyaaaah..."kata Nila dan Mirna
"Setidaknya ada foto kita beremapt dan istana pasir itu." kata Robin.
"Rob, bisnis itu seperti istana pasir. " kata Surya.
"Benar. Sekali jatuh maka ia harus memulainya lagi dari awal. Bokap gue dulu sudah pernah merasakannya. Dan yang paling sulit ialah menjaga dan mempertahankannya." kata Robin.
Keduanya tersenyum.
"Gue mau jadi pebisnis seperti bokap gue!!" kata Robin.
"Gue pengen jadi traveller!" kata Mirna.
"Gue juga!!" kata Robin.
1 menit kemudian....
"Lo mau jadi apa?" tanya Mirna kepada Nila. Yang lain melihat dengan ekspresi menunggu.
"Gue mau jadi seorang ibu saja." teriak Nila.
krikkk...krikkk...krikkkk...
Semua melongo dan menelan ludah masing-masing.
"Tapi itu bukan cita-cita karena semua wanita pasti mengalami fase itu." kata Robin.
"Tapi tidak semua wanita bisa hamil, melahirkan dan membesarkan anak kandung mereka sendiri." kata Nila.
"Itu keistimewaan kami sebagai wanita." tegasnya.
"Subhanallah.." ucap Robin seketika kesombongannya runtuh.
"Masya Allah.." ucap Mirna dan Surya.
"Kayaknya gue harus banyak-banyak istighfar deh. Lo bener banget. So..sorry ya.. gue terlalu angkuh." kata Robin.
"Gue salut sama lu, Nil.." ucap Robin.
"Thank's." kata Nila tersenyum.
"Aku mau kelapa muda." kata Mirna.
"Let's go!!" kata Surya.
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
Semangat ya thor....
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍