Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan cinta Puteri perdana menteri.
Quen bersama dayang Sri sedang mengintip Pangeran Winata yang sedang mengobrol dengan Mitra.
" Kakak Azima, Apakah puteri Quena itu lebih cantik sehingga kakak mau menikahinya??" Tanya Mitra.
" Cantik???Quena cantik. Dia jelek tak secantik dan semanis dirimu" jawab Azima. ( Diam- diam sudah mengetahui Quen ada dibalik batu sedang mengamati dirinya dan Mitra).
" Benarkah, mitra sangat bahagia kakak Azima bilang begitu. Kak coba kasih lihat Kakak berlatih pedang seperti dulu. Aku sangat ingin melihat kakak berlatih seperti dulu" Pinta Mitra.
" Baiklah, kakak akan memperlihatkan permainan pedang padamu disana" Azima menunjukkan sebuah tempat biasanya Azima berlatih pedang.
Azima serta Mitra berjalan menuju tempat itu, Terlihat Quena tidak terlalu senang dengan perkataan Azima.
Memang kurang ajar, Azima. Katanya tidak bisa berdekatan dengan wanita. Ini dia malah ngobrol Asyik dengan Mitra. Bahkan tidak menghargai aku.
" Nona, sekarang apa yang harus kita lakukan??"tanya Dayang Sri.
" Tenang aku punya ramuan ini. Ini bisa membuat orang berkata jujur ketika ditanya tentang perasaannya. Dan bersikap jujur seperti kata hatinya. Aku ingin tau isi Hati Mitra sebenarnya." Jawab Quen.
Kita Lihat perasaan Mitra yang sesungguhnya pada Azima, biar Azima merasa geli. Mendengarkannya, Ho ho. Azima kan paling benci ketika ada wanita yang menaruh perasaannya padanya. He he, tapi harus aku kasih kemana? Kalau ke teh itu. Pasti Azima juga meminumnya.
Kalau Azima juga kena ramuan ini, jadi tidak seru, cara apa ya agar Mitra meminum ramuan ini sendiri???.
Dayang Sri beserta Quen masih sembunyi-sembunyi mengikuti Azima dan Mitra. Terlihat Azima memainkan pedangnya, menebas beberapa daun serta berputar. Terbang serta menebaskan pedangnya.
Huh dasar tukang pamer, aku akan membuatmu geli pada Mitra. Quen pun mengepalkan tangannya.
Saat Quen menoleh, ada beberapa dayang berjalan menuju arah ke tempat Azima berlatih pedang.
Quen serta dayang Sri pun berpura-pura tidak mengintip. Dan berjalan menghampiri dayang-dayang tersebut.
" Kalian mau kemana?"tanya Quen.
"Saya ingin mengantarkan minum pada tuan pangeran dan nona mitra. Tuan menyuruh kami membuat Rebusan Jahe untuk nona Mitra, serta membawa teh untuk tuan pangeran" Jawab dayang.
" Pangeranmu sendiri yang menyuruh membuat Jahe ini buat nona mitra??"tanya Quen.
" Betul nona, Karena Tuan bilang kalau nona Mitra sedikit masuk angin karena perjalanan kesini. Makanya menyuruh kami untuk membuat Rebusan jahe ini" Ucap dayang dapur.
Huh, Ia terlalu baik pada wanita lain. sedangkan kalau padaku dia selalu mengancamku mau meniduriku. Memang harus dikasih pelajaran Azima.
" Kalian balik saja kedapur, biar dayang Sri yang membawanya kesana. Aku ingin melihat suamiku berlatih pedang juga" Suruh Quen.
" Baik Nyonya" Ucap dayang dapur.
Dayang dapur pun pergi.
" Nona yakin mau kesana?"tanya dayang Sri ragu.
" Iya, kita kesana. Aku ingin membuat perhitungan dengan Azima"Quen pun meneteskan ramuannya di Cangkir ramuan Jahe hanggat untuk Mitra.
" Ayo" Ajak Quen. Mereka pun berjalan memasuki perkarangan tempat Latihan pedang Azima.
Terlihat Azima menghentikan latihannya ketika melihat Quen datang.
Akhirnya dia cemburu juga (dalam hati Azima).
" Aduh suamiku, kamu pasti lelahkan. Ini minumlah Teh mu. Oh ya tadi dayang dapur menyampaikan ini Rebusan jahe untuk puteri Mitra. Kebetulan aku ingin menemui juga, jadi aku menyuruh dayang Sri membawakannya" Ucap Quen.
" Kamu puteri Quena??? Bukankah tadi kamu diam saja saat aku digerbang" Heran Mitra.
" Aduh, puteri Mitra maafkan saya yang tidak sopan. Tadi saya buru-buru kekamar soalnya banyak barang-barang yang harus dibereskan. Maafkan saya" Kata Quen.
Kalau bukan ingin mengusili Azima, tidak sudi aku merendah seperti ini. Aku yakin disifat manismu. Kamu ingin menjadi Selir Azima. Tapi Berpura-pura, tidak suka.
" Terimakasih kak Azima" ucap Mitra saat mengambil secangkir jahe. Lalu meminumnya sampai habis.
" Sayang, ini teh untukmu." Quen pun meminumkan secangkir teh ke Azima dengan senyum.
Azima pun meminumnya. Mitra terlihat tidak senang, melihat Quen meminumkan teh kepada Azima.
" kau cemburu, Padaku" Bisik lirih Azima.
" Hehe, bukankah harus sepasang suami istri terlihat romantis. Aku tidak ingin orang lain tau aku membencimu" Bisik lirih Quen.
" kakak Azima, kakak sangat hebat" puji Mitra.
" Terima kasih atas pujianmu Mitra" ucap Azima.
" Wah- wah, puteri Mitra. Ternyata sangat manis dan sopan. Terimakasih ya, Atas pujianmu pada suamiku. Suamiku ini Sangat tampan, apalagi jika dia membuka baju badannya bagus sekali. Menurutmu bagaimana bentuk tubuh Azima, puteri Mitra??" tanya Quen.
" Quen, kamu membicarakan apa?pertanyaanmu ini aneh." ucap Lirih Azima.
" Bentuk tubuh kak Azima sangat berotot dan perkasa membuatku ingin memeluknya" Ucap Mitra tanpa kendali.
Azima membelalakan matanya karena mendengar ucapan Mitra. Quen tersenyum licik.
" Bagaimana perasaanmu pada Azima??" tanya Quen.
" Aku sangat menyukai kak Azima, bahkan setiap malam aku selalu memimpikannya untuk tidur dengannya" Jawab Mitra sangat jujur.
Azima pun langsung kaget dengan ucapan mitra. ia kira Mitra menganggapnya sebagai kakaknya. Terbelalak lah mata Azima, Azima sangat tidak menyukai wanita yang terlalu terobsesi dengannya.
Quen pun tertawa geli. Azima pun melirik kearah Quen.
" Aku sangat menyukaimu kak Azima, aku ingin kamu menikahiku." Ucap Mitra.
Mitra langsung memeluk Azima dan menatap Azima secara ganas. Kini Mitra bergelayut manja pada Azima, membuat bulu kuduk Azima merinding.
" Lepaskan aku Mitra, kamu jangan lakukan ini. Ini tidak sopan" Ucap canggung Azima.
" Kak Azima, aku ingin kakak meniduriku. Kak Azima tampan, kita pasti akan mempunyai banyak anak" Ucap jujur Mitra. Mitra malah mengeratkan pelukannya ketubuh Azima dan mencoba mencium Azima.
Azima dengan cepat berusaha melepaskan pelukan Mitra, serta berusaha keras lari.
Akhirnya Azima pun dikejar oleh Mitra. Quen pun tertawa terbahak-bahak.
Terlihatlah Aksi kejar-kejaran antara Azima dan Mitra.
" Kak Azima aku mencintaimu"
lama tau kak nungguin anda