NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17 - Melepaskanmu 1

Mata Ivanka terfokus pada jemari tangannya yang berada pada genggaman tangan Leon. Mulutnya masih membisu, seolah bingung untuk menyuarakan apa yang dia rasakan. Leon pun masih mengunci bibirnya, hingga suara deru ombak dan angin yang menjadi backsound di antara keduanya.

Cukup lama mereka berdiam dan menahan perasaan mereka masing-masing. Hingga akhirnya Leon memilih untuk membuka pembicaraan terlebih dulu. Karena itulah yang seharusnya, dia yang memaksa Ivanka untuk ikut pergi bersamanya bukan Ivanka yang menginginkannya.

"Vanka sayangku," Leon memanggil wanita yang duduk di sampingnya itu dengan mesra.

Jantung Ivanka bergetar hebat. Suara lembut Leon membuatnya melayang. Setiap wanita pasti suka bila diperlakukan seperti ini, begitu pun dengan Ivanka. Tapi, sekelebat gambaran saat Leon menggagahinya malam itu, kembali berputar di pikirannya berulang-ulang bak iklan-iklan di televisi.

Ivanka dengan segera menarik tangannya. Dia menggeser duduknya dan memberi jarak yang cukup lebar di antara dia dan Leon. Manik matanya yang bulat dan hitam kembali digenangi oleh cairan bening.

Ketakutan menyergap, tetesan air matanya menjadi bukti bahwa dia merasa dalam kondisi yang tidak aman.

"Ivanka, tolong maafkanlah aku! Aku sungguh tidak sengaja melakukannya. Malam itu aku mabuk berat, Ivanka," terang Leon Maleva masih dengan nada bicaranya yang lembut.

Ivanka tidak berniat untuk menjawab, bahkan menatap mata Leon pun dia tidak mau, dia memalingkan mukanya.

Memandang ke hamparan air yang terus menggulung menciptakan ombak demi ombak yang terus menyapu hingga ke bibir pantai.

Ivanka memang suka bermain air, apalagi ia sangat menyukai yang namanya pantai, tapi untuk kali ini minatnya untuk menikmati pantai sama sekali tidak ada.

"Kakak mohon, kembalilah ke rumah sayang!" Pinta Leon dengan sungguh-sungguh.

Hidup tanpa Ivanka membuat Leon gila. Separuh napasnya seolah hilang. Semangatnya untuk hidup luntur, tidak pernah dia merasakan seperti ini sebelumnya. Bermain wanita adalah hobbynya, mana pernah dia memikirkan perasaan perempuan? Itu bukan seorang Leon Maleva.

Entah kenapa Ivanka mengubah hidupnya dan perasaanya, hingga dia tak dapat hidup tenang sebelum bisa membawa Ivanka kembali bersamanya.

"Aku tidak mau," sahut Ivanka dengan dingin dan tanpa menatap Leon sedikit pun.

"Aku mohon, Vanka. Aku sangat merindukanmu," bujuk Leon.

Ivanka memutar lehernya menghadap ke Leon, bola mata Ivanka yang basah menatap mata Leon yang memancarkan pengharapan yang sangat agar Ivanka mau kembali bersamanya.

"Apanya yang kamu rindu kan dariku? Apa? Katakan apa yang kamu rindu kan?" tanya Ivanka dengan lantang.

Ivanka meletakkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Leon, dia menunjuk wajah tampan Leon yang biasanya selalu terlihat segar dan bersemangat itu seperti orang menantang. Tatapan kebencian dari Ivanka begitu terasa hingga ke ulu hati Leon.

Ivanka menangis sesenggukan, bibirnya bergetar. Dengan masih menatap mata Leon yang cahayanya memudar karena kesedihan yang mendalam, Ivanka melanjutkan ucapannya, "Yang kamu rindukan ..., " Ivanka menjeda ucapannya sejenak, dia mengatur napasnya yang terasa tersengal-sengal karena terlalu emosionalnya dia saat ini.

Ivanka menyeka lelehan air matanya berulang-ulang. Sungguh, melihat air mata mengalir terus menerus dari dua bola mata Ivanka, membuat rasa bersalah di hati Leon kian menggunung.

"Yang kamu rindukan adalah tubuhku?" Tanya Ivanka dengan suaranya yang parau.

"Bukan seperti itu, Sayang," sangkal Leon.

Dia mencoba untuk memegang kedua bahu Ivanka, tapi dengan cepat Ivanka menolaknya.

Ivanka beranjak dari tempatnya disusul oleh Leon. Dan kini mereka berdiri berhadap-hadapan, "Jangan berani kamu menyentuhku lagi!" Sebuah peringatan Ivanka lontarkan dengan tegas.

"Dulu kamu menyelamatkan hidupku, kamu seperti malaikat yang aku agung-agungkan, bahkan aku merasa tanpa kamu aku pun tidak bisa bernapas. Tapi ternyata aku salah, kamu tidak lebih dari malaikat pencabut nyawa yang bersembunyi di balik topeng kebaikanmu. Lebih baik kamu membunuhku! Melemparku ke akhirat bersama ayah dan ibuku dari pada aku harus hidup sebagai wanita korban pemerkosaanmu!" Lanjut Ivanka meneriaki Leon dengan sangat kencang.

Bahkan deburan ombak tak mengalahkan suaranya yang lantang dan meledak-ledak.

"Kamu penjahat! Kamu laki-laki baji*ngan! Kamu tahu? Aku sangat membencimu! Andai aku tidak punya hutang nyawa denganmu, maka aku sudah melemparmu ke jeruji besi sejak dulu. Apa kamu tahu, Leon Maleva Yang Terhormat? Kamu seperti srigala berbulu domba! Kamu bawa aku bersamamu seolah kamu akan melindungiku tapi ternyata kamu mangsa aku dengan sangat ganas! Aku benci kamu! Aku sangat membencimu!" Ivanka semakin mengencangkan teriakannya.

Dia memukuli dada bidang Leon bertubi-tubi untuk meluapkan kekecewaannya yang teramat sangat. Leon sangat terpukul dengan ucapan Ivanka yang menyayat hatinya. Seumur hidupnya inilah masa yang paling menyedihkan yang pernah dia alami.

Leon menangkap kedua pergelangan tangan Ivanka, "Jangan seperti ini, Sayang! Kakak sedih sekali mendengarmu membenci kakak," ucap Leon dengan suara yang parau.

"Lepaskan aku! Aku sudah bilang jangan menyentuhku!" sentak Ivanka. Dia mencoba untuk melepaskan tangannya dari cengkeraman Leon. Tapi kekuatannya tak lebih kuat dari lelaki itu.

Leon merapatkan tubuh Ivanka padanya, tatapan mata Leon seolah mengunci Ivanka agar tidak lari. Ivanka tahu untuk memberontak pun percuma, lantas dia memilih diam hanya air matanya yang bicara.

Jarak wajah mereka begitu dekat, bahkan mereka bisa merasakan hangat napas mereka yang saling bersahut-sahutan. Tatapan mata Leon yang sendu menghipnotis Ivanka, membuat dia diam meski rasa dalam hati masih ingin sekali dia mengumpat dengan kasar.

"Makilah aku sepuasmu, Vanka. Aku tahu aku bersalah dan aku sadar aku berdosa. Tapi kamu harus tahu satu hal sayang ..." ucap Leon dengan mata berkaca-kaca menghentikan ucapannya.

"Jangan panggil aku sayang!" tegur Ivanka.

Sejujurnya dia selalu merasa nyaman dan bahagia ketika Leon memanggilnya dengan mesra seperti itu.

"Sekarang giliran aku yang bicara, Vanka. Dengarkan aku sekali saja!" pinta Leon.

Ivanka pun mengunci mulutnya dan memberi kesempatan Leon untuk bicara.

"Sejak kamu pergi, aku merasa ada yang hilang dari hidupku. Semangat hidupku hilang, aku merasa sepi. Yang ku mau cuma kamu. Di pikiranku cuma ada kamu. Vanka, aku ... aku .... " Leon nampak ragu untuk mengatakannya.

Dia memejamkan matanya sejenak, mencoba memupuk keberanian untuk mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya.

"Ivanka, Sayang, aku ... aku ... aku mencintaimu, Ivanka." Akhirnya kata-kata itu lolos juga dari mulut Leon.

Setelah dia bersusah payah untuk mengatakannya, dan seketika hatinya lega karena sudah bisa mengungkapkan apa yang ingin dia ungkapkan.

Mata Ivanka membulat penuh. Tak dia sangka Leon akan mengatakan ini padanya. Ivanka terperangah, degup jantungnya bergemuruh seolah bersahut-sahutan dengan ombak yang terus menggulung. Namun sejenak dia teringat kata-kata Leon, lelaki itu pernah berkata bahwa dia ingin hidup bebas tanpa ikatan. Dan karena itu, Ivanka menganggap kata-kata cinta Leon untuknya hanyalah bualan semata.

"Kamu pikir aku akan percaya?" tanya Ivanka seraya menajamkan tatapannya.

"Aku berkata yang sejujurnya, Vanka," jawab Leon.

"Aku mencintaimu." Leon mengulang pengakuan perasaannya.

Ivanka mencebikkan bibirnya. Senyum kecut tersungging di sela tangisnya.

"Sejak kapan Leon Maleva jatuh cinta? Kamu pikir aku lupa? Kamu bilang cinta itu hanya mengikat dan membuatmu susah bergerak bebas. Dan sekarang kamu bilang kamu mencintaiku? Lelucon apa ini? Hah?" desis Ivanka meremehkan Leon.

"Lepaskan aku, Tuan! Aku sudah tidak mau berurusan lagi denganmu!" sentak Ivanka.

Dia memberontak dengan cukup kuat hingga akhirnya Leon memutuskan untuk melepas tangan wanita itu.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa buat like, komen, dan vote setelah membaca, dengan cara itu kamu membuat penulis merasa di hargai.

Bagi yang belum tekan tombol ❤️ di bantu tekan dong supaya kamu menjadi orang pertama yang mendapatkan informasi up novel ini.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!