NovelToon NovelToon
Isekai Slime? Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Isekai Slime? Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Harem / Fantasi Isekai / Romantis / Reinkarnasi / Action
Popularitas:135.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre : Fantasi, Fantasi-Isekai, Action, Harem, Romance, Adventure, Reinkarnasi, Isekai, Magic, Demon, Royal.

[On Going]

- Bagian 1 — Kerajaan & Lise - End [27]

- Bagian 2 — Nasib Buruk - End [11]

- Bagian 3 — Medan Perang Kuno - End [22]

- Bagian 4 — Sion and its Destruction - ???

- Sinopsis -

Setelah bertahun-tahun dibully oleh orang-orang kaya, Sion akhirnya mencapai batas kesabarannya. Dengan amarah yang telah lama dipendam, ia meluapkan segala emosinya tanpa peduli pada konsekuensinya.

Namun, kepuasan itu hanya sesaat. Pada akhirnya, Sion memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri—tanpa penyesalan sedikit pun.

Tapi tak seperti kebanyakan orang, kematiannya bukanlah akhir. Ia terdampar di dunia lain.

Akankah Sion berjuang untuk mencapai puncak? Tetap menjadi korban? Atau justru berbalik menjadi sosok yang menindas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Putri Thivaani

Kami akhirnya pulang, aku langsung membaringkan tubuhku ke ranjang yang empuk. "Aaa~ Sudah lama sekali aku tidak tiduran diatasmu, Ranjang-chan!"

Lise ke kamar mandi, katanya dia ingin membersihkan diri setelah beberapa hari tidak mandi. Tentu saja seharusnya ia merasa tidak nyaman dengan itu.

Aku menoleh kesampingku, seorang gadis cantik dengan rambut merah dan kulit seputih susu. Yeah... Itu adalah dia—Liana.

Kupikir dia akan menggunakan kamar yang lain, ternyata malah ikut ke kamar ini. Membuat kamar ini semakin sempit saja.

Tapi Aku juga tidak terlalu keberatan. Ditemani dua gadis cantik didalam kamar, memangnya siapa yang tidak mau?

"Sion..." ucap Liana, matanya menyapu sekeliling. "Apa kita bisa makan dulu? Aku sudah lapar." Ia memegangi perutnya itu.

"Yeah... Baiklah, tunggu sebentar lagi, Lise pasti akan kembali. Saat itulah baru kita makan."

Meskipun dia agak gelisah dan terus memegangi perutnya, tapi dia tetap menunggu. Sampai akhirnya pintu terbuka, memperlihatkan sesosok gadis cantik dengan rambut birunya yang berkilau sehabis mandi.

Liana langsung menarik tangan Lise. "Nona Lise, ayo kita makan dulu!" katanya.

"Eh?!" Lise meresponnya dengan sedikit keget. Namun, ia tetap mengikuti gadis berambut merah itu.

Aku mengikuti mereka berdua dari belakang. Sesampainya di meja makan, tentu saja tersedia makanan yang begitu banyak, yang disiapkan oleh pemilik penginapan.

Aku mengambil sendok. "Ummm... Baunya enak, sudah lama aku tak memakan masakan Nona Penginapan."

Dan begitulah kami mengawali pagi yang indah ini. Seharusnya...

...---...

[Thivaani Pov]

Aku merasakannya aura kakak, saat ini aku dan Tuan Pahlawan—Jura Bastie. Sedang menuju ke tempat dimana aku merasakan aura kakak.

Sebuah kota kecil, aku sedikit bingung kenapa aku merasakan aura kakak dari sini. Apa kakak terjebak di kota ini?

Pahlawan disampingku mengangkat tangannya, nampak lingkaran sihir di sekitarnya. "Locator," gumannya. Kemudian muncul sebuah bola bersinar kecil yang bergerak menuju kedalam kota.

...(Pahlawan—Jura Bastie)...

Itu adalah sihir pelacak miliknya, setelah aku mendapatkan tempatnya kami tinggal melacak lokasi kakak. Karena itulah Pahlawan ini ada disini.

"Ayo ikuti bola itu," katanya lalu berjalan mengikuti bola kecil itu kedalam kota yang cukup ramai.

Bangunan berderet, banyak juga pedagang yang menawarkan barang mereka. Namun, kami samasekali tidak tertarik dengan itu dan tetap fokus mengikuti bola kecil itu.

Cukup lama kami berjalan, sampai akhirnya menemukan suatu bangunan yang bertuliskan "Penginapan?" Aku mendekati bangunan itu, menutup mataku dan merasakan sesuatu.

Tidak salah lagi, kakak ada disini!

"Ayo masuk," kataku bergegas memasuki penginapan itu.

Saat ini kami sedang dalam penyamaran, setidaknya orang-orang disini tidak akan mengetahui edentitas kami berdua.

Pintu terbuka terlihat empat orang didalam, satu pemilik penginapan dan tiga lainnya orang-orang yang sedang menyantap makanannya.

Wanita berambut biru itu, wajahnya sangat mirip! Tidak salah lagi itu adalah dia, Dovolica Valencia! Atau harus kusebut kakakku!

Aku mendekatinya dan dia akhirnya menatapku. "Kenapa kau ada disini," katanya nadanya terdengar malas.

Meski dalam penyamaran dia memang seharusnya bisa mengetahui itu, memangnya apa yang bisa kusembunyikan darinya?

Sang Pahlawan mendekatinya, terlihat pria berambut hitam disampingnya menatap kami dengan tatapan dingin. "Nona Devolica, kenapa anda ada di tempat seperti ini? Ayo pulang ke kerajaan."

Sang Pahlawan mencoba meraih tangannya, namun pria berambut hitam itu menghalanginya. "Siapa kalian? Tiba-tiba datang dan ingin membawanya pergi?" katanya.

Suasana berubah, orang itu membuat Pahlawan sedikit kesal, terlihat jelas dari wajahnya yang berubah melihat pria itu memegang tangan kakakku.

"Huft... Kita bicarakan ini di tempat lain saja. Ayo pergi," kata kakak, kami menyetujuinya dan kemudian keluar dari tempat ini.

.

.

.

.

Udara sejuk terasa ketika kami sampai di tempat penuh rerumputan hijau, namun panasnya amarah dari dua pria yang sedang saling menatap ini masih terasa.

"Kau ini siapa? Berani sekali menyentuh Nona Devolica!" ucap Sang Pahlawan.

Kakak langsung menahan pria berambut hitam itu. "Dia ini orang penting bagiku disini, jadi bersikaplah lebih baik padanya," ucap kakak membalas Pahlawan.

"Kak, kenapa kakak bisa ada di tempat seperti ini?" tanyaku pada kakak.

"Pertama-tama aku akan menjelaskan ini dulu pada Sion."

Kakak kemudian menjelaskan tentang semua ini pada pria berambut hitam yang di sebut Sion itu. Ia menjelaskan semuanya bahwa sebenarnya ia itu sudah mati dan bereinkarnasi kembali menjadi mahluk baru.

"Jadi begitu, itu menjelaskan kenapa seekor Slime bisa punya sihir yang kuat," gumamnya.

Slime?

"Pokoknya kakak harus kembali ke kerajaan, kami membutuhkanmu kak! Jika kerajaan diserang akan berbahaya sekali," ucapku mencoba membawa kakak kembali.

Pahlawan yang sedari tadi diam pun kini bersuara. "Benar! Kenapa harus tinggal di tempat seperti ini?! Tempatmu bukan disini Nona Devolica! Kau seharusnya berada di kerajaan, tempat yang paling layak untukmu."

"Diam kau, kau tidak punya hak untuk memaksanya," lagi-lagi pria dengan rambut hitam itu memotong, matanya birunya itu menatap kami dengan pandangan dingin dan bagai lautan yang siap menenggelamkan kami.

Sedikit membuatku getar.

Sama sekali tidak terasa kekuatan yang kuat darinya, memangnya kenapa orang ini sampai disukai oleh kakak? Bahkan kakak tidak menepis tangannya ketika ia memegang kakak. Padahal biasanya ketika Pahlawan mencoba menyentuhnya ia langsung menyerang dengan sihirnya.

Sangat aneh.

"Sion, ikuti aku. Kita akan bicara sebentar, hanya berdua."

Kakak kemudian membawa pria itu kedalam hutan tak jauh dari sini, kelihatannya ia ingin membicarakan hal penting berduaan saja.

Setelah mereka pergi gadis berambut merah yang sebelumnya ada di penginapan datang kemari, "Kalian... Ingin membawanya pergi?" tanyanya, kelihatannya ia mendengar pembicaraan kami tadi.

[Sion PoV]

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan, Lise—Ah tidak maksudku Nona Devolica?"

Lise memegangi dahinya. "Jangan panggil aku dengan nama itu, terasa aneh kalau kau yang mengucapkannya."

"Baiklah-baiklah, jadi?"

"Aku akan kembali ke kerajaan, kau tau, kan? Aku harus kembali jika aku tak kembali—"

Sebelum ucapannya selesai aku memotong. "Maka kerajaan bisa dalam bahaya jika diserang dan itu juga akan berpengaruh pada banyaknya kota yang ada di wilayah kerajaan, kan?"

"Yeah... Aku tau kau akan memahami itu, tapi aku tak akan menyerah. Sion, ikutilah turnamen antar kerajaan, kau harus menjadi orang yang memenangkan turnamen itu, dengan begitu karena sudah berhasil mengalahkan perwakilan kerajaan lain. Sang Raja—Ayahku pasti akan melirikmu sebagai orang yang kuat." Lise mendekatiku, ia memegang bahuku. "Dengan begitu aku bisa meminta agar kau menjadi tunanganku. Kau harus cepat, sebelum posisimu dihatiku direbut orang lain, oke?"

Intinya aku harus menjadi lebih kuat lagi jika menginginkan seorang Tuan Putri yah. Memang sewajarnya begitu, di dunia ini kekuatan adalah segalanya.

"Baiklah, aku pasti akan menemuimu lagi. Saat hari itu tiba, kupastikan aku pasti akan mengalahkan Pahlawan sialan itu. Aku benar-benar membenci orang itu."

"Hahahaha, kau tidak boleh bermalas-malasan oke?"

Kami kemudian kembali mendekati Putri Thivaani dan Pahlawan itu, ada Liana juga disana, sepertinya dia baru saja sampai.

Lise kemudian dibawa pergi oleh mereka berdua, aku hanya bisa melihatnya yang semakin menjauh, sesekali ia melihat kebelakang dan akhirnya menghilang dari pandanganku.

"Sial!"

Liana menyentuhku. "Kenapa kau tak menghentikannya?" tanyanya.

"Aku tak akan bisa melakukan itu," jawabku. "Tapi... Dalam beberapa tahun, aku pasti akan mendatangi kerajaan itu. Liana berlatihlah bersamaku, gunakan saja semua kemampuanmu. Aku harus bertambah kuat secepat mungkin!"

"Baiklah."

...---...

1
Protocetus
kapan up
Kasma Wati
/Hunger//Hunger//Hunger//Hunger/
Kasma Wati
🤣🤣🤣👍👍👍
studibivalvia
kupikir sion ini cewe ternyata cowo?
Europa.: cowo wkwk
total 1 replies
studibivalvia
kakak gausah mampir di karyaku ya soalnya aku di sini bertindak sebagai reader, pure reader jadi aku sama sekali ga berharap buat dibaca karyanya hehe, ini murni mau aku baca karena gaada yg bisa aku lakuin selain baca punya kakak 😖 kan kakak udah bantu aku kemarin jadi maaf ya kak cuma ini yg bisa aku kasih 🙏🏻 next nya mungkin aku cicil baca ya kak … sekali lagi terima kasih untuk yg kemarin
studibivalvia
alurnya cepat dan ringan, ini aku bayanginnya kayak anime cowok yg terdampar ke dunia lain sebagai pahlawan tapi skill dia cuma bisa belanja online 😭 aku lupa judulnya tapi feel -nya terasa kurang lebih kayak gitu 👍🏻 pembukaannya menarik dan ringan dengan alur yg cepat … sedikit membuat penasaran karena secara tak langsung sion punya skill di dunia itu, aku ga pernah baca novel adventure tapi pembawaannya mudah untuk dibayangkan 👍🏻
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ
kepanjangan nih paragraf
ᥫ᭡ׅ꯱hׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ɑׁׅ
langganan banget nih nama aku lihat" 😭
Chiyaa
next post min ☺️
Europa.: hooh, 2k perbab kok, jdi agak lama
total 1 replies
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
apakah musuhnya sama?? 🤔🥱
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
ish ish ish, parah banget /Sweat/
Mizuki
Mengecewakan, build up karakter Matsuri kurang banget, gak ada sama sekali malah. Klimaks untuk bagian ending arc 2 jadi gak kerasa, klo ini bukan bagian dari arc 2 (cuma chapter biasa) masih bisa ditolerir
Mizuki
Bom nya satu aja cvk
Mizuki
pertanyaannya, apa kota kematian ada di tempat yang sama? gimana mungkin dia pergi ke sana diam-diam, pagi-pagi klo ada di kota lain
Europa.: agak jauh, tapi jalannya ada gtu. jdi abis di kasi tau jalannya, langsung lurus ae ngikutin
total 1 replies
Mizuki
Ada bantalan dadanya cvk
Mizuki
Holy shiet motherfucckerrs
Mizuki
bisa juga lewat eksposisi dikit soal perilaku MC yang kadang agak nyeleneh
Mizuki
terlalu banyak dialognya, kau bisa sisipin satu atau dua narasi biar bosenin, atau mininal kasih dialog aksi
Mizuki
3rd PoV, bagus sih untuk eksposisi, tapi usahakan tetap jaga fakta klo Sion gak tahu, karena sedari awal dia emang gak tau, kecuali nanti dikasih tau
Mizuki
Oeee itu gadis kecil cvk, kasih satu clue kalo dia masih manusia, masih ounya perasaan
Europa.: nah kan/Sweat/
total 11 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!