Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 17
Paramudia, pria itu sudah lama sekali tidak berhubungan dengan papanya. Apalagi setelah Pram dnegan tegas menolak keinginan sang papa untum menjadi dokter.
Dokter jelas bukan passion Pram, ia lebih suka berkecimpung di dunia bisnis, alih-alih menangani pasien seperti papa nya.
Terlebih saat sang papa pindah ke kota K. Hubungan mereka pun semakin jauh. Dokter Leonard Wijaya adalah ayah dari Pramudia Wijaya, tidak banyak diketahui memang karena memnag merea tidak pernah terekspose.
" Apa berita yang beredar itu benar son. Mengapa kamu melakukan itu?"
" Haaah, mungkin inilah yang dinamakan cinta buta pah. Pram tidak berpikir jauh dan terbawa emosi. Wanita yang Pram sukai ternyata sudah menikah. Pram kecewa dna penasaran. Terlebih saat tahi bahwa pria yang menikahi wanita yang Pram suka bukanlah pria sembarangan. Akhza Falan Abinawa, seorang CEO JD Coal putra seorang Raden Rama Hadyan Joyodiningrat.
Di seberang sana Leo terdiam saat mendengar beberapa nama yang disebutkan oleh sang putra. Ia merasa tidak asing dan cukup familiar dengan nama itu.
Panggilan dari Pram pun menjadi tidak terdengar karena Leo sibuk dnegan pikirannya. Ia yakin sekali pernah mendengar dan bertemu dnegan nama itu.
" Papa, iish dicuekin kan."
" Sorry son, jadi apa yang akan kamu lakuin. Sudahlah, cari wanita yang single kan masih banyak. Jangan membuat skandal dna jangan jadi pebinor."
Pram membuat nafasnya kasar. Ia juga ingin begitu tapi hati nya tetap ingi berusaha mendekati Airin. Ia oun menyudahi panggilan papanya. Saat ini satu hal yang harus Pram lakukan yakni minta maaf kepada Airin.
Di kota K, Leo masih kepikiran dengan apa yang putranya katakan. Ia jelas tidak asing dengan nama Akhza. Leo pun kembali membuka data pasien yang memeriksakan diri kepadanya. Siapa tahu ia menemukan sesuatu di sana.
Satu demi satu ia memeriksa data pasien melalui layar komputer miliknya. Setiap pasien yang memeriksakan dirinya ke sana pasti ia membuat rekam medisnya sehingga todak akan terlewat satu pun.
Sekitar 10 menit mencari akhirnya Leo mendapatkan apa yang ia inginkan. Senyumnya mengembang sempurna.
" Yups, ini dia. Aku jelas tidka lupa. Aku benar-benar pernah mendengar dan yang bernama Akhza itu adalah salah satu pasienku. Akhza, dia mengalami DE. Dam wanita yang ditaksir Pram adalah istri dari Akhza ini. Tapi apakah mereka adalah orang yang sama? Akhza yang berkonsultasi denganku itu apakah orang yang dibicarakan oleh Pram. Jika benar, apakah Pram masih punya kesempatan untuk mendekati wanita yang ditaksirnya?"
Waah, pikiran Dokter Leo seketika berubah. Tadi padahal dia bilang kepada putra nya untuk menjauhi hal tersebut karena akan menjadi skandal. Akan tetapi sekarang tiba-tiba dia punya pikiran seperti itu. Rasa bersalah katena mengabaikan Pram selama ini membuatnya memili perasaan seperti saat ini. Menebus kesalahan, itu lah yang ia pikirkan.
Namun, satu hal yang tidak bisa dokter Leo lakukan yakni dia tentu saja tidka boleh menyebarkan informasi pribadi pasien. Itu jelas sebuah kode etik dan peraturan yang tidak boleh dilanggar.
" Lalu bagaimana caraku memberitahukan ini kepada Pram?" gumam Leo lirih.
🍀🍀🍀
Lain Leo yang begitu memikirkan bagaimana mengenai putranya, maka lain lagi dengan Teo, Rama dan Sita. Ya ketiga orang tua itu tengah berkumpul di kediaman Joyodiningrat untuk membahas mengenai bagaimana untuk membuat pengumuman pernikahan putra putri mereka.
" Apa kit akan langsung mengadakan prescon bang," tanya Teo kepada Rama.
" Jangan Te, itu terlihat kurang smooth. KIta harus berbuat cantik," ujar Rama.
Semuanya kembali terdiam. Mereka masing-masing memikirkan cara yang dinilai tepat untuk acara pengumuman itu.
" Aaaah, aku punya ide Mas Rama, teo, aku yakin ini malah akan lebih baik ketimbang prescon. Mari mengadakan acara tasyakuran, dan kit akan mengundang anak yatim. kita beri santunan kepada mereka sebagai rasa syukur atas pernikahan Akhza dan Airin. Dan sekalian kita meminta doa mereka agar Airin dan Akhza menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Gimana?"
Rama dan Teo tersenyum mendengar usul dari Sita. Itu sungguh sangat baik. Sambil menyelam minum air. Sambil memberitahukan kepada publik tapi tetap dengan berbagi kepada sesama.
" Baiklah, nanti aku akan mengatakan ini kepada Akhza dan Airin," kata Teo cepat.
" Nanti juga akan menelpon Akhza. Aku yakin anak itu saat ini sedang memikirkan hal tersebut. Akhza adalah tipe anak yang memikirkan segala sesuatu yang hinggap di kepalanya. Tidak seperti Abra yang cuek atau Ana yang lebih santai saat menghadapai permasalahan."
Teo mengangguk paham, ia pun segera pamit dari kediaman Rama dan Sita. Ia harus segera pulang untuk menyampaikan hal ini.
Pun dengan Rama, dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Akhza. " Assalamualaikum, Za ini ayah. Ini soal berita mengenai kalian. Ayah pikir kita harus mengumumkan pernikahan kalian biar tidak ada yang berani mengganggu."
" Waalaikumsalam yah, Akhza juga berpikir begitu."
" Nah mommy punya ide untuk membuat tasyakuran dan menyantuni anak yatim."
Alhza langsung setuju dengan apa yang dikatakan ayahnya. Nanti dia akan mengurus hal tersebut.
Selesai berbicara dengan sang ayah, Akhza kembali ke pekerjaannya. ia melihat perkembangan kasus yang ada di kota K. Sebuah laporan diberikan oleh mata-mata yang i taruh di sana. Akhza menarik salah satu sudut bibirnya saat sebuah fakta ditemukan di depan matanya.
" i got you, kamu tidak akan bisa lolos dari cengkeraman kami. Butuh waktu puluhan tahun untukmu dapat mengelabuhi kami saudari Anita yang terhormat. Haish, masih muda tapi caramu mendapatkan uang sungguh buruk dan bahkan jauh dari kata halal dan berkah."
Akhza kemudian menggerakkan kesepuluh jarinya di atas keyboard mencoba mencari hal lian yang bisa dia dapatkan. Ia semakin tertawa saat menemukan banyaknya kecurangan yang dilakukan oleh Anita.
"VTidak perlu minta bantuan abang kalau begini mah. Aku cukup bisa melakukannya, Aah iya Abra." Akhza mengingat saudara kembarnya. Akhza pun menghubungi Abra." Ra, apa mendapatkan sesuatu tentang Anita. Aku lumayan dapat banyak nih."
" Ya kak, dapat dong. Besok kita bicarakan ini. Gimana Airin?"
Obrolan mereka mengalir begitu saja. Dari membahas masalah Anita hingga Airin dan bahkan hingga Jd Coal.
Greb
Dari belakang Airin memeluk pinggang Akhza dan menciumi punggung sang suami. Akhza tersenyum kecil melihat tingkah istrinya itu.
" Kenapa hmmm?"
" Tidak ada apa-apa by, kangen aja sama kamu."
Akhza menutup laptopnya dan memutar tubuhnya sehingga menghadap sang istri. Ia menarik tubuh Airin ke dalam pangkuannya.
" Apa mau hmm. tapi Joni belum maksimal."
Airin mengangguk, saat bangun tidur tadi tiba-tiba ia menginginkan sentuhan suaminya. Akhza yang paham pun langsung meraup bibir sang istri dan membuka satu per satu kemeja kerja Airin yang memang belum ganti itu.
Sekarang tubuh bagian atas Airin sudah topless. Lihatlah bagaimana Akhza bermain di sana dan Airin jelas menyukainya.
" Aku harap kita akan selama ini seterusnya by, aku sungguh tidak bisa jika berpisah denganmu. Semoga si Joni segera bisa bertugas maksimal agar tidak ada dalam pikiranmu meninggalkan aku."
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor