Sebelum nya, saya mau menyarankan saja.
Sebelum komen mohon baca nya sampai akhir ya ..😊😊😊
Bagaimana jadinya kalo seseorang menikah tanpa rencana.
Kinar Anastasya menikah dengan Daniel Putra Candhrawinata yang baru saja dikenal nya
Menikah karena merasa berhutang budi, karena telah membantu keluarga nya..
Hayy ini novel pertama aku, maaf kalau ada salah kata😊
Jangan lupa dukung Mbak nad ya dengan vote, like/comen.,
Supaya Mbak nad tambah semangat lagi..
Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak nad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Vino mendapat telvon dari anak buah nya, kalo Kinar sudah berada di perjalanan menuju ke ruko nya.
Mendapat kabar itu, Vino langsung pergi meninggalkan ruko tersebut.
Vino masuk kedalam mobil, mobil yang dibawah Vino berbeda dengan mobil yang biasa dipakai untuk mengantar jemput Daniel, jadi Kinar tidak akan bisa mengenali nya.
Beberapa menit kemudian, terlihat Kinar tengah berboncengan dengan pria tersebut.
Pria itu tidak jauh berbeda dengan Daniel, memiliki wajah yang tampan, kulit putih pokoknya idaman para wanita banget.
Kinar turun dari motor, melepaskan helm dan memberikan helm tersebut pada pemiliknya, tidak lupa Kinar mengucapkan banyak terima kasih.
"Terima kasih banyak.." ujar Kinar.
Pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangan nya "Vazo., Vazo Alexander.." pria itu memperkenalkan dirinya.
Terlihat Kinar menjabat tangan Vazo, "Kinar, Kinar Anastasyah.." ujar Kinar sambil tersenyum manis kepada Vazo.
"Nama yang cantik, sama seperti orang nya.." puji Vazo.
Wajah Kinar memerah karena malu mendengar pujian dari Vazo.
"Terima kasih.." jawab Kinar.
"Baiklah.. aku pergi dulu.." ujar Vazo.
Vazo melangkah kan kakinya, tapi Kinar.
"Tunggu..!!" suara Kinar menghentikan langkah kaki Vazo.
"Ada apa nona..??" tanya Vazo.
"Bicaralah padaku seperti kau bicara pada temanmu, karna kita teman.." ujar Kinar menatap Vazo.
Mendengar perkataan Kinar, Vazo tersenyum senang "Baiklah Kinar, kita adalah teman.." jawab Vazo.
"Aku pergi dulu, besok kita bertemu lagi.." lanjut Vazo.
Vazo pergi meninggalkan ruko Kinar dengan mengendarai motornya dan dengan kecepatan tinggi.
Vino yang memperhatikan Vazo dari dalam mobil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
(Dia berkata yang sebenarnya, dia mengendarai motornya seperti kilat., sepertinya pria itu pembalap.) batin Vino.
Vino melihat Kinar masuk kedalam ruko, Kinar sudah tidak terlihat lagi dari luar, akhirnya Vino memutuskan untuk pergi.
"Mbak kenapa lama sekali..??" tanya Tika.
(sudah kuduga Tika akan bertanya ini) gumam Kinar.
"Cerita nya panjang Tik.." jawab Kinar singkat.
Kinar mengambil segelas air putih dan meminum nya.
"Tadi ada seorang pria mencari mbak.." ujar Tika.
Uhukkk... uhukk.. uhukkk.. Kinar yang mendengar perkataan Tika langsung tersedak.
"Mbak ngga papa..?? Pelan-pelan minumnya.." ujar Tika.
"Ngga papa kok Tik.." jawab Kinar ragu.
"Tadi ada seorang pria yang mencari mbak.." Tika mengulangi perkataan nya tadi.
"Siapa Tik..??" tanya Kinar.
"Tika juga tidak mengenal nya mbak, dia menatap Tika dengan tatapan mata yang tajam, karna Tika takut., jadi ya ngga sempat tanya nama nya.." jelas Tika.
Decgggggg... Kenapa Kinar berfikir kalo pria yang di maksud Tika itu adalah Daniel., menginggat kalo Daniel memiliki sorot mata yang tajam.
(Ngapain dia mencariku..?? apa dia akan menanyakan lagi berapa banyak pohon yang ada di pinggir jalan itu..??) batin Kinar.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 16:00, Kinar bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba ponsel Kinar bergetar,.
Dreett... Drett..Drettt...
Kinar langsung membuka pesan yang ada di ponsel nya.
From Asisten Vino: Nona, anda harus sampai di rumah sebelum tuan muda tiba.
Suasana hati tuan muda sedang tidak baik, jadi jangan melakukan kesalahan nona.
"Apa dia akan segera pulang..??" balas Kinar.
"Iya nona, kami sudah ada di perjalanan.." balas Vino.
Daniel sengaja untuk tidak mengirimkan supir untuk menjemput Kinar.
Kinar menunggu taxi, tapi tidak ada satupun taxi yang lewat.
Mengingat pesan Vino, Kinar memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki.
Saat hampir tiba di depan rumah, Kinar melihat mobil Daniel dari kejauhan,.
Akhirnya Kinar berlari agar sampai di rumah lebih dulu dari pada Daniel.
Tapi tiba-tiba . . .
.
.
.
.
.
.Jangan lupa like/comen.
Ditunggu juga kritik dan saran nya.
Vote juga ya, dan juga ikuti saya.
Biar Mbak Nad tambah semangat lagi😊
G tegas