NovelToon NovelToon
Derita Ayu Ratapan Anak Tiri

Derita Ayu Ratapan Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: RN

Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.

Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.

Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.

Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.

Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.

Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Otak Iblis Rudi

Seketika wajah Lisa menjadi pucat karena panik bercampur amarah, matanya berkobar menatap tajam ke arah Ayu. Ingin sekali tangannya membungkam mulut Ayu atau melakban mulut itu agar tidak mengeluarkan kata-kata yang akan membuatnya disalahkan atas kematian Queen.

Sementara di luar Rudi yang mendengar teriakan itu langsung menghambur setengah berlari masuk ke dalam rumah menuju kamar Ayu. Rudi langsung membopong tubuh Ayu masuk ke dalam kamar mandi.

"Hey! Mau diapakan ponakan saya!" teriak Salma kaget dengan apa yang Rudi lakukan.

"Tunggu mbak! Biarkan Rudi menenangkan Ayu, dia terlalu tertekan dan shock atas kematian Queen. Guyuran air tidak hanya membersihkan tubuhnya dari lumpur tapi juga akan membuat pikirannya tenang Mbak. Saya yakin Rudi tidak akan melakukan hal jahat kepada Ayu. Jadi Mbak nggak usah khawatir." kata Lisa sambil tangannya menahan lengan Salma.

Mendengar penjelasan Lisa, Salma akhirnya bisa menerima apa yang Rudi dilakukan terhadap Ayu, dan dia terus memperhatikan pintu kamar mandi yang terbuka di mana terlihat Rudi mengguyurkan air dan membersihkan badan Ayu dari lumpur dengan sabar.

"Lis, lanjutan." perintah Rudi sambil berkedip pelan sebagai kode untuk Lisa.

Begitu Rudi keluar dari kamar mandi dan pergi meninggalkan kamar Ayu, Lisa langsung menuju kamar mandi sambil membawa handuk lalu mengunci kamar mandi itu. Kini tinggal Ayu dan Lisa berdua di dalam kamar mandi sementara selama berdiri mematung Kenapa kamar mandi dengan wajah khawatir.

Lisa menyalakan kran kamar mandi sampai full bunyi air yang keluar dari kran air membuat berisik mengalahkan suara yang lain. Lisa mencengkram kasar lengan Ayu hingga membuat Ayu meringis kesakitan.

"Anak sialan! Kamu mau kan menyusul bunda sama adek mu yang manja itu hah! Jawab!" geram Lisa mendelik tajam ke arah Ayu.

"Aaaww! Sakit!" rintih Ayu tertahan karena mulutnya sebagian di sumpal kain handuk oleh Lisa.

"Minum ini! Tante jamin kamu akan langsung bertamu dengan dua orang yang kamu sayang itu daripada kamu hidup di dunia hanya menjadi beban!" dengus Lisa menarik kasar handuk dari mulut Ayu.

Lisa mencengkeram mulut Ayu agar terbuka lalu memasukkan obat tidur untuk yang kedua kalinya.

"Ini lebih baik buat kamu, daripada kamu berteriak seperti anak gila. Mendingan kamu tidur, kalau perlu untuk selamanya." geram Lisa.

Ayu ingin menolak tapi tubuhnya yang lemah tak mampu melakukan itu, obat tidur itu mudah sekali masuk ke mulut Ayu. Lisa melepaskan cengkraman tangannya di lengan Ayu membuat tubuh Ayu terkulai jatuh ke lantai kamar mandi.

Tatapan Lisa begitu penuh kebencian pada Ayu, dia mengguyur kepala Ayu dengan kasar beberapa kali sebelum dia membuka seluruh baju Ayu dan menutupi tubuh kurus itu dengan handuk.

Begitu pintu kamar mandi terbuka, Salma yang berdiri tepat di depan kamar mandi langsung menghambur memeluk Ayu.

"Ayu Sayang, kamu nggak papa kan?" tanya Salma cemas sambil memperhatikan seluruh tubuh Ayu.

"Saya hanya memandikannya Mbak, Ayu nggak apa-apa. Dia hanya lemas mungkin karena dia belum makan sejak tadi siang." dalih Lisa pura-pura perhatian.

"Kamu ganti baju dulu ya sayang, tante akan ambilkan makan buat Ayu. Mbak Salma Tolong bantu Ayu untuk berpakaian," ucap Lisa kembali belum keluar dari kamar Ayu.

Saat langkah Lisa melewati Salma, Lisa sempat melirik ke arah Ayu dan Lisa sambil mencibir. belum selesai mengenakan baju Ayu sudah kembali tertidur pulas dan hal ini membuat Salma heran.

"Kenapa dia tidur terus dari tadi?" tanya Salma dalam hati sambil mengerutkan dahi.

"Mbak Salma dipanggil Mas Budi, katanya anak-anak udah ngantuk minta pulang." kata Lisa mencoba mengalihkan kecurigaan Salma.

"Oh ya sudah hampir jam 10. Tolong titip Ayu ya, kalau ada apa-apa hubungin aku secepatnya. Atau apa sebaiknya aku ajak Ayu aja untuk sementara tinggal di rumahku? Biar dia tidak merasa kesepian, dan ingat kenangan Queen?" tanya Salma menyampaikan pendapat nya.

"Nggak usah Mbak Salma, nanti malah repotkan Mbak, apalagi anak Mbak masih kecil-kecil. Sudah percaya saja sama Lisa, Lisa yang akan mengurus Ayu. Lagian Lisa sudah menganggap Ayu seperti anak Lisa sendiri." tolak Lisa secara halus.

Dengan berat hati Salma terpaksa meninggalkan Ayu bersama Lisa.

***

Matahari pagi baru saja muncul menampakkan sinarnya dengan sempurna di langit biru cerah dengan awan putih bak lukisan alami dengan aneka ragam bentuk berarak mengikuti ke mana arah angin bertiup.

Dari balik jeruji Aditya menatap langit cerah tanpa mendung dengan perasaan sedih, kedua sudut matanya berembun. 1001 macam pertanyaan berkecamuk di pikirannya tentang semua yang terjadi dalam hidupnya juga keluarganya.

"Ayu, cuma tinggal kamu satu-satunya milik ayah. Semoga Allah selalu menjagamu Nak." gumam Aditya.

Rasa khawatir akan kondisi Ayu membuat Aditya tidak tenang. Aditya bisa membayangkan betapa tertekan dan terguncangnya jiwa Ayu atas kematian Queen, apalagi seandainya dia tahu kalau sekarang dirinya sedang dipenjara.

Saat sedang merenung tiba-tiba seorang sipir lewat di depan selnya.

"Pak, apa tidak ada yang menjenguk saya hari ini?" tanya Aditya pada sipir yang menjaga sel di bloknya.

"Kalau toh ada nanti juga bapak bakal dipanggil." jawab sipil itu berlalu pergi.

"Aneh, kenapa Lisa jarang sekali menjengukku akhir-akhir ini?" hukuman Aditya bertanya pada diri sendiri.

"Hari ini hari sidang putusan. Aku berharap Lisa bisa datang untuk memberiku dukungan dan semangat." batin Aditya menghibur diri.

Sementara itu di rumah Aditya Lisa baru saja keluar dari kamarnya dalam keadaan setengah mengantuk.

"Hoaaamm." lisya menguap sambil meregangkan otot tubuhnya..

"Ayu," tiba-tiba tersadar akan Ayu dan Lisa buru-buru ke kamar Ayu untuk melihat keadaannya.

Begitu dia membuka pintu kamar Ayu, netranya menyapu ruang berukuran 5*5 itu begitu lengang tak tampak Ayu ada di kamar itu. Wajah Lisa berubah panik, dia buru-buru memeriksa kamar mandi.

"Kosong, ke mana anak sialan itu pergi pagi-pagi begini?" pertanyaan yang memicu kecemasannya makin menjadi.

Lisa menyusuri semua ruangan di rumah Aditya tapi tak menemukan Ayu sama sekali, bahkan saat dia keluar rumah menyasar halaman sosok Ayu tidak ditemukan. Lisa buru-buru menelepon Rudi menyampaikan kabar hilangnya Ayu.

"Rud, gimana ini. Ayu bilang!" seru Lisa di telepon dengan suara panik.

"Sudah tenang aja. Paling juga dia pergi ke kuburan adiknya, coba kamu cek."perintah Rudi dengan begitu tenangnya.

Lisa langsung menutup teleponnya sedikit berias sambil meneteskan obat mata Lisa keluar rumah menuju pemakaman. Saat di depan pintu pagar Lisa sempat berpapasan dengan Bu Lince yang menyapanya.

"Mbak Lisa mau kemana?" melihat Lisa yang meneteskan air mata.

"Hiks, mau cari Ayu Bu," jawab Lisa pura-pura terisak.

"Loh, memangnya Ayu ke mana?" tanya Bu Lince penasaran.

"Mungkin dia pergi ke makam Queen Bu, Saya takut dia kenapa-napa Bu." jawab Lisa memasang wajah cemas.

"Apa perlu saya temani Mba?" Bu Lince menawarkan jasa.

"Terima kasih Bu, biar saya sendiri." pamit Lisa lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir di ujung gang.

Sementara di sebuah apartemen di lantai 7 Rudi sedang memandang langit dengan sorot mata liarnya.

"Sebentar lagi, aku akan memiliki semua yang Aditya miliki termasuk gadis cantik yang mulai tumbuh itu bisa aku jadikan budak pemuas nafsu hahaha." tawa penuh kepuasan dan kesombongannya menggema di udara.

1
kumbang jantan
hm... apa yang akan terjadi selanjutnya
kumbang jantan
hm .. rose
kumbang jantan
rose kamu harus hati-hati dan punya 1000 cara agar kamu baik-baik saja
kumbang jantan
rose, fokus pada tujuan mu
kumbang jantan
apakah ayu akan tetap melakukan sesuatu sesuai rencananya atau dia memaafkan?
kumbang jantan
apa yang kamu rencanakan ayu?
Night Watcher
bingung sama paragraf ini.. 😇
Umroh Tuljanah
lanjut donkk
kumbang jantan
kira-kira apa yang akan dilakukan oleh ayu??
༄Z!e•ˢᵏʸ'ˢ: ࿐,: apa hayooooh 🤪
total 1 replies
Wiwit
malah sibuk balas dendam bukannya cari ayahnya
kumbang jantan
penari Pendet?
Marswita Yelti Syahnur
Jd kapan kelanjutannya bs dibaca, sdg serunya cerita 🙏🙏
RN: udah mulai up kaka semoga sampai tamat
total 2 replies
Mυɳҽҽყ
mudah mudahan Ayu cuma pingsan biasanya
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
Mυɳҽҽყ
siapa black rose..
masih ada typo
Mυɳҽҽყ
gadis cupu itu ayu kah??
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
Mυɳҽҽყ
semoga Adit segera bertemu Ayu
dan Lisa... tunggu karmanya
kumbang jantan
semoga ayu baik baik saja
¢ᖱ'D⃤ ̐𝖆𝖓𝖎𝖊ՇɧeeՐՏ🍻
harusnya diselidiki dulu
¢ᖱ'D⃤ ̐𝖆𝖓𝖎𝖊ՇɧeeՐՏ🍻
semoga baik terus kedepannya gak cuma diawal aja
RN: hooh ka
total 1 replies
¢ᖱ'D⃤ ̐𝖆𝖓𝖎𝖊ՇɧeeՐՏ🍻
nikah janda duda ya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!