NovelToon NovelToon
LILY

LILY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Series ke dua dari novel 14 Februari, yang menceritakan kehidupan karir dan asmara seorang Charity Lilybelle Tjaidjadi, atau yang lebih akrab di sapa Lily.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Baca terus novel Lily ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 17

Keesokan harinya Kendra menepati janjinya menemani, putri sulungnya merapihkan ruko untuk toko bunganya. Saat mereka berdua hendak keluar dari apartement, Tara berlari menghampiri mereka. "Aku boleh ikut?" tanya Tara.

"Bukannya jam 10 nanti kamu ada les?"

"Aku baru saja mendapat kabar, jika Miss Anna sedang sakit, sehingga les di ganti hari lain," ucap Tara.

Kendra mengangguk, membolehkan putranya ikut bersamanya. "Hayoo!!" ia merangkul Tara dengan tangan kirinya sementara tangannya menggandeng tangan Lily.

Sebelum menuju toko furnitur, Kendra mengajak Lily menuju bank untuk mencairkan deposito milik ibundanya. "Ini semua milikmu, daddy percaya kau akan mempergunakaknnya dengan baik," ucap Kendra sembari memberikan buku tabungan kepada putrinya.

"Thank you, daddy."

"Sama-sama, sayang." Kendra masih tak menyangka jika putri kecilnya yang dulu ia timang-timang, kini sudah beranjak dewasa. Ia yakin, Lily bisa menggunakan uang peninggalan ibundanya dengan bijak dan tentu dirinya akan selalu mengawasi penggunaan dan perkembangan bisnis putrinya.

Selesai urusan perbankan, Kendra dan ke dua anaknya langsung menuju toko furnitur. Lily sudah memiliki bayangan seperti apa untuk toko bunganya nanti, sehingga ia sudah tahu barang-barang apa saja yang ia butuhkan. "Kak, ayo naik sini!!" Tara meminta kakaknya untuk naik ke troli belanja, sementara dirinya lah yang mendorong troli tersebut.

"Boleh!!" Dengan senang hati Lily pun menuruti permintaan adiknya. Layaknya anak kecil yang baru saja menemukan mainan, mereka berdua berputar-putar mengelilingi toko dengan menggunakan troli belanja.

"TARA, LILY... STOOP!!" teriak Kendra melihat tingkah kedua anaknya yang menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya. "Kalian ini benar-benar seperti anak kecil, daddy malu di liatin orang-orang," omel Kendra.

Keduanya malah tertawa mendengar omelan daddynya. "Sekali-kali, dad," ucap Tara, ia melirik ke arah Lily yang masih duduk di troli. "Sekali lagi ya," ucapnya pada Lily. Lily tersenyum sembari mengangguk, mendapat persetujuan kakaknya Tara pu kembali mendorong troli.

Kendra hanya bisa menghela napasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak-anaknya, jauh di lubuk hatinya ia senang melihat keakraban antara Lily dan Tara yang sudah lama tak ia lihat sejak Tara melaporkan Lily ke gurunya karena kertas contekan yang Gavin berikan kepada Lily. "Daddy harap kalian bisa seperti ini terus," gumam Kendra.

Selesai membeli perabot dan cat yang Lily butuhkan barulah mereka bertiga menuju ruko, Lily sudah tidak sabar ketika Kendra membuka pintu ruko. "Ruko ini sekarang milikmu sayang, jadikan toko bungamu toko yang paling indah!" Kendra memberikan kunci ruko pada Lily dan memeprsilahkannya masuk.

"Thank you dad," ucap Lily, hampir saja ia kelepasan memeluk Kendra, untuk mengungkapkan rasa bahagia sekaligus terima kasihnya.

Kendra kembali merasa jika Lily menjauhinya, Lily tak seperti yang ia kenal selama ini. "Bantu daddy menurunkan barang-barang," Kendra menepuk bahu Tara, mengajaknya kembali ke mobil.

Tara menaruh semua barang-barang belanjaan mereka di dalam ruko. "Jadi apa tema toko bunga ini?" tanya Tara, sedari tadi saat masih di toko furniture, toko bangunan dan suplier bunga. Ia sangat heran melihat barang-barang yang di beli kakaknya di dominasi oleh warna gelap.

"Jika biasanya toko bunga menampilkan sisi manis dari bunga, aku ingin menampilkan sisi kelamnya," ucap Lily.

Tara dan Kendra membuat ekspresi yang menunjukan tidak paham. "Lalu?" ujar Tara.

"Karena dalam hidup ini kita tidak hanya merayakan kebahagiaan, tapi juga kesedihan. Contohnya: kematian," Lily berjalan menuju dinding "Aku akan mengecat dinding ini dengan warna ungu gelap, di tambah aksen hitam," ia kemudian beralih ke meja depan. "Dan setelah meja ini di ganti," ia mengetuk meja tempat menyimpan perhiasan. "Aku akan menaruh vas oniks hitam yang kau pegang itu di sini, dengan hiasan bunga berwarna gelap yang di bungkus rantai perak.

"Sangat menarik," ujar Kendra, ia melepar apron ke arah putranya, dan ia bersiap untuk mengecat dinding. "Ayo kita kerjakan!!"

Tara mengikat apron di pinggangnya, sembari menunggu daddynya mengaduk cat, ia membatu Lily merakit meja. "Biar aku saja!"

Lily memperhatikan wajah Tara yang tengah serius merakit meja. Di balik sikap dingin dan cuek Tara, tapi sebenarnya Tara merupakan adik yang sangat menyenangkan dan peduli kepadanya.

"Selesai," ucap Tara. "Ada lagi yang bisa aku bantu? Sebelum aku mengecat tembok."

Lily menunjuk ke arah meja depan, "Aku ingin menyingkirkan itu, karena sebentar lagi meja pesananku akan datang."

"Itu sangat berat nanti saja, saat mejamu datang, agar bisa di bantu oleh kurir yang membawa mejamu."

Benar juga apa yang di katakan Tara, jika di lakukan mereka bertiga tentu akan sangat sulit. "Kalau begitu aku mau ikut mengecat."

Tara mengangguk, ia mengambil apron dan membantu Lily mengenakannya. Lily dan Tara mengecat dinding di sisi kanan, sementara Kendra di sisi kiri. Selama proses mengecat, Tara lebih banyak memandangi Lily, ia nampak takjub dengan kebolehan Lily dalam melukis sebuah bunga di dinding.

"Kok malah bengong sih, dek? Ayo bantu aku mengecat yang sisi sebelah sana," tunjuk Lily. "Aku menggambar yang di sini."

"Aku haus," Tara melepar kuas ke lantai yang telah di alasi koran. "Aku ke mini market dulu ya," ia berjalan menghampiro daddynya untuk meminjam kunci mobil, beruntung Kendra sedang berbaik hati mau meminjami Tara mobil, karena jika ada istrinya tentu Fay akan marah karena Tara belum cukup umur untuk membawa mobil.

Lima belas menit berlalu Tara kembali dengan membawa minuman dingin di tangannya, Lily langsung meminta jus jambu kotak yang berada di tangan Tara. "Kakak harus banyak minum air putih," tolak Tara, karena sebenarnya ia membeli jus itu untuk dirinya.

"Tapi aku mau itu," Lily kesal karena Tara tak memberikan untuknya. "Ya sudah aku jalan sendiri ke minimarket."

"Jangan-jangan, aku hanya bercanda," cegah Tara, ia membukakan tutup air mineral kemudian memberikannya kepada kakanya. "Minum air putih dulu, nanti baru minum jus." setelah Lily minum air putih barulah Tara membukan jus kemasan yang ia beli. "Nih jusnya."

Melihat wajah Lily yang di penuhi keringat, Tara mengambil tisu dan membantunya mengelap keringat, karena tangan Lily di penuhi oleh cat. 'Apa Tara masih akan seperhatian ini padaku jika dia tahu aku bukan kakaknya?' batin Lily.

"Daddy tidak mau minum?" tanya Tara.

"Nanti saja, kau taruh saja di meja. Sebentar lagi daddy selesai."

"Okay," Tara pun menaruh minum berikut kunci mobil daddynya di atas meja kecil yang tadi ia rakit.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Alhamdulillah happy ending
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
elahhhhhh buset dari sempe ternyata dah suka ma Lily
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
eehheemmmm
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
baik bener Mak nya Tara ngasih pelajaran sampai kesitu " 🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wkwkwk kakak q calon istriku 🤭🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
Tara pemaksaan astaga lamaran model opo kwi 🤦
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
gubrakkkk gimane ye rasanya dpt ungkapan cinta yang di yakini seorang adik dari dia bayi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
lha kan kamu adeknya tar emang harus manggil gimana yank gitu?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
wehhhh ada penghianat ternyata 🙄🙄🙄
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya atas pernikahan kalian bahagia selalu ya kalian berdua..... kamu ngak salah milih Lily nya Tara buat jadi istri
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cieee ahkir nya jadian juga selamat ya Tara cinta nya udh terbalas kan
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
benar apa yg di katakan Icha Fay lebih baik nikah kan aja Tara nya sama Lily ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya Tara atas kelulusan nya...... coba kamu pertama yg ngungkapin perasaan kamu sama Lily nya Tara
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
sungguh mulia hati mu Lily
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Irma untuk setiap karyanya yang luar biasa keren, gak pernah bosan bacanya, mau genre apapun selalu dibuat menarik alurnya.
Pokoknya sukses untuk semua karya²nya dan semangat berkarya ❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Awww awwww pengantin baru lagi hangat²nyaa... go lanjutkan 🤭🙈🙈
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Baguslah akhirnya terungkap semua kebenaran. Berbahagialah akhirnya Allah mempersatukan dalam ikatan pernikahan. Tanpa mengabaikan pengorbanan Gavin untuk Lily, takdir yang Allah berikan pasti yang terbaik.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Betul sekali, bukan Tara yng harus menyampaikan fakta itu kepada Lily.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Oohh jadi Tara tahu status Lily dari obrolan eyang dan aunty Icha
ㅤㅤʳᵛ✦
Finally.... selesai juga, sebenarnya hati masih gak rela kisah TaLy harus selesai, masih penasaran dan kepo dengan keuwwuan mereka, tapi kembali lagi yang namanya kisah ada awal pasti akan ada akhir...
Terimakasih banyak buat Irma yang sudah menghadirkan kisah Lily yang memberikan begitu banyak pelajaran hidup tentang cinta, kesetiaan dan kesabaran.
Semangat terus untuk berkarya dan semoga kesehatan, kesuksesan dan keberkahan selalu membersamai, Aamiin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!