NovelToon NovelToon
Suamiku Sakit Mental

Suamiku Sakit Mental

Status: tamat
Genre:Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst / Tamat
Popularitas:970.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Jesika terpaksa menggantikan adik angkatnya untuk menikah dengan pria kaya, tapi mentalnya sakit. Namun, keterpaksaan itu membawa Jesi tahu akan seberapa tersiksanya kehidupan Jonathan dengan gangguan mental yang dia alami.

Mampukah Jesi menyembuhkan sakit mental sang suami? Lalu, bagaimana jika setelah sakit mental itu sembuh? Akankah Jona punya perasaan pada Jesi yang sudah menyembuhkannya? Atau, malah sebaliknya? Melupakan Jesi dan memilih menjauh. Temukan jawabannya di sini! Di Suamiku Sakit Mental.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 17

Jonathan langsung mengambil serpihan cermin kaca yang pecah. Lalu, tanpa menunggu aba-aba lagi, setelah cermin ada di tangannya, Jona langsung menggoreskan cermin tersebut pada pergelangan tangan dengan kuat.

Jesika yang melihat hal itu tentu saja jadi kaget bukan kepalang. Dengan sekuat tenaga dia berusaha bangun dengan cepat untuk mencegah aksi gila Jona saat ini.

"Jonathan! Hentikan! Jangan lakukan hal itu, Jona! Jona!"

Sayangnya sudah terlambat. Gerak Jesi tidak secepat gerakan tangan Jona yang menggores kaca ke pergelangan tangan untuk memutuskan urat nadinya.

Seketika, darah segar menetes dengan cepat dari pergelangan tangan yang luka akibat goresan barusan itu. Jesika yang kaget langsung membekap mulutnya dengan kedua tangannya.

Sementara itu, tubuh Jona mulai kehilangan keseimbangan akibat darah yang mengalir dari luka goresan. Dia pun terhuyung dan jatuh di pelukan Jesi.

"Jona!"

"Jona bangun, Jona!" Jesika berusaha membangunkan Jonathan meski dia tahu itu tidak akan berhasil.

Pintu kamar tersebut pun terbuka. Ada banyak mata yang melihat dengan tatapan kaget ke arah Jonathan dan Jesika. Mereka datang karena mendengar keributan yang berasal dari kamar tersebut.

Mama Jona yang sangat kaget, langsung berteriak memanggil nama anaknya sambil berlari untuk menghampiri sang anak dengan cepat. "Jona!"

"Ya Tuhan! Putraku, apa yang terjadi dengan putraku, hah!" Sang mama terlihat menggila karena anaknya yang kini sudah tidak sadarkan diri.

Setelah tiba di dekat tubuh putranya, dia dorong Jesi yang sedang memangku kepala Jona dengan keras sehingga Jesi jatuh terduduk. Dia pun mengambil alih tugas Jesi barusan.

"Cepat pak Dimas! Cepat panggilkan dokter ke sini."

"Sudah nyonya. Dokter sedang dalam perjalanan."

"Hubungi suamiku sekarang juga!" Teriak mama Jona lagi.

"Tuan besar juga sudah dihubungi, Nyonya. Tuan besar sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke sini." Pak Dimas menjawab lagi dengan cepat.

Jawaban itu tidak membuat mama Jona bicara lagi. Dia sibuk memeluk tubuh putranya dengan erat. Dengan air mata yang mengalir deras tentunya.

"Ya Tuhan. Selamatkan anakku. Selamatkan putra kesayanganku, Tuhan. Aku mohon." Mama Jona berucap dengan nada sangat sedih.

Suasana di sana sangat tegang tegang sekarang. Kepanikan terlihat dengan sangat jelas di setiap wajah semua yang ada di sana. Mereka sangat mengkhawatirkan tuan muda mereka yang kini tidak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir terus dari goresan luka yang ada di tangannya.

Dokter Dana pun tiba. Dokter pribadi keluarga tersebut, yang sudah merawat Jonathan sejak dia mengalami sakit pada mentalnya.

Dokter Dana melakukan tugasnya dengan cepat. Mengobati Jona dengan sigap, dan teliti.

Lalu, lebih dari lima menit kemudian, dokter Dana pun selesai melakukan tugasnya dengan baik. Wajah tegang masih terlihat dengan sangat jelas. Mereka semua menunggu dokter Dana bicara.

"Bagaimana Dana? Apa dia baik-baik saja?" tanya mama Jona tak sabar lagi.

"Syukurlah, tante. Dia sudah baik-baik saja sekarang. Meskipun robek pergelangan tangannya cukup serius, dan darahnya banyak tumpah, tapi dia sudah tidak apa-apa lagi."

Ucapan itu langsung membuat semua yang mendengar jadi tenang. Tak terkecuali Jesi yang tak kalah cemasnya saat keadaan Jona drop seperti barusan. Dia bisa bernapas lega saat ini.

'Ah, syukurlah. Dia baik-baik saja sekarang. Terima kasih banyak, Tuhan. Dia sudah selamat dari bahaya,' kata Jesika dalam hati sambil tersenyum.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya adalah, mama Jona datang menghampiri Jesi dengan tatapan tajam. Lalu, Plak! Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di wajah Jesi yang malang.

"Dasar tidak becus! Menjaga putraku saja kamu tidak bisa. Dasar perempuan tidak berguna kamu! Kau didatangkan ke sini hanya untuk menjaga putraku. Tapi mengapa kamu begitu bodoh, hah! Kenapa kau biarkan dia sampai melukai dirinya!?"

Jesika yang malang tidak tahu harus menjawab apa. Dia juga merasa bersalah atas kecerobohannya barusan. Hatinya yang cemas akan keselamatan Jona, dan saat ini bahagia karena pria itu baik-baik saja. Kini memilih mengalah dengan cara diam. Membiarkan mama mertuanya melakukan apa yang ingin dia lakukan.

"Tante .... " Dana merasa agak tidak enak hati. Dia berusaha untuk menenangkan mama Jona agar tidak marah lagi pada Jesika.

"Tenangkan diri, tante. Jangan marah-marah lagi. Karena itu tidak baik untuk kesehatan," ucap Dana sambil memegang kedua bahu mana Jona.

"Bagaimana tante gak marah, Dana? Kejadian buruk yang Jona alami hari ini tak lain adalah dia penyebabnya," ucap mama Jona sambil menuding Jesi dengan telunjuknya.

"Sesilia!" Sebuah suara langsung membuat konsentrasi terpecahkan. Di depan pintu ada papa Jona yang baru sampai.

"Apa yang terjadi, hm?" tanya papa Jona lagi.

"Lihat, Pa! Perempuan pilihan kamu sudah membuat anakku celaka hari ini. Sungguh pilihan yang tepat ya." Mama Jona langsung menyerang suaminya dengan brutal melalui perkataan.

Ucapan itu langsung membuat papa Jona melirik Jesi yang kini masih diam dengan wajah tertunduk.

"Apa yang terjadi, Jesi?"

"Maafkan aku, Pa. Aku teledor dalam menjaga putra papa," ucap Jesi lirih.

1
Ocanya gava
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor crita bgs
Ryani
lama ke pemeran cwo nya
Heni Suhaeni
pokok nya the best 👍👍, lanjutkan berkarya
Zainab Rizky
novel yang sangat bagus menceritakan kisah penderitaan berakhir dengan kebahagian memang betul kita berbuat baik kelak kebaikan pula kita dapat dan cerita ini betul apa yg kita tabur itu pula yg akan kita tuai terimakasih buat penulisnya salam sehat selalu dalam lindungan Allah SWT.Aamiin ya rabbal alamiin
nana supriyatna
Luar biasa
Widya Sari SE
👍
Widya Sari SE
Jangan terlalu banyak masalah lah Thor.. Pusing jadinya😔
Yuliana Rahmawati
Luar biasa
Tiwi
ok
Fi Fin
mama jona sakit menta jg rupanyal
Fi Fin
Jaka 😂😂
Rini Haryati
bagus
Bara Athallah
bagus papa jona. aq jg benci dg mamah jona
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Rani: makasih banyak
total 1 replies
Kintan Ibrahim
iya saya pon sama ingatkan cewek rupanya cowok 😅😅
budak jambi
oi sadar sean km tu hanya ank angkt tdk ada hak nya atur ortu jesi buat jesi bahagia.walau nikh sm org sakit mental skalipun dr pd km dan marisa yg waras tp tdk punya hati sm skali
budak jambi
dasar wanita gila t mm jona dan mila.semoga mm jona menyesal sdh jaht pd jesika
Sandi Sanjaya
jadi penasaran
Sandi Sanjaya
Mereka pasti menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!