Mengejar Cinta Lala
Seorang gadis yang berjuang melupakan masa lalu yang kelam akhirnya jatuh cinta pada seorang pria yang mampu mengembalikan senyumnya.
Namun siapa sangka ternyata pria itu berhubungan dengan masa lalunya dan juga adik dari kekasih yang sangat dia cintai.
Kamu Hanya Milikku
Perjalanan Cinta terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Kebersamaan, pertikaian dan perpisahan menyadarkan cinta yang sesungguhnya.
Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap penderitaan akan ada kebahagiaan. Meski sudah terpisah jarak dan waktu, percayalah! cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seindah Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama 3
Kecewa, tentu saja Lala kecewa mendengarnya karena dia pernah berada diposisi itu. Kehilangan mahkota, cinta, harapan, impian dan masa depan.
."Kau benar-benar brengsek" umpat Lala
"Jangan berkata seperti itu La, aku semakin merasa bersalah" Lala dapat melihat raut wajah frustasi Julian
"Kau memang bersalah brengsek"
"Aku tahu tapi jika waktu bisa diputar aku akan memilih untuk tidak melakukan hal itu tapi semua sudah terjadi" ujar Julian menyesali.
"Andai waktu bisa diputar kembali aku juga tidak ingin semua itu terjadi" Lala tidak dapat menahan kesedihannya
"Aku sangat menyesal, jika dia ada pasti aku akan bertanggungjawab sekarang juga"
"Benarkah?" lirih Lala
"Eh iya kenapa?"
"Jika tiba-tiba kalian bertemu apa kau akan"
"Jangan simpan lukamu sendiri La. Dia sudah tidak ada dia menghilang dan pihak kampusnya juga menyatakan dia menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Jangan pernah berharap waktu bisa diputar La karena artinya kau menyesali pernikahan kita" Lala hanya mengangguk lalu diam seribu bahasa.
"Jadi sudah bisa sekarang?" Lala terdiam tak menjawab
"Aku mencintaimu dan menerimamu apa adanya tolong terima aku dengan segala perbuatanku dulu La" tambahnya meyakinkan Lala.
Lala tampak berpikir tak lama menganggukkan kepalanya. Julianpun tersenyum tanpa ragu mencium bibir Lala. Julian tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Lala hanya diam menerima, tak tahu harus apa karena ini yang pertama baginya sedang Julian memang dulunya brengsek suka bermain-main.
Lala sepenuhnya pasrah menyerahkan tubuhnya.Serasa melayang merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan. Julian memainkan dada Lala kemudian mencium hingga ke bawah.
"Aku akan masuk La" ucap Julian langsung mendorong kepunyaannya hingga terdengar ringisan Lala menahan kesakitan di bagian bawahnya. Malam ini mereka akhirnya melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Terima kasih sudah menyerahkan tubuhmu. Aku ingin kau menyerahkan hatimu juga sepenuhnya untukku La" sambil mengatur nafasnya
"Aku mencintaimu, aku harap kau membalas cintaku"
"Aku juga mencintaimu" balas Lala, Julian kembali mencium bibir Lala. setelah itu mereka kembali menyatu, bercinta seperti tidak ada puas-puasnya.
Sungguh malam yang panjang
Pagi hari
Saat mengerjap-ngerjapkan matanya Lala merasakan sesuatu yang berat berada di atas perutnya dan setelah matanya terbuka sempurna dia pun menoleh dan ternyata rangkuhan tangan Julian. Lala lantas menggeser tangan Julian dengan perlahan, merasa terusik dengan gerakan-gerakan disekitarnya Julian membuka matanya lalu memegang tangan Lala yang sudah beranjak setengah berdiri kemudia Lala menoleh
"Pagi sayang" sapa Julian dengan seulas senyuman
"Pagi" sahut Lala
"Kau mau kemana?" tanya Julian dengan suara parau khas baru bangun tidur.
"Aku mau mandi"
"Nanti saja" kata Julian lalu menarik tangan Lala hingga terhempas kembali ke ranjang. Julian dengan cepat memeluk tubuh Lala yang masih dalam keadaan polos dan berbisik meminta jatah dengan manja
"Semalamkan sudah" tolak Lala berusaha bangkit namun tak cukup kuat untuk mengalahkan tenaga Julian.
"Itukan semalam, pagi ini belum sayang!" ucap Julian memelas
"Aku perut bawahku sakit"
"Aku akan pelan-pelan, aku janji" Lala akhirnya menyerah dan mengangguk. Tak memerlukan jeda untuk Julian segera melakukan aksinya, dimulai dari mencium bibir Lala hingga melakukan penyatuan kembali. Kini Julian sudah membaringkan tubuhnya di samping Lala. Wajahnya tampak serius menatap langit-langit kamar.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Lala melihat Julian seperti memikirkan sesuatu.
"Apa ini (sambil memegang kepunyaan Lala) direnggut paksa?" tanya Julian hati-hati. Lala terdiam
"Lupakan saja" sambung Julian karena sepertinya Lala enggan menjawab tapi akhirnya Lala mengangguk
"Dia tak bertanggungjawab?" Lala menggelengkan kepalanya
"Aku tidak tahu siapa yang melakukan nya" lirih Lala
"Hah! Tidak tahu, Lala tidak mencari tahu? tanya Julian kaget
"Aku tidak mau tahu, mereka sudah menjebakku mereka yang menghancurkanku" Pekik Lala menangis histeris tidak ingin mengingat kejadian itu. Julian kaget sontak memeluk Lala.
"Sudah La maafkan aku, aku tidak bermaksud" sambil mencium punggung kepala Lala.
"Aku ingin kau membaginya agar lukamu pelan-pelan terobati. Aku ingin menjadi pria satu-satu nya yang kau andalkan dalam hidupmu. Aku hanya ingin kau juga bahagia bersamaku" Tutur Julian menenangkan Lala
"Aku mencintaimu" Bisik Julian
tbc