NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Patahhati / Lari Saat Hamil / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:374.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marianay

Ayuna putri yang akrab dipanggil Yuna ini terpaksa menikah dengan pria yang tidak dikenal sebelumnya karena berdasarkan tradisi adiknya tidak boleh menikah terlebih dahulu sebelum sang ayah kakak

Awalnya ia setuju tapi saat dirinya sah menjadi istri dari Yusuf Mahendra malah dipertemukan dengan pria yang selama ini ditunggu.

Yang tidak lain adalah pria yang ingin dinikahi oleh adiknya sendiri

Bisakah Yuna menerima kenyataan yang ada di depan matanya? Dan menerima Yusuf suaminya seutuhnya?

maraton bacanya entah bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marianay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak?

Hari ini aku mulai bekerja, dari subuh sudah berkutat didapur sekarang aku sedang menunggu giliran mandi, mengapa lama sekali Bang Yusuf didalam.

Bugh.. Bugh..Bugh..

Kesal aku menggedor pintu agak keras.

"Bang, cepetan napa, aku mau mandi juga"

"Bentar dek, tunggu bentar"

"Bentar apa dari tadi juga, lama banget mandinya kayak cewek" gerutuku

Ceklekk

Pintu kamar mandi terbuka. Apa ini, apa dia lupa membawa pakaian lagi. Dengan cepat kututup mata.

"Cepet sana, aku mau masuk" Terdengar langkah menjauh. Kubuka lagi mata merasa sudah aman.

Aku memasuki kamar mandi dengan senang mengunci pintu, saat berbalik. Apa lagi ini. Sontak mataku terpejam

"A-abang ngapain disini lagi, bukannya tadi udah diluar." Ucapku dengan mata terpejam. Mataku bisa ternodai

"Hahaha. Abang gak tahan dek, mau makan kamu." Kurasa dia sudah mendekat.

"Tapi Abang udah janji gak bakalan macam-macam"

"Gak macam-macam, cuma satu macam" bisiknya.

Aku mengenyit heran tak tau maksudnya.

"A-..." Belum selesai aku berkata benda kenyal itu sudah berada dimulutku. Mataku terbuka lebar karenanya.

Entah apa yang dilakukan, kakiku tak terasa menginjak tanah lagi, aku limbung kalau tidak ada yang menopang tubuhku.

Nafasku memburu, kakiku lemas tak berdaya. Ku lihat pandangan mata Bang Yusuf menatapku sayu.

"Makasih dek"Suaranya serak seperti menahan sesuatu. Tangannya mengelus pipiku lembut dengan senyum diwajah tampannya.

Aku hanya diam jantungku belum terbiasa dengannya. Dadaku naik turun mengatur nafas yang tersengal.

Bang Yusuf melepas tubuhku . Saat aku sudah bisa berdiri, menopang tubuh dengan benda disekitar sini.

'Apa benar Bang Yusuf menahan diri untuk menyentuhku, matanya sayu suaranya serak, apa dia tersiksa karenaku?' batinku.

Aku tambah merasa bersalah.

Ku selesaikan mandi dalam waktu 10 menit, dan bersiap-siap 5 menit. Aku turun ingin sarapan dengan Bang Yusuf. Ibu dan Bapak sudah biasa sarapan jam 8 lewat. Jadi kami hanya berdua atau kadang-kadang Hana juga ikut makan bersama.

Aku akan berangkat berdua dengan Bang Yusuf mengunakan mobil. Katanya sih 'menghemat bahan bakar" apa benar? Orang kaya sepertinya memikirkan itu.

Jalanan cukup lenggang dalam 15 menit aku sampai di kantor tempatku bekerja. Aku tau jarak kantor kami cukup dekat mungkin hanya berjarak 10 menit.

"Hey, hey. Pengantin baru udah dateng nih" Teriak Winda teman disamping mejaku memang dia heboh dari yang lain

Aku mulai duduk dimejaku menghidupkan komputer, sudah banyak berkas menumpuk di mejaku. Pekerjaanku sangat banyak hari ini.

"Wiiihhh. Auranya pengantin baru berbunga-bunga banget ya" Sinta juga ikut nimbrung yang berada disebelah Winda.

"Kalian nih lebay banget deh, biasa aja kali" Aku mulai mengerjakan pekerjaan yang banyak ini. Mengambil satu berkas dan mengerjakannya

"Wow. Sewot banget dianya Sin" Mereka menertawakan bersamaan.

"Siapa juga yang sewot, kalian nih lebay banget" Cerocosku masih fokus pada berkas dan komputer

"Oh jelas, secara gitu loh" Sinta mengibas rambutnya kebelakang seolah bangga.

"By the way. Kamu gak honeymoon gitu. Yang kutau suamimu itu worang kaya" Winda mulai menanyakan yang tidak-tidak.

Jelas-jelas Bang Yusuf gak punya waktu. Diakan sibuk.

"Please deh Win, kerjaku numpuk nih jangan sampe gak kelar, habis aku diceramahin sama atasan" Aku mulai jengah karena tak bisa berkonsentrasi

"Oke-oke, galak banget jadi pengantin baru, ya gak Sin" Kulirik mereka hanya mengangguk dan mulai bekerja. Aku pun larut dalam pekerjaan yang menumpuk ini.

---

"Ahh. Akhirnya jam makan siang" ujar Sinta.

"Heem, cari makan yuk" balas Winda lagi

"Yun, cari makan juga yuk. Sekalian traktir. Kan pengantin baru" Mereka tertawa, apa yang lucu sih.

Ponselku bergetar, tanda ada pesan masuk dari Bang Yusuf

[Lagi ngapain]

[Gak makan siang?]

[Makan dulu nanti kerja lagi]

Pesan beruntun darinya, menghela nafas pelan. Kuketik balasan

[Iya]

Beranjak menyusul Sinta dan Winda, yang baru beranjak.

"Eh. Yuna, kukira kamu di ajak makan sama babang tampanmu itu jadi gak ada traktiran." Aku menatap Sinta horor.

"Dia sibuk, jadi cuma ngingetin aja barusan"

"Yeahh. Traktir ya pengantin baru"Ucap Winda dengan wajah berbinar.

"Iya deh tapi hari ini aja ya" Mereka mengangguk senang

"Ayo guys cap cuss" Winda yang berada ditengah menarik lenganku dan lengannya Sinta bersamaan.

Kami sudah berada dimeja dan memesan makanan, tak lama pun makanan sampai. Kami mulai makan bersama

"Eum. Enak banget makanan ya gak Sin?

"He-em, makanan gratis mah emang enak banget. Berlipat-lipat enaknya."

Aku hanya tersenyum tak berniat menimpali. Aku lebih suka diam saat makan. Mereka sangat lebay.

Makananku sudah habis, aku segera membayar semua makanan yang tadi kami pesan. Sinta dan Winda ingin bersantai-santai sebentar. Aku ingin balik duluan karena pekerjaanku memang sangat menumpuk.

Tanganku terasa dicekal seseorang, aku berbalik menghadap si pemilik tangan.

"Ka-kamu" Kutepis tangannya cepat.

"Hy sayang? Apa kabar?" Aku tak memperdulikannya, aku berusaha menjauh darinya, berlari menjauh semampuku

"Yun, jangan lari." Tak kuhiraukan lagi.

Pos satpam didepan kantorku sudah dekat. Ini bisa jadi penyelamatku kali ini.

"Pak, pak. Ada orang jahat pak, dia ngejar saya" Aku panik sambil berkata pada satpam yang tepat berada didepan pos.

"Mana bu?" tanyanya

"Itu tuh pak, yang itu. Jangan biarin dia masuk." Satpam hanya mengangguk. Aku masuk cepat ke kantor. Aku masih takut kejadian 2 hari lalu.

Aku menyesuaikan nafas yang memburu karena berlari. Kenapa Adrian bisa disini, apa dia mengikutiku. Syukur aku bisa berlari cepat menghindarinya.

Berjalan cepat menuju meja kerja. Setidaknya aku bisa mengalihkan pikiran dari kekacauan.

"Yun, yang lain mana?" Aku kaget mendengar suara Haikal. Sambil mengusap dada

"Sellow bu, macam habis lihat hantu aja, sampai pucat gitu?"

"Ng-gak kok cuma kaget. Sinta sama Winda tadi mau nongkrong bentar katanya"

"Ooo. Gitu, kamu gak papa kan?"tanyanya

"Yes, i 'm okay" Aku mengangguk pelan

"Yaudah aku mau ke meja dulu mau kerja juga" jelasnya

"Okay" balasku singkat

Tak lama setelah Haikal kembali ke mejanya Sinta dan Winda pun sudah kembali. Kami pun larut dalam pekerjaan masing-masing.

---------

Sudah jam pulang aku hanya bisa menyelesaikan setengah dari pekerjaan yang menumpuk tadi, aku juga membawa pulang beberapa berkas yang bisa ku kerjakan dirumah. Aku sedang menunggu Bang Yusuf.

[Bang? Udah pulang?] Kukirim pesan singkat padanya.

Tak sampai satu menit dia sudah membalasnya.

[Udah, tunggu ya 10 menit lagi Abang sampai] balasnya

Aku tak membalas lagi mungkin saja dia sedang mengemudi.

Setelah 10 menit menunggu mobil Bang Yusuf sudah berada tak jauh dariku, berjalan menuju mobil, belum sampai Bang Yusuf sudah terlebih dahulu menghampiriku, aku pun menyalaminya

Dia menggandeng tanganku menuju mobil. Membukakan pintu untukku. Oww so sweet... tak lupa menutupinya pelan

Dia memutari mobil, membuka pintu dan duduk disampingku di kursi pengemudi. Bang Yusuf melajukan mobil membelah jalanan dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba dia meraih tanganku, kenapa dia? Kenapa tiba-tiba romantis begini.

Yang paling mengejutkan adalah dia mencium tanganku beberapa kali, aku hanya bisa menahan nafas, mau protes apa kalau gini?, kalau bilang jangan pasti dia jawab 'kan udah halal', kalau bilang malu dijawab lagi 'gak ada yang ngelihat kok'. Habislah jantungku marathon sampai dirumah.

Lampu merah menandakan semua harus berhenti, aku masih mematung didalam mobil pandangan fokus kedepan asal tak kewajah Bang Yusuf.

"Dek?" Panggilnya didekat telinga. Secara refleks aku menoleh padanya.

"Ah iya, Apa?" Habis aku, kenapa dia dekat sekali.

"Gak, Abang kira kenapa? Kenapa melamun?"

"Ngg- itu" aku mencari alasan tapi tak dapat. Menoleh kesamping lampu sudah hijau

"Itu, lampunya udah hijau, iya udah hijau" dia ikut menoleh. Dan mulai mengendarai mobil kembali.

Aku menoleh ke luar jendela, hari ini nampak sedikit gerimis. Mungkin malam ini akan hujan. Mungkin.

Tak terasa mobil sudah masuk daerah perkarangan rumah. Aku turun terburu-buru sebelum Bang Yusuf membukanya. Aku bisa malu di godain sama Hana nanti.

Terburu-buru masuk tanpa peduli Bang Yusuf ikut menyusul dari belakang

"Assalamualaikum" Ucap kami bersamaan memasuki rumah

"Wa'alaikumussalam"Jawab Ibu dan Hana bersamaan. Kusalami tangan Ibu disusul Bang Yusuf.

"Bapak mana, Bu?"

"Belum pulang, bentar lagi pulang mungkin"

"Kalau gitu aku ke kamar dulu ya, Bu?"ujarku

Ibu hanya mengangguk, aku menuju kamar tak lupa Bang Yusuf juga menyusul. Akhirnya bisa masuk kamar menggantungkan tas dan menaruh berkas dimeja.

Aku duduk di kursi santai pojokan, Bang Yusuf ikut masuk dengan jas bertengger ditangan. Dia duduk dikasur membuka kaos kaki dan dasinya, nampak begitu lelah. Dia juga membaringkan tubuh menghadap langit-langit kamar.

"Dek, sini bentar" katanya

"Ada apa?"

"Sini aja bentar" Dengan pelan ku dekati dia. Mau apa dia? Moga gak macam-macam.

"Iya, ada apa?"tanyaku lagi

"Naik sini" Kunaiki ranjang pelan. Duduk menyamping. Bang Yusuf membuka mata, melihatku. Dia beranjak dari tempatnya, mendekatiku dan kembali membaringkan diri dengan kepala dipangkuanku.

Dia lelah sekali, kupijat kepalanya pelan setidaknya bisa menghilangkan sedikit bebannya. Dia memenjamkan mata.

"Dek, abang udah punya rumah"

"Iya" Aku tak terkejut dia orang kaya gak salah dong kalau punya rumah

"Kita pindah kerumah itu ya?"katanya

Degg...

"Ng-gak usah dulu deh bang, adek takut sendiri kalau Abang gak ada dirumah."

"Disini pun kalau gak ada Abang pasti ada yang lain. Jadi gak sendiri" lanjutku

"Kalau gak kita sewa pembantu"

"Aku mau kayak Ibu, dari dulu sampai sekarang gak ada pembantu di rumahnya"jelasku

"Kita bisa tinggal disini, atau dirumah orang tua Abang. Nanti kalau udah punya anak baru kita tinggal dirumah sendiri"Apa kubilang tadi, sepertinya akalku sudah hilang

"Apa?"

"Ng-gak ada"

"Ada. Anak yakan?" Haduuhh. Habis aku.

"Gak kok" aku mulai menjauhinya beranjak dari duduk.

Mengambil handuk dan baju ganti. Baru dua langkah aku merasa melayang, pinggangku direngkuh oleh Bang Yusuf kembali terduduk diatasnya.

"Kenapa hmm, takut gitu"tanyanya

Kurasa dia berbisik ditelinga dan dagunya bertopang dibahuku. Tubuhku meremang. Aku memberontak melepaskan diri

"Jangan gerak dek, diam aja, atau Abang makan kamu sekarang" Mati aku dimakan.

"A-aku mau mandi, lepasin ya. Gerah" kilahku

"Abang aja mandiin ya"tawarnya dengan wajah menggoda

"Gak, gak usah, bisa sendiri kok" Kenapa dia sangat bersikeras

"Mandi berdua biar cepat ya" Mandi berdua katanya, yang benar aja.

"Gak, aku cepet kok mandinya cuma 5 menit" ucapku makin tegang

"Pfffttt. Hahaha, kamu kenapa dek"

'Apa!!, dia menertawakanku, dengan hati dongkol aku meruntuki diri sendiri, selalu saja salah bicara'

●□●□●□●□●□●□●□●□●□●□●□●□●□

hola guys, udah double update ya, jangan lupa like, comen, and vote

love you all 😍😍😍😍😍

1
Royani Arofat
ngapain sih g jujur.udah mau d lecehkan jg.
Royani Arofat
unting aja yusuf sabar.cemburunya menakutkan.tdk sesuai porsi.kl kayak gitu lamaw g betah loh suaminya
tambahan bonus bunga karena sudah mau berteman dengan myako
kok aku belum di polback kak?
Ryana: udah kok kak
total 1 replies
mantul
suaminya maksa njerr
lanjutkan cuyy
singkat sekali
jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
bagus banget semangat terus kak
udh mampir nih☺semangat
Ig : Author_fanie.liem
AK mampir kak
jgn lupa untuk mampir ya
di Mr. Latto- latto- mencari cinta sejati
snow angel
😍😍
Natassa Putri
Ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran buat baca chapter selanjutnya
Natassa Putri
Semangat trs Kak nulisnyaa💪😊
Ryana: iya kak mampir juga di novelku yang lain judulnya Hutang Cinta Helena
total 1 replies
Sry Purwanti
gak jelas novel ya.perempuan ya ter lalu muter2 pikiran ya dan naif
Ryana: Makasih kak, aku bakal jadi lebih baik lagi, baca novel lainnya juga, moga gak muter-muter kayak blender
total 2 replies
Ryana
terimakasih
harie insani putra
mampirrrr baca
Anariy
semangat Author
harie insani putra
Tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!