NovelToon NovelToon
Boy For Rent

Boy For Rent

Status: tamat
Genre:Dosen / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

Sequel My Hot ART, anak Sean dan Irene

Mendapatkan kado tidak terduga dari temannya. Kado tersebut seorang pria sewaan atau bahasa kasarnya adalah 'gigolo' yang akan menemaninya satu malam.

"Ajari aku berciuman dan bercinta," ucap Jeesany kepada pria sewaan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi gila!

"Tunggu! Kenapa aku marah dengannya? Bukankah aku yang menyuruhnya untuk melupakan semua yang sudah terjadi?" batin Jeesany saat dirinya sudah duduk di kursinya, dan memperhatikan Langit yang sedang menerangkan mata pelajaran di depan sana.

"Kenapa dia berpenampilan cupu saat di kampus?" Masih memperhatikan Langit. Tiba-tiba sekelebat bayangan di malam panas itu melintas di benaknya.

Jeesany menggelang pelan seraya memejamkan kedua matanya dengan erat, berharap bayangan itu hilang dari benaknya.

"Arggh!! Aku pasti sudah gila!" pekik Jeesany, tanpa sadar sudah membuat seluruh teman-temannya yang ada di dalam kelas tersebut menoleh ke arahnya.

"Sany! Lo kenapa?" bisik Bela sembari menyenggol lengan temannya itu.

"Hah? Apa?" Jeesany seperti orang linglung, lalu pandangannya mengedar ke semua teman-temannya yang menatapnya dengan tatapan aneh.

"Yang di belakang itu kenapa?! Jeesany!" seru Langit dengan suara yang menggelegar seperti halilintar yang menyambar di angkasa.

"I-iya." Jeesany menyahut dengan nada lirih.

"Maju ke depan dan kerjakan semua soal yang ada di papan tulis!" Langit menatap datarJeesany yang mulai beranjak dan berjalan menuju ke depan.

"Awas saja kau! Dasar impot--"

Jeesany yang ingin mengumpati Langit di dalam hati pun mengurungkannya.

"Ya, dia bukan impotent, dan juga tidak se-cupu yang aku bayangkan!" batin Jeesany mengakui keperkasaan dan ketampanan Langit. Bayangan malam panas itu kembali melintas di benaknya saat melihat Langit menyodorkan spidol kepadanya.

"Sepertinya sebentar lagi aku akan masuk rumah sakit jiwa!" umpat Jeesany, tangannya gemetar dan dadanya berdetak semakin cepat saat akan mengambil spidol dari tangan Dosen Killer itu.

Langit melipat kedua tangannya di dada, sambil mendudukan diri di mejanya, menatap Jeesany dari samping yang sedang ngerjakan semua soal yang ada di papan tulis.

Bibirnya melengkung ke atas, namun ia segera memasang wajah datar lagi saat Jeesany menoleh ke arahnya.

"Sudah!" ketus Jeesany lalu memberikan spidol tersebut kepada Langit, kemudian menuju tempat duduknya lagi dengan perasaan kesal luar biasa.

Langit puas dengan jawaban Jeesany, muridnya itu cukup cerdas namun hanya saja sangat badung dan sulit untuk di atur.

*

*

*

Seharian berada di kelas dosen killer membuat otak para mahasiswa terasa kram.

"Akhirnya kita bisa melewati hari ini dengan selamat," ucap Risya ketika sedang bersiap untuk pulang.

"Huh, gue lama-lama bisa gila melihat dosen cupu itu setiap hari!" sahut Jeesany dengan kesal.

"Sama! Kok bisa sih ada dosen segalak itu! Rasanya pengen nyantet online!" gerutu Bela seraya beranjak dari duduknya.

"Kita having fun, yuk!" ajak Risya.

"Sorry, gue nggak bisa sudah janji sama Bunda kalau nggak keluyuran," jawab Jeesany.

"Cie, yang sekarang jadi anak alim," gurau Bela.

"Merasa bersalah banget gue sama Bunda dan Ayah," jawab Jeesany dengan rasa sesal.

Risya dan Bela pun saling pandang, kemudian kedua gadis itu meminta maaf lagi kepada Jeesany.

Jeesany pun mengangguk dan memaafkan kedua temannya itu.

"Gue pulang sendiri saja hari ini," ucap Jeesany lalu segera beranjak meninggalkan kedua temannya yang masih merada di dalam kelas.

"Lo merasa aneh nggak sih sama sikap Jeesany hari ini?" tanya Bela kepada Risya.

"Bukan aneh, tapi kayaknya dia marah sama kita," jawab Risya dengan lesu.

"Ya, kamu benar." Bela membernarkan jawaban Risya.

Jeesany berjalan di koridor kampus dengan langkah yang gontai sambil menundukkan kepala.

DUG!

Ia menabarak sesuatu karena tidak memerhatikan jalannya.

"Aduh!" pekik Jeesany sembari mengusap keningnya yang baru saja membentur sesuatu yang keras.

"Kalau jalan itu pakai mata!"

***

Jeesany lama-lama kayaknya gila benerann😂😂

Jangan lupa sawerannya dong, like, vote, komentar, dan kasih gift seikhlasnya🥺

1
hana
paling keren cerita anaknya sean daripada anak J4 lainnya🤭.
aku baca berulang - ulang ga pernah bosen.
hana
sean bener2 bijak dan keren
hana
cih, gwen tanya gitu apa gak ngaca gimana masa lalu nya dia😑😑😑
hana
langit ini masih lumayan loh dosen🤔 apa kabar nya jeff suami safira 😑😑😑
retno❤️
Suka banget sama karya2 Kak Othor. Next mau lanjut baca cerita Kak Othor selanjutnya. Semangat trs berkarya Kak dan sukses selalu🙏🏻🤗
Dysha♡💕
terharu nya😍
Luh Nanik
disini aja Thor.. aku ndk punya tetangga sebelah 😁😁
Luh Nanik
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Rahma Wati
Luar biasa
Angelica James
MBA itu apa?
Su pendi
Luar biasa
Maia Mayong
hahahhaha AQ baca ny jg dr td syum2 sndri z . hahhahha
dhedoy wahyudi
Luar biasa
Yunii Wahyunii
semangat kk aku mendukungmu
karyamu selalu KERENN
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Tutik Sriwahyuni
hayuk kak semangat.... abaikan jempol yg gak bermanfaat dan tetap semangat dalam berkarya
Dyah Oktina
Aamiin. .. dengan doa yg sama u author sekel
Dyah Oktina
kirain.. bakal gitu doang ending nya... 🤭😁😁.. ma kasih thor ..ada ekstra part nya.. 👍🏻🙏🙏
Dyah Oktina
kuasanya mak2.. memang tiada dua nya
Dyah Oktina
cieeeee... 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!