Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan seorang anak yang harus menghadapi kepahitan dalam hidup, berjuang dan di asingkan oleh keluarga kandungnya demi menyelamatkan dan mempertahankan identitas dirinya.
Dia adalah Griffin, seorang anak yang harus merasakan sakitnya hidup dalam pembullyan orang-orang sekitar, serta perjuangan yang mengharuskanya hidup di tengah kondisi yang sangat menyedihkan.
Dia hanya tinggal bersama dengan kakeknya, Jesper. Bahkan, dia tidak di perbolehkan untuk mengetahui wajah orang tua kandungnya.
"Kakek, mengapa aku tidak boleh mengenal orang tua ku ?" tanyanya setiap kali merasa sesak ketika melihat teman-temannya berjalan dengan orang tua mereka.
"Suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya Griffin, berjuanglah," balas Jesper dengan tersenyum lebar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjuangan Griffin di Mulai
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Di dalam pesawat, membuat seluruh kakek dan neneknya merasa hangat melihat tingkah Griffin yang di yakini tidak akan pernah putus asa dalam menjalani kehidupan.
“Dia pasti bisa melewati segalanya kan Dad?” tanya Eden dengan suara yang terdengat parau, karna menangis sedari kemarin.
Jenni berusaha tersenyum mendengar pertanyaan dari besanya tersebut. “Dia pasti akan bisa melewati ujian hidupnya dengan tegar dan kuat, karna dia adalah cucu kita, anak dari Albert dan Briell yang merupakan pasangan abadi mereka bisa menghasilkan keturunan dengan kwalitas yang baik. Jangan khawatir ya, kita sama-sama lewatin semua ini,” ujar Jenni dengan begitu yakin jika Griffin cucunya akan mampu melewati semua ujian berat yang akan dia dapatkan nanti.
“That’s right, cucu kita pasti bisa melewati semua ujian kehidupanya, kita hanya tinggal menunggu di saat dia telah dewasa, dan kembali untuk memimpin Perusahaan Dunia,” sahut Mario dengan menggengam tangan istrinya.
Eden tersenyum dengan canggung, dia benar-benar masih tidak bisa ikhlas dengan semua ini, hatinya masih terasa sangat sakit karna kehilangan Putri sulungnya, “aku permisi dulu,” pamit Eden yang sudah tidak kuat lagi menahan air matanya.
Dia segera melangkah menuju kamar dan segera menguncinya dari dalam, “hiskk,,hissk Briell Mommy kangen Nak, kembalilah dan bawa cucu Mommy kembali, hisskk,,hissk, Briell,” tangis Eden yang sangat merindukan sosok putri sulungnya.
Eden muluruhkan tubuhnya terbaring di atas marmer yang sangat dingin, dia mengingat di saat dirinya melahirkan sosok putri sulungnya.
Melahirkan sendiri tanpa di dampingi oleh Mario pada saat itu, “dulu di saat Mommy menggendongmu untuk yang pertama kali, Mommy begitu marah karna Mommy merasa tidak adil jika wajahhmu sangat mirip dengan Daddy,” lirih Eden dengan tersenyum dalam tangisnya. “Mommy sangat ingat sekali setiap pertumbuhan mu, tatapan bencimu terhadap Mommy, setiap kalimat-kalimat pembrontakanmu pada Mommy, bisakah jika Mommy meminta semua itu lagi? Bisakah kamu marah sama Mommy lagi sayang?” tangisnya menahan sakit sedalam-dalam mungkin di jantungnya.
Mario mengetuk pintu dengan sedikit rasa Khawatir, “sayang,,buka pintunya,” tok,,tokk,,tok, “sayang,,sayang,” panggil Mario dengan sedikit menggedor pintu itu, namun sama sekali tidak ada jawaban.
Braaaakkkk Mario mendobrak pintu itu dengan keras, dan melihat istrinya yang tertidur di atas lantai. “Sayang, kamu ngapain tidur di sini,” seru Mario yang langsung menggendong istrinya naik ke tempat tidur.
Eden diam saja, tidak ingin berbicara apapun, dia merasa sangat sakit mengingat kepergian putrinya itu.
Mario terdiam, dan memeluk tubuh istrinya, “mau sampai kapan kami semua ada di posisi seperti in,” gumam Mario dalam hati, dia merasa jika mereka tidak bisa seperti ini terus.
Hari demi hari terus terlewati, Eden dan keluarga besar yang lainya kini mulai terbiasa tanpa kehadiran Briell di sekeliling mereka, walapun sakit, Namun mereka tetap berusaha untuk bangkit.
Karna meraka tau jika pasti Briell juga akan tersiksa di sana ketika melihat orang tua dan adik-adiknya yang masih menangisi kepergianya.
Setiap minggu Mario pasti berkeliling di pemukiman Griffin, memantau dan mengawasi setiap perkembanganya, di maklumi saja di akan orang kaya yang mempunyai Jer pribadi, dan itu sebabnya dia bisa berkeliling kapanpun dia mau.
Cara ini dia gunakan untuk mengobati rasa rindu pada Cucunya, walaupun dia tidak bisa mendekat ataupun menggendongnya, akan tetapi dia masih bisa melihat petumbuhan Grifin dari jauh itu sudah sangat membuatnya gembira.
“Apakah kamu baru saja dari sana?” tanya Eden dengan penuh rasa penasaraan. Mario tersenyum menganggukan kepalanya, “iya sayang, Griffin kita tumbuh dan sekarang sudah menjadi anak yang ganteng,” semangatnya menceritakan pekembangan cucunya itu setiap minggu.
Eden tersenyum puas mendengar itu, “lain kali bawa aku juga, aku ingin melihatnya,” pintanya pada Mario, “baiklah sayang dua minggu lagi kita akan pergi ke sana oke,” balasnya dengan penuh kelembutan.
Berbeda dengan kediaman Manopo, yang setiap harinya hanya hening tanpa suara, Arvan berubah dingin setelah kematian Albert. Tidak ada senyum,canda serta tawa yang menghiasi Mansion itu.
Keadaan tidak bisa di rubah, walaupun Jenni sudah berusaha sebisa mungkin menghibur suaminya, namun tetap saja Arvan tidak merespon.
Dia hanya terus menghabiskan waktunya untuk bekerja-bekerja dan bekerja, hingga perasaan jenuh itu menghampiri Jenni. Namun untung saja ada Alson putranya yang terus menemaninya dan menguatkanya menghadapi sifat suaminya yang sudah melampaui batas, sehingga dia mampu untuk melewati hari-harinya seperti biasa.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*