NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:44.7k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 - Diujung amarah

“Saat suatu hal

akan terjadii, atau telah terjadi atau bahkan sedang terjadi semua pasti

berawal dengan kata ‘aku’ sebelum ‘mereka’ ataupun kita, seperti itulah makhluk

yang disebut manusia.”

Salah satu suara

dalam mimpiku berkata seperti itu,

Dan suaranya

benar-benar mirip Lina

Mungkin saja itu

benar – benar suara lina,

Apakah mimpi itu

adalah salah satu potongan dari ingatanku yang hilang?

‘manusia adalah

mahkluk egois’

Itukah yang

dimaksud dengan perkataannya?

Jika memang

benar, mengapa kau melindungiku sampai saat ini?

Jika kau

berbohong pada mereka kau bisa saja mendapatkan masalah besar.

Gumam kecilku

didalam lemari,

Tiba – tiba

terdengar suara obrolan teman sekelasku yang sedang berjaga dijendela

sebelumku,

A :”menurutmu Rui

baik –baik saja tidak ya? Aku bener – bener khawatir..”

B :”apa maksudmu?

Rui memiliki tubuh yang begitu tinggi dan kuat dia pasti baik – baik saja.”

A :”sebelum kita

berlari keluar kelas tadi sempat kudengar kalau jay menantang rui.”

B :”Beneran itu?

setelah dapat pukulan dari Ibo sampai terpental ke pintu begitu dia masih

ditantang Jay? Enggk enggk enggk dia pasti akan menolaknya, Rui pernah bilang

padaku kalau seminggu lagi akan ada pertandingan basket yang ia tunggu –

tunggu. Apalagi itu adalah pertandingan terakhirnya kan?”

A :”Justru karna

itu, aku khawatir. Rui menerima tantangan dari jay, kalah atau menang jay

sangat dirugikan kalau dia sampai cidera ia akan mengorbankan pertandingan

basket terakhirnya dan jika mereka ketahuan mereka bisa saja dikeluarkan dari

sekolah.”

Di dalam lemari,

ku mendengar suatu hal yang tak tertuga. Diriku yang hanya berlari tanpa

melihat kebelakang hanya karena takut adanya korban sekarang justru mendapat

korban lain. Tak peduli apapun pilihanku apapun tindakanku, korban pasti akan

ada.

Lalu apa artinya

melakukan pelarian ini?

Demi siapa aku

melakukan ini?

Demi mereka?

Atau hanya demi

diriku?

*brr....brrr

Sebuah pesan

masuk ke Hpku

Ku ambil hp di

saku ku dan membukanya,

Senyuman pun

terlukis diwajahku,

Dion :”hey,

kalian?”

A & B

:”hmmm?”

Sementara itu,

Ibo :”permisi,

tadi kami sempat melihat kau membawa Dion kesini. Bisakah kau memberikannya

pada kami?”

Lina :”aku baru

tau kalau anak SMA tidak punya aturan sama sekali, kau tidak pernah di ajari

tata krama di sekolah? Sebelum berbicara tidak sopan seperti itu perkenalkan

dirimu dahulu, Se – ni – or.”

Ibo :”maaf,

namaku Ibo teman sekelas Dion, itu saja apa ada yang kurang?”

Lina :”kau

menyebut dirimu sendiri teman? Lucu sekali, hubungan teman yang seperti ini

begitu menjijikan sampai membuatku ingin muntah. Teman atau tidaknya bukan kau

memutuskan, sama hal nya dengan kecerdasan semua itu hanya julukan yang

diberikan orang lain bukan oleh dirimu sendiri. Orang yang memanggil dirinya

sendiri pintar adalah orang paling bodoh berbeda dengan mereka yang diakui

kepintarannya oleh orang lain, apa otak anak SMA tidak bisa memahaminya?”

Ibo :”Cukup

berbelit – belitnya, serahkan dion padaku.....jika tidak......”

Lina :”Jika

tidak...apa yang akan terjadi?”

Ibo :”aku akan

memukulmu, aku takkan segan – segan walau kau seorang gadis kecil.”

Ibo mengangkat

kerah Lina dan bersiap memukulnya

Lina

:”kedengarannya itu bagus, silahkan pukul aku. Mari kita buktikan siapa disini

yang berpura – pura sebagai manusia dan iblis disini.”

Ibo :”kau gadis

yang cerdas, siapa namamu?”

Lina :”aku takkan

memberitau namaku padamu, percuma saja orang yang sedang emosi otaknya takkan

berjalan semestinya, dan kau ingin aku memasukkan namaku ke otak seperti itu?

lucu sekali.”

Ibo menghela

nafas panjang kemudian menurunkan gadis itu,

Lina :”kenapa?

Kau tidak akan memukulku? Sekarang lihatlah siapa yang ‘anak kecil sekarang’?

Ibo :”hahaha, kau

benar....aku yang seperti anak kecil, aku tak sanggup merelakan kepergian

mereka dan sekarang malah melampiaskan seluruh emosiku kepada Dion. Beneran

dah, seperti anak kecil. Terima kasih Lina.”

Lina

:”Jangan  memanggil namaku dengan se

enaknya! Kau bukan kakakku lagi!”

Ibo :”hey lina,

apa kau pikir aku memang tidak cocok mengemban julukan ‘kakak’ atau pun ‘teman’

disini?”

Lina :”kenapa kau

masih berfikir? Bukankah sudah jelas? Lihatlah dirimu,setelah kau kehilangan

banyak orang dalam hidupmu kini kau justru mengorbankan teman dekatmu demi

emosimu ini, dan kau masih berfikir apakah kau cocok menjadi teman? Sepertinya

ada yang salah dengan otakmu.”

Ibo mengusap

kepala Lina,

Ibo :”beneran

dah, lu emang adikku.”

Lina :” jangan

bertingkah sok menjadi ‘kakak’ saat semua yang udh kau lakukan pada kami.”

Ibo melepaskan

tangannya,

Ibo :”benar juga,

wahai gadis kecil.’

Lina :”kau takkan

meminta maaf?”

Ibo :”meminta

maaf adalah tindakan tak bertanggung jawab, benar kan?”

Lina :”jangan

meniruku!”

Lina memukul

mukul kecil Ibo dengan kesal sedangkan ibo tertawa terbahak – bahak..

Ibo :”kalau kau

tak mau menyerahkan Dion, tak apa. Aku akan pergi.”

Lina :”aku memang

takkan menyerahkannya, tapi aku tak pernah berkata akan mengurungnya disini.”

Ibo :”maksudmu?”

Lina :” yah, aku

yakin sekali setidaknya dia tidak berada ditanganku sekarang ini.”

Ibo seketika

mencoba menghubungi setiap teman – temannya yang berjaga dengan hpnya,

Setiap nama,

setiap nomor,telah dicoba

Keringat mulai

bercucuran di wajah Ibo,

Tak ada satupun

jawaban  dari mereka semua,

Ibo menghela

nafas panjang dan memasukkan kembali hpnya kedalam sakunya,

Ibo :”nampaknya

gue kalah dari kalian berdua.”

Ibo menatap

langit,

Ibo :”Beneran dh,

gue ini ngapain sih?”

Lina :”kenapa?

Apa kau merasa kesal? Kecewa? Malu? Merasa bersalah? Atau semuanya?”

Ibo :” lu itu

emang tau semuanya ya dari dulu gak pernah berubah.”

Lina :”aku tidak

tau apa – apa, yang tau adalah kamu sendiri, Ka – kak!” Lina tersenyum saat

menyebutkan kakak,

Ibo :”oh iya,

sebelum gue pergi. Gue mau nanya satu hal,kenapa lu melindungi dion?”

Lina :”sudah

tugas seorang budak melindungi tuannya. Bukankah itu normal?”

Ibo :”gak usah

bilang normal, mana ada budak dijaman sekarang. Jangan buat aku khawatir.”

Lina :”aku enggk

perlu rasa khawatir darimu, lebih baik kau berhenti bicara sok gaul gitu lah

jijik banget dengarnya.”

Ibo pergi dan

melambaikan tanganya,

“Saat suatu hal

akan terjadii, atau telah terjadi atau bahkan sedang terjadi semua pasti berawal

dengan kata ‘aku’ sebelum ‘mereka’ ataupun kita, seperti itulah makhluk yang

disebut manusia.”

Aku ingat pernah

mengatakannya pada seniorku,

Sifat kemanusiaan

bukanlah kebaikan, namun yang benar adalah ego.....itulah yang kulihat

dilingkunganku, tentu saja dunia memiliki sisi yang tak terhingga dan aku tak

punya cukup banyak waktu untuk melihat seluruh sisinya.

Namun hanya

setelah aku bertemu dengannya, kupikir aku harus menarik kembali perkataan itu.

Lina :”benarkan,

kak dion?” tanya Lina menghadap lemari kosong,

Lina :”sejujurnya

kuharap kau tak pernah lagi mengingat mimpi buruk itu lagi.” Gumam kecil lina

sambil menutup kembali jendela disebelah lemari

1
keyza alfaro
11 Mei hari ini anjirr 🗿
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!