NO BOOM LIKE YA MAN TEMAN 🙏🙏🙏
Sekuel 'Dendam istri yang tak dianggap'
Jika berkenan Baca seasons 2 Dendam istri yang tak dianggap terlebih dulu ya agar paham dengan cerita ini. Terima kasih😘💕
Kejadian satu malam yang menyebabkan dirinya hamil diluar nikah, hingga ia dihadapkan diantara dua pilihan. Memilih ayah kandung anaknya, atau laki-laki yang telah menjadi suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIANTARA DUA PILIHAN
"I-ya." jawab Nayla dengan gugup. Ia melirik papanya yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara mamanya sudah berada didalam pelukan Reyhan karena hampir saja terhuyung ke lantai.
Setelah membawa mama mertuanya untuk duduk disofa ruang tamu, Reyhan kembali ketempat dimana orang-orang hanya saling menatap seolah berperang dengan netranya, berada. Ia berdiri tepat disamping David yang kini nampak bergetar, ketara sekali dilihat dari bibirnya.
Namun, tatapan Reyhan kini tertuju pada istrinya yang menundukkan kepalanya, serta Adit yang menatap Nayla dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Reyhan, kenapa waktu itu kamu yang mengakui bahwa kamulah yang menghamili Nayla. Kenapa Reyhan?" tanya David, keduanya tangannya bergetar mencengkram kedua pundak menantunya itu.
Sementara Kevin dan Keyla memilih untuk diam saat ini. Yah sebaiknya mereka diam dan angkat bicara pada puncaknya nanti.
"Jawab Reyhan!" ucapnya lagi dengan nada yang ditekan.
"Pa, maafkan aku karena sudah membohongi kalian semua." jawab Reyhan, ia menatap David dengan lekat.
"Tapi kenapa Reyhan? Kenapa kamu mempertanggung jawabkan yang sama sekali bukan kesalahanmu!" David setengah berteriak.
"Maaf, Pa." ucap Reyhan lagi, yang membuat David kesal mendengarnya, bukan itu yang ingin didengar oleh David.
"Bukan kata maaf mu yang ingin papa dengar, Reyhan. Kenapa waktu itu kamu yang mengakui telah menghamili Nayla, kenapa kamu melakukan itu, huh?" tanya David lagi, namun beberapa saat Reyhan masih juga tak menjawab membuat David berpindah pada putrinya.
"Dan kamu Nayla, kenapa kamu menutupi hal sebesar ini? Kenapa kamu membiarkan Reyhan yang bertanggung jawab, kenapa!" bentak David.
"Om, jangan membentak Nayla, ini bukan salahnya." tegur Adit, ia tak terima kekasihnya itu dibentak meski yang membentak nya itu adalah papanya sendiri.
"Diam kamu!" sergah David seraya membalikkan badannya kemudian menunjuk Adit.
"Kamu sama saja seperti orangtuamu. Mereka kan yang menyuruh kamu melakukan itu, karena mereka itu dendam padaku." ucapnya beralih menunjuk Reno dan Lestari, namun tatapannya masih tertuju pada Adit.
"Aku sama sekali gak mengerti apa maksud Om. Dan untuk kejadian malam itu murni karena kecerobohan kami sendiri." ucap Adit, namun David malah terkekeh.
"Halah, mana ada maling yang mau ngaku. Aku tau persis bagaimana orangtuamu, tidak menutup kemungkinan sifat mereka menurun padamu."
"Jaga bicaramu David. Jangan seenaknya menghakimi putraku, sementara tidak mengaca pada dirimu sendiri. Lihatlah, takdir seakan memberi kita pelajaran atas apa yang kita lakukan dimasa lalu. Anak-anak kita juga terjebak kedalam hubungan yang sama persis dengan apa yang kita lakukan dulu, bedanya mereka benar-benar tak sengaja melakukannya." ucap Lestari, namun perkataannya itu seolah tak berpengaruh pada David. Kini David malah tersenyum sinis.
Sementara Adit, Nayla dan juga Reyhan menatap para paruh baya itu dengan bingung. Mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang orangtua mereka bicarakan.
"Sudah! Hentikan perdebatan kalian yang menjijikkan itu." seru Kevin pada akhirnya yang sedari tadi hanya diam menyimak.
Kevin mengambil baby Farhan dari gendongan istrinya, kemudian membawanya kepada Nayla.
"Selesaikan masalah mu," ucapnya sembari memberikan baby Farhan pada Nayla. "Dan untuk sementara waktu kami akan membawa Reyhan pulang." sambungnya kemudian membalikkan badannya menatap Reyhan.
"Enggak, Pa. Aku gak akan kemana-mana, aku akan tetap disini bersama anak dan juga istriku." Kevin terkekeh mendengar ucapan putranya itu.
"Yah memang benar Nayla itu istrimu, tapi anak yang mana yang kamu maksud itu? Jangan bodoh Reyhan, mau maunya kamu' ' mengakui anak yang bukan darah daging kamu. Yang buat Papa benar-benar gak nyangka, kamu malah mengakui bahwa kamulah yang telah menghamili Na'yla. Sebenarnya apa yang ada diotak mu itu Reyhan." ucap Kevin pelan, namun ucapannya itu bagai tamparan untuk Nayla. Begitupun dengan David yang seketika mencelos karena untuk pertama kalinya Kevin berkata sesuatu yang begitu menohok hatinya.
Kevin pun kembali berbalik menatap Nayla.
"Papa gak akan mempermasalahkan jika Reyhan tetap ingin bersamamu. Tapi, kau sendiri harus menentukan pilihanmu untuk masa depan anakmu." ucap Kevin menatap Nayla dengan intens, kemudian menatap baby Farhan dengan mata berkaca-kaca. Sejujurnya ia sangat menyayangi Farhan karena berpikir bahwa bayi itu benar-benar cucunya. Namun, kejadian hari menghempaskan begitu saja rasa sayang di hatinya terhadap baby Farhan.
"Apa maksud Papa?" tanya Nayla pelan.
"Kamu harus memilih, antara suamimu atau ayah biologis anakmu." jawab Kevin, kemudian ia membalikkan badannya lagi dan kini ia kembali ke tempatnya semula yaitu disamping istrinya.
Nayla semakin menunduk dalam, dilema melanda nya seketika. Dihadapkan diantara dua pilihan yang begitu sulit ia tentukan. Sejujurnya hingga saat ini ia masih berharap pada Adit, cintanya pada Adit tak pudar sedikitpun. Namun, Reyhan yang begitu menyayanginya membuat ia tak sampai hati jika harus meninggalkan suaminya itu. Perlakuan Reyhan selama pernikahan mereka membuat Nayla tersentuh, ia seolah dijadikan ratu meski ia tak pernah menjalankan kewajibannya selayaknya seolah istri, tetapi Reyhan tak pernah mempermasalahkan itu.
Dan Reyhan, ia menatap Nayla dengan penuh harap meski istrinya itu tak melihat kearahnya. Ingin sekali ia berteriak dan mengatakan pilih aku istriku karena aku sangat mencintaimu. Namun, itu semua hanya mampu ia ucapkan didalam hati.
Begitupun dengan Adit yang juga menatap Nayla dengan penuh harap. Ia pun berharap jika Nayla memilihnya agar ia bisa berkumpul bersama wanita yang dicintainya itu dan juga bersama baby Farhan, anak mereka berdua.
"Selama kamu belum memberikan jawabannya, selama itu pula Reyhan akan bersama kami," ucap Kevin lagi setelah berdiri disamping istrinya.
"Jika kamu sudah menentukan pilihanmu segera hubungi Papa." sambungnya.
"Pa, kenapa Papa memberikan pilihan pada Nayla? Aku suaminya, Pa." protes Reyhan tidak terima.
"Kak Reyhan, terima kasih sudah menjaga Nayla dan anakku. Tapi aku mohon, tolong kembalikan mereka padaku." ucap Adit yang membuat Reyhan seketika langsung menghampirinya.
"Kau pikir istriku itu barang, huh? Yang bisa kau minta seenaknya," ujar Reyhan sembari mencengkram kerah baju Adit.
Reno ingin menyingkirkan Reyhan dari putranya, namun Lestari segera menghalangi sembari menggeleng pelan. Reno pun akhirnya kembali terdiam ditempatnya.
"Karena mereka memang sejak awal milikku," jawab Adit menekankan. "Lagipula, kenapa Kak Reyhan menikahi Nayla padahal Kak Reyhan tau sendiri waktu itu Nayla sedang hamil anakku."
Reyhan pun melepaskan cengkeraman nya dari kerah baju Adit, kemudian mengusap wajahnya. Apakah ia harus mengatakan alasannya menikahi Nayla bukan hanya ingin memberikan status untuk baby Farhan tapi juga karena ia mencintanya?
ni lihat nayla berkali melakukan kesalahan pada reyhan, coba buat nayla mengaku salah, minta maaf, dan berjuang dapat kesempatan dari reyhan
ini apa kalian buat drama lagi untuk menutupi kesalahan nayla, kalian buat nayla salah paham yang ujung reyhan lagi seakan melakukan kesalahan, mengejar maaf, dan malah reyhan yang berjuang, jadi nayla bebas begitu saja
sekali saja kalian jadi wanita itu adil
jika pemeran utama salah, buat dia menyesal, mengaku salah, minta maaf, berjuang dan menenus kesalahan, jangan lagi buat drama2 pengalihan isu menutupi kesalahan pemeran utama wanita
sampai disini pahamkan
dan menjahui larangan NYA...cara y saja sudah salah mabook... kecuali d perkosa.. di jebak beda cerita.... menurutku loh yaaaa🙏🙏🙏🙏🙏