NovelToon NovelToon
Mutiara Di Balik Lumpur

Mutiara Di Balik Lumpur

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:272.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Season 1

Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.



Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.

Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Keesokan harinya, Nathan dan Bian bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju New York. Mereka berdua sudah terlihat rapi dan juga sudah menarik satu koper berisi baju-baju mereka.

Wajah Bian cemberut kesal pada suaminya yang tidak bisa di ajak kompromi. Dia berjalan gontai malas melakukan perjalanan honeymoon. Lain halnya dengan Nathan yang terlihat cerah dan ceria. Pria itu senang akan bertemu kekasihnya, dia tidak memberi tahukan kedatangannya ke New York untuk memberikan kejutan pada sang kekasih.

"Udah, wajahnya tidak usah di tekuk seperti itu. Udah jelek tambah jelek tahu," kata Nathan mengampit leher Bian tersenyum.

Bian mendelik kesal, dia melepaskan tangan Nathan dari lehernya. "Tidak usah memasang wajah seperti itu! Kau menyebalkan." Bian merasa sebal melihat senyuman Nathan seperti meledeknya. Dia berjalan lebih dulu menghampiri kedua mertuanya.

Abraham dan Meta tersenyum, mereka berdua mengantarkan kedua pengantin baru itu ke bandara. "Selamat bersenang-senang, ya. Puaskan waktu kalian dan jangan lupa buatkan kami cucu!" celetuk Abraham.

"Ck, Papa pikir buat anak gampang? tidak semudah itu bambang, butuh proses," jawab Nathan mencebik kesal. Yahg di pikiran Papanya hanya cucu-cucu dan cucu.

"Hei.. Nama Papa Abraham bukan Bambang! Kau itu, ya... sudah sana! Kalian berangkat!"

"Kita memang mau berangkat tapi kalian yang ngalangin langkah kita," sergah Nathan.

"Pah, Mah, kami pamit dulu, doakan kami semoga selamat sampai pulang kembali." Timpal Bian tak ingin ada lagi perdebatan antara Ayah dan Anak.

"Hati-hati ya sayang, kalau Nathan berbuat ulah getok saja pakai gayung!" ucap Meta sempat melirik pada Nathan. Nathan berdecak sebal.

"Kalau sudah sampai kabari kami!" Abraham menimpali. "Papa sudah menyiapkan hotel terbaik dan termahal untuk kalian berdua."

"Tidak usah repot-repot, Pah. Dimanapun kita honeymoon yang penting tempatnya nyaman." Bian merasa sungkan menerima setiap kemewahan dari Abraham.

"Tidak apa-apa sayang, kami ingin memberikan yang terbaik buat kalian," sahut Meta tersenyum ramah.

"Kita pamit dulu, bisa ketinggalan pesawat kalau terus bicara mah," timpal Nathan. Mereka lebih memilih pesawat umum daripada memakai pesawat pribadi. Nathan ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi orang biasa saat harus mengantri memasuki pesawat.

**********

Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, mereka berdua sampai di hotel The Plaza, penginapan mewah kelas satu di New York. Hotel ini memiliki kamar yang sangat luas dan kamar mandi yang di lapisi emas. Di sini juga mereka bisa melewati malam yang santai dengan perawatan spa.

Bian sampai terpaku penuh kekaguman melihat kemewahan kamar hotel tersebut. Pandangannya mengitari seluruh penjuru tempat. "Gila, mewah sekali. Kamarnya sebesar rumah ku di kampung."

Nathan menggeleng melihat wanita di sampingnya, dia menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur king size merogoh saku celananya mengambil ponsel ingin menghubungi kekasihnya. Kalau Bian, gadis itu memilih menyimpan barang bawaan mereka ke dalam lemari.

"Halo, sayang. Kau sedang apa? aku merindukanmu Eliza." Nathan melakukan video call, pria itu menyunggingkan senyuman manis ketika melihat kekasihnya.

"Aku sedang bersiap-siap mau ada pemotretan sayang. Aku juga baru bangun. Kau sedang apa?" balas Eliza tersenyum sedang di dandani.

Pembicaraan kedua insan tersebut di dengar oleh Bian. Gadis itu merasakan sesak di dada melihat suaminya bertukar suara tertawa bahagia di atas rasa sedih yang dirasanya. Bian pura-pura tak peduli padahal hatinya merasa sakit merasa tak di hargai sebagai istri. ( Aku tidak peduli! Aku tidak peduli! ) ujar batinnya menghampiri Nathan dan duduk di tepi ranjang.

"Sedang tiduran. Sayang kita ketemuan yuk! Aku sedang berada di New York lho," jawab Nathan tersenyum.

"What? ka-kau serius?" terdengar keterkejutan dari wanita di sebrang telpon. Wajahnya menjadi pias.

"Aku seriusan sayang. Kita ketemu yuk." Ajak Nathan menatap penuh harap tanpa memperdulikan jika ada manusia yang memperhatikannya.

"Nanti aku atur waktunya ya." Kedua insan itu terus mengobrol, bercanda tertawa. Bian yang merasa di acuhkan menghela nafas. Dia merebahkan tubuhnya sedikit jauh di samping Nathan. Karena kelelahan, Bian ketiduran.

"Nathan, aku harus kerja dulu. Nanti kita ketemu ya. Bye sayang."

"Ok, aku tunggu kabar darimu. Bye juga." Nathan mematikan sambungan teleponnya. Dia ingin menyimpan ponselnya di samping sehingga tangannya menyentuh pundak Bian.

Eh..

Pria itu menoleh kesamping, "Bian, sejak kapan dia berada di sampingku? apa dia mendengarkan semuanya? ah, bodo amat. Dia harus tahu kalau aku sudah memiliki orang yang ku cintai." Pria itu memiringkan tubuhnya menghadap istrinya.

Tangannya terulur menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Bian. Semakin lama ia memandang wajah cantik istrinya, semakin terhipnotis dan tak ingin berpaling.

Matanya tertuju pada bibir merah alami, seketika rasa penasarannya kembali tiba untuk mencicipi lagi manis bibirnya. Nathan mendekatkan wajahnya mengecup lembut bibir menggoda itu.

Awalnya hanya menempel biasa, lama-lama menjadi sebuah lu-ma-tan. Bian melenguh, dan Nathan segera melepaskan tautannya. Dia mengubah posisinya menjadi terlentang memegangi dadanya yang berdebar seperti pencuri ketahuan mencuri.

**********

Nathan terbangun kala mendengar dering ponsel, dia melihatnya dan ternyata itu adalah Eliza. Pria itu mengangkatnya, matanya melirik sang istri yang masih terlelap dan melihat jam yang menunjukan pukul 3 sore. Jika di hitung, mereka tertidur selama dua jam.

"Nathan aku mau ketemu kamu. Kita makan bareng yuk?" ajak Eliza membuat Nathan menyetujuinya.

"Ayo, aku bersiap-siap dulu. Kau kirimkan saja alamatnya!" Nathan segera bangkit membersihkan diri dan dengan tergesa memakai pakaian kemudian pergi meninggalkan Bian sendirian. Saking semangatnya bertemu sang kekasih sampai melupakan keberadaan sang Istri.

Setelah beberapa saat Nathan pergi, barulah Bian terbangun. Gadis itu mencari keberadaan suaminya. "Dimana Nathan?"

"Nathan, kau dimana?" pekiknya mencari keberadaan sang suami di penjuru tempat. "Apa dia meninggalkanku demi kekasihnya? atau dia membuangku karena tidak mau aku menjadi istrinya?" monolog sendiri takut, khawatir, cemas, gundah.

Bian mondar-mandir cemas menggigit kukunya takut di tinggalkan dan Nathan tak akan kembali lagi. Bian mencari ponsel di koper, di tas, dan ia mematung mengingat jika dirinya tidak memiliki ponsel. Ponselnya hilang waktu Nathan menarik paksa kedalam mobilnya.

Bian menunduk lesu, dadanya sesak, air matanya jatuh tak bisa menahan lagi sesak yang ia rasa.

"Apa yang harus ku lakukan?" bahkan perutnya terasa lapar. Gadis itu menyenderkan punggungnya ke pinggir ranjang menekuk kedua lututnya menelusupkan wajahnya di kedua lutut menangis.

"Ibu, Ayah, kenapa rasanya sesakit ini?" lirihnya di sela tangisnya.

Bersambung....

1
Devi Novita
kyk dr Indonesia ke Amerika aja 19 jam 😂 kyknya pesawatnya bolak balik berhenti deh mknya 19 jam
juwita
mampir
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
lah daddy sendiri datang k pusat pelacuran... bagaimana ngak memberi contoh... 🤭
Yanti Yanti
Luar biasa
Indah Maya Sari
orang tia serakah .. seperri hartax dia bawa mati saja, 🤭
Putri Minwa
Dibalik kesetiaan Nayla mampir ya thor
Def-rehanQu
lanjut
Daniela Whu
jangan" bapkx kandung x bian ini
Unknown
Nevada itu Amerika Thor hahaha, lu kira Nevada itu Meksiko
Unknown
apa bedanya las Vegas sama Amerika serikat Thor 🥴🥴🤣🤣 soalnya las Vegas juga USA
Ashraf Syafikah
wow banyaknyaaaa
Novianti Ratnasari
harus nya Anggelia jangan.mau melakukan hubungan suami istri klw blum nikah
Novianti Ratnasari
kaya nya kekasih nya Sean lg hamil ank orang
Novianti Ratnasari
cinta belum kelar
Novianti Ratnasari
knp ya laki2 pd takut am kecoa ketimbang tikus.
Novianti Ratnasari
tinggal Sean yg nikah am Mila
Novianti Ratnasari
Billi keren
Novianti Ratnasari
jangan2 Aiden mantan nya Nathan
Novianti Ratnasari
gila si Austin.bukan nya menjaga dn melindungi istri ini malah di jadikan pelacur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!