NovelToon NovelToon
Kau Yang Memintaku Pergi

Kau Yang Memintaku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Cintamanis
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lala Jingga

Seorang gadis terpaksa menikahi pria misterius karena dikhianati oleh kekasihnya yang akan bertunangan dengan kakak kandungnya sendiri. Tapi sayang pernikahannya dengan pria misterius tidak berlangsung lama. Gadis itu pergi dan untuk mengubah takdir hidupnya dan kembali saat ia sudah menjadi wanita tangguh yang tidak bisa disentuh oleh siapapun.
Bagaimana kelanjutannya? ikuti terus karya ini👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan yang Tak Terelakkan

Rian dan Rangga mulai menjalankan strategi mereka. Mereka tahu, untuk bisa mendekati Cristin yang kini berada di bawah naungan Alexander Kanigara, mereka harus beroperasi di level yang sama, atau bahkan lebih tinggi. Rian menggunakan pengaruh Adiwijaya Group untuk merancang sebuah proposal bisnis yang sangat menggiurkan, sebuah proyek infrastruktur besar yang akan memberikan keuntungan substansial bagi pihak Alexander di sektor legal, sekaligus membuka jalan bagi kerja sama jangka panjang.

Rian sendiri yang menghubungi Alexander Kanigara, meminta pertemuan tatap muka untuk membahas

"sebuah kesempatan strategis yang saling menguntungkan." Alexander, yang selalu tertarik pada peluang baru untuk memperluas kekuasaannya, menyetujui pertemuan itu.

Namun, ia menetapkan syarat: pertemuan itu harus dilakukan di salah satu propertinya yang paling aman, dan Cristin harus hadir.

Saat Rian dan Rangga tiba di lokasi yang ditentukan – sebuah penthouse mewah di lantai teratas gedung pencakar langit yang sama sekali baru – mereka disambut oleh beberapa pria bertubuh tegap. Aura intimidasi terasa begitu kuat. Di dalam penthouse, Alexander Kanigara duduk di sofa kulit hitam, ditemani oleh Cristin yang kini mengenakan gaun koktail hitam elegan, rambutnya tergerai indah, namun sorot matanya tetap dingin dan tak terbaca.

"Selamat datang, Tuan Rian, Tuan Rangga," sapa Alexander dengan senyum tipis yang penuh makna.

"Silakan duduk." Rian dan Rangga duduk di sofa di seberang mereka. Rian berusaha menahan getaran di tangannya saat matanya bertemu dengan Cristin. Ia tahu ini adalah kesempatannya, namun ia juga merasakan tekanan yang luar biasa.

"Jadi, apa yang membuat Anda berdua datang jauh-jauh kemari?" tanya Alexander, pandangannya beralih ke Rian.

Rian menarik napas dalam-dalam.

"Kami datang dengan proposal yang saya yakin akan menarik perhatian Anda, Tuan Alexander. Adiwijaya Group sedang merencanakan proyek pembangunan kompleks kota terpadu, dan kami melihat potensi besar untuk kerja sama dengan Anda, terutama di sektor logistik dan keamanan." Rian mulai memaparkan presentasinya, dengan Rangga sesekali menambahkan detail teknis.

Mereka menjelaskan potensi keuntungan, skala proyek, dan bagaimana hal itu bisa memperluas jangkauan Alexander ke pasar yang lebih besar dan lebih sah.

Alexander mendengarkan dengan saksama, sesekali melirik Cristin. Cristin sendiri hanya diam, mendengarkan setiap kata, sesekali mengerutkan kening atau mengangguk kecil. Ekspresinya tidak menunjukkan ketertarikan atau ketidaksetujuan, membuat Rian sulit menebak apa yang ada di pikirannya.

Setelah presentasi selesai, Alexander meletakkan telapak tangannya di dagu.

"Proposal yang menarik, Tuan Rian. Namun, saya ingin mendengar pendapat dari orang yang paling saya percayai dalam urusan strategis ini. Cristin?"

Semua mata tertuju pada Cristin. Rian menahan napas, menunggu penilaiannya.

Cristin menyilangkan kaki, lalu berbicara.

"Ada beberapa poin yang menarik, Tuan Rian. Potensi keuntungan memang besar. Namun, risiko juga tidak kecil, terutama di sektor perizinan dan stakeholder lokal. Ada juga beberapa klausul dalam draf kontrak Anda yang terlihat... mengikat. Seolah Anda ingin kami berada di bawah kendali Anda," Cristin menyorotkan pandangan tajam ke arah Rian, seolah membaca niat tersembunyi di balik presentasinya.

Rian terkesiap. Cristin benar-benar telah berubah. Ia tidak lagi melihat gadis yang polos dan mudah dikelabui. Wanita di hadapannya adalah seorang ahli strategi yang mampu melihat jauh ke depan, menganalisis setiap detail, dan membaca niat lawan.

"Kami hanya ingin memastikan kerja sama yang adil, Nona Cristin," Rian membela diri.

"Keadilan yang menguntungkan satu pihak saja bukanlah keadilan," balas Cristin dingin.

"Jika ingin kerja sama, maka harus setara. Tidak ada yang mendominasi. Kami tidak keberatan dengan proyek ini, asalkan semua persyaratan disesuaikan kembali. Dan tentu saja, dengan pembagian keuntungan yang lebih adil." Alexander tersenyum lebar.

"Bagaimana, Tuan Rian? Anda sudah mendengar syarat-syaratnya. Apakah Anda bersedia?" Rian memandang Cristin. Ada sebuah tatapan menantang di mata Cristin, seolah berkata, Kau harus berjuang lebih keras jika ingin mendapatkan sesuatu dariku. Rian tahu ini adalah ujian dari Cristin, bukan hanya dari Alexander.

"Kami bersedia," ucap Rian akhirnya,

"kami akan menyusun ulang draf kontrak sesuai dengan masukan Nona Cristin."

Alexander mengangguk puas.

"Kalau begitu, kesepakatan ini bisa kita lanjutkan. Kami akan meninjau draf baru Anda." Pertemuan itu berakhir. Rian dan Rangga meninggalkan penthouse dengan perasaan campur aduk. Rian merasa sedikit lega karena setidaknya ia telah membuka jalur komunikasi, namun ia juga frustrasi dengan dinding yang Cristin bangun di sekelilingnya.

"Dia benar-benar luar biasa, Rian," ucap Rangga dalam perjalanan pulang.

"Aku tidak pernah membayangkan Cristin bisa secerdas itu. Alexander telah melakukan pekerjaan yang luar biasa padanya."

"Dia membenciku, Ga," Rian bergumam.

"Aku bisa merasakannya. Setiap kata yang dia ucapkan, setiap tatapan dinginnya... itu semua adalah cerminan dari rasa sakit yang aku berikan padanya."

"Mungkin dia tidak membencimu, Rian. Mungkin dia hanya... membangun pertahanan," Rangga mencoba menenangkan.

"Dia tidak ingin disakiti lagi. Dan kamu adalah sumber luka terbesarnya."

Kata-kata Rangga menghantam Rian. Ia tahu Rangga benar. Cristin tidak lagi rapuh. Ia telah menjadi "Phoenix" yang bangkit dari abu, dan kini Rian harus berjuang keras untuk mendapatkan kembali sedikit pun kehangatan darinya.

Strategi Balas Dendam Cristin

Di sisi lain, setelah pertemuan itu, Alexander memuji Cristin.

"Kerja bagus, Nak. Kamu mengendalikan seluruh negosiasi. Rian Adiwijaya tidak bisa berbuat apa-apa di hadapanmu." Cristin hanya mengangguk.

"Dia mencoba membaca niat kita, Pa. Tapi aku tidak akan memberinya celah." Alexander tersenyum misterius.

"Papa punya informasi tambahan tentang Rian Adiwijaya. Dia telah resmi bercerai dengan Bela. Dan dia mengerahkan banyak sumber daya untuk mencarimu selama ini."

Cristin merasakan sedikit gejolak di dalam hatinya, namun ia berhasil menahannya.

"Itu tidak penting lagi, Pa. Yang penting adalah dia harus merasakan kerugian. Informasi yang Papa berikan kemarin, aku sudah memanfaatkannya." Alexander mengangkat alis.

"Oh ya? Apa yang sudah kamu lakukan?"

Cristin memegang tablet di tangannya dan menunjukkan beberapa data.

"Perusahaan manufaktur utama Rian, Adiwijaya Textile, memiliki beberapa masalah internal yang serius. Mereka sangat bergantung pada satu pemasok bahan baku dari luar negeri. Aku telah berhasil memanipulasi pasar saham pemasok itu, menciptakan sentimen negatif, dan membuat harga sahamnya anjlok. Ini akan menyebabkan pasokan bahan baku mereka terganggu, dan produksinya akan terhambat."

Alexander tertawa kecil.

"Cerdas, Nak. Permainan yang bersih, tapi mematikan. Itu akan sangat memukul Rian tanpa menimbulkan kecurigaan langsung."

"Aku juga menemukan bahwa Rian memiliki proyek ambisius untuk membangun sebuah resor mewah di pesisir selatan," lanjut Cristin.

"Ada beberapa izin lingkungan yang belum sepenuhnya aman. Aku sudah bekerja sama dengan beberapa LSM lingkungan secara anonim untuk mengajukan keberatan, menunda proses perizinan, dan memicu publisitas negatif." Alexander Kanigara menatap Cristin dengan bangga.

"Kamu memang putri Papa. Kamu tidak hanya cerdas, tetapi juga kejam dalam arti yang benar. Kamu tidak akan menggunakan kekerasan fisik, tapi kamu akan menghancurkan mereka dengan kecerdasanmu."

"Mereka harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya, seperti yang aku rasakan," ucap Cristin dingin.

"Ini baru permulaan, Papa. Aku akan membuat mereka menyesal seumur hidup."

Alexander tahu, Cristin tidak hanya membalas dendam untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kehormatan Alexander. Ini adalah bagian dari "pelajaran" yang ia berikan pada Cristin: bagaimana menggunakan kekuatan dan kecerdasan untuk mengalahkan musuh tanpa harus mengotori tangan dengan darah.

Rian Terjebak dalam Jaring Cristin

Beberapa minggu setelah pertemuan bisnis itu, Rian mulai merasakan dampaknya. Adiwijaya Textile, yang merupakan salah satu tulang punggung perusahaannya, menghadapi masalah produksi yang parah akibat pasokan bahan baku yang terganggu.

Harga sahamnya anjlok, dan mereka kesulitan memenuhi pesanan. Bersamaan dengan itu, proyek resor mewahnya juga mengalami penundaan karena masalah perizinan dan protes dari LSM lingkungan.

Rian frustrasi. Ia mengerahkan tim terbaiknya untuk menyelidiki, namun mereka tidak menemukan bukti langsung yang menghubungkan Cristin atau Alexander dengan masalah-masalah ini. Semuanya terlihat seperti "kecelakaan bisnis" atau "masalah birokrasi" yang wajar. Namun, Rian memiliki firasat kuat bahwa Cristin ada di balik semua ini.

Cara Cristin berbicara saat di pertemuan, dan informasi yang Alexander berikan tentang bagaimana Cristin menjadi penanggung jawab proyek-proyek penting, semuanya mengarah pada satu kesimpulan.

"Boby, aku butuh lebih banyak informasi tentang PT. Wirayuda dan proyek resor itu. Cari tahu siapa saja yang terlibat di balik layar, terutama yang memiliki koneksi dengan Alexander Kanigara," perintah Rian kepada asistennya. Ia merasa seperti sedang bermain catur dengan lawan yang tidak terlihat, namun ia tahu siapa lawannya.

Rangga, yang juga mendengar kabar tentang masalah Rian, datang mengunjunginya.

"Ini Cristin, kan?" tanya Rangga langsung.

Rian mengangguk lemah.

"Aku yakin itu dia. Dia menghantamku di tempat yang paling mematikan, tanpa meninggalkan jejak."

"Dia bukan lagi Cristin yang dulu, Rian," Rangga mengingatkan.

"Dia adalah "Phoenix", dan dia bangkit untuk membalas dendam."

"Aku tahu," Rian menatap kosong ke luar jendela.

"Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan menghadapi ini. Dan aku akan membuktikan padanya bahwa aku serius ingin menebus kesalahanku." Rian mulai memahami bahwa ini bukanlah sekadar permainan bisnis. Ini adalah pertempuran pribadi dengan Cristin, di mana ia harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. Ia tahu bahwa Cristin tidak hanya ingin melihatnya kalah dalam bisnis, tetapi juga ingin melihatnya menderita secara emosional. Dan Rian, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, bersedia menerima penderitaan itu demi mendapatkan kesempatan kedua.

Akankah Rian mampu bertahan dari strategi balas dendam Cristin? Bagaimana Cristin akan terus melancarkan serangannya, dan apakah Rangga akan memainkan peran yang lebih besar dalam konflik ini?

1
Osie
aku mampir nih..msh nyimak..moga cristin jd sosok tangguh yg bnr" tangguh. jago bela diri dan sukses dlm karir..dan pastinya ku harap ini cerita sp end
Khansa Sutresno
rian kan udh ktm cristin koo bsa blg ap baik2 saja karna pergi gk bawa ap2... aneh
Cinta Salsabila
bersambung kah 🤔
awesome moment
bingung✌️✌️✌️
Gamerz Mod
jln ceritanya gk memuaskan
Merica Bubuk
Waah... Bella ternyata kakak'y Intan
Merica Bubuk
Thor, jgn Bella dong... 🙏🙏
Kenpa ga dipertemukan dg Kakak'y Intan 😔😔
Merica Bubuk
1 : Tin
2 : Tan... Tin Tan 🤭🤭
Merica Bubuk
Mata kau soek 😡😡
Lu dah nikahin si Bella, gimana mau bhgiain si Itin
Ruzita Ismail
Luar biasa
Salma Suku
Semakin seruuu...
Salma Suku
Siapa lagi Anet thor
Salma Suku
Semoga aja Cristin anaknya Alex
Salma Suku
Mampir thor...cerita yg bagus...
Nurlita Raja
knp nma cwo ny R semua....pasti kelakuan sama semua sok dingin sok arogan pdhal murahan kyak Rian dn Rangga...
Enny Sulasmi
ceritanya bagus banget 👍
davina aston
👍👍👍👍👆
Enna
ceritanya bagus, alurnya jelas . penasaran dg cerita selanjutnya
Isabela Devi
semoga Cristin adalah anak papa Alex
Isabela Devi
Cristian suatu saat ga akan nerima rian kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!