¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.17 Otak licik Kiran
Kiran sudah memikirkan bagaimana merayu Andrian agar tidak menyanggupi permintaan mamanya. Bisa menderita seumur hidup jika dia harus menikah dengan laki-laki miskin itu. Itulah yang ada dibenak Kiran sekarang.
Pagi ini Kiran bersiap untuk kerja, seperti biasa tampilannya sangat sempurna. Kiran turun dari lantai atas sudah tidak mendapati mama papanya.
"Semoga mama dan papa sudah berangkat kerja." Mata Kiran celingak celinguk kesana kemari.
"Non!" Tiba-tiba bi Inah memanggil Kiran.
"Astaga!" Kiran tampak terkejut dengan suara bi Inah.
Bi Inah tertawa melihat Kiran. Sambil mendekat kearah Kiran.
"Ada apa sih bi, bikin jantung mau copot saja?" Ujar Kiran menatap tajam bi Inah.
"Itu non, kenapa non ga sarapan?" Ujar bi Inah mengingatkan
"Maaf bi, aku buru-buru lagian ga enak sarapan sendiri." Jawab Kiran tersenyum.
Kiranpun menuju mobil, tampak Andrian yang sudah didalam mobil tidak melihat kedatangan Kiran. Kiran membuka pintu mobil sendiri.
"Loh non, maaf saya tidak melihat non?" Andrian terkejut melihat Kiran.
"Ga papa." Jawab Kiran lembut.
Andrian jadi heran dengan tingkah Kiran, ga seperti biasanya dia seperti itu. Manis sekali Andrian tampak bingung dengan perubaha Kiran.
"Ada apa ya apa sudah sadar, tidak seperti biasa seperti itu?" Andrian mengernyitkan keningnya.
"Alhmdulillah kalau sudah sadar!" Andrian tersenyum.
Tidak sengaja Kiran melihat gerak gerik Andrian dari kaca.
"Kenapa itu laki-laki miskin senyum-senyum sendiri." Kiran tampak tersenyum sinis.
"Aku akan memperlakukanmu dengan baik hari ini, agar kamu bisa menuruti kemauanku." Bisik Kiran penuh keyakinan.
Tak terasa mereka sudah sampai diperusahaan. Kiran lalu masuk kedalam dan menyapa karyawannya.
"Pagi bu!" Maya menyambut Kiran.
"Pagi Maya!" Jawab Kiran ketus.
Maya mengikuti Kiran dibelakangnya, lalu membukakan pintu ruangan Kiran. Mayalah yang paling sabar dan mengerti sifat Kiran, Maya adalah orang kepercayaan Kiran. Sudah seperti sahabat sendiri.
Andrian diluar masih memikirkan perubahan Kiran. Tidak seperti itu biasanya, gadis itu hari-harinya tampak angkuh dan galak. Sekarang berubah jadi gadis yang manis dan lembut.
"Manis juga ternyata hehehe!" Andrian tak sadar tertawa sendiri.
"Wah sopir ganteng ini lagi jatuh cinta rupanya!" Ujar sopir meledek Andrian.
"Ahhh abang bisa saja." Andrian menatap mereka tersenyum tersipu.
Setelah disibukkan dengan setumpuk pekerjaan, Kiran hendak makan siang. Setelah berpamitan kepada Maya, Kiran melangkah keluar, hatinya sangat berat tapi dia harus melancarkan strateginya.
Dari jauh Andrian melihat Kiran, Andrian mulai ada sedikit kagum dengan gadis itu. Gadis yang selama ini dia kenal sombong, ternyata manis juga.
"Andrian makan yuk!" Ajak Kiran sambil tersenyum.
Deg deg jantung Andrian seakan berhenti berdetak dan hanya bengong menatap kearah Kiran.
"Ehhhh malah bengong, Ayok aku sudah lapar nih." Kiran melempar senyum termanis.
"Iya non!" Andrianpun tersadar sambil tersenyum.
Didalam mobil Andrian terdiam, memikirkan ada apa sebenarnya.
Kiran tersenyum sinis, otak liciknya berjalan memikirkan supaya Andrian menolak perjodohan.
Setelah sampai direstoran Kiran memesan makanan yang paling enak agar Andrian terkesan. Sebenarnya makanan seperti itu sudah tidak asing lagi bagi lidah sekelas Andrian. Hanya saja Andrian pura-pura lugu dengan semua menu yang dipesan Kiran.
"Andrian!" Kiran menatap Andrian.
"Iya non!" Andrian menatap Kiran dengan sopan.
"Bagaimana menurutmu dengan namanya perjodohan?" Kiran bertanya sambil menikmati makanan.
"Hmmmmm tergantung non." Jawab Andrian sambil tersenyum.
"Maksudnya?" Kiran menatap tajam Andrian.
"Ya gini, kalau dijodohin dengan yang baik kenapa tidak. Ridho orang tua adalah Ridho Allah."
"Emang kamu mau dijodohin?" Kiran menatap Andrian menahan kesal.
"Ya kalau orang tua saya, ga seperti itu non. Mereka menyerahkan semua pilihan kepada saya." Ujar Andrian pelan.
"Jadi kamu menolak dong kalau dijodohin?" Kiran tampak bahagia.
"Iya non, asal dengan alasan yang baik." Jawab Andrian, dalam hatinya timbul pertanyaan mengapa Kiran membahas perjodohan.
"Andrian benar kata kamu, kita harus menolak. Bukankah pernikahan tanpa cinta tidak akan membuat kita bahagia?" Kiran menatap sayu.
"Iya non." Andrian menjawab sekenanya supaya Kiran senang.
"Apa dia dijodohin ya, entahlah." Pikiran Andrian bertanya-tanya.
Kiran tersenyum bahagia, dan yakin jika Andrian akan menolak perjodohan ini.
"Setelah makan kita kemall atau pulang?" Tanya Kiran pada Andrian.
"Terserah non, saya ikut saja." Andrian menatap lembut Kiran.
"Oke kita jalan-jalan kemall dulu, apapun yang ingin kamu beli. Ambil saja aku yang bayar!" Senyum bahagia tersungging diwajah Kiran.
"Hehehehe!" Andrian tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Huhhhh males jalan sama laki-laki miskin ini kalau bukan karena 1 tujuan. Huuuhhhh!" Hati Kiran tampak sangat kesal.
~ Jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak, like dan komennya. Jika berkenang vote ya, dukungan kalian membuat penulis semangat berkarya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...