NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaimana Dengan Ibumu?

Sementara itu, di dalam kamar, suasana masih sangat sunyi. Genggaman tangan Daniel pada pergelangan tangan Rachel perlahan melonggar, namun ia tidak melepaskannya sepenuhnya.

Kamar hanya diterangi lampu pijar temaram, bahkan Rachel bisa merasakan napas Daniel yang mulai teratur, meski sesekali pria itu mengernyit saat mencoba memperbaiki posisi duduknya. Genggaman tangan Daniel terasa hangat di kulit Rachel, kontras dengan udara pelabuhan yang lembap dan dingin.

​"Daniel," panggil Rachel sangat pelan, seolah takut merusak keheningan yang rapuh itu.

"Hmm?" Daniel hanya bergumam tanpa membuka matanya.

​"Selama ini... kamu selalu hidup seperti ini? Bertarung, bekerja di bengkel dan sendirian?" tanya Rachel yang memberanikan diri untuk bertanya.

​Daniel perlahan membuka matanya dan menatap langit-langit kamar yang penuh dengan coretan sketsa mesin dan jadwal pesanan onderdil, sebuah senyum pahit terukir di sudut bibirnya yang pecah.

​"Hidup di sini tidak memberi banyak pilihan, Rachel. Kalau kau tidak jadi pemangsa, kau jadi mangsa dan aku hanya memilih untuk tidak menjadi keduanya, jadi aku membangun wilayahku sendiri di sini," jawab Daniel.

"Apa kamu bahagia?" tanya Rachel.

Daniel terdiam cukup lama mendengar pertanyaan itu, pertanyaan yang terdengar sederhana bagi orang lain, namun terasa asing bagi telinganya yang lebih sering mendengar deru mesin atau makian preman pasar.

​"Bahagia?" Daniel mengulang kata itu dengan suara serak dan melepaskan genggaman tangannya lalu meraba saku jaket kulitnya yang tergeletak di samping kasur, mencari sebatang rokok sebelum tersadar bahwa ia sedang berada di depan Rachel dan mengurungkan niatnya.

"Bahagia itu kemewahan yang nggak bisa dibeli, Rachel. Bagiku, bisa tidur tanpa harus waspada ada orang yang menusuk punggungku besok pagi, itu sudah cukup. Tapi...," Daniel menggantung kalimatnya, ia menoleh ke arah Rachel dan menatap kaos hitamnya yang terlihat kontras dengan kulit bersih gadis itu.

"Baru kali ini aku merasa bengkel berisik ini terasa sedikit lebih... bernyawa," lanjut Daniel.

"Su-sudah malam, aku kembali ke kamar. Kamu istirahat ya," ucap Rachel gugup lalu melepaskan genggaman tangannya dan pergi meninggalkan kamar tersebut.

Sementara Daniel, tersenyum puas melihat reaksi Rachel yang begitu menggemaskan baginya.

​Malam semakin larut di pelabuhan, suara deburan ombak yang menghantam dermaga terdengar ritmis, seolah mencoba menenangkan ketegangan yang tersisa sejak sore tadi. Di dalam bengkel, lampu neon yang berkedip-kedip akhirnya menyerah dan mati, menyisakan cahaya remang dari lampu jalanan yang masuk melalui celah seng.

​Daniel masih terduduk di pinggiran kasurnya, ia menyentuh rusuknya yang dibalut perban seadanya oleh Rachel. Rasa nyerinya masih ada, namun entah mengapa, rasa hangat di bekas genggaman tangan gadis itu jauh lebih mendominasi.

​Di luar, Daddy Brian dan Dandi sudah tertidur. Daddy Brian meringkuk di sofa tua di ruang depan, sementara Dandi mendengkur halus di atas tumpukan kardus bekas onderdil.

Daniel berdiri perlahan dan mencoba berjalan menuju meja kerjanya, ia mengambil sebuah kunci inggris besar yang tergeletak di sana, menimbangnya sebentar lalu meletakkannya kembali dengan desahan napas berat.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki kecil mendekat. Bukan dari arah pintu luar, melainkan dari arah kamar mandi di sudut bengkel. Rachel muncul dengan wajah yang sudah dicuci bersih, namun matanya masih menyiratkan kecemasan yang mendalam.

​"Belum tidur?" tanya Rachel pelan dan terkejut melihat Daniel sudah berdiri.

​"Nyeri, butuh udara," jawab Daniel singkat.

Daniel mengambil jaketnya dengan satu tangan yang masih berfungsi baik, "Ikut aku sebentar?" tanya Daniel.

​Rachel mengangguk tanpa bertanya ke mana. Mereka berjalan keluar, melewati Daddy Brian dan Dandi yang terlelap, menuju atap bengkel yang bisa diakses melalui tangga besi berkarat di samping bangunan.

​Di atas sana, pemandangan pelabuhan terlihat sangat berbeda, lampu-lampu kapal tanker yang bersandar di kejauhan tampak seperti kunang-kunang raksasa di atas air yang hitam pekat. Angin malam bertiup kencang, menerbangkan rambut Rachel yang terurai.

​"Ini tempatku kalau sedang ingin berpikir dan menenangkan diri," ucap Daniel sambil menyandarkan punggungnya pada pagar besi.

​Rachel berdiri di sampingnya dan memeluk tubuhnya sendiri untuk menghalau dingin," Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?" tanya Rachel.

"Apa ya? Entah, aku hanya ingin disini," jawab Daniel.

"Berarti kamu sedang menenangkan diri?" tanya Rachel.

"Ya, bisa dibilang begitu," jawab Daniel.

"Daniel," panggil Rachel.

"Hem?" tanya Daniel.

"Kenapa kamu bisa ada di tempat seperti ini? Bagaimana dengan keluargamu?" tanya Rachel.

Suasana di atas atap mendadak berubah, pertanyaan Rachel seolah-olah menyentuh tombol yang selama ini sengaja dikunci rapat oleh Daniel.

Daniel menatap lurus ke arah cakrawala laut yang hitam, tangannya merogoh saku jaket, kali ini benar-benar menyulut sebatang rokok, asapnya membumbung dan tersapu angin pelabuhan dalam sekejap.

"Keluarga, ya?" Daniel terkekeh hambar.

"Istilah itu terlalu mewah buat orang sepertiku, Rachel," lanjut Daniel.

Daniel menghisap rokoknya dalam-dalam sebelum melanjutkan dengan suara yang lebih rendah, "Aku tumbuh besar penuh luka dan dipaksa untuk melawan. Tidak ada drama penculikan atau perebutan warisan seperti ceritamu," lanjutnya.

"Apa kamu mau cerita?" tanya Rachel, meskipun ia sudah tahu, tapi Rachel tetap ingin mendengar ceritanya langsung dari Daniel.

"Lima belas tahun lalu, aku datang ke tempat ini dengan rasa benci, Ayahku suka berjudi dan mabuk lalu suatu hari dia kalah judi besar dan dia jadikan aku sebagai jaminan hutang pada rentenir di pelabuhan bawah tanah di sini. Saat itu, aku bertarung untuk bertahan hidup dan hingga saat ini, cerita selesai," ucap Daniel.

Rachel yang mendengar penjelasan singkat, padat dan jelas dari Daniel pun terkejut dan tidak percaya, karena penjelasan Daniel begitu singkat, padahal Rachel sudah berhara Daniel bercerita tentang Ayah dan Ibunya, apalagi tentang Ibunya, yang bahkan Dandi tidak berani menceritakannya pada Rachel.

​"Cuma... cuma itu?" tanya Rachel dengan nada tidak puas yang kentara.

"Ya, cuma itu. Memangnya apalagi yang harus kuceritakan?" tanya Daniel.

"Banyak, tentang keluargamu atau bahkan tentang hidupmu sebelum berada disini," jawab Rachel.

Daniel mematikan puntung rokoknya di pinggiran pagar besi lalu menatap Rachel dengan tatapan yang sulit dibaca, ada jeda panjang sebelum ia akhirnya bersuara lagi dan kali ini nadanya semakin dingin dari biasanya.

"Ayahku meninggal, aku lupa kapan dia meninggal. Tapi, yang jelas dia sudah meninggal, aku tidak punya saudara, aku anak tunggal dan aku hidup sebatang kara, tidak memiliki keluarga, apa kau puas?" tanya Daniel.

"Bagaimana dengan Ibumu?" tanya Rachel.

"Kau terlalu banyak tanya, sudah malam dan waktunya istirahat," ucap Daniel lalu berdiri.

Daniel tidak memberikan kesempatan bagi Rachel untuk mendebat, ia melangkah menuruni tangga besi dengan gerakan kaku dan meninggalkan Rachel yang masih terpaku menatap punggung tegap namun penuh luka itu.

Ada sekat tebal yang sengaja Daniel bangun setiap kali topik Ibu muncul, sebuah tembok yang bahkan lebih tinggi daripada pagar kawat berduri yang mengelilingi pelabuhan ini.

"Benar yang dikatakan Dandi, hubungan Daniel dan Ibunya memang sangat buruk," gumam Rachel dan memilih untuk tidak ikut campur dengan kehidupan pribadi Daniel.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!