Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Di Kota J, Leo tampak uring-uringan beberapa hari ini. Karena tidak bisa menemui anak-anaknya dan juga Aisyah. Leo mengetahui bila Aisyah saat ini berada dikampung halamannya. Leo tidak ingin mengganggu acara Aisyah dikampung.
Leo mengetahui apa saja yang menjadi kegiatan Aisyah dan anak-anaknya disana. Setiap harinya Leo tersenyum apabila mendapatkan kiriman foto atau pun laporan dari orangnya. “Aku merindukan mu Aisyah” Leo membatin sambil melihat foto Aisyah.
Hari ini merupakan puncak dari kerinduan Leo terhadap Aisyah. Leo ingin segera menemui Aisyah dan apabila bisa ia akan membawa Aisyah ke tempat yang hanya ada mereka, namun itu hanyalah hayalan Leo sebab Aisyah adalah wanita yang bisa menjaga diri dari pria.
“Kemal, segera siapkan pesawat. Aku ingin menemui Aisyah dan anak-anak.”
“Baik Tuan” Kemal berlalu dari ruangan Leo. Kemal berjalan sambil menggerutu sebab Leo orang yang tidak punya pendirian bila itu berhubungan dengan Aisyah. “Dasar kemarin-kemarin bilangnya kuat. Gak akan ini itu lah. Eh sekarang seperti orang kehilangan harta berharga” batin Kemal.
Kemal mengambil handphonenya dan menghubungi bawahannya untuk menyiapkan pesawat dalam 20 menit kedepan. Tanpa menunggu jawaban dari seberang Kemal mematikan telepon tersebut. Kemudian melanjutkan pekerjaannya.
**
Leo saat ini tengah duduk di dalam pesawat pribadinya. Leo sudah tidak sabar untuk menemui Aisyah dan anak-anak. Leo merasa bahwa perjalanan menuju ke tempat Aisyah sangat lama, padahal tidak sama sekali.
Sesampainya di Bandara di kota P, Leo dan Kemal menuju kota PP. Leo takjub dengan kota tersebut. Udara yang sejuk dan hamparan sawah terbentang tatkala Leo memasuki kawasan tempat tinggal Aisyah.
Namun, Leo tidak mendapati siapa-siapa dirumah tersebut. Orang suruhannya juga tidak memberikan kabar dan nomornya tidak bisa dihubungi. Lama menuggu, akhirnya Leo meminta Kemal untuk bertanya ke orang sekitar. Kemal memberitahu Leo bahwasannya Aisyah beserta kelurga nya pergi berlibur ke kota lain dan akan pulang malam hari.
Hari itu Leo tak bisa menemui Aisyah dan anak-anak dengan segera. Leo meminta Kemal mencari hotel terdekat agar esok Leo bisa menemui Aisyah dengan cepat.
Saat ini, Leo tengah berbaring diranjang hotel. Leo memikirkan akan bagaimana dirinya dan Aisyah kedepannya. Leo tak ingin seperti ini lagi, Ia harus sedikit lebih keras kepada Aisyah. Namun, Leo tidak akan memaksa Aisyah.
**
Pintu rumah Aisyah tiba-tiba diketok oleh seseorang di pagi buta. Saat membuka pintu Aisyah terkejut mendapati Leo dan Kemal berada di depannya.
“Assalamu’alaikum Aisyah, nona Aisyah” ucap Leo dan Kemal.
“Wa’alaikumsalam tuan Leon dan tuan Kemal.” jawab Aisyah. Saat Aisyah akan kembali bertanya ternyata
ibu Aminah menghampiri Aisyah yang berdiri di depan pintu yang hanya dibuka sedikit.
“Aisyah, siapa yang datang?”
“Tidak ada mak, hanya orang yang menanyakan alamat” jawab Aisyah. Entah apa yang ada dipikiran Leo,
ia masuk kedalam rumah Aisyah tanpa bisa Aisyah cegah. Membuat ibu Aminah keheran dengan orang yang tiba-tiba masuk tersebut.
“Assalamu’alikum buk” ucap Leo sambil mencium tangan wanita paruh baya yang ada di depannya.
“Wa’alikumsalam, Maaf dengan siapa?” jawab ibu dengan ekspresi kebingunan.
“Saya Leo buk, calon suami Aisyah dan ayah dari anak-anak Aisyah.”
Mata Aisyah membulat dengan seksama atas apa yang diucapkan Leo. Aisyah melihat respon ibu Aminah dan wanita paru baya itu terlihat syok. Aisyah segera mendekat dan membimbing ibu Aminah untuk duduk.
Ayah Bimo yang akan menuju ruang tamu juga kaget dengan penuturan Leo. Gelas yang berisikan kopi hitam milik ayah Bimo tersebut jatuh dan
Prak….
Semua orang yang berada di ruang tamu melihat ke asal bunyi. Aisyah kaget melihat cinta pertamanya berdiri disana, yang Aisyah tau ayahnya sedang berada di dapur.
“B-Bapak” ucap Aisyah sambil menuju kearah ayah Bimo.
“Jelaskan apa maksud pria itu Aisyah?”
“Bapak dulu, nanti akan Aisyah jelaskan.”
Ayah Bimo duduk berhadapan dengan Leo dan Kemal, sedangkan Aisyah duduk disamping ibu Aminah.
Leo mulai berbicara dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tua Aisyah. Lalu menceritakan apa yang telah terjadi serta keinginannya. Leo bahkan dapat pukulan bertubi-tubi dari ayah Bimo atas apa yang pernah pria itu lakukan kepada putrinya.
Dan beruntung pada saat itu anak-anak belum bangun karena udara disana dingin membuat ke-tiga anaknya tidur begitu terlelap.
Ayah Bimo mengusir Leo. Namun, sebelum Leo keluar dari rumah ayah Bimo meminta Leo untuk datang di siang hari. Entah apa alasan ayah Bimo meminta hal seperti itu. Leo hanya mengangguk lalu pamit untuk kembali ke hotel.
Di dalam perjalan Kemal menyakan keadaan Leo. Leo hanya diam tak bersuara. Kemal memberhentikan mabilnya di depan apotik dan membeli obat-obatan untuk mengobati Leo nantinya.
**
Siang harinya, Leo sudah berada di rumah Aisyah tetapi tidak untuk Kemal. Leo ingin sendiri yang menemui keluarga Aisyah, sesuai apa yang dikatakan oleh ayah Aisyah. Ayah Bimo dan Leo duduk berhadapan. Anak-anak sedang bermain diluar. Sedangkan Intan dan ninik Asih diminta menjaga anak-anak. Ibu Aminah sedang berada di dapur bersama Aisyah.
Selama 15 menit mereka saling diam, tiba-tiba Ayah Bimo bersuara. Ayah meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan. Leo juga meminta maaf atas apa yang sudah terjadi. Mereka saling memaafkan. Dan mulai berbicara baik-baik, banyak hal yang Leo ceritakan kepada ayah Bimo. Mereka terlihat kompak saat seperti itu.
Ibu Aminah membawa minuman untuk mereka dan Aisyah membawa kue. Aisyah diminta duduk oleh kedua orang tuanya disamping Leo. Aisyah sangat tidak nyaman saat berada di dekat Leo. Tetapi Aisyah tidak memiliki pilihan selain duduk dan mendengarkan pembicaraan mereka.
30 menit kemudian ayah pamit kepada Aisyah dan Leo untuk pergi bekerja. Ayah juga meminta Aisyah untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Mendengar perkataan ayah Bimo akhirnya Aisyah berbicara dengan Leo. Leo mengutarakan isi hatinya bahwa ia tidak akan kehilangan Aisyah dan anak-anak lagi. Leo akan berjuang agar Aisyah mau menerima dirinya.
Ada sedikit bagian dari hati aisyah yang tergerak saat mendengar perkataan Leo. Namun, Aisyah menepis hal tersebut. Disaat Aisyah akan berbicara anak-anak masuk kedalam rumah. Mereka kaget melihat siapa yang tengah duduk di hadapan ibunya.
“Ayah Leo” ucap Zakiya berlari dan memeluk pria tersebut. Sedangkan Azzam dan Azzim hanya mematung berdiri depan pintu.
“Ibu” ucap keduanya."
“Apa ibu baik-baik saja.” ucap azzam
“Ya ibu baik-baik saja kak. Beri salam dulu kepada tuan Leo.”
Azzam dan Azzim melakukan apa yang diperintahkan oleh ibunya. Lalu berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri. Karena tubuh yang berkeringat serta mereka ingin menjauh dari Leo agar keinginan mereka tidak memuncak saat melihat Zakiya memeluk ayah kandung mereka.
“Tidak apa-apa kak, kita akan merasakan hal itu juga nanti” ucap azzim menguatkan dirinya dan sang kakak. Mereka berpelukkan dikamar. Aisyah yang berdiri di pintu kamar merasa bahwa dirinya benar-benar egois.
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat