Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Dari Cukup
Malam pun tiba. Bella mulai kelaparan, perutnya keroncongan karna tadi siang ia tidak sempat makan. Bella memegang perutnya, mulutnya kering kahausan.
Tak!
Terdengar suara barang terjatuh diluar pintu sana, di kegelapan Bella kelabakan merasa ketakutan dan tidak tau harus berbuat apa. Sudah dengan berbagai cara ia berusaha untuk membuka pintu, namun hasilnya tetap sama, pintu itu sama sekali tidak terbuka.
Pelan tapi pasti, rasa ngantuk pun menjalar dan akhirnya Bella tidur dengan sendirinya.
***
"Bella!"
"Bella!!"
Perlahan Bella membuka mata, lalu ia bangun dari tidurnya.
"Hei. Bella!" seseorang kembali memanggilnya.
"Rani?" sahut Bella setengah sadar dari tidurnya. Bella duduk sembari mengucek-ngucek kedua matanya.
"Kau kenapa bisa ada di sini? apa semalaman kau tidur di gudang kantor?" tanya Rani.
Bella melototkan matanya, ia baru mengingat kembali dengan dirinya yang terkunci di gudang.
"Rani, apa kau yang membuka pintunya?" tanya Bella.
"Ya, aku hendak mengambil kursi untuk ruangan yang kemarin kau bersihkan." jawab Rani.
"Oh, astaga. Aku kelupaan tas sama Hp ku ada di sana." Bella bangkit dari duduknya, buru-buru ia keluar dari gudang, berlari menuju Lift.
Rani bengong saat Bella keluar dari gudang, setelah itu dia masa bodoh dengan apa yang terjadi pada Bella.
Saat hendak memasuki ruangan, Bella di cegat Puput dan memberikan tas Bella.
"Tadi aku sama Rani cek ruangan yang kemarin kita bersihin dan aku liat tas kamu ada di pojokan sewaktu kita duduk. Yaudah aku ambil takut keburu karyawan lain masuk." Jelas Puput.
"Makasih ya, Put." Sahut Bella memeluk tas nya dengan erat.
"Bukannya kemarin kau minta ijin hari ini enggak bakalan masuk kerja, kok sekarang masuk? jangan-jangan ngambil liburnya enggak jadi? atau balik gegara tas ketinggalan ya? tapi kok pakai seragam?" selidiknya memperhatikan Bella yang terlihat berantakan.
"Aku memang enggak kerja, kemarin sore waktu mau ngambil kursi baru di gudang aku kekunci sampai tadi Rani yang bukain pintu, makanya sekarang aku masih ada di sini. Dah ya. Aku buru-buru harus cepat-cepat pulang. Dadah Puput!"
Puput terbengong dengan ucapan Bella. Namun masih sempat ia membalas lambaian tangan Bella.
"Tadi dia bilang apa? terkunci di gudang? kok bisa?" Puput menautkan alisnya, masih belum paham dengan ucapan Bella. Kemudian ia berjalan memasuki Lift.
***
"Kenapa bisa kau terkunci di gudang? semalaman Bibi hawatir sama kamu, di telepon enggak di angkat-angkat, kau sama sekali enggak ngasih kabar. Untung saja Dimas anteng tidur enggak nanyain kamu."
"Maaf bi." Bella tertunduk memanyunkan bibirnya.
"Terus hari ini kau ijin kerja gitu? enggak masuk gara-gara terkunci semalam?" tanya Mira.
"Ya ampun, bi. Aku sampai lupa." Bella mengeluarkan amplop yang beisi uang tip kemarin dari tas nya. "Tara!" Seru Bella memperlihatkannya pada Mira.
"Apa tuh?" tanya Mira penasaran.
"Kemarin Bella gajian, dan ini uang tip dari seseorang, tapi aku enggak kenal sama orangnya. Pihak HRD juga enggak ngasih tau namanya atau apa lah." jelas Bella.
"Hei, jangan-jangan kau melakukan sesuatu dengan seorang pria di tempat kerjamu, makanya dia ngasih uang tip. Jawab dengan jujur!" Mira melototkan matanya, auranya menjadi dingin seperti ingin menelan Bella bulat-buat.
"Bibi, tega bener sama ponakanmu ini. Ya enggak lah, masa iya aku merayu-rayu pria di sana." Bella merinding mencoba membayangkan dirinya menggoda pria-pria di tempat kerjanya. "Iiihhh enggak mungkin."
"Bibi, mungkin ini rezeki aku dan hari ini aku ijin kerja karna mau bawa Dimas ke rumah sakit buat tes DNA." Timpalnya lagi.
"Hah serius kamu? emang uangnya sudah terkumpul banyak?" tanya Mira meyakinkan.
"Sudah lebih dari cukup, bi. Kalau bibi enggak sibuk, anterin aku ya?"
Mira menganggukkan kepala, ia tersenyum dan bangga pada Bella.
.........
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja