Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.
Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
root
Raiden berjalan dengan tenang menyusuri lorong markas Root. Langkah kakinya menggema di keheningan, sampai tiba-tiba tiga anggota Root mencegatnya.
"Kenapa kau bisa di sini?! Cepat tinggalkan tempat ini atau...!" bentak salah satu dari mereka.
Raiden tidak menggubris. Dalam sekejap, ia sudah berdiri tepat di depan orang tersebut. "Atau? Apa?"
Anggota Root itu tersentak kaget dan segera melompat ke belakang. "Mari serang bersama!" teriaknya memberi komando.
"Katon: Goukakyuu no Jutsu!" "Katon: Karyuu Endan!" "Katon: Ryuuka no Jutsu!"
Gabungan jurus elemen api tingkat C dan B tersebut menciptakan bola api raksasa yang menerangi lorong gelap itu. Raiden dengan tenang memegang gagang katananya.
"Tenketsu."
Ia menarik pedangnya dengan kecepatan yang tak tertangkap mata biasa, lalu menyarungkannya kembali dalam satu gerakan mulus.
Click.
"Zen."
Bola api besar itu tiba-tiba terbelah menjadi dua, begitu pula dengan ketiga anggota Root tersebut. Tubuh mereka jatuh tak bernyawa sebelum sempat menyadari apa yang terjadi.
Sementara itu, Hiruzen dan tim Anbu-nya tengah menyisir area pinggiran desa. Mereka bingung karena tidak mendapati Raiden di lokasi yang dijanjikan. Namun, salah satu Anbu merasakan fluktuasi cakra yang aneh di bawah tanah. Setelah mencari, mereka menemukan jalan masuk rahasia dan segera bergegas masuk.
Menghadapi Sang Ambisius
Raiden kembali berjalan santai, namun ledakan bola api yang menghantam tembok tadi telah memancing seluruh pasukan Root untuk mengepungnya.
Plok... plok... plok...
Danzo muncul dari balik kerumunan anak buahnya. "Hahaha, bagus sekali. Kau berhasil menemukan tempat ini. Aku akui kau cukup hebat, namun sayang, perjalananmu harus berakhir di sini!"
Raiden sama sekali tidak menanggapi. Ia hanya menyilangkan tangan di depan dada, menatap datar ke arah Danzo.
"Oh, sebelum itu... aku penasaran dengan matamu. Terlihat seperti Byakugan, tapi sepertinya itu tingkat lanjut. Tenang saja, aku akan mengambilnya darimu setelah kau mati! Hahaha!" lanjut Danzo dengan nada serakah.
"Heeeh... Ternyata kau cukup pintar untuk ukuran orang idiot sepertimu. Kau menginginkan mataku? Ambillah jika kau mampu!" tantang Raiden.
Danzo yang sudah dibutakan oleh keserakahan segera memerintahkan anak buahnya. "Bunuh dia! Tapi jangan sampai kalian melukai matanya!"
Puluhan anggota Root merangsek maju. Raiden bergumam rendah, "Cih, merepotkan."
Ia mulai berjalan santai ke arah kerumunan itu, namun setiap langkahnya kian bertambah cepat. "Katon: Gouryuuka no Jutsu!"
Raiden menyemburkan api yang membentuk naga raksasa. Barisan terdepan Root segera merapal segel tangan bersama-sama. "Suiton: Bakusui Shouha!"
Gelombang air raksasa tercipta untuk menahan naga api tersebut.
Duaarrrrrr!
Uap panas menutupi pandangan. "Waspada!" teriak Danzo. Ia segera mengaktifkan Izanagi pada lengan kanannya sebagai langkah berjaga-jaga. Di balik kabut asap, Raiden melesat bagai kilat. Setiap orang yang ia lewati tewas seketika; ada yang kehilangan kepala, ada yang terbelah menjadi dua. Tak hanya itu, Raiden juga menembakkan peluru angin yang melubangi tubuh lawan-lawannya.
Hiruzen dan tim Anbu akhirnya tiba di lokasi. Mereka segera menggunakan jurus angin untuk menghilangkan kabut asap. "Fuuton: Daitoppa!"
Begitu asap hilang, Hiruzen terbelalak melihat tumpukan mayat yang berserakan dengan kondisi mengenaskan. Di ujung ruangan, terlihat Raiden tengah mencekik Danzo.
"Raiden-san! Atas perintah Hokage, aku memerintahkanmu untuk melepaskannya!" seru Hiruzen, berusaha menahan amarahnya.
"Hahaha, perintah Hokage? Kau bercanda? Aku tidak berada di bawah kendalimu! Ingat, tanpa aku dan adik-adikku, kau tidak akan pernah berdiri di tanah ini, Bocah!" balas Raiden dingin.
Memanfaatkan celah itu, Danzo merapal segel. "Fuuton: Shinkuhaa!"
Peluru angin melesat ke arah Raiden, namun matanya mendadak berubah pola.
"Shinra Tensei."
Danzo terlempar jauh hingga menghantam dinding dengan keras. Uhukk! Darah segar keluar dari mulutnya. Raiden kemudian mengarahkan ujung jarinya ke dahi Danzo.
"Mokuton: Mokusei no Dangan."
Peluru kayu yang sangat tajam tercipta. Danzo bergidik ngeri melihat mata Raiden. Ia pernah membaca dokumen Orochimaru tentang Rinnegan, tapi mata di depannya ini jauh lebih mengerikan dan berbeda.
"Matilah, Danzo Shimura."
Wusshhh! Peluru kayu itu melesat dan menembus dahi Danzo hingga ia tergeletak tak bernyawa.
Kebenaran yang Pahit
"Kau...!" Hiruzen murka. "Walaupun dia bersalah atas misinya terhadap klan Senju, dia tetap petinggi Konoha! Karena kau telah membunuhnya, aku menetapkanmu sebagai pengkhianat!"
Raiden terdiam. Ia tak menyangka Hiruzen bisa se-idiot ini. Seketika, fluktuasi cakra yang sangat dahsyat keluar dari tubuh Raiden hingga tanah di bawahnya retak.
"Senpo: Musekyojin!"
Empat besi hitam menancap di empat sudut ruangan, membentuk kubus emas raksasa yang mengurung mereka semua. Raiden berjalan ke arah Hiruzen dengan tekanan yang membuat Hiruzen, anggota Anbu, bahkan Danzo yang baru saja bangkit kembali (berkat Izanagi), bersimpuh tak berdaya.
Raiden menginjak kepala Hiruzen. "Katakan sekali lagi, dan aku pecahkan kepalamu. Kau butuh bukti? Akan kuberikan."
Raiden menyambar baju Hiruzen dan membawanya menghilang dengan teknik berpindah tempat. Mereka muncul di sebuah ruangan rahasia di dalam markas tersebut. Hiruzen tercengang; di depan matanya terdapat laboratorium berisi anak-anak klan Senju yang diculik, sel-sel Hashirama, dan berbotol-botol mata Sharingan.
"Ingat! Mulai sekarang, jangan pernah menggangguku atau kau akan kubunuh, Bocah Idiot!" Raiden membanting Hiruzen ke lantai, lalu kembali ke tempat Danzo berada.
Danzo yang tengah berusaha menghancurkan kubah emas Raiden terkejut melihat Raiden sudah kembali. Raiden segera mencekik lehernya.
"Karena kau memiliki Izanagi, mari kita lihat berapa kali kau bisa bertahan."
"Doton: Shizumu Jimen!" tanah di bawah Danzo amblas membentuk lubang. "Youton: Youkai no Jutsu!" lubang itu seketika terisi lahar panas yang mendidih.
Raiden menjatuhkan Danzo ke dalam lava dan memasang Fuinjutsu di sekeliling lubang tersebut agar setiap kali Danzo bangkit melalui Izanagi, ia akan langsung muncul kembali di tengah lava panas.
Setelah nyawa terakhir Danzo tersisa, Raiden memenggal kepalanya dan membawanya ke depan Hiruzen yang masih terduduk lemas.