Menceritakan tentang ke Possesive-an Sang Ketua Mafia, Penguasa Eropa yang bernama Sean Crishtian, dijuluki sebagai Pembunuh Berdarah Dingin terhadap istrinya yang bernama Andara Claire Crishtian.
"Kenapa kau tega melakukan ini? Apa salahku? Kau bilang padaku, jika kau akan selalu menjagaku Berjanji untuk membuatku selalu tersenyum. Lantas kemana janji itu pergi? Tolong lepaskan aku. Jika bahagiaku tidak bersamamu, aku ikhlas menerimanya" - Andara Claire (20th)
"Sedari awal sudah kubilang bahwa kau adalah milikku. Larilah, maka aku akan menemukanmu. Bersembunyilah dengan baik karena aku akan menyeretmu pulang bahkan dengan cara kotor sekalipun." - Sean Crishtian (27th)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. NASI GORENG SPESIAL
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sudah dua jam lebih Sean duduk terdiam di dalam mobil sport miliknya. Dengan ditemani sebuah lagu klasik yang menjadi kenangan terindah bersama Raya dulu.
Pikirannya masih terbayang-bayang akan kebersamaannya bersama Raya dulu. Kenangan indah dan pahit telah ia rasa bersama Raya. Rasanya, Sean seakan-akan tidak bisa untuk melupakan Raya di otak dan hatinya. Maklum, Sean adalah tipe laki-laki setia yang menyayangi kekasihnya.
Sean menghela nafasnya pelan. Setelah di rasa dirinya cukup tenang, Sean segera menyalakan mobil sport mewahnya untuk kembali pulang ke mansionnya. Perasaan rindu membuncah dihatinya ketika mengingat Dara, perempuan yang ia tahan di mansion miliknya.
Sekarang telah menunjukkan pukul 12 malam. Tidak terasa akan selama itu Sean mengenang masa lalunya bersama Raya.
Dengan kecepatan sedang, Sean mengendarai mobilnya.
Lalu, tiga puluh menit kemudian, akhirnya Sean telah sampai di mansionnya.
Sesampainya di mansionnya, Sean segera masuk ke dalam mansionnya. Mansionnya terlihat lenggang dan sepi.
Semua pekerjanya pasti sedang beristirahat sekarang. Kecuali bodyguard yang bertugas menjaga malam.
Namun, langkahnya langsung terhenti ketika penglihatannya langsung terfokus pada satu perempuan yang telah tertidur di sofa sambil memegang sebuah cemilan di genggaman tangannya. Jangan lupakan, televisi yang sedang menyala menonton Dara yang telah tertidur. Seketika Sean langsung tersenyum melihat hal itu. Terkesan manis dan menggemaskan.
Sean memghampiri tempat Dara berada lalu mensejajarkan tubuhnya dengan wajah cantik itu. Cantik. Itulah satu kata yang menggambarkan kondisi Dara sekarang. Rambut yang berantakan. Serta wajah yang cantik natural itu menambah nilah plus lagi untuk Dara di mata Sean.
Sean memandangi wajah Dara dengan seksama. Entah apa yang dirsakannya. Hati Sean berdesir di buatnya. Tiba-tiba aaja perasaan Sean, Sean ingin membuat Dara selalu tersenyum karna dirinya. Sean ingin membuat Dara selalu bersamanya. Ataukah ini hanya rasa obsesinya semata?
Leguhan pelan keluar dari bibir cantik itu. Kedua bola matanya mengerjap menyesuaikan cahaya. Dan
Satu
"Oh tuhan kenapa ada makhluk setampan itu yang tengah menatapku?"
Dua
"Hidung mancung. Bibir merah muda. Rahang yang tegas. Serta tatapan matanya yang tajam."
Tiga
"Itukan??!!"
Tubuh Dara langsung bangun dan duduk di sofa. "Apa yang sedang kau lakukan?"
Sean langsung bangun dan berdiri menjulang tinggi di hadapan Dara. "Tentu saja memandangi wajah calon istriku." ujar Sean sambil menatap Dara dengan datar.
"Hah?" Tanya Dara. Apa dirinya tidak salah dengar?
Alis Sean terangkat. " Apa ada yang salah dengan hal itu?"
"Ah, tidak. Tidak ada kok." jawab Dara dengan ragu. Hilangkan pikiranmu itu Dar!
"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Sean sambil melepas jas dari tubuhnya. Lalu di gulungnya lengan bajunya sampai siku.
"Dede ngga kuat bang." Kata Dara dalam hati.
"Sudah. Aku sudah makan malam tadi sama Liya." jawab Dara lantas mengikuti Sean yang sedang berjalan menuju dapur. "Apa kau sudah makan malam?" tanya Dara berbasa-basi. Ingat, hanya basa-basi.
"Belum. Aku ingin membuat nasi goreng. Apa kau mau juga?" tanya Sean seraya menyiaokan bumbu dan bahan-bahannya untuk membuat nasi goreng spesial ala Sean.
"Boleh. Aku mau." jawab Dara dengan semangat lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Sean.
"Apa kau tidak takut gendut jika makan malam-malam?" Tanya Sean heram sambil memotong beberapa cabai serta sosis dan sayur untuk dicampur nasi gorengnya nanti.
Dara menggeleng. "Kenapa aku harus takut gendut? Kalau seseorang mencintai kita dengan tulus, pasti mau menerima kita apa adanya. Menerima segala kekurangan dan kelebihan kita. Bahkan jika kita salah, dia pasti menuntun kita untuk kembali ke jalan yang benar."
Sean tertegun dibuatnya. Jawaban yang tak terduga dari Dara membuatnya langsung tersenyum tipis. Senyuman sekilas yang hanya di ketahui oleh dirinya. "Benarkah? Jika kamu memiliki pasangan possesive, apa yang akan kau lakukan?" tanya Sean lagi. Berusaha untuk sedikit mengenal gadis yang duduk di hadapannya sekarang.
"Jika aku memiliki pasangan yang possesive, tentu saja aku merasa senang. Bukankah possesivenya seorang laki-laki itu wajar dan tanda kesetiaan?"
"Benarkah? Apa kau yakin dengan jawabanmu itu?"
"Ya tentu saja. Aku sedari dulu ingin sekali memiliki pasangan yang possesive. Bagiku itu sangat romantis dan aku menyukainya."
"Baiklah."
Lalu, hening. Tidak ada pembicaraan apapun. Ingin Dara bertanya, kenapa Sean pergi selama itu. Tapi, dirinya sadar. Dia itu siapa?
Tak berselang lama kemudian, nasi goreng spesialpun telah jadi. Nasi goreng yang di campur sosis, sayuran serta ada potongan sedikit daging di atasnya sungguh membuat Dara berselera untuk makan banyak.
Dengan santainya Sean mengambil duduk disamping Dara. Wajahnya tampak berkeringat. Menimbulkan kesan sexy untuk dirinya. Ingin rasanya Dara mengelap keringat tersebut dengan tisu. Namun, masih ia tahan untuk tidak melakukannya.
"Aku makan ya nasi gorengnya." Kata Dara dengan semangat. Sean yang mendengar suara semangat itu hanya melirik dari ekor matanya.
Dara dengan semangat 45 nya langsung menyuapkan sesendok nasi goreng itu kedalam mulutnya lalu mengunyahnya dengan semangat. "Enak. Ini sangat enak sekali!" Komentar Dara. Lalu menyuapkan lagi nasi goreng itu kedalam mulutnya.
Sean yang mendengar komentar itu langaung tersenyum. Baiklah. Sean akan sering-sering membuatkan nasi goreng untuk calon istrinya itu.
Makan malam itu dilalui dengan sunyi dan sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri. Dara yang merasa bahagia karna memakan nasi goreng spesial buatan Sean. Sedangkan Sean, Sean tersenyum dan membayangkan kebersamaannya bersama Dara nantinya. Tanpa, tau apa yang akan terjadi kedepannya.
Jika hanya dengan nasi goreng membuatmu bahagia karna ku. Maka aku rela membuatkan nasi goreng setial hari untuk mu. - Sean Crishtian (27 tahun)
Perasaam hangat selalu mengalir dalam diriku ketika berada di sampingmu. Rasa aman dan terlindungi, membuatku perlahan-lahan mulai membuka hati ku untuk mu tanpa aku sadari. - Andara Claire (20 tahun)
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤