Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick
Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi
Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan
Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.
Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama
Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 16
Lean memandang langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang pada kejadian sore tadi..
FLASHBACK
Setelah kepulangan Ina dan Ian, Lean segera membuka laptop dan memeriksa hasil penjualan dari kasir yang tersambung langsung pada laptopnya
Tok..tok..
Lean mendongak. Tampak seorang gadis cantik berambut sebahu memamerkan senyum manisnya
"Boleh masuk?" Tanya gadis itu lembut. Dari jaket yang ia kenakan, ia adalah salah satu dari gadis-gadis Fabulous Sorority
"Ini kantor, Mariska. Tidak boleh sembarang orang masuk." Kata Lean sambil menunjuk tulisan 'YANG TIDAK BERKEPENTINGAN DILARANG MASUK'
Mariska -gadis itu- tersenyum. Ia tak canggung masuk ke kantor Lean.
"Aku punya kepentingan kok." Katanya lagi.
Lean menaikkan alisnya "Apa?"
"Kamu.. mau dukungan Fabulous Sorority untuk Phoenix kan?" Tanya Mariska sambil mendekati Lean. Tangan gadis itu menyusuri bahu Lean
"Tentu saja. Tapi sepertinya Zalynda sudah memberikan suaranya untuk Iron Eagle." Kata Lean sambil menghempaskan tangan Mariska. Gadis itu tersenyum lalu pergi ke belakang Lean sambil memegang bahu pemuda itu
"Tapi.. aku wakil Fabulous Sorority. Aku juga punya pengaruh. Percaya deh, percaya kan?" Tanya Mariska sambil berbisik di telinga Lean
Tangannya kembali menyusuri bahu Lean. Hembusan nafasnya terasa di telinga dan leher Lean. Pemuda itu berdehem
"Stop, Mariska." Kata Lean agak menghindari hembusan nafas Mariska. Namun pemuda itu tidak bergerak menghindari serangan tangan Mariska
Mariska tertawa kecil. Segera ia duduk di pangkuan Lean sambil melingkarkan tangannya di leher pemuda itu membuatnya terkejut
Belum hilang rasa terkejutnya, Lean kembali dikejutkan aksi Mariska yang menarik lehernya dan mengu*um lembut bibirnya.
Bohong kalau Lean berkata tidak menyukai tindakan Mariska. Seluruh kampus tahu Mariska, salah satu gadis tercantik di kampus dengan badan yang luar biasa. Dan kini gadis itu tengah bersamanya, menciumnya
Perbuatan Mariska membuat Lean terlena. Pemuda itu hanya terdiam sambil memejamkan matanya, menikmati tindakan Mariska
"Ehem.."
Lean membuka matanya dan melirik ke arah pintu. Pemuda itu kaget bukan main melihat Ina berdiri salah tingkah di depan pintu
"Na.."
Lean segera berdiri dan mendorong Mariska, membuat gadis itu berdiri dan hampir terjatuh
"Andree.." rajuk Mariska manja. Gadis itu melirik kearah Ina
"Maaf, Ina nggak tahu. Ina mau ambil jam tangan ini.. ketinggalan." Kata Ina sambil mengambil dan menunjukkan jam tangannya.
Gadis itu tersenyum canggung menatap Lean dan Mariska. Sungguh, bukan peristiwa yang diharapkan Lean. Pasti Ina berfikir dirinya pria brengsek
"Ehem..maaf ya bang, kak. Permisi.." Ina segera berbalik sambil menutup pintu kantor Lean
"Na.." Lean mencoba mengejar Ina, tapi di tahan oleh Mariska
"Siapa dia Ndre? Mainan baru kamu?" Tanya Mariska tajam
"Jangan sembarangan, Mariska. Ina bukan seperti yang kamu pikirkan." Kata Lean sambil menghempaskan tangan Mariska. Lean segera berlari mengejar Ina.
Bruuk.. Lean menabrak Ero di luar
"Weeh santai bro. Mau kemana?" Tanya Ero
Lean tidak menjawab. Pemuda itu segera keluar cafe mengejar Ina. Sampai di luar langkahnya terhenti saat melihat Ray dan Ina
"Ray.." desisnya
Tangannya mengepal saat melihat Ray mengusap lembut kepala Ina. Mereka terlihat berboncengan. Ina sepertinya tidak canggung memeluk dan merebahkan kepalanya di punggung Ray
"Sepertinya mainan barumu pintar juga ya milih cowok ganteng." Kata Mariska yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Lean
Lean mendengkus. Segera pemuda itu masuk ke Cafe
FLASHBACK OFF
Lean meletakkan tangannya menutupi matanya untuk mengusir bayangan Ina yang berboncengan dengan Ray
"Tidak kusangka, ternyata kau tidak sepolos yang terlihat. Kenapa harus Ray, Na…" desis Lean
***
Leo menatap orang yang berlalu lalang di taman kota. Udara minggu pagi cukup sejuk dirasakannya
"Uncle.."
Leo menoleh. Nampak Ina, Ray dan Ian berjalan mendekat. Leo tersenyum melihat Ray. Mirip sekali dengan Ardhi, hanya saja matanya adalah mata Aya
Mereka sebelumnya telah janjian untuk bertemu saat hari minggu untuk memperkenalkan Leo pada Ray
"Yan.. Na.." Sapa Leo
"Uncle.. ini bang Ray. Bang, ini uncle Leo." Kata Ina
Ray menatap Leo. Pemuda itu masih kaku untuk berbasa-basi dengan Leo. Leo segera mengulurkan tangannya. Ray menatap sejenak tangan Leo, lalu balas mengulurkan tangannya. Mereka berjabatan tangan
"Senang bisa bertemu dengan putra sulung Ardhi Al Farobi." Kata Leo
Ray hanya tersenyum tipis.
Ian menyenggol Ina mengkode nya untuk meninggalkan Leo dan Ray
"Mm.. bang, uncle, Ina sama Ian nyari sarapan ya. Tunggu sebentar." Kata Ina
Gadis itu segera menggamit tangan Ian dan menarik pemuda itu meninggalkan Leo dan Ray berdua
Leo duduk di bangku panjang. Ray ikut duduk sedikit berjauhan dari tempat Leo. Keduanya terdiam memperhatikan orang-orang yang lalu lalang
"Terima kasih sudah mau ketemu uncle." Kata Leo membuka percakapan
"Sama-sama pak. Terima kasih sudah pernah menyelamatkan adik saya." Kata Ray dengan bahasa kaku nya
Leo tertawa mendengar Ray memanggilnya 'pak'
"Jadi, salah faham kita berakhir ya." Kata Leo
Ray menatap Leo
"Kenapa anda mengajarkan bela diri dan menembak pada adik-adik saya?" Tanya Ray
"Kenapa memangnya? Saya tahu keluarga Al Farobi memang keluarga adem ayem, tidak memiliki musuh. Namun,beda dengan Frederick. Karena hubungan pertemanan tuan Frederick, keluarganya bisa berada dalam bahaya." Kata Leo
Ray mengenyitkan keningnya
"Saya juga tahu.. Rayhan Putra Farobi terdaftar sebagai anggota club tembak di Jakarta Selatan dengan peringkat terbaik. Ayahmu tahu?" Kata Leo lagi sambil menatap Ray
Ray terkejut. Bagaimana Leo tahu aktivitasnya.
Leo kembali tertawa
"Untuk melindungi keluargamu bukan?"
Ray menghela nafas
"Sewaktu Ina hampir di culik, saya sebetulnya sudah berfikir itu bukan penculikan biasa. Kerjanya rapi, terorganisir. Dia tahu jam berapa Ina keluar, jam berapa bunda jemput. Dia juga mengaku sebagai sopir ayah, dengan tanda pengenal yang memiliki logo Frederick Groups Company." Kata Ray
Leo mengangguk
"Dari semua saudaraku, Ina yang terlemah karena dia perempuan. Dia bisa jadi sasaran empuk bagi orang-orang yang hendak berbuat jahat, apalagi kejahatan yang terencana dan sudah pasti ada motif di baliknya." Kata Ray lagi
Leo tersenyum
"Kau memang putra Ardhi. Analisismu tepat." Kata Leo
Pria itu menatap langit biru "Pekerjaan terakhir saya memaksa saya untuk mencari kalian setelah sebelumnya harus bersembunyi untuk menghilangkan jejak. Tuhan mempertemukan saya kembali dengan keluarga kalian. Itu semua sudah rencanaNya." Kata Leo
"Apa maksud anda pak?" Tanya Ray
"Nantilah akan saya ceritakan perlahan. Untuk saat ini, bantu saya untuk menjaga putra saya dan keluargamu."
"Lean? Katanya kami seumuran."
"Yeah.. dia beberapa bulan lebih tua darimu. Kau harus bertemu dengannya. Saya rasa kalian bisa berteman baik." Kata Leo
Ray tersenyum
"Saya sangat menantikannya..uncle Leo."
Leo menoleh memandang Ray. Beberapa detik kemudian pria itu tersenyum
"Sepertinya sudah banyak ngobrol ya uncle, bang." Tiba-tiba Ina muncul di hadapan mereka membawa nampan berisi empat teh hangat.
"Mana Ian?" Tanya Ray
"Tu di belakang bawa baki bubur ayam. Ayo diminum dulu." Tawar Ina
Leo tersenyum ke arah Ray yang juga tersenyum ke arahnya. Mereka tak sadar ada sepasang mata yang menatap aktivitas mereka
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
sedih tapi Yo pingin ketawa
mati aku 🤣🤣🤣
ternyata kisahnya sambung menyambung...
aku jadi fans mu sekarang Thor...
cerita mu keren keren...