Apa jadinya jika kedua pengantin sepakat kabur dihari pernikahan mereka, sementara acara akan segera di gelar.
Mikayla dan Haikal adalah korbannya, karena mereka dipaksa Nikah menggantikan kedua pengantin yang kabur entah kemana.
Jangan lupa follow Ig mamie_kembar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirumah Mama
Tak terasa perjalanan panjang mereka berakhir. Kini mereka sampai di kediaman Zein dan Zahra, ayah Mikayla.
Mikayla segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah. Hatinya begitu senang dan bahagia. Karena dia bisa kembali ke rumah orangtuanya.
"Assalamualaikum.." ucap mikalya tak sabar didepan pintu.
"Ma...Mama....." panggilnya
Sementara Haikal berjalan santai memasuki halaman rumah. Dia menatap lucu, mikayla seperti anak kecil yang baru pulang dari kemping dan sangat merindukan mamanya. Tanpa dia sadari bibirnya tersenyum tipis melihat kelakuan lucu mika.
"Waalaikum salam," jawab seseorang dari arah dalam rumah.
"Mika?" ucap wanita yang membuka pintu. Bibirnya langsung tersenyum merekah dan dalam detik berikutnya mereka berdua berpelukan.
"Ma, mika kangen mama" ucap mikayla di pelukan ibunya.
"Mama juga merindukan mu sayang, ayo masuk." ucap Zahra membawa masuk gadis kecilnya.
"Sayang, mana suami mu. Kau tidak datang sendiri kan?" tanya Zahra yang duduk di samping putrinya.
"Assalamualaikum ma" ucap Haikal memasuki rumah.
Haikal menghampiri Zahra dan mencium tangannya.
"Waalaikum salam, mama sampai tak melihatmu. Maafkan mama nak. Silahkan duduk." ucap Zahra
"Sayang, buatkan minum untuk suami mu." ucapnya kearah mika.
Mikayla bangkit dan berjalan ke dapur, meninggalkan Zahra dan Haikal.
"Bagaimana keadaaan kalian?"
"Kami.baik baik. saja ma, seperti yang mama lihat." jawab Haikal.
"Alhamdulillah, Terima kasih sudah menjaga mika dengan baik dan mau menerima nya. Maafkan jika dia bersikap ke kanakan, mama harap kamu memaklumi sikapnya." ucap Zahra.
"Jangan membuatku menjadi malu, ma. Mika gadis yang mandiri, dia tak pernah menyusahkan ku. Justru aku yang sering mengusahakannya." jawab Haikal
"Ngomongin apa sih ma!" tanya mika yang datang membawa tiga gelas juice.
"Nggak ada sayang, apa kalian menginap?" tanya Zahra.
Mikayla melirik Haikal mengharapkan persetujuan nya, Haikal yang melihatnya merasa iba dan dia pun mengangguk.
Senyum terbit di bibir mika, "Iya ma, kami akan menginap." jawabnya
"Nak, antar suami mu beristirahat. dia pasti capek telah menempuh perjalanan kesini."
"Ayo kak, aku antar ke kamar ku." ucap mikayla.
Haikal mengikuti langkah mikayla menuju kamarnya. "Masuk kak, dan kakak bisa istirahat di dalam." ucap mika.
Haikal masuk dan memperhatikan sekelilingnya, Mika hendak beranjak keluar, namun tangan kekar Haikal mencegahnya.
"Kau mau kemana?" tanya Haikal kepada Mika.
"Aku mau ke belakang, aku mau ngobrol dengan mama." jawabnya.
Haikal menarik tangan mikayla kuat hingga tubuh mungilnya membentur dada Haikal. Haikal melingkarkan tangannya memeluk pinggang mikayla. Mikayla kembali terlihat ketakutan, matanya membulat dan menatap iba kearah Haikal.
"Jangan panggil aku kakak, karena aku bukan kakakmu!" ucap Haikal di depan wajahnya.
"Lalu aku harus memanggilmu apa?' tanya Mikayla tergagap. Jarak yang begitu dekat membuatnya gugup.
"Terserah, kau bisa memanggilku sayang, suami ku atau bee, ya kau panggil aku bee." ucap Haikal.
"Bee?" tanya mika heran
"Iya, bee artinya madu bukan? kan aku manis seperti madu. Mulai saat ini kau harus membiasakan diri memanggilku bee." ucap Haikal
Entah mengapa melihat wajah mikayla yang ketakutan membuatnya merasa senang dan gemas.
"Baiklah kak, upss maaf bee" ucap mikayla terbata.
'Bagus, coba ulangi jangan kaku!!" ucap Haikal masih mendominasi dengan nada memaksa.
"Bee....bee...." ulang Mika
"Anak pintar, ingat jangan sampai salah, jika kau salah aku akan menghukum mu." ancam Haikal lagi.
"Hukuman?"
"ya, aku akan menghukum mu, kau tahu apa hukumnya?" tanya Haikal
Mikayla menggelengkan kepalanya.
Cup...
Itu hukumannya." ucap Haikal sambil tertawa. Mika membulatkan matanya tak percaya. Saat pelukan Haikal longgar, mika segera mendorong nya dan berlari keluar. Diluar dia memegangi dadanya yang berdetak cepat
sadar mika, jangan coba coba jatuh cinta padanya. Dia mencintai wanita lain, aku takut kau akan kecewa. Jangan sampai kau jatuh cinta dan sakit hati. Ingat pernikahan kalian hanyalah sebuah kesepakatan dan akan berakhir jika tiba waktunya nanti. Jangan menaruh hati, setidaknya kau tidak akan merasa sakit saat dia meninggalkan mu nanti
Didalam kamar Haikal masih tersenyum, wajah malu dan ketakutan yang ditunjukkan oleh Mika sangat menghibur hatinya.
Dia begitu polos dan lucu, sangat menggemaskan. Mainan yang menarik. Setidaknya aku bisa mengerjainya dan menakutinya, bahkan aku sangat yakin dia belum pernah dekat dengan pria manapun. Aku akan membuatnya menyesal telah berani menerima pernikahan ini, tunggu saja waktunya nanti...
Haikal merebahkan dirinya dan menatap langit langit kamar. Amira, gimana kabarmu? kenapa susah sekali menghubungimu? bathin Haikal
Amplop? tiba tiba Haikal teringat akan amplop yang tidak jadi dia buka tadi pagi karena kedatangan papa Zein.
*tasku tertinggal di mobil! apa ya isi amplop tersebut? aku jadi penasaran tapi malas rasanya jika harus berjalan keluar. Nanti saja ku ambil dan membuka isinya.
Apa reaksi Haikal Setelah membuka amplop tersebut*????
lanjut
aq suka bangat sma wanita yg teguh sma pendirian ,gk mudah luluh...
gk gampangan ...lanjut
liat istri di sapa sma cowo ,
padahal haikal masih lanjut pacaran sma mira ,dasar egoes haikal ...
ayo mika jangan hirau kan haikal
biar kan makan cemburu nya...
lanjut ..
gk keliata wanita lemah ...
mika memang harus tegas ...
tapi tetap perhatian layak nya istri sholehah ,aq suka bangat ...lanjut
mira ditutupi ,biar haikal tau...
jangan sampai bosan kita tunggu nya,lanjut...