Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Ehemm.. Ehemm.." Mama Ria berdehem, membuat semua orang tersadar dari lamunannya.
"Ehh.. Ini siapa ya? Ayra dimana?" tanya Agra seraya mencandai Ayra.
"Iiissh.. Abang. Apaan sih?! Ini Ayra lah." ucap Ayra malu.
"Masa sih Ayra secantik ini?!" ucap Andra.
"Ihh.. Abang mah." ucap Ayra sambil mencubit lengan Andra.
"Haha... Papa juga pangling loh. Anak papa bisa secantik ini." ucap Papa Roland sambil mengelus kepala Ayra.
"Gue nggak nyangka, ternyata sahabat gue ini beneran cewek loh. Cantik pula." ucap Darren sambil menggelengkan kepala pelan.
"Maksud lo Apaan nih?" tanya Ayra curiga.
"Maksud Darren, lo cewek jadi-jadian." ucap Arsen sambil terkekeh.
"Sialan lo pada." ucap Ayra kesal.
"Haha... Tapi beneran kok. Lo cantik banget, Ra. Sueeeer." ucap Keanu.
"Pacaran aja yuk ma gue. Hehehe..." ucap Keanu seraya mencandai Ayra.
"Dihh, ogah. Mendingan gue ma Dave aja. Hehehe... " ucap Ayra sambil nyengir.
"Paitt Paiitt Paiitt." ucap Dave sambil terkekeh.
"Sialan. Lo kira gue tawon, di pait pait segala." ucap Ayra kesal.
Sedang Asyik mereka bercanda, tiba-tiba Jojo dan Salma datang menghampiri mereka. Andra belum menyadari kehadiran Salma karena saat ini Andra sedang berbincang serius dengan Papa Roland yang sedikit menjauh dari Ayra.
"Eh Sorry, guys. Gue telat." ucap Jojo sambil menggandeng tangan kakaknya.
"Nggak apa-apa kok. Acaranya juga belum mulai." ucap Ayra.
"Selamat ulang tahun, Ayra. Kamu cantik banget sayang." ucap Salma sembari memeluk Ayra dan memberikan kado pada Ayra.
"Makasih Kak Sal. Kakak juga tambah cantik." ucap Ayra sambil tersenyum.
"Kalau ini kado dari gue. Selamat ultah sayangkuh." ucap Jojo sambil memeluk dan memberikan kado pada Ayra. Ayra pun membalas pelukan Jojo.
Saat mereka asyik bercanda, Andra menoleh ke arah mereka. Dia sangat terkejut melihat Salma sedang tertawa bersama Adiknya. Lalu Andra mendekati mereka.
Salma pun ikut terkejut. Kenapa ada Andra disana.
"Kak Salma, kenalin ini bang Andra kakak pertama ku." ucap Ayra.
"Salma." panggil Andra sembari memandang mata salma penuh kerinduan. Salma pun bingung dibuatnya, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Andra saat ini.
"Eh kak Andra kenal Kak Salma?" tanya Jojo bingung.
Belum selesai Andra berbicara, Salma sudah terlebih dahulu menyelah pembicaraan Andra.
"Kita teman SMA." jawab Salma dengan cepat.
"Waahh kebetulan banget." ucap Ayra senang
"Kak, Kak Andra itu orang yang Jojo suka." Jojo berbisik ditelinga Salma. Membuat tubuh Salma seketika membeku, perasaanya sudah tidak karuan. Dia tidak menyangka jika dia dan Adiknya menyukai orang yang sama.
Kini mulailah Acara utamanya. Semua orang berkumpul memutari kue ulang tahun yang cukup besar. Mereka bernyanyi lalu Ayra meniup lilin dan memotong kue dihadapannya. Tentu saja potongan pertama Ayra berikan pada kedua orang tuanya, lalu untuk dua kakaknya dan berlanjut untuk para sahabatnya.
Dia sangat bersyukur selalu dikelilingi orang-orang yang baik dan menyayanginya.
Nampak semua orang menikmati semua hidangan yang ada, Jojo juga tak segan mencari perhatian Andra. Andra yang tidak tahu perasaan jojo terhadapnya pun mengikuti keinginan Jojo karena Andra menganggap Jojo sama seperti Adiknya, Ayra. Jojo sangat senang bisa bermanja dengan Andra. Namun, disisi lain ada hati yang terbakar cemburu atas tingkah mereka.
Dave hanya diam melihat Jojo bersama Andra. Dia merasa hatinya seperti tertancap ribuan pisau.
Sakit, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena baginya kebahagiaan Jojo adalah yang terpenting.
Sementara Salma, dia duduk sendiri sambil meminum jus jeruk. Saat ini hatinya sangat sakit. Dia tidak tahu harus bagaimana, sebenarnya dia ingin memperjuangkan cintanya. Namun, disisi lain dia tidak ingin membuat adiknya terluka. Bagaimana jika adiknya tahu jika orang yang dia sukai, mencintai kakaknya sendiri. Dia sangat frustasi saat ini.
Andra yang melihat Salma duduk sendiri pun berjalan mendekatinya. Dia sangat senang bertemu salma. Dia sangat ingin memeluk Salma saat ini juga. Salma terkejut akan kedatangan Andra yang tiba-tiba sudah ada di hadapanya.
Andra menarik tangan Salma dan mengajaknya ke taman belakang.
"Kenapa kamu menarikku kesini? " tanya Salma dengan nada kesal.
Andra tidak menjawab pertanyaan Salma. Dia menatap wajah Salma sendu dan langsung memeluk tubuh Salma dengan erat. Dia tidak perduli walau Salma mencoba melepaskan diri. Dia hanya ingin memeluknya saat ini.
"Kembalilah padaku, aku mohon." ucap Andra lirih
"Andra lepasin." ucap Salma sambil meronta.
"Nggak akan. Aku nggak akan lepasin kamu lagi." ucap Andra lirih
"Aku mohon lepasin Ndra. Nanti ada yang lihat." ucap Salma memohon.
"Biarkan seperti ini sebentar saja. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu Sal.” ucap Andra sendu.
Salma pun hanya bisa pasrah, karena sejujurnya dia juga sangat merindukan Andra. Dia membalas pelukan andra tak kalah eratnya.
"Aku tahu kamu masih mencintaiku, Sal. Beri aku kesempatan." ucap Andra masih dengan posisi yang sama.
"Maaf. Aku nggak bisa, Ndra." ucap Salma seraya melepaskan tubuhnya dari pelukan Andra.
"Kenapa?" tanya Andra menatap mata Salma.
"Kerena aku sudah tidak mencintaimu lagi." jawab Salma sendu.
"Bohong! Aku tahu kamu bohong, Sal." seru Andra sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Salma.
"Sudahlah, lupakan aku! Masih banyak wanita di luar sana yang menantimu." ucap Salma.
"Aku hanya mau Kamu!" tegas Andra.
"Aku.. Emmbb." belum sempat Salma meneruskan ucapannya, Andra menarik tengkuk Salma dan mencium bibir Salma rakus. Salma meronta berusaha untuk melepaskan diri dari Andra. Namun sayang, tenaga Andra sangat kuat, akhirnya dia pun pasrah. Tak terasa air matanya jatuh membasahai pipinya. Andra seperti tidak memperdulikan perasaan Salma saat ini. Dia melakukannya dengan egois.
Disisi lain ada sepasang mata yang melihatnya. Dia Dave. Dia curiga dengan tingkah Andra yang tibatiba menarik tangan Salma secara paksa. Dia pun memutuskan untuk membuntuti mereka. Dave mendengarkan dan melihat semua kejadian itu. Dia sangat terkejut, hatinya pun cemas.
Bagaimana dengan Jojo, jika jojo tahu yang sebenarnya? Pertanyaan itu berputar-putar dikepalanya. Dia tidak ingin melihat jojo sedih. Namun, dia juga mengerti posisi Andra. Bukankah memang cinta itu harus diperjuangkan? Dia pusing sendiri dibuatnya.
Acara telah usai, semua orang sudah pulang. Kini Ayra sedang berada di kamarnya, dia tidak sabar membuka kado dari teman-temannya.
Dia mulai membuka kado dari Dave yang berisi Snow Ball Glass dengan 5 boneka teddy bear di dalamnya. Diaa membaca tulisan yang terselip di dalam kotak "Mereka adalah kita. Dave, Darren, Keanu, Ayra, dan Jovita".
"Ahh manisnya Dave ku." ucap Ayra tersenyum senang.
Lalu dia membuka kado dari Keanu yang berisi album foto-foto konyol mereka dari SD, SMP dan SMA dengan tulisan "sahabat selamanya".
"Haha...Keanu ku so sweet bener dah." ucap Ayra haru.
Dia membuka kado dari Darren yang berisi bantal dengan gambar wajahnya yang memajukan bibirnya sambil menutup mata seperti orang akan mencium, "Kalau kangen tinggal cium aja bantal gue hha."
"Sialan. Narsis bener , Si Cumi, Untung gant. Hahaha..." ucap Ayra sambil tertawa.
Dia melanjutkan membuka kado dari Jojo yang berisi keluarga monyet.
"Wow keluarga monyet. Jojo paling tahu deh kesukaan gue. Hihihi... " ucap Ayra senang.
Ayra penasaran dengan kotak kado yang diberikan Arsen. Dia mengambil dan membukanya, dan dia terkejut dengan isinya.
"Apa-apaan sih, dia. Kenapa ngado Klakson Toa Sirine polisi?" tanya Ayra bingung. Lalu dia membaca tulisan yang terselip dalam kotak. "Semoga Berguna buat ngusir Preman."
"Dasar Kadal mesir Aneh. Maksudnya apa coba ngasih beginian buat ngusir preman?! Nyebelin." ucap Ayra kesal.
Setelah lelah membuka semua kado, dia pun tertidur.
Pagi-pagi dia dikejutkan dengan suara klakson mobil yang sangat mengganggu. Dia bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela. Dia melihat ke bawah mencari sumber suara. Dia sangat terkejut melihat kedua kakaknya melambaikan tangan di samping mobil impiannya. Dia lari dengan sangat cepat menuju halaman depan. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mobil Volkswagen Beetle Classic warna hitam terparkir indah di depan matanya.
"I.. I.. Ini ini beneran?" tanya Ayra sambil mengelus - elus body mobil kagum.
"Ya beneran lah." jawab Agra.
"Buat Ayra?" tanya Ayra penuh harap.
"Siapa bilang, ini buat Agra kok." jawab Andra.
"Haahh.." Ayra sangat kecewa mendengar jawaban Andra, karena dia sangat menyukai mobil impiannya itu.
"Hehe... Ngga, kok. Ini hadiah dari Bang Andra sama Bang Agra buat Adek abang yang imut ini." ucap Andra sambil mengacak rambut Ayra.
"Aaarrgh beneran buat Ayra!!! Ayra sayang bang Andra, sayang bang Agra banget banget banget." Ayra melompat memeluk dan mencium kedua Pipi dan jidat Andra dan Agra. Dia sangat bahagia saat ini.
"Kalau hadiah dari Mama sama Papa apa nih? Hehehe..." tanya Ayra sambil menggoyang-goyang lengan Papa dan mamanya yang sedari tadi berdiri di samping Ayra.
"Liburan semester ini Kita liburan Ke Korea da China.” jawab Papa Roland.
"Kyaaa...!!! Ayra mau ketemu Jungkook, ketemu Taehyung, pokoknya semua member BTS. Terus mau ketemu Li Xian, ketemu Hu Yitian, ketemu Lin Yi, ketemu Le Hong Yi. Hahaha...." ucap Ayra sambil berjingkrak senang.
"Et dah. Banyak banget." ucap Agra
"Merekanya yang nggak mau ketemu kamu." ucap Andra.
"Kalau mau ketemu Lin Yi nggak usah jauh-jauh. Ini udah ketemu. Hehehe... Mirip kan?!" ucap Agra sambil nyengir.
"Nggak ada mirip-miripnya." ucap Ayra.
"Ayo bang. Ajarin Adek nyetir." ajak Ayra pada 2 kakaknya.
"Ntar malem aja. Ini kan harus sekolah." ucap Andra.
"Janji ya." ucap Ayra sambil menunjukan 2 jari kelingkingnya.
"Janji." ucap Andra dan Agra serentak seraya meraih jari kelingking Ayra dengan jarinya.
"Sana mandi. Nanti berangkat bareng Abang aja." ucap Andra.
"Siap Boss!" ucap Ayra sambil sikap hormat.
📽To be continue🎞
hai bang!