NovelToon NovelToon
Pengabdian Cinta

Pengabdian Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Dosen / CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:314.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi k

Kartika Putri Anggara, gadis manis penyuka senja. Terlahir dari keluarga kaya, tapi selalu hidup dalam kesederhanaan. Hidupnya berubah setelah pernikahannya dengan dosen pengajarnya. Dia harus berusaha menngimbangi kedewasaan sang dosen, yang terpaut usia 10 tahun lebih.

Abdillah Abqari Agam, pemuda pintar yang pernah menjadi dosen sekaligus CEO muda tampan. Namun diatas semua kelebihannya, dia malah terpikat oleh salah satu mahasiswanya yang jauh lebih muda. Hidupnya berubah, saat dia harus bisa membimbing sang pujaan hati yang bersifat seperti anak kecil.

Pernikahan yang mereka jalani tidak semudah, cinta yang tumbuh diantara mereka. Perjuangan mereka menyatukan perbedaan sifat, karakter, dan, prinsip.

Akankah pernikahan suci mereka yang menang?, mengalahkan perbedaan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Janin Kembar

Semalam kondisi benar-benar menurun Hampir satu jam lebih, aku kesakitan. Entah kenapa perutku tiba-tiba kram?, mas Agam menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kandungaku. Semalam mas Agam memaksa membawaku ke rumah sakit. Namun aku menolak, dengan alasan dokter Fia baru besok bisa datang.

Dengan susah payah aku menyakinkan mas Agam, bahwa aku baik-baik saja. Namun mas Agam tetap memaksa akan membawaku ke rumah sakit besok pagi. Dia ingin mendengar langsung, kondisi janin yang aku kandung. Aku jelas melihat raut wajah gelisah mas Agam.

Setelah menahan rasa sakit yang menyiksa. Pagi harinya aku dan mas Agam memutuskan memeriksakan kandunganku. Aku tidak khawatir, karena sebelum kemari dengan mas Agam. Aku sudah mengatakan pada dokter Fia untuk menutupi kondisiku dari mas Agam. Aku mengijinkan dokter Fia menerangkan yang sebenarnya tentang lemahnya janinku. Namun soal kemungkinan proses melahirkanku yang sulit. Aku sudah memohon padanya untuk tutup mulut.

Sekitar pukul 09.00 wib, aku dan mas Agam tiba di rumah sakit. Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya tiba giliranku. Pertama kalinya aku mengajak mas Agam memeriksakan kehamilanku. Aku melihat raut wajah terkejut dokter Fia, saat mas Agam masuk bersamaku.

Dokter Fia menerangkan kondisi janinku pada mas Agam. Raut wajah bahagia berubah menjadi cemas. Namun dengan cepat aku mengatakan padanya. Bahwa selama mereka bisa bertahan hingga usia kandungan 9 bulan. Maka mereka akan terlahir sempurna, tanpa cacat sedikutpun. Mas Agam mulai terlihat bahagia. Rasa bahagia yang dia paksa, agar aku tidak stres. Aku mampu melihat perbedaan kebahagian yang alami dan terpaksa.

Dokter Fia menunjukkan janin kami dengan USG. Tatapan mas Agam berubah binar, tatkala kedua bola mata indahnya melihat dua janin tumbuh di dalam rahimku. Air mata bahagia tanpa terasa terjatuh. Kebahagiaan yang ibgin kuberikan sebagai bukti cintaku dan mas Agam.

"Sayang, terima kasih sudah memberikan kebahagian yang tak ternilai. Aku bersyukur setelah semua ujian yang menimpa kita. Akhirnya hari ini aku merasakan kebahagian sejati. Kebahagian saat aku mengetahui akan menjadi seorang ayah. Terima kasih!" tuturnya lembut, lalu mencium keningku. Aku mengangguk pelan, kebahagian ini tidak akan pernah aku biarkan menghilang. Meski aku harus berkorban nyawa. Aku akan tetap bertahan dengan kehamilan ini.

"Mas Agam, mereka buah hati kita. Kelak jaga mereka dan didik mereka dengan baik. Agar mereka bisa menjadi pribadi yang berguna bagi negara dan agamanya!"

"Sayang, bukan aku yang akan merawat mereka. Kita yang akan memberikan kasih sayang yang sempurna sebagai seorang ayah dan ibu. Mereka saksi cinta kita, buah dari ketulusan cinta kita." ujarnya lirih, aku mengangguk pelan. Sengaja aku menoleh melihat dokter Fia. Raut wajah dokter Fia sangat gelisah. Dia tidak pernah menyetujui ideku, untyk menyembuyikan kondisi sebenarnya kehamilanku.

"Baiklah Tika, sebelum kamu pulang. Tebuslah obat ini di apotik rumah sakit. Obat ini sebagai penguat kandunganmu. Jika ada apa-apa langsung hubungi saya?, supaya saya bisa langsung melakukan penanganan pertama" tutur dokter Fia. Mas Agam mengangguk pelan, senyum selalu tersungging dari bibirnya.

"Terima kasih dokter, kalau begitu kami permisi!" pamit mas Agam sopan.

"Silahkan pak" sautnya.

"Dokter Fia, saya pamit pulang. Terima kasih atas bantuannya, saya akan menghubungi anda bila terjadi sesuatu!" pamitku ramah, dokter Fia mengangguk pelan.

"Saya akan selalu siap, kapanpun anda membutuhkan?" sautnya ramah.

Aku dan mas Agam meninggalkan ruangan dokter Fia. Mas Agam hendak menebus obat di apotik rumah sakit. Dia memintaku menunggu di kantin rumah sakit. Sebab apotik sangat ramai. Mas Agam melarangku ikut dengannya. Dia takut aku kelelahan. Mas Agam benar-benar menjagaku. Semenjak dia mengetahui kondisi janin yang aku kandung.

Aku berjalan pelan menuju kantin rumah sakit. Sebenarnya aku memang sangat haus. Perutku sedikit mual, mencium harum parfum yang bermacam-macam. Sesampainya aku di kantin rumah sakit. Aku memesan es jeruk, serasa masamnya mampu menghilangkan mualku.

Hampir setengah jam aku menunggu mas Agam. Taklama aku melihat ada seseorang berdiri di depanku. Aku mendongak ke arah orang itu. Awalnya aku pikir itu mas Agam, tapi aku salah terka. Ternyata yang berdiri di depanku bukan mas Agam. Namun dokter Rizal berdiri tepat di depanku.

"Tika, boleh aku duduk di sini bersamamu!" pintanya. Aku menatap ke arah wajahnya, aku ragu membiarkan dia duduk bersamaku. Mas Agam ada di rumah sakit ini. Aku tidak ingin mas Agam salah paham.

"Silahkan dokter Rizal!" ujarku sopan.

"Tika, apa keputuanmu sudah bulat? Akan mempertahankan kehamilanmu yang sedang bermasalah." ujarnya datar, aku melotot mendengar penuturannya. Dokter Rizal mengetahui kondisiku yang sebenarnya.

"Rizal, kamu mengetahui kondisi kehamilanku. Apa dokter Fia memberitahu yang sebenarnya padamu?" ujarku kaget, Rizal mengangguk pelan.

"Aku mengetahuinya sendiri, saat tanpa sengaja aku melihat hasil laboratoriummu. Aku menanyakan kondisimu yang sebenarnya. Sebenarnya dia menolak, tapi aku mengancam akan membongkar semua di depan Agam. Ancamanku berhasil, Fia menerangkan semuanya padaku!" tuturnya, aku menunduk kugelengkan kepalaku lemah.

"Aku mohon jangan katakan apapun pada mas Agam? Dia tidak boleh mengetahui semua itu. Cukup dia cemas akan kondisi janinku. Tanpa dia tahu kondisiku yang sebenarnya. Aku mohon padamu, demi persahabatan diantara kita?" tuturku memelas, kutangkupkan kedua tanganku di depan dada. Berharap Rizal bersedia menutup mulutnya. Aku tidak ingin kegembiraan mas Agam lenyap dalam waktu singkat.

"Tika, apa kamu pikir keputusanmu? Akan membuat Agam dan kedua bayimu kelak bahagia. Mereka tidak akan bahagia tanpa adanya dirimu. Sebagai seorang laki-laki yang memiliki rasa sama padamu. Aku yakin Agam akan tiada, bersama dengan ketiadaanmu kelak. Lalu apa yang tersisa dari pengorbananmu? Hanya rasa bersalah dan penyesalan yang perlahan akan membunuh Agam."

"Rizal, aku yakin mas Agam akan kuat. Demi kedua buah hati kami. Dia tidak akan terpuruk, dengan ketiadaanku. Dia akan mengingatku selalu, dalam diri buah hati kami."

"Kamu salah Tika, penyesalan Agam akan sangat besar. Setiap kali melihat wajah mereka, dia akan mengingat saat kehilangan dirimu. Bahagian Agam bersamamu dan kedua buah hati kalian. Bukan bersama salah satu diantara kalian. Aku mampu memahami posisi Agam, kamu salah menganggap semua ini mudah. Pikirkan kembali sebelum terlambat!"

"Rizal, keputusanku sudah sangat bulat. Apalagi ketika aku melihat kebahagian dari wajah mas Agam. Dia melihat buah hati kami, tumbuh dalam rahimku. Air mata bahagianya, tidak akan aku ganti dengan sebuah duka. Dia hanya akan bahagia, setiap mengingat buah hati kami. Kata terlambat sudah pantas untuk kondisiku sekarang. Dalam rahimku sudah tumbuh dua nyawa, bukan lagi janin. Aku tidak ingin menjadi pembunuh, apalagi membunuh dua putraku sendiri. Terima kasih kamu sudah mencemaskan kondisiku. Namun saat ini, aku hanya ingin bahagia, merasakan kebahagian sebagai seorang wanita yang sempurna. tidak semua wanita diberikan amanah menjadi seorang ibu."

"Kamu keras kepala Tika. Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi? Apapun yang kamu rasakan selama kehamilanmu. Katakan padaku dan Fia, kami selalu siap membantumu!" ujarnya final, aku mengangguk pelan.

"Terima kasih selalu mendukungku!" ujarku, Rizal mengangguk. Dia berdiri lalu pergi meninggalkanku, aku menatap punggu Rizal. Laki-laki yang pernah menyukaiku dalam diamnya, kini dialah yang menjadi pelindung dan mendukungku.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada kehamilanmu? Kenapa aku merasa ada yang kamu sembuyikan? Perkataan Rizal, seolah menambah keyakinanku bahwa kondisi kehamilanmu tidak baik-baik saja. Sayang, apa yang coba kamu lakukan?, keputusan apa yang dikatakan Rizal? Sehingga aku akan hancur dan menyesal. Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?, apapun keputusanmu yang dikatakan Rizal benar? Aku hanya akan bahagia bila bersama denganmu!" batin mas Agam.

...☆☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊

1
Pitriyanti
Maaf Thor... kenapa cerita mu tdk di lanju... padahal isinya sangat bagus sampai aku tak bosan membaca nya ... semangat Thor baru kali ini aku baca cerita mu meski tdk mengandung unsur dewasa tapi cerita mu menceritakan cinta karena Allah SWT karena semua takdir terjadi atas kuasanya
Eka Poenya
duh thor libur nya lma bnget ini kpn lnjut kumenanti lnjutan ni novel ka dew😇😇😇😂😂😂
Nur Syakira
kpn up lagi kak
kok ga up up sie
menanti karya mu kak
yg judul_y ikhlas blm up juga
HongShim1009
keluarga yang katanya taat agama berasa paling bener tapi membiarkan Qaila masuk ke RT Hanna..merebut segalanya..di saat Hanna sedang tak berdaya.. giliran Hanna memilih sendiri semua menghakimi.. dasar orang2 munafik
HongShim1009
agam oh agam..picik sih lebih dukung anak yang lain ketimbang Hanna .. apa yang di alami Hanna karena keluarga nya yang kasih kesempatan ma si anak pelakor masuk ke kehidupan RT Hafidz n Hanna di lanjut Hafidz yang lemah hati mpe kepincut wanita lain . padahak kalian semua tau kondisi Hana seperti apa..bukan nya di suport tapj malah di hianati..dah memang keputusan Hana paling bagus ya tinggal sendiri
Yayi Maryati
ka ni kan cerita bertemakn islmi bgt kntal bnget agamnya ,tpi klo bisa harus sesuay dengan dalilnya ya ka ,,jgn sampai si pembaca menilai rendah ajaran agama yg kita anut ka ,d islam menuruti orang tua adalh hukumnya wajib tpi bukan berarti orangtua menghancurkan rumh tangga anaknya sampe bercerai tidak menjadi dosa ya ka d sini sya baca cerita hana sama tika ya ka ,,yg rumh tangganya berantakn karna tak ada restu dri orang tua , karna takut nya yg baca salh pokus ,,
👩 [ nia ]
benar2 keluarga rumittt .
dan blum faham dngan pengabdian cinta sperti apa
Yayi Maryati
nih klo aqila anaknya agam ,,berarti fix seorang lelaki tak bisa tnpa perempuan,intinya takan ada lelaki yg bener" setia terhadap pasanganya ,,bgitupun dgn suami hna yg jls masih bersetatus suami istri tpi ga ada kesetian kla istri tk bisa melayani sang suami,,alasanya nyaman ,,,,sayang sekli ya thor ni cerita bertemakan islami ,,nikah tanpa restu orang tua d syariat islm mungkin berbahaya ,,,tpi ingat jodoh alloh yg takdirkn ,,,orang tua bisa sangat berdosa bila mnghancurkn rumh tangga anaknya aplagi sampe bercerei ,,,itusih klo ga salh yah🙏🙏
Nanik Purnomo: ceritanya bagus tapi bikin pusing,,
total 2 replies
Yayi Maryati
inituh bukan pengabdian cinta tpi tepatnya kebodohan yg hakiki buat para lelaki
Nora Delfina
kok kayak nya pada egois semua nya
Shoufa Aqlima Rahma Reihan
baru diraskan adam penyesalan nya,akibat restu orang tua,dan sekarang hafiz jg merasakan penyesan yg sama akibat restu org tua dua laki laki yg tidak pernah tegas dengan hidup nya yg selalu di setir oleh org tua, qailla anak nya agam sama zalwa kan kaka
Ita Asmoatmojo
aqila itu anak adam sama sapa ya
Nur Syakira
up lagi kaak.
seneng baca karya ka2
Nora Delfina
kok cerita nya nasib perempuan ditinggal suami melulu si kak
Dessy Sugiarti
Akhirnya kak setelah lamaaaa ditunggu...
Semoga nanti kedepan bisa update SETIAP HARI NYA!!!!!???
Lanjuuut kak...
Shoufa Aqlima Rahma Reihan
akhir nya kaka hanna bisa hidup sendiri dgn kebahagian nya,biar kan lah penyesalan itu hanya untuk hafiz dan agam
Eka Poenya
boleh nambah gak kak
ayo dong up lg
alhafizd
up lagi kak.....
Eka Poenya
ni novel msh lanjutkah apa udah beres kan judul episode nya dh akhir itu, kadang gak asiiikkkk klo cerita yg loncat loncat jd bbrp tahun kmudian, soalnya ini cerita bagus cm jarang up
Eka Poenya: maaf yah kak author yg baik, q msh blm bsa move on dr hana, walaupun karyamu banyak yg blm baca tp klo yg ini sllu di tgu, semoga hana hafidz gak ngulang kisah tika adam sama dimas nisa, jgn sampe Davin jd korban yg kesekian x nya yah thor aamiin, sllu berkarya yah thor, q suka karyamu yg ini, yg lain blm baca jd blm tau bakal suka apa gak hehee
total 2 replies
Nanik Purnomo
toko g buat cerita yg lain thor jangan biarkan pihak ketiga yg menang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!