NovelToon NovelToon
SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Time Travel
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.

Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.

Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.

Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Tulang Suci

Lin Yue mengangkat Shui Ying berdiri. Tanpa perlu kapal terbang, ia hanya memegang bahu gadis itu, dan dalam sekejap mata, kabut kelabu di bawah mereka berubah menjadi samar — Gunung Langit perlahan muncul di pandangan, megah dan suci di tengah lautan awan.

Sesampainya di Puncak ke-10, Lin Yue menuntun Shui Ying masuk ke dalam aula pribadinya. Di sana, udara terasa hangat dan penuh energi roh yang murni. Ia meminta gadis itu duduk bersila di atas bantalan empuk di bawah naungan cahaya lembut.

"Tenangkan hatimu," ucap Lin Yue pelan sambil duduk berhadapan dengannya. "Aku akan mengembalikan apa yang pernah dirampas darimu. Tulang Suci itu milikmu — dan tidak ada yang berhak mengambilnya."

Shui Ying menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Guru... bisakah benar-benar kembali? Tabib terbaik di Wilayah Selatan pernah berkata, begitu akar tulang suci itu diambil, tidak ada cara untuk mengembalikannya lagi..."

"Dunia ini luas," jawab Lin Yue lembut namun tegas. "Apa yang tidak bisa dilakukan orang lain... belum tentu tidak bisa dilakukan oleh Sekte Surgawi Langit."

Lin Yue mengangkat kedua tangannya. Cahaya putih bercampur cahaya keemasan perlahan memancar dari telapak tangannya, melayang dan menyelimuti seluruh tubuh Shui Ying.

Rasa hangat yang lembut namun kuat meresap masuk, menyentuh bagian dada di mana akar tulang suci dulu berada — tempat yang selama ini terasa kosong dan perih.

[ KEMAMPUAN SISTEM DIAKTIFKAN — PEMULIHAN TULANG SUCI ]

[ MENYUSUN ULANG STRUKTUR TULANG & AKAR KULTIVASI... ]

[ PROSES SELESAI — TULANG SUCI KEMURNIAN ES TELAH KEMBALI UTUH! ]

[ KUALITAS DITINGKATKAN — MELEBIHI KONDISI ASLI! ]

Perlahan namun pasti, Shui Ying merasakan sesuatu yang tumbuh kembali di dalam dirinya — dingin yang murni dan jernih, seperti air mata langit yang membeku menjadi permata.

Energi roh yang dulu hilang kini mengalir kembali, lebih kuat dan lebih murni dari sebelumnya. Luka-lukanya sembuh, wajahnya yang pucat perlahan kembali berseri, dan aura yang ia pancarkan kini jauh lebih dalam dibandingkan sebelum tulang sucinya dirampas.

Saat cahaya itu mereda, Shui Ying membuka matanya — di dalam sana bersinar kilatan es yang jernih dan dingin, namun tidak kejam. Ia merasakannya, kekuatan itu kembali, dan kali ini... miliknya sepenuhnya, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

"Terima kasih, Guru..." suaranya bergetar penuh syukur. "Aku... aku bisa berkultivasi lagi. Rasanya... bahkan lebih kuat dari sebelumnya."

Lin Yue mengangguk pelan, lalu sepasang bola cahaya berwarna biru es perlahan muncul di udara di antara mereka — berputar perlahan, memancarkan udara dingin yang menenangkan.

"Karena kau adalah murid intiku dan Tulang Suci Kemurnian Es milikmu telah kembali, aku akan mewariskan dua teknik yang paling cocok dengan bakat bawaanmu," ucap Lin Yue pelan namun tegas. "Teknik ini tidak bisa dipelajari oleh orang lain — hanya mereka yang memiliki es murni di dalam darahnya mampu menguasainya sepenuhnya."

Cahaya pertama berkilau lembut, bentuknya seperti bunga es yang mekar perlahan.

— TEKNIK PERTAMA: BUNGA ES ABADI —

Efek: Menciptakan medan es yang membekukan gerakan musuh dalam radius ratusan zhang. Semakin kuat energi musuh, semakin keras esnya menahan. Tidak bisa dipatahkan oleh api biasa.

Cahaya kedua berputar lebih cepat, tajam dan jernih seperti ribuan jarum es yang menyatu.

— TEKNIK KEDUA: PEDANG KEMURNIAN SALJU —

Efek: Menyatukan seluruh energi roh menjadi serangan es yang tajam dan dingin. Satu tebasan mampu membelah gunung dan membekukan sungai dalam sekejap. Musuh yang terkena tidak hanya terluka — mereka perlahan membeku dari dalam, hingga energi roh mereka berhenti mengalir.

Kedua cahaya itu perlahan masuk ke dalam dahi Shui Ying. Pengetahuan dan penguasaan teknik itu langsung tertanam di dalam benaknya — seakan ia sudah mempelajarinya selama puluhan tahun. Shui Ying merasakan kekuatan baru yang mengalir deras, sejuk dan dingin, namun penuh kendali.

"Terima kasih, Guru!" Shui Ying menunduk dalam, suaranya penuh rasa syukur dan tekad. "Shui Ying pasti akan menguasainya dengan sebaik-baiknya. Dan tidak akan pernah menggunakan kekuatan ini untuk menindas yang lemah — hanya untuk melindungi dan membela kebenaran!"

Lin Yue tersenyum tipis, lalu menatapnya dengan tatapan lembut namun serius. "Sekarang, katakan padaku — di mana Ayah dan Ibu kandungmu?"

Pertanyaan itu membuat Shui Ying menunduk. Tangannya meremas ujung jubahnya, dan air mata perlahan jatuh membasahi punggung tangannya.

"Ibu kandungku..." suaranya pelan dan berat. "Beliau meninggal saat melahirkanku. Semua penderitaan itu dimulai sejak hari itu. Karena Ibu sudah tiada, tidak ada yang melindungiku."

Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri sebelum melanjutkan.

"Ayahku... beliau adalah anak tunggal dari istri pertama kakekku. Istri pertama itu — Ibunya Ayahku — sudah meninggal lama. Sedangkan keluarga cabang yang lain, termasuk ayah Shui Mei, adalah anak-anak dari istri kedua kakekku."

Shui Ying tersenyum pahit. "Di keluarga Shui, selalu ada dua pihak. Garis keturunan istri pertama dan garis keturunan istri kedua. Sejak Ibu meninggal, Ayah merawatku seorang diri. Beliau tidak pernah menikah lagi. Kami hidup sederhana, jauh dari kemewahan keluarga utama — tapi kami bahagia."

Ia berhenti sejenak, menelan ludah yang terasa pahit.

"Sampai suatu hari... mereka tahu aku punya Tulang Suci. Itulah sebabnya aku masih bisa bertahan tinggal di rumah itu. Mereka butuh aku — butuh tulangku. Selama belum waktunya mengambilnya, aku tetap diperbolehkan tinggal di sana. Ayah tahu itu. Beliau tahu sekali pun tidak berdaya melawan mereka. Setiap hari beliau tersenyum padaku, tapi aku melihat... matanya selalu penuh kesedihan dan ketakutan."

"Di mana Ayahmu sekarang?" tanya Lin Yue pelan.

Shui Ying menunduk lebih dalam, bahunya bergetar. "Setelah mereka mengambil tulang suciku... aku tidak melihat Ayah lagi. Mereka bilang beliau pergi jauh. Tapi aku tahu... mereka pasti sudah menyembunyikannya atau..."

Ia tidak sanggup melanjutkan. Air mata mengalir deras, menandakan betapa dalamnya luka yang pernah ditorehkan keluarganya sendiri.

Lin Yue mendengarkan semuanya dengan tenang, namun di dalam hatinya, ia memahami — kebencian di keluarga Shui bukan sekadar iri hati.

Itu adalah pertikaian kekuasaan yang sudah berlangsung dua generasi. Garis istri pertama yang sah namun lemah, dan garis istri kedua yang berkuasa namun serakah. Dan di antara dua pihak itu, Shui Ying dan Ayahnya adalah korban yang paling tidak berdaya.

"Tenanglah," ucap Lin Yue lembut namun tegas. "Kau tidak perlu takut lagi. Selama kau di sini, tidak ada yang bisa menyakitimu. Dan suatu hari nanti... kita akan kembali ke Wilayah Selatan. Kita akan mencari Ayahmu, dan kita akan menyelesaikan semua utang itu dengan benar."

Shui Ying mengangkat wajahnya, matanya berbinar penuh syukur dan tekad. Ia berlutut dalam posisi hormat yang dalam.

"Shui Ying bersumpah — nyawaku milik Guru, dan kekuatanku akan kugunakan untuk membela kebenaran. Jika Ayahku masih hidup... aku akan menyelamatkannya. Dan keluarga Shui... mereka akan tahu, apa yang mereka ambil dengan paksa, harus dikembalikan dengan harga yang jauh lebih mahal."

Lin Yue mengangguk pelan. "Bangkitlah. Mulai hari ini, kau bukan lagi gadis yang diburu dan ditindas. Kau adalah murid inti Sekte Surgawi Langit — dan namanya akan diketahui seluruh benua."

.

.

.

1
Alia Chans
Hadirr Thor
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!