Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?
Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)
Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BOS WINE PUAS
Didalam mobil tanpa ada lampu penerang, Terios dan Katy tetap bisa berhubungan i-n-ti-m tanpa ada gangguan.
Bos wine dari Italia tersebut, memberikan penawaran dari efek obat perangsang yang diterima Katy dari anak buahnya.
Tanpa melepas pakaian mereka, tetap saja pakaian mereka sudah tidak tau tempatnya.
Apalagi bagian gaun bawah Katy yang sudah disobek oleh Terios. Saat tadi mencari jalan menuju pusat kepuasan.
Awalnya Katy merintih kesakitan, tapi setelah Terios membuatnya nyaman dengan gerakan lebih lembut, wanita ini berlahan ikut menikmati hingga keduanya bisa saling goyang dan mengeluarkan suara sexy diantara mereka yang bergema didalam mobil.
Namun mobil bergoyang yang disebabkan oleh 2 manusia yang belum saling kenal tapi saling menyentuh berhenti saat si Katy meneriaki nama pria lain.
"Aaaakh..Le..Leo..." teriakan Katy saat dipuncak pertamanya yang membuat Terios seketika menghentikan gerakannya.
Posisi Katy berada di pangkuannya dengan saling hadap. Apakah wanita ini benar benar terlalu mencintai Komandan Militer tunangannya hingga tak mengenali pria yang sudah mengambil kegadisannya untuk pertama kali?
Yap, Katy masih perawan. Gadis ini berusia 22 tahun dan hanya pernah mencintai satu pria bernama Leonardo Davarza dihidupnya hingga saat ini.
Bayangan malam pertamanya akan diambil oleh pria yang ia cintai setelag menikah terbawa dalam halusinasi efek obat perangsang yang ia terima.
"Kamu berani sekali memanggil nama pria lain saat kita melakukan hubungan ini?" lirih Terios yang masih diam saja ditempat dan membiarkan Katy yang bergoyang diatasnya.
"Siapa lagi kalau bukan Leo? Aku tidak akan mencintai pria lain atau mau melakukan hubungan seperti ini jika bukan dengan tunanganku yang tidak lama lagi akan menjadi suamiku" sahut wanita itu sambil tetap na-ik tur-un.
Terios lagi lagi hanya diam dan mengepalkan kedua tangannya yang ia letakkan disamping tubuhnya.
Grep!
Terios sudah muak. Semakin lama, Katy semakin sering memanggilnya Leo disaat wanita itu bergoyang.
Ia memegang kedua pinggul Katy dan menghentikan gerakannya. Kemudian, Terios mendorong kedua pundak Katy agar pelukan terlepas
Barulah wanita itu bisa melihat wajah samar samar dalam kegelapan dengan sinar lampu minim dari luar mobil.
"Ka..kamu..kamu bukan tunanganku" lirih Katy dengan mata melotot.
"Memang bukan" jawab datar Terios.
Katy diam. Terios juga diam.
Namun bagian bawah mereka merasakan sesuatu yang berbeda.
Nyeeeess!
Hangat.
Terasa ada cairan yang menyembur dibawah sana.
Katy pun buru buru ingin turun dari pangkuan Terios, namun pria itu menahannya.
"Diam!" perinta pria itu.
"Lepaskan aku!" minta Katy sambil kesadarannya mulai kembali dan merasakan nyeri dibagian bawahnya.
Ia tau apa yang sudah terjadi. Menahan tangis yang hanya bisa ia lakukan. Semua sudah terlanjur dan dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan pria yang tidak ia kenal.
Meskipun Katy adalah wanita manja, namun dia juga memiliki keberanian untuk melawan di situasi genting seperti ini.
"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu! Kamu harus tanggung jawab! Kamu sudah mengambil keperjakaanku" sahut Terios dengan wajah tidak kalah serius.
"A..apa??? Bisa bisanya..kamu minta tanggung jawab kepada wanita? Kamu yang harusnya tanggung jawab kepadaku karena telah mengambil kegadisanku" balas Katy.
Senyum menyeringai Terios terlihat. Jawaban Katy benar benar selaras dengan tujuannya.
"Oke, aku akan tanggung jawab. Lagipula tunanganmu tidak mencintaimu. Untuk apa menikahi pria seperti itu" ujar Terios.
Deg!
Udah diiyakan, eh malah Katy panik.
"Bu..bukan begitu..maksudku.aku tidak butuh pertanggungjawaban mu, tititk! Lepaskan aku. Aku akan pulang" ucap putri Duke William ini.
"Kita belum selesai..apa kamu tidak merasakan..." goda Terios sambil mengedipkan mata dan menoleh ke bagian bawah mereka.
"STOP!! PLEASE LEPASKAN AKU SIAPAPUN KAMU!!" sahut Katy dengan penuh penekanan.
"Efek obat perangsang sepertinya benar benar sudah hilang di kamu" ujar Terios sambil melepaskan pegangan kedua tanggan di pinggul pasien.
Katy mendorong tubuh Terios untuk melepaskan diri tapi kedua tangan pria itu tidak melepaskan diri dari tubuh wanita dipangkuannya.
"Sssst....jangan bergerak begini!" protes Terios membuat Katy seketika diam saat menyadari posisinya yang masih menyatu.
Hening seketika. Keduanya saling tatap.
"Siapa pria ini?" batin Katy.
"Wanita ini terlihat sungguh cantik jika diam dan serius seperti sekarang" batin Terios.
Nyeeees... sensasi hangat kembali lagi diarea bawah milik mereka. Terios memejamkan mata dan menaruh kepalanya di pundak Katy tanpa izin.
Katy langsung melotot tajam saat tubuhnya terisi lagi oleh suntikan si pria asing ini.
"Ka...muu" panggilnya penuh kekesalan, tapi Terios malah senyum dengan barisan giginya yang rapi dan putih menatap Katy tanpa rasa bersalah.
"Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena menyelamatkan mu dari efek obat perangsang yang bisa membuatmu koma jika tidak dilampiaskan dengan benar" ucap Terios.
"BRENGSENG! KAMU MENJEBAKKU?!" tuduh Katy.
"Eits..jangan salah..aku tidak melakukan hal pecundang seperti ini ya" elak Terios.
Katy menghela nafas panjang dan mengatur kembali nafasnya. Posisinya sepertinya terlalu tidak menguntungkannya, malah jika dibiarkan atau melawan bisa saja terulang kembali sensasi hangat miliknya.
"Baiklah..turunkan aku.. terima kasih sudah menolongku" ucap wanita itu akhirnya mengalah.
Tapi Terios yang sedikit keberatan karena miliknya masih on didalam.
"Hmmm..." gumamnya membuat Katy mengerutkan kening bingung.
"Apa lagi?" tanyanya polos.
"Satu lagi ya.." jawab Terios lalu langsung menyambar bibir Katy dan menggerakan pinggul wanita itu keatas kebawah.
Katy berusaha mendorong pundak pria itu namun tidak ada tenaga malah entah kenapa dirinya pun kembali menikmati.
Tak lama kemudian, keduanya pun saling memejamkan mata dan merasakan sensasi hangat entah untuk keberapa kali.
Saat sudah selesai, Katy buru buru turun pangkuan ketika Terios masih mengatur nafas dan lemas setelah beberapa kali meletuskan laharnya.
Wanita itu mengambil tissue membersihkan miliknya dan memakai kembali pakaiannya dengan benar.
"Kamu..benar benar masih gadis" celetuk Terios saat melihat bekas tissue yang dipake Katy ada warna merah darah.
Katy menatap tajam kearah Terios.
"Menurutmu aku berbohong hah? Siapapun kamu, aku sangat membencimu" ucapnya.
"Lagipula yang paling dirugikan sekarang adalah aku sebagai wanita. Katamu kamu masih perjaka? tidak ada bukti untuk itu" lanjut Katy.
Terios tertawa kecil.
"Buktinya, kamu akan merasakannya saat melakukan hal ini dengan pria lain" sahutnya kemudian.
Katy merasa terhina dan menatap marah Terios.
Terios hanya tersenyum tipis sambil membenarkan celana serta pakaian.
Setelah membenarkan pakaiannya, Katy berusaha keluar mobil dengan nyeri dibagian bawahnya. Kakinya pun terasa kebas karena ditekuk terlalu lama dalam posisi diatas pangkuan Terios tadi.
Saat akan turun mobil, hampir saja dirinya jatuh jika tidak dipegangi oleh Terios dibelakangnya.
"Butuh bantuan jalan?" tawar Terios.
"Gak butuh" ketus Katy melepaskan cekalan pria itu dan turun dari mobil.
Tapi kakinya benar benar tidak bersahabat. Dirinya jatuh ketanah dan Terios langsung menggendongnya.
"Menurutlah. Tubuhmu tidak sekuat itu untuk berjalan sekarang" ucap Terios mengingatkan dan Katy diam. Kini lututnya ikut terluka juga.
"Santos! Toni! Ayo kembalikan wanita ini!" panggil Terios kepada kedua anak buahnya.
Mendengar panggilan, mereka pun datang dengn cepat.
"Siap, Tuan! Kami akan memancing penjaga rumahnya" ujar Toni.
Katy menduga jika ketiga pria ini sudah menyiapkan rencana untuk bisa memulangkannya, tapi ia memilih diam.
Santos dan Toni mulai melancarkan aksi.
3 penjaga rumah Duke William dibuat mengejar mereka, lalu Terios sambil menggendong Katy bisa masuk halaman rumah.
"Dimana kamarmu?" tanya Terios.
Katy menunjukkan kamarnya. Terios berjalan kesana sambil waspada keadaan sekitar.
Saat sudah didepan jendela kamar, Terios menurunkan Katy dari gendongannya.
"Beristirahatlah" ucap pria itu.
"Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Siapapun kamu, aku tidak ingin tau dan tidak peduli" sahut Katy.
"Oh begitu, baiklah. Terserah kamu saja. Takdir Tuhan yang menentukan" ujar Terios dengan senyum menyeringainya. Ia pun berjalan mundur hingga hilang dari pandangan Katy.
Wanita itu buru buru masuk dari jendela ke kamarnya sebelum ada yang tau.
Hal pertama yang ia lakukan adalah mandi dan membersihkan dirinya.
Saat membuka gaunnya, ia bisa melihat beberapa jejak merah di pundak serta lehernya.
Ia pun melihat bercak darah mengering di sela sela pahanya.
Namun bukan sepenuhnya sedih yang ia rasakan, bukan juga sepenuhnya marah, tapi perasaan lain yang bercampur di hatinya.
"Aku tidak menduga akan melakukannya dengan orang asing" lirihnya.
"Apakah Leo akan membuangku jika tau aku sudah tidak gadis lagi?" lanjutnya.
Saat memegang bekas merah ditubuhnya, seketika itu juga Katy merasakan sentuhan pria asing ditubuhnya. Bukan menolak, malah ia rasakan kembali bayangannya.
"Pria asing ini....ternyata...seperti ini rasanya.." gumamnya sendiri.
Tak ingin memikirkan kembali apa yang telah ia lalui, akhirnya Katy memilih berendam air hangat sampai rasa lengket ditubuhnya hilang.
Sedangkan untuk Terios sekarang hanya bisa senyum senyum sendiri, memegang bibirnya yang sudah melahap seorang wanita.
Santos dan Toni curi curi pandang ke bangku belakang jadi ikut malu sendiri.
Namun keduanya jadi cemberut saat hukuman mereka terdengar.
"Sampai rumah, besok pagi didepanku kalian harus push up 500 kali dan sit up 250 kali untuk masing masing" perintah Terios.
"Ba..baik..Tuan" sahut kedua anak buahnya terdengar ragu ragu.
"Lain kali jangan sembrono" peringatan Bos Wine itu.
"Siap" balas Santos dan Toni dengan rasa penyesalan dihati mereka.
Namun beberapa detik kemudian, penyesalan mereka menjadi kebanggaan saat Terios mengeluarkan suaranya lagi.
"Cukup sekali kalian melakukan ini dan aku sudah puas. Setelah besok kalian menjalankan hukumannya, aku akan memberikan tiket untuk berlibur bersama istri kalian" ucapnya.
Santos dan Toni saling tatap tak percaya.
Akhirnya ketiga pria ini pulang dengan bahagia.
cerita nya seru👍