Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.
Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.
Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.
Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:
"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."
↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PITB - 16.
...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...
Seminggu berlalu dengan cepat, penuh dengan kenangan indah petualangan yang tak terlupakan di Jepang.
Semua lelah rasanya telah terbayar lunas dengan senyum dan tawa ceria Triple D, tanda bahwa sisa trauma kemarin telah hilang, berganti dengan rasa aman dan bahagia.
Pagi itu, sebuah 'Private Jet' yang telah disewa oleh Regatta membawa rombongan keluarga bahagia itu dari Bandara Narita-menuju ke Bandara Int. Soetta Jakarta.
Private jet itu mendarat dengan mulus di Bandara Soetta, saat pintunya terbuka, udara hangat nan lembab itu mulai menyapa wajah mereka.
Xion dan Lodra sudah menunggu di pintu kedatangan dengan formasi lengkap pengamanan, siap menyambut kepulangan majikan mereka dari liburannya.
"Selamat datang kembali, Tuan, Nyonya! Segalanya sudah kami urus sesuai dengan perintah kalian sebelumnya," sambut Xion dengan wajah datarnya.
Pluk!
"Kerja bagus, Xion dan Lodra! Terima kasih untuk kerja keras kalian seminggu ini! Saya akan kirimkan bonusnya nanti malam!" ujar Raka sambil menepuk bahu mereka berdua dengan wajah sumringah.
"Sama-sama, Tuan. Kami hanya menjalankan tugas kami dengan baik," sahut Xion.
Rombongan keluarga kecil itu kembali ke Penthouse mereka, dan bersiap menata kembali rutinitas harian mereka seperti semula.
Namun, mereka belum menyadari bahwa akan ada badai baru yang sudah siap untuk menyerang mereka dari arah yang tidak terduga ... seseorang yang seharusnya sudah tidak masuk kembali ke dalam kehidupan mereka.
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Keesokan harinya, suasana di dalam perusahaan Adinata Group pusat kembali sibuk seperti biasanya.
Akan tetapi, ketenangan rutinitas pagi itu tiba-tiba terusik, saat seorang wanita berjalan masuk dengan gaya arogan dan penuh percaya diri, disertai oleh beberapa pengawal pribadi dibelakangnya.
Dia adalah Gayatri Dwipangga, wanita berusia 26 tahun, mantan istri Raka Adinata, yang mana adalah Ibu dari Triplets.
Setelah beberapa bulan menghilang begitu saja, kini dia kembali untuk mencari masalah dengan Raka.
Gayatri menolak saat diminta menunggu oleh resepsionis maupun staf yang berwenang, seolah-olah dia adalah pemilik sah perusahaan itu, sehingga dia langsung berlalu pergi menuju ke arah ruang CEO milik Raka Adinata.
Dibelakangnya, selain para bodyguard miliknya, ternyata ada seorang pria tampan berwajah licik, yang juga mengikutinya.
Dia adalah Airlangga Pranoto (25 tahun), seorang rekan bisnis lama yang terkenal setia dan akrab dengan Raka. Namun, ternyata dia menyimpan sebuah dendam dan ambisi yang besar untuk bisa menjatuhkan Raka, serta menguasai seluruh aset dan kekuasaan milik keluarga Adinata.
BRAK!
Pintu ruangan CEO itu terbuka lebar dengan kasar, membuat Raka dan Xion yang sedang mengatur jadwal pertemuan hari itu, terkejut.
Regatta pun sampai melonjak dari duduknya, ketika mendengar suara kencang itu.
"BANGSHAT! TUYUL BOGEL MANA YANG LANCANG MASUK TANPA IZIN, HAH?!" maki Regatta dengan suara lantang, membuat Raka membeliakkan matanya.
"Maafkan tindakan lancang saya yang masuk dengan tiba-tiba begini, Mantan Suami! Tapi, saya ingin membicarakan hal penting yang sangat mendesak ..." ujar wanita itu dengan nada manja, mengacuhkan teriakan Regatta, yang sudah berdiri disamping Raka.
Wanita itu langsung menatap sinis Regatta, seolah-olah dia sebanding dengan dirinya itu.
"Siapa dia, Mas Raka?" tanya Regatta.
"Dia adalah masa laluku yang telah aku buang ke pembuangan sampah, Sayang ..." jawab Raka dengan nada rendah.
Raka langsung menegakkan tubuhnya, raut wajahnya langsung berubah dingin dan tidak senang.
"Apa maksudmu, Gayatri? Setelah sekian lama menghilang, kini kembali membawa masalah! Dan, kenapa juga kamu datang bersama dengan Airlangga? Apa arti semua ini?" tanya Raka bertubi-tubi dengan nada tegas.
Gayatri mendengarkan semuanya sambil tersenyum sinis, lalu dia melangkah maju dengan berani ke hadapan Raka.
"Tentu saja aku ingin menuntut hakku, setelah kamu menceraikan aku dan menikah dengan ja-lang disampingmu itu!" jawab Gayatri dengan nada merendahkan.
"Aku ingin mengambil hak atas pengasuhan ketiga anakku, karena mereka adalah darah dagingku, Raka! Mereka tidak pantas diasuh oleh seorang wanita asing berstatus rendah seperti dirinya! Dia hanyalah seorang 'Ibu Tiri' yang datang dengan tiba-tiba, hanya untuk menguasai semuanya!" lanjutnya dengan suara lantang, sambul menunjuk wajah Regatta penuh kebencian.
Airlangga pun ikut bersuara dengan suara tenang namun penuh perhitungan, seolah-olah menjadi penengah, padahal dia sedang menjalankan rencana liciknya.
"Itu benar, Raka. Dengarkan aku, sebagai sahabat dan rekan bisnismu selama ini ... Gayatri memanglah Ibu kandung mereka, hak dia sangat jelas dimata hukum. Selain itu, ada banyak hal yang mulai mencurigakan terkait latar belakang Nyonya Regatta ini,"
"Demi keberlangsungan hubungan kerja-sama kita, bukankah semuanya harus diselidiki dengan jelas, ya? Dan tidak aman ketiga anakmu itu dibawah asuhannya, karena dia berasal dari panti-asuhan," ujar Airlangga panjang lebar, berusaha untuk menanamkan benih keraguan kepada Raka.
Regatta yang sedari tadi diam dan tenang, mulai emosi, saat dirinya dibawa-bawa tentang masalah pengasuhan Triplets yang tidak tepat ditangannya.
Dia menatap kedua orang itu dengan tatapan nyalang dan penuh waspada, seperti seekor elang yang sedang mengawasi mangsanya.
Dari sini dia mulai menyadari semuanya ...
Ini bukanlah hanya masalah tentang hak asuh ketiga anak sambungnya itu, melainkan sebuah persekongkolan rapi antara dua orang yang sangat Raka percayai sebelumnya, ternyata mereka adalah 'musuh dalam selimut'.
Regatta sudah tidak bisa diam lagi sekarang, karena mereka sudah menghina status asalnya.
"Dengarkan saya, Nyonya Gayatri! Hak asuh memang milik Ibu kandung anak-anak itu, karena mereka masih berada di bawah umur. Namun, hak asuh itu akan sah, bila Ibunya adalah seorang Ibu yang bertanggung-jawab! Apakah Anda adalah seorang Ibu yang bertanggung-jawab itu, Nyonya Gayatri? Bagaimana bisa Anda menuntut hak tersebut, bila Anda telah meninggalkan mereka kemarin dalam keadaan hancur?" ujar Regatta dengan nada lantang yang menekan.
"Anda meninggalkan mereka tanpa rasa iba sedikitpun! Apakah inilah wajah asli Ibu kandung mereka? Setelah mendengar perusahaan Adinata baik-baik saja, Anda kembali dengan 'taktik' berbeda, setelah tahu bahwa Anda telah diceraikan oleh Mas Raka? Hahahaha! Jangan bermimpi terlalu tinggi, Nyonya Gayatri! Semua aset Adinata telah atas nama saya, dimana akan saya berikan kepada anak-anak sambung saya, setelah mereka berusia dewasa!" lanjutnya dengan menyelipkan 'White Lies' di tengah ucapannya.
Lalu, tatapan Regatta beralih ke arah Airlangga Pranoto. Dia mengatakan sesuatu yang mengancam dengan sikap tenang.
"Dan untuk Anda, Tuan Pranoto ... sikap Anda yang seolah-olah adalah seorang sahabat baik, namun nyatanya Anda menusuk dari belakang! Sungguh sangat mengecewakan!"
"Dan ingatlah, Tuan ... jangan pernah bermain api dengan keluarga kami, karena nanti kalian tidak akan sanggup untuk menahan panasnya api tersebut ..."
"Dan saya sudah mengumpulkan semua bukti tentang kejahatan Anda selama ini, jangan sampai saya menyebarkan semuanya di dunia maya ..."
...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...