Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 16
Prak!
Sean melemparkan ponsel miliknya ke arah Rean yang sedang sibuk dengan laptop miliknya disana.
"Apa?" tanya Rean menatap Sean yang berdiri di depannya.
Sean memberikan kode dengan gerakan kepala dan alisnya membuat Rean melihat ponsel tersebut.
Dia terus menggeser layar ponsel milik Sean, sambil tersenyum disana.
"Jelaskan apa itu? kau tidak sedang bersandiwara bukan?" tanya Sean menatap penuh curiga.
"Apa?" jawabnya sambil tersenyum membuat Sean semakin curiga di buatnya.
"Jangan macam-macam, Rean! Dia itu artis dan bisa saja dia memanfaatkan mu."
"Memang dia sudah memanfaatkan aku!"
"What?!" pekik Sean menatap tidak percaya dengan apa yang Rean katakan.
Dia sudah di manfaatkan? bagaimana bisa Rean yang pintar bisa melakukan hal sebodoh ini?
"Rean, jangan macam-macam ku bilang!"
"Dia hanya menjebak ku menjadi pacar bohongan-nya di depan teman SMA-nya dulu. Lagi pula aku menikmati menjadi pacar bohongan-nya. Aku ingin melihat sejauh mana di bisa menutupi kasus ini. Dia yang menyalakan api lebih dulu, dan aku hanya memastikan api itu menyala dengan baik." jawab Rean tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Sean semakin tidak percaya dengan hal itu. Sungguh, bagaimana bisa semua ini terjadi. "Aku yang kecelakaan, kau yang gagal otak!" umpat Sean yang membuat Rean semakin tersenyum untuk itu.
"Oh iya, kata kakek kau akan bekerja di Sinar Maju?" bertanya untuk mengalihkan perhatian Sean.
"Jangan mengalihkan pembicaraan." jawab Sean yang tau seperti apa kembarannya ini.
"Lalu aku harus apa? Kau yang menyuruhku mencari wanita yang bisa ku perhatikan bukan?"
"Tapi bukan bermain seperti ini Rean! Aku yakin setelah ini ibu akan mendesak mu. Lihat saja nanti!"
"Ibu tidak akan tau jika kau tidak bicara padanya." jawab Rean menatap tajam pada Sean yang disana.
"Aku bahkan tidak pernah menceritakan apapun pada ibu. Tapi hebatnya wanita itu selalu tau apapun yang terjadi disini." Sean melangkah meninggalkan Rean disana.
"Mulai besok aku pakai sih hitam lagi.!"
"Lalu aku pakai apa?" tanya Rean yang mulai berebut mobil dengan Sean.
"Kau terlihat seperti orang susah. Ada berapa mobil dirumah?" tanya Sean balik.
"Ada 4, dan 1 punya ku sudah hancur karena kecelakaan itu." jawab Rean apa adanya.
"Seharusnya sih hitam punya mu sudah menjadi milikku karena sih putih punya ku sudah hancur bukan?" lanjut Rean lagi.
"Akan ku ganti nanti. Tapi pakai saja mobil yang 2 lagi di rumah."
"Kau gila! Mana mungkin aku pergi ke rumah sakit dengan Black atau Red punyamu!" umpat Rean kesal.
"Kalau begitu minta kakek satu. Aku rasa tidak masalah bagi kakek jika kau meminta sedan lama miliknya." ujar Sean pergi meninggalkan saudaranya disana.
"Sean! Kau mau pergi kemana, Sean? Hey Sean?" panggil Rean saat Sean sudah pergi dari hadapannya.
Rean hanya bisa mendesah lelah untuk semua ini. Sean memang benar-benar luar biasa sekali bibirnya itu.
Ponselnya berdering dan itu panggilan masuk dari nomor yang tidak di simpan Rean, tapi dia mengenal nomor itu.
Rean menjawabnya, tapi tetap tidak bersuara. Karena dia ingin tau apa yang akan di katakan gadis ini padanya.
"Halo, dokter Rean? dimana? Bisa ketemu gak? Kalau di luar gak mungkin. Gimana kalau dokter ke apartemen aku aja? Ada urusan penting." ucap Jasmine buru-buru.
Dia tidak tau jika ada orang yang mengambil foto mereka malam itu hingga menjadi berita heboh seperti ini. Bahkan mereka mengetahui identitas Rean dan profesinya. Benar-benar sangat luar biasa sekali netizen ini pikirnya.
"Apartemen?" jawab Rean dengan nada menggoda membuat Jasmine sadar akan ucapannya tadi.
"Dok, jangan salah paham dulu. Kita harus mikirin gimana cari jalan keluar dari masalah ini. Pokonya dokter harus datang. Jangan lupa pakai masker dan unit aku di lantai 34a nomor 002. Sandinya ******." Rean hanya tersenyum saja.
Bahkan dengan begitu mudahnya gadis ini memberikan kode apartemennya tanpa rasa takut sedikitpun.
"Halo, dokter?"
"Saya akan datang nanti."
"Sekalian bawain makan siang dok. Saya gak bisa keluar beneran, di bawah banyak banget wartawan yang cari tau." ucap Jasmine lesu membuat Rean tersenyum iblis disana.
Dia memiliki sebuah rencana besar untuk Jasmine. Lihat saja nanti.
"Kamu harus membayar mahal untuk semua ini, nona Jasmine."
"Berapa pun saya akan bayar nanti dok. Pokonya bawain saya makan siang please. Saya laper banget, belum makan." pintanya memelas membuat Rean merasa iba di buatnya.
"Tunggu disana!"
Panggilan telepon terputus, Rean pergi dengan mobil Sean. Tidak mungkin memakai black karena pasti sudah ke kenali oleh orang-orang disana. Karena mobilnya juga terpampang nyata di Internet.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh