NovelToon NovelToon
Bai Anshu STORY.

Bai Anshu STORY.

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Menemukan batu bintang, tersambar petir lalu koma tiga hari. Setelah bangun semua berubah, rumah jerami reot perlahan menjadi mewah dan nyaman. Bubur sayuran liar hilang dari meja makan, berganti dengan nasi dan gandum wangi.
Setiap hari akan ada ikan, daging, telur, yang kesemuanya cuma dapat mereka makan setahun sekali.

Bagaimana bisa perubahan itu terjadi pada keluarga miskin tanpa bakat dan kemampuan..?

Apa sebenarnya yang dialami gadis itu saat koma tiga hari..?

Batu bintang, benda apa dan darimana asalnya itu...?

Ikuti perjalanannya dan dapatkan jawabannya di Bai Anshu Story.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Berkat perawatan Bai Anshu dengan bantuan batu bintang lima warna dan kekuatan kayu, serta mengkonsumsi setiap hari air suci. Luka Bai Dashan akhirnya sembuh juga.

Meski masih tetap wajib dibalut agar keropengnya tak terkelupas paksa akibat gesekan sandal jerami setidaknya Bai Dashan sudah bisa menapakkan kaki kirinya ketanah.

Bai Dashan juga tidak perlu menggunakan tongkat, ia bisa bergerak bebas sesuka hati walau sedikit pincang tertatih.

Terhitung sudah satu minggu setelah Bai Anshu terbangun dari koma, perubahan fisik dirinya beserta keluarga berangsur mulai terlihat.

Kulit kusam nan pucat itu kini merona sehat, bersinar lembut bak pualam, serta lebih putih bersih.

Rambut kuning kasar dan kaku, kini terlihat mulai berkilau hitam nan halus.

Tubuh ke lima orang itu juga sedikit berisi, segar bugar, dan tegap.

Kebiasaan makan dua kali sehari, kini menjadi tiga kali.

Perubahan fisik juga dialami oleh keluarga utama Bai dirumah tua, berkat sumur yang sudah terkontaminasi dengan air suci.

Keriput diwajah kakek nenek memudar, bersama uban yang menghilang. Mereka mulai tampak terlihat lebih muda lima tahun.

Bai Sanlang, bibi Mei, Bai Suji dan Bai Lushi, juga mengalami perubahan. Kulit kasar kusam, perlahan merona, kenyal dan lembut. Kapalan ditelapak tangan menipis. Vitalitas tubuh meningkat, kualitas tidur membaik.

Semua keluhan yang selama ini sering diteriakkan oleh raga, memudar disetiap harinya.

Untuk keluarga Chen, karena Bai Anshu belum sempat berkunjung. Jadi sementara ia cuma bisa memberikan tonik kesehatan spiritual yang dititipkan pada Chen Junyi.

Bai Hanzi dan Bai Jinyu, berubah menjadi bocah berotak encer. Cepat dan tanggap setiap kali diajari sesuatu yang baru.

Kedua bocah lelaki itu sudah mampu menghafal banyak karakter. Bukan cuma bisa membaca, berhitung pun mereka mulai mengerti.

Tiga hari berlalu, orderan kotak sabun serta stempel giok telah rampung.

Bai Anshu pun gegas mengambilnya, sekalian memesan kembali karton kemasan tersebut dalam jumlah banyak.

Seribu pics tiga jenis sabun sudah dibungkus rapi. Karena packagingnya yang cantik dan elegant, membuat benda itu terkesan bernilai mahal.

Beda dari yang lain, dan belum ada dimana pun.

Bai Anshu menatap puas peti kamper berisi sabun yang belum dikemas. Stok barang melimpah, semoga besok ia mendapatkan partner yang sudi bekerjasama dengannya.

Selain itu, Bai Anshu juga berencana mengajak toko kain Luo berbisnis bareng. Ia sudah membuat banyak desain pakaian, mantel, jubah, alas kaki, kantung uang, clutch, wristlet dan pouch.

Bai Anshu yang sudah dua kali membeli pakaian jadi ditoko itu, merasa puas karena rapinya jaitan mereka.

Oleh sebab itu, Anshu ingin memajukan butik Luo sebab mulai kalah saing dengan toko-toko kain yang lebih besar.

Untuk cerita kala hari terakhir perburuan dengan penduduk desa serta tiga kakak sepupu Chen, hasil yang diperoleh masih tetap sangat memuaskan.

Rombongan tersebut berpetualang kehutan pegunungan disisi utara yang sedikit lebih jauh.

Disana Anshu menemukan cabai merah dan paprika. Ini jelas penemuan berharga, sebab tak perlu bersusah payah lagi gadis itu mencari bibitnya.

Bai Anshu yakin dikedalaman hutan masih banyak hal berharga lainnya yang bisa ia jumpai.

Oleh sebab itu, Anshu bertekad untuk memperkuat tubuhnya agar bisa bergerilya, menembus hutan gelap yang sarat akan banyak bahaya.

Kacang tallow pun sudah diubah menjadi lilin. Metode pengolahannya sama seperti memakai bahan sarang lebah.

Proses membuat minyak biji kacang tallow sama seperti bunga pinus, semua ilmu itu diajarkan secara gratis oleh Bai Anshu.

Kabar soal Bai Dashan yang membeli tanah satu hektare juga sudah diketahui banyak orang.

Bukan karena keluarga itu pamer, tapi penduduk menyaksikan sendiri kala petugas pemerintah datang mengukur lahan serta menyerahkan akta jual beli.

Tidak ada yang iri, hal itu justru malah membuat penduduk termotivasi, dan memantik semangat juang mereka untuk bekerja lebih keras lagi guna mengumpulkan uang, memanfaatkan pengetahuan yang sudah dibagikan Bai Anshu.

Anggota keluarga Bai dan Chen, turut bersuka cita atas pencampaian itu. Mereka turut mendoakan, semoga segala keberkahan ini tak cepat berlalu dari pangkuan putra-putri dan adik mereka.

Hujan kembali turun, kali ini lebih deras dari sebelumnya dengan dibarengi guntur menggelegar dan angin kencang.

Aktifitas lumpuh, penduduk desa Huanshan sibuk menampung air yang masuk kedalam rumah dari celah atap jerami rapuh.

Penghujung musim panas telah sampai pada masanya, Bai Anshu mulai merancang rumah baru.

Sepuluh ribu delapan ratus meter, total tanah yang dimiliki keluarga Bai cabang kedua.

Rencananya Bai Anshu akan membuat tembok keliling setinggi lima meter.

Untuk rumah dibangun disisi barat dan timur, membentu huruf U terputus dibagian tengah sebagai pintu menuju ke area pekarang belakang.

Ditengah halaman depan, Bai Anshu akan menanam satu pohon buah berdaun rindang.

Sedangkan dilahan kosong yang berdekatan dengan tembok pagar, mau ditanami berbagai bunga atau sayuran.

Bangunan disisi timur untuk produksi sabun, gudang plus tempat cetak serta pengeringan, kamar tamu dan ruang penyimpanan bahan-bahan.

Rumah sisi barat, akan ada lima kamar utama, ruang tamu, dapur lengkap oven pemanggang, gudang pangan plus penyimpanan bawah tanah, dan area makan sekalian menjadi tempat berkumpul keluarga.

Dibagian belakang, dibangun dua bilik mandi, satu ruang jamban dan tempat cuci mencuci.

Ubin biru, genting dan bata adobe, material yang akan dipakai dalam merenovasi hunian nanti.

Tempat tidur kang menjadi pilihan untuk mengganti ranjang kayu.

"Ayah, aku ingin nanti tempat tinggal tinggal kita seperti ini." Bai Anshu menyerahkan enam lembar kertas arsitektur rumah.

Bai Dashan dan Chen Muwan mengamati, mereka terkagum-kagum dengan model rumah siheyuan itu. Sangat bagus, berbeda dari yang pernah ada.

"Besok ayah akan menemui kepala desa untuk meminta bantuan mencarikan tukang. Kalau dikerjakan penduduk desa, takut hasilnya tidak sesuai dengan keinginanmu."

"Paman Yeping juga bisa dimintai tolong. Beliau pasti punya banyak kenalan yang paham pertukangan." sahut Anshu.

"Kalau begitu, biar pengerjaannya dipimpin oleh paman pertamamu, sementara buruhnya kita ambil dari penduduk desa saja. Tidak elok rasanya memperkerjakan orang luar, sementara tetangga terdekat banyak yang menganggur." Chen Muwan menimpali.

Bai Dashan dan Anshu mengangguk berulang kali.

"Ya, itu lebih bagus. Mau bagaimana pun jika kita kesulitan, tetangga juga akan membantu lebih dulu." ucap Dashan.

"Menemui paman Yeping lusa saja ya..? aku ikut." kata Anshu.

"Baik...!"

Mereka mulai membahas soal biaya, sebab akan memesan beberapa furniture juga.

Dana untuk konsumsi pekerja pun diperinci.

Dari sisa uang yang masih ada, diperkiraan cukup menutupi biaya proyek pembangunan rumah sampai selesai.

Untuk ikan dan daging, Bai Anshu bisa berburu. Selama ada air suci, akan mudah mendapatkan mangsa. Terlebih, ia sudah menguasai ilmu beladiri, dua lingkaran merdiannya pun telah terbuka. Untuk bertarung melawan babi atau rusa, itu perkara sepele.

1
SENJA
mantabs lah nambah pekerja terus 👌
Erna Fkpg
tetap semangat thor dan terimakasih untuk upnya 😘😘😘
Datu Zahra
tumben banyak typo thor...?
Delia ATA: Sudah direvisi ya kak 🫰

Terimakasih sudah mengoreksinya.
total 1 replies
Datu Zahra
Aku juga beruntung karena dapat bacaan keren dan seru lagi 🤩
Erna Fkpg
keberuntungan keluarga bai dan Chen dan seluruh desa
Dewisiregar
up thor yang banyak, tambah seru ceritanya💪🙏👍
Maria Lina
kok 2 thor kmrin 3 bab kurang ni
vipp
semangat thor
Rai Gojess
lagi thor, kenapa ceritamu ini best sekali, koin ku sdh habis, belum top up..tunggu ya aku top up
SENJA
mantabs maju terus bisnis sabun 👌
Datu Zahra
Kurang kak 🤪
SENJA
buseh bisnis baru lagi
Datu Zahra
Selama ada air suci, apa pun paati menghasilkan banyak dan enak
Datu Zahra
Murong Canfeng jpdohnya Anshu kek'y 🤭
SENJA
songong sih lu padab🤣
Fauziah Daud
trusemangattt... seru
Chen Nadari
mantulll Thorr
Dewiendahsetiowati
kayak dikit deh authornya nulis,apa ceritanya bagus jadi gak sadar sudah habis bacanya😭😭
SENJA
bagus jangan kasih kendor
Erna Fkpg
nah kan nyesel dikasih bisnis besaralah meremehkan karena pakaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!