Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 : fiting Gaun Pengantin Dan photo praweding
Para pelayan butik tersenyum hangat dan menuntun Nala Putri masuk ke dalam ruang ganti yang sangat luas. Di dalam sana, sebuah gaun pengantin berwarna putih bersih menjuntai dengan indahnya. Gaun itu bertabur payet kristal yang berkilau jika terkena cahaya, dengan potongan gaun modern yang sangat elegan. Nala dibantu oleh beberapa pelayan untuk mengenakan gaun megah tersebut. "Nona Nala,anda sungguh sangat cantik bak seperti putri kerajaan! Padahal anda hanya mengenakan gaun pengantin belum di make up tetapi anda sudah cantik. Apalagi kalau anda sudah mengenakan make up dan mahkota! Ucap pelayan yang lain juga ikut menimpali".
'ya karena Anda memang sudah sangat cantik dari lahir Nona ucap pelayan yang membantu Nala. 'dia merasa kagum dan terpesona, dengan wajah kecantikan yang alami. Pasti nanti Nyonya Victoria dan Tuan Adrian akan kagum melihat wajah Anda setelah mengenakan gaun pengantin, yang elegan, modern, dan juga mewah ini Nona. tuan Adrian dan nyonya victoria sangan beruntung memiliki calon menantu yang baik, sopan, dan juga ramah seperti anda nona! Pelayan yang lain pun menganggukkan kepalanya tanda benar apa yang di katakan oleh teman yang lainnya.
Mendengar kata pujian dari pelayan, seketika wajah Nala berubah merah seperti kepiting rebus! Terima kasih banyak atas pujiannya kakak. Ucap Nala dengan sopan. " tapi justru sebaliknya aku yang sangat beruntung mendapatkan calon suami seperti Tuan Adrian yang sangat baik, dan juga pengertian!. "bahkan Mama mertuaku sudah menyayangiku seperti putri kandungnya sendiri!...
'Sebenarnya aku hanya seorang yatim piatu, gadis yang berasal dari desa. Aku hanya hidup Sebatang Kara tinggal di ibukota ini, namun aku bersyukur dikelilingi oleh orang-orang baik di lingkungan tempat tinggal aku. ' ucap Nala sampai tak terasa dia menetaskan air matanya.
Yang membuat saya sedih hari ini, karena orang tua saya sudah tidak ada di dunia ini lagi! Seharusnya di hari yang bahagia ini, orang tua saya yang akan mengantarkanku ke Altar nanti!.
"para pelayan di dalam seketika ikut bersedih! Mendengar cerita Nala, Dan tanpa mereka sadari ternyata mereka ikut meneteskan air mata. "mereka bisa merasakan apa yang Nala rasakan saat ini, jika mereka di posisi seperti Nala mereka pun pasti akan seperti ini " kemudian mereka semua mendekat lalu memeluk Nala untuk memberikan dukungan!
Sudahan sedihnya yah?.... "ucap salah satu desainer pemilik butik tersebut. Nona dikelilingi orang baik dan kita semua di sini akan mendoakan semoga pernikahan kalian langgeng dan juga bahagia. ..amin ucap salah satu dari mereka .
Dari salah satu mereka memberikan tisu untuk Nala. Sudah hapus air matanya ya Nona, Sekarang saatnya Anda berbahagia bersama keluarga anda. 'ayo siap-siap keluar! Kata desainer. Pasti sudah menunggu kita. Sambil mereka membantu Nala, dan mengangkat bawah gaunnya yang panjang supaya Nala bisa berjalan.
"di luar ruang ganti, nyonya victoria terus berjalan bolak-balik seperti layaknya setrikaan, dengan tidak sabar. "sementara Adrian kembali pura-pura sibuk dengan ponselnya, meskipun sebenarnya pikirannya mulai tidak fokus karena membayangkan penampilan Nala Putri.
Beberapa menit berlalu, tirai besar ruang ganti mewah itu akhirnya ditarik terbuka.
"Nyonya victoria, Tuan Adrian, silakan lihat pengantin wanita kita , "ujar pelayan butik dengan nada bangga.
Nyonya victoria langsung menghentikan langkahnya, dan untuk pertama kali dalam hari itu, mulut heboh sang sosialita terkatup rapat karena takjub. Sementara itu, Adrian Dirgantara yang tadinya sedang mengetik di ponsel langsung menurunkan tangannya secara perlahan. pandangan matanya terkunci sepenuhnya pada sosok gadis yang berdiri di atas panggung kecil di depan cermin.
Nala keluar dengan gaun pengantin putih yang sangat anggun. Gaun itu melekat sempurna di tubuhnya yang ramping. Rambut hitamnya di gerai indah, dan wajah manisnya tampak sangat bersinar. Nala memancarkan pesona seorang wanita yang sangat murni, polos, namun luar biasa cantik memukau hingga membuat siapapun terpesona.
"A- Apakah gaunnya aneh, mah? "tanya Nala pelan, merasa salah tingkah karena ditatap begitu Intens oleh Adrian.
"Ya ampun! Demi apapun juga! Menantuku cantik sekali! Adrian, lihat ini! Kamu sangat beruntung mendapatkan Nala putri!" teriak Nyonya Victoria pecah, kembali ke mode hebohnya. Dia langsung bertepuk tangan dengan sangat kencang. "ini benar-benar mahakarya yang cocok! luar biasa !"
Adrian masih terdiam di tempat duduknya. Jantungnya tiba-tiba berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya. Dia menelan ludah, menatap Nala dari ujung kaki hingga ujung kepala. Gengsi besarnya sebagai CEO arogan membuat Adrian langsung memalingkan wajahnya yang mendadak terasa agak panas
Nala memang sangat cantik malam ini. Apalagi mengenakan gaun itu sangat pas dan cocok ditubuh langsingnya, wajah dan auranya semakin kelihatan cantik dan juga mempesona! Dan sial umpat Adrian dalam hati! yang di bawah Adrian serasa semakin panas, dan sesak.
"iya mah Nala memang sangat cantik dari lahir apalagi sekarang ditambah mengenakan gaun pengantin ini! Aura kecantikannya semakin mempesona ucap Adrian dengan rasa bangga terhadap Nala, sebentar lagi akan menjadi istrinya".
Nyonya Victoria merasa kesal dengan Adrian Kenapa dia hanya duduk saja! dan tidak mendekati Nala, Nyonya victoria langsung memukul lengan kanan Adrian dengan kipas bulunya. 'Adrian cepat sana samperin putriku Nala Kenapa kamu hanya duduk saja! 'saking merasa kesalnya, akhirnya Nyonya Victoria menarik lengan kekar Adrian dan membawanya ke hadapan Nala'.
Nyonya victoria kemudian Melambaikan tangan ke arah luar butik. "fotografer! Cepat masuk! Kita harus mulai sesi foto prewedding sekarang juga!"
Seorang fotografer profesional bersama asistennya yang membawa kamera besar dan lampu sorot langsung masuk ke dalam ruangan butik. Nyonya Victoria memang sudah menyiapkan segalanya secara mendadak demi kepuasannya untuk pernikahan putra tunggalnya ini.
"Baik, Tuan Adrian dan Nona Nala, silakan berdiri berdampingan di depan latar bunga ini, " arah sang fotografer ramah".
Adrian dengan langkah tegap akhirnya berdiri di samping Nala Putri. Keduanya berdiri dengan sangat kaku, jarak diantara mereka bahkan masih tersisa satu jengkal karena sama-sama Canggung.
"Aduh, aduh! Kenapa kalian kaku seperti patung lilin begitu?" protes nyonya victoria heboh dari belakang kamera. "kalian ini satu bulan lagi mau menikah Adrian, cepat rangkul pinggang calon istrimu dekatkan tubuhmu!"
Adrian menghela napas, dengan perlahan lengan kekarnya bergerak melingkari pinggang ramping Nala. Sentuhan tiba-tiba itu membuat Nala Putri jantungnya tiba- tiba berdebar, sangat kencang. Adrian sengaja melingkarkan tangan kekarnya dengan sangat erat dan posesif.
'tubuh mereka kini menempel rapat, Nala bisa mencium aroma parfum maskulin Adrian yang sangat mewah, membuat wajahnya mendadak merona merah karena malu.
Jangan bergerak, ikuti saja perintah mamaku agar ini cepat selesai, lagi pula kita harus memang romantis seperti ini kan! Ucap Adrian sambil mengedipkan matanya, memandang manik mata Nala dengan tatapan penuh cinta. "bisik Adrian rendah tepat di dekat telinga Nala, suaranya Terdengar sangat seksi.
Nala mendongak, menatap rahang tegas Adrian yang sangat dekat dengan wajahnya. " aku juga tahu Tuan Adrian Dirgantara , yang arogan, " balas Nala Putri berbisik dengan nada sedikit menggoda dengan senyum yang menggemaskan! Seketika membuat Adrian salah tingkah, wajahnya memerah, mendengar suara Nala yang sangat seksi.
"Nala Putri, kamu Jangan Menggodaku di sini hemm!....Apakah kamu ingin aku mencium mu di sini di depan ibuku, dan semua orang di sini! ....bisik Adrian suara khas yang lembut, namun terasa berat, karena menahan sesuatu yang tidak bisa Adrian jelaskan sendiri".
Nyonya victoria yang melihat posisi Adrian dan Nala terlihat sangat mesra Meskipun mereka sedang berbicara, meminta fotografer untuk segera memotretnya! Karena posisi seperti ini Mereka terlihat romantis. ' mendekat ke arah fotografer- Cepat foto mereka sebelum mereka merubah posisinya ucapnya nyonya Victoria dengan suara pelan namun dingin.
"Satu, dua, tiga.....senyum! Seru fotografer.
Pas ketika camera berbunyi!
Cekrek!...
mereka secara tidak sengaja, posisi Adrian mencium pipi Nala! Karena mereka belum siap berfoto, membalikkan wajah Adrian dan Nala ke arah kamera, secara tak sengaja Adrian mencium pipi Nala. Yang membuat Adrian dan Nala Putri, memerah wajahnya malu!
Lampu kilat Kamera menyala, mengabadikan momen di mana Adrian Tengah menatap Intens ke arah mata Nala Putri, dan posisi yang ke dua secara tidak sengaja Adrian mencium pipi Nala, itu terlihat natural, menciptakan sebuah foto prewedding yang dipenuhi dengan percikan ketegangan romantis yang sangat kuat.
Nyonya victoria melompat kegirangan melihat hasil foto di layar kamera, dengan sangat memuaskan, bagus ,dan juga romantis. Persiapan pernikahan Akbar sebulan lagi ini dipastikan akan menjadi pesta paling heboh, dan kisah cinta antara Sang CEO arogan akan berjalan semakin ramai menjelang hari H pernikahan mereka yang Megah.
Setelah proses foto prewedding selesai. Nala diantarkan pulang oleh Adrian secara bersamaan. "Namun ketika Nala mengajak Mama nya Adrian untuk ikut pulang bersama- Nyonya victoria menolak untuk ikut pulang bersama Adrian dan Nala. "ia ingin Adrian dan Nala mempunyai waktu untuk mereka berdua, dan tidak ingin mengganggu.
"Adrian Mama pulang diantar sopir saja! Bawalah Nala jalan-jalan ke mall atau ke mana kalian berdua, jangan bekerja terus di kantor sebentar lagi kalian akan menikah. "sebaiknya Nala jangan terlalu banyak bekerja yeah sayang" ucap victoria sambil mengelus rambut Nala yang panjang, dengan penuh rasa kasih sayang terhadap putrinya.
Kalau begitu Mama pulang dulu yah Nala, dan untuk kamu Adrian jagain Putri Mama yang cantik ini! Jangan sampai ada yang lecet sedikitpun, ancaman Nyonya victoria?
'baik mah!... Tentu aku akan menjaga Nala karena sebentar lagi Nala akan menjadi istriku. Ucap Adrian dengan bangga penuh posesif, sambil matanya menatap wajah Nala yang sangat Teduh, tegas, mandiri, cantik dan juga cerdas!.
Di perjalanan pulang Sisil sedang mengayuh sepedanya, kemudian dia berhenti! Menghitung uang itu untuk diserahkan kepada pemilik toko bunga. Untuk membayar kerugian bunga yang tidak sempat Sisil antarkan ke tempat pelangannya.
'karena pagi ini Sisil, mengalami kejadian insiden kecil! Sepedanya yang tersenggol mobil mewah, yang membuat dagangannya hancur. 'kini Sisil sedang menghitung uang- dan memisahkan yang untuk dibayar ke pemilik toko bunga tempat sisil, bekerja.
Hah lumayan kan Ini sisanya! Sambil tersenyum memegang uang tersebut,
Ketika Sisil sedang perjalanan pulang, menuju kontrakannya! Secara tak sengaja Sisil, melihat seorang wanita paruh baya di pinggir jalan, yang habis belanja dengan bawaan yang sangat banyak.
Ada Pencopet yang sudah dari tadi memperhatikan wanita tersebut, ketika tempat sudah berasa sepi, si Pencopet mulai beraksi! Lalu mengambil sebuah tas wanita paruh baya tersebut.
Copet!....Copet!....teriak Nyonya victoria histeris!... Dan panik!..
Ya wanita itu adalah Nyonya Victoria yang sedang berbelanja, Tempat tersebut. Sang sopir sedang berada ke toilet sebentar, jadi Nyonya Victoria dia membawa barangnya sendiri ke mobil.
"Sisil yang melihat itu merasa geram! Pencopet itu...."tanpa membuang waktu sisil berhenti mengayuh sepedanya!
Lalu mengejar Pencopet itu dengan Lari dengan sangat kencang dan cepat! Kemudian Sisil menangkap Pencopet itu dan menendang bagian bawah milik lelaki itu dengan sangat kencang dan kuat. ;sehingga membuat si Pencopet meringis kesakitan! Rasakan kau ini ucap sisil dengan penuh emosi! Jiwa barbarnya keluar sepenuhnya.
Si copet yang satunya lagi yang membawa tas nyonya victoria, mencoba untuk kabur! Namun dengan gerakan cepat, Sisil melepas sepatunya lalu melemparkan ke arah si copet itu.
Tepat pada saat melemparkan sepatu! Ada dua orang yang sedang baru keluar dari pintu kafe menuju parkiran mobil.
Pluk!....
Dengan suara kencang sepatu melesat di jidat seorang lelaki tampan, yang baru keluar dari Cafe tersebut!...
Han merasa kaget! Ada seseorang yang berani melempar sepatu ke atas kepalanya. Dia merasa geram...dan marah ingin menghajar orang tersebut!
Kevin melihat Ada apa Han?
"namun sebelum Han menjawab? Pandangan arah matanya secara bersamaan dia melihat gadis yang tadi pagi, Iya Senggol'.
Mata Han dan kevin secara bersamaan melotot Hampir tak percaya melihat gadis Barbar itu sedang menghajar Pencopet!
'cepat kembalikan Tas milik Nyonya itu!.... Teriak sisil dengan suara sangat keras!....
Membuat orang-orang yang berada di cafe tersebut keluar! Dan yang di jalanan langsung ikutan menghajar si copet'.
Nyonya victoria mendekat, ke arah sisil gadis pemberani yang sudah menghajar si copet! ' lalu Sisil pun menyerahkan tas tersebut ke Nyonya victoria. ' nyonya ini tas nya yang di bawa pencopet ini, sambil menuju ke arah si Pencopet yang sudah babak belur .
Coba Nyonya periksa dulu tasnya, Apa barangnya lengkap dan tidak ada yang hilang! sebelum pencopet Ini dibawa ke kantor polisi, sisil berkata dengan penuh Tulus.
'Nyonya Victoria memeriksa tas tersebut, tersenyum kepada Sisil, lalu berkata Barang saya ada lengkap semuanya di dalam! Terima kasih ya nak sudah membantu ibu'.
iya Bu sama-sama, kata sisil.
Nyonya victoria mengambil beberapa uang lembar merah dan ia ingin memberikan kepada gadis tersebut yang sudah menolongnya!
Ini nak ambil!..Terima kasih sudah banyak menolong Ibu, sambil menyodorkan uang itu ke arah tangan sisil. ' Namun di luar dugaan nyonya Victoria- Ternyata Gadis itu tidak menerima uang tersebut! Dia menolong ikhlas tanpa balas budi.