NovelToon NovelToon
Ceo'S Plus Size Wife

Ceo'S Plus Size Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kematian istrinya, Darren, seorang CEO kaya raya, hidup dalam kesepian. Bukannya mendapat dukungan, ia justru dimanfaatkan oleh ketiga anaknya yang hanya peduli pada harta warisan. Saat mencari ketenangan di taman, hidupnya berubah ketika bertemu Jihan, gadis baik hati yang baru saja dihina dan ditinggalkan kekasihnya karena penampilannya.
Ketika Darren tiba-tiba terkena serangan jantung, Jihan tanpa ragu menolongnya dan bahkan menghabiskan tabungan terakhirnya untuk biaya rumah sakit. Ketulusan Jihan menyentuh hati Darren hingga ia melamar gadis itu sebagai bentuk rasa terima kasih dan kekaguman.
Akankah Jihan menerima lamaran pria kaya yang jauh lebih tua darinya? Dan mampukah mereka menghadapi amarah anak-anak Darren yang merasa posisi mereka terancam oleh kehadiran calon ibu tiri yang tak pernah mereka bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Keesokan paginya, matahari baru saja terbit ketika Deacon dengan kejam membangunkan Andre dan Riko dengan tendangan kecil di kaki mereka.

Tanpa ampun, kedua pangeran kaya yang terbiasa hidup manja itu diseret ke gudang beras milik desa di bawah pengawasan ketat Deacon yang duduk santai meminum kopi hitam.

"Aduh, punggungku mau patah, Mas," bisik Andre, napasnya tersengal-sengal saat memikul karung beras seberat lima puluh kilogram yang kotor dan penuh debu.

Keringat bercucuran membasahi kaos oblongnya yang kini tampak kumal.

Riko menurunkan karungnya dengan napas memburu.

Matanya melirik ke sekeliling, memastikan Deacon sedang lengah mengobrol dengan kepala desa.

Kemudian ia mendekati seorang warga paruh baya yang sedang menjahit karung beras.

"Pak, permisi, saya mau tanya. Bapak kenal tidak dengan yang namanya Albert? Dulu dia katanya punya hubungan dekat dengan Jihan yang punya rumah tua di ujung jalan itu," tanya Riko dengan nada yang dikondisikan ramah.

Warga desa itu mendongak, lalu mendecitkan lidahnya.

"Oh, si Albert? Ya kenal lah, Mas. Wah, dulu itu si Jihan kasihan sekali. Jihan itu sangat mencintai Albert, tulus luar biasa. Tapi si Albert itu malah kurang ajar, dia berselingkuh dengan perempuan bernama Linda dan meninggalkan Jihan begitu saja demi wanita lain," cerita warga itu dengan nada jengkel mengingat masa lalu.

Andre dan Riko saling berpandangan. Seringai kemenangan langsung terbit di wajah mereka. Selingkuh? Bagus sekali, pikir mereka. Itu artinya Albert adalah pria yang materialistis dan tidak punya harga diri—tipe pria yang sangat mudah dibeli dengan uang.

"Nah, itu panjang umur! Itu orangnya baru mau ke warung depan!" seru warga desa itu tiba-tiba sambil menunjuk ke arah jalanan semen di luar gudang.

Mata Andre dan Riko langsung mengikuti arah telunjuk warga.

Di sana, berjalan seorang pria muda bertubuh jangkung dengan pakaian yang agak lusuh namun wajahnya memang mirip dengan foto di kotak kaleng semalam.

Tanpa memedulikan teriakan Deacon yang memanggil mereka untuk kembali bekerja, Andre dan Riko langsung meletakkan karung mereka dan berlari kencang menghampiri Albert yang sedang berjalan sendirian.

"Albert! Tunggu!" panggil Riko memotong jalan pria itu.

Albert terkesiap, menatap dua pria asing yang tampak kotor penuh debu beras namun memakai jam tangan mewah.

"Ya? Siapa ya?"

Riko tersenyum licik, menepuk bahu Albert dengan akrab.

"Kami punya penawaran bagus untukmu. Ini tentang Jihan, mantan kekasihmu yang sekarang sudah jadi istri orang kaya. Ikut kami sebentar, kita bicarakan kerja sama yang bisa membuatmu kaya mendadak."

Mendengar kata "Jihan" dan "kaya mendadak", sepasang mata Albert yang semula sayu langsung berbinar penuh ketamakan.

Ia mengangguk cepat dan mengikuti langkah kedua anak tiri Jihan itu menuju sudut yang sepi.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan konspirasi busuk yang mulai merayap di pedesaan, suasana di mansion utama Bramantyo Corporation justru dipenuhi oleh atmosfer yang sangat merah muda dan manis.

Di dalam kamar tidur utama yang sejuk oleh pendingin ruangan, tirai-tirai abu-abu masih tertutup setengah.

Jihan baru saja ingin beranjak dari tempat tidur untuk menyiapkan sarapan, namun sebuah lengan kekar bertato samar di pergelangan tangannya langsung menarik tubuh suburnya kembali ke dalam dekapan hangat.

Darren memeluk pinggang subur Jihan dari belakang, menenggelamkan wajah matangnya di ceruk leher istrinya yang harum sabun bayi.

"Mas, lepas dulu, aku harus memasak sarapan untukmu dan Angela," bisik Jihan dengan rona merah yang langsung menjalar di pipi tembamnya.

Alih-alih melepaskannya, Darren justru terkekeh pelan. Suara baritonnya terdengar begitu seksi di pagi hari.

Ia membalikkan tubuh Jihan agar menghadap ke arahnya.

Tatapan memuja terpancar jelas dari mata elang sang CEO paruh baya itu.

"Biarkan pelayan yang memasak pagi ini, Sayang. Aku masih merindukanmu," gumam Darren lembut.

Tanpa memberikan kesempatan bagi Jihan untuk membalas, Darren langsung memiringkan wajahnya dan menangkup pipi tembam Jihan.

Ia mengecup bibir istrinya yang ranum dan menggemaskan itu dengan lembut, berkali-kali tanpa henti.

Ciuman-ciuman kecil yang menuntut namun penuh dengan rasa cinta yang begitu mendalam.

Jihan hanya bisa pasrah, tangannya perlahan mengalung di leher kokoh suaminya, menikmati setiap sentuhan manis yang diberikan Darren yang seolah tidak pernah puas memanjakan dirinya sejak malam indah mereka berlalu.

Darren benar-benar telah jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam pesona kelembutan hati istri suburnya, sama sekali belum menyadari bahwa bayang-bayang masa lalu bernama Albert mulai bergerak mendekat dibawa oleh anak-anak kandungnya sendiri.

Di balik rumpun bambu yang sepi dan jauh dari jangkauan pandangan Deacon.

Andre, Riko, dan Albert berkumpul membentuk lingkaran.

Atmosfer di antara mereka mendadak berubah menjadi sangat pekat dan dipenuhi niat jahat.

Kegagalan fitnah kalung berlian kemarin malam ternyata tidak membuat otak licik kedua anak tiri Jihan itu jera; mereka justru melangkah jauh lebih ekstrem.

"Dengar, Albert," bisik Riko dengan tatapan mata yang mendelik tajam, mencengkeram bahu pria berwajah tamak itu

"Kami tidak butuh kamu hanya sekadar mengaku sebagai mantan pacar Jihan di depan Papa. Kami ingin kamu menyelesaikan perempuan gajah itu untuk selamanya."

Albert mengernyitkan keningnya, mulai merasa ngeri.

"Maksud kalian apa?"

Andre maju selangkah, wajahnya mengeras tanpa ada lagi rasa kemanusiaan.

"Buat Jihan kecelakaan! Rekayasa sedemikian rupa seolah-olah mobil yang dikendarainya hilang kendali, lalu buat dia terjun ke dalam jurang di jalur perbatasan desa ini! Nanti sore, dia akan datang ke desa ini bersama Papa untuk menjenguk kami. Itu kesempatan emasmu!"

Albert menelan salivanya dengan kasar. Menghilangkan nyawa orang adalah perkara besar, namun kilatan ketamakan di matanya tidak bisa disembunyikan.

"Ini taruhannya nyawa dan penjara. Berapa bayarannya untukku?" tanya Albert dengan suara berbisik, menuntut nominal.

Tanpa ragu, Andre merogoh bagian dalam celananya, mengeluarkan sebuah kartu debit privat hitam beserta secarik kertas berisi nomor PIN-nya.

"Ini kartu tabungan rahasia milikku yang tidak bisa dilacak oleh Papa. Di dalamnya ada sisa uang tunai tiga ratus juta rupiah. Ini semua untukmu jika tugasmu selesai nanti sore!"

Albert dengan cepat menyambar kartu tersebut, menatapnya dengan binar mata yang sangat lapar akan harta.

Tiga ratus juta adalah uang yang tidak akan pernah bisa ia hasilkan seumur hidup di kampung ini.

Riko tersenyum puas melihat umbannya dimakan habis oleh Albert.

Kemudian ia mengeluarkan ponsel lamanya yang ia sembunyikan di dalam kaus kaki saat pemeriksaan Deacon tadi malam.

Ia memperlihatkan beberapa lembar foto dokumen masa lalu Jihan dan Albert yang berhasil mereka curi dari laci rahasia.

"Dan untuk memastikan Jihan tidak punya jalan untuk membela diri sebelum kecelakaan itu terjadi, nanti aku akan membuat Papa cemburu setengah mati melihat foto-foto kemesraan kalian ini. Aku akan mengirimkannya secara anonim ke ponsel Papa tepat saat mereka dalam perjalanan ke sini. Papa pasti akan kalap, fokusnya terpecah, dan Jihan akan tersudut dalam badai cemburu Papa," ucap Riko dengan tawa tanpa suara yang sangat mengerikan.

Ketiga pria berhati iblis itu saling melempar seringai kemenangan.

Skenario busuk telah matang sempurna. Di dalam benak Andre dan Riko, nanti malam mereka tidak hanya akan terbebas dari hukuman di desa ini, tetapi mereka juga akan merayakan kematian Jihan yang tragis di dasar jurang, mengira bahwa takdir akhirnya berpihak pada rencana keji mereka.

1
sri hastuti
punya anak2 laki2 biadab semuanya thor, jangan dikasih harta, biar tau rasa ,pengrn tak bikin mati aja 2 anak itu 😡😡😡
my name is pho: iya kak
total 1 replies
falea sezi
gugat cerai aja deh laki bego
falea sezi
laki goblok😒 g tau diri
sri hastuti
jd anak kok durhaka spt itu thor, pengen tak lenyap o aja 2 anak gak tau diri itu, atau semua hartanya jangan dikasih, kasih ke panti aja,biar tau rasa 😡😡😡😡
Vie
hadir kak.... 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!