Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpisah
Setelah menguburkan anak gadisnya Abigail Jatmiko, Andreas langsung kembali ke rumah sakit untuk melihat istrinya. Begitu kagetnya Andreas, karena yang di jumpai hanya asisten mertua dan orang rumah yang membersihkan ruangan ini. Sengaja Paulus asisten mertuanya menunggu Andreas.
"Mana istri saya??"
"Mohon maaf, pak. Saat ini orangtua ibu Aretha tidak mengijinkan pak bertemu dengan anak mereka. Surat gugatan cerai kepada bapak aoan kami kirim ke alamat rumah bapak."
"Saya tidak akan menceraikan istri saya."
"Kita bertemu di pengadilan."
Yuda dan Siska yang mendengar itu hanya bisa terdiam. Sekarang mereka berada di luar ruangan itu.
"Bapak dan Ibu Lopez tidak mempermasalahkan apa pun harta kalian bersama. Itu menjadi hak bapak. Mereka hanya mau anak mereka. Maafkan saya pak."
"Tetapi saya tidak mau berpisah dengan istri saya. Beri tahu dimana Aretha."
"Pak Andreas, kami memohon pengertian bapak. Orangtua ibu Aretha, Tidak mengijinkan anaknya terluka. Kami mempunyai bukti foto - foto bapak bersama selingkuhannya bapak. Berpisah yang mereka mau."
Andreas menangis setelah Paulus asisten mertuanya keluar dari ruangan itu.
"Aku hancur bro, anak ku meninggal, perempuan yang aku cintai di bawa pergi orangtuanya. Apa aku bisa hidup bro??"
"Hai, ndre. Kamu harus kuat. Berpisah itu keinginan mertuamu, saya yakin Aretha tidak."
"Aku sudah berbuat bodoh, menyakiti istriku dan keluarganya. Aku bodoh." Andreas berteriak dan membenturkan kepalanya ke dinding. Yuda yang menghentikan semuanya itu.
Mama dan papanya Andreas menyusul ke rumah sakit. Mereka belum tahu masalah yang di alami oleh Andreas dan Aretha. Jelas kepergian Aretha yang dibawa oleh orangtuanya atau besannya menjadi tanda tanya besar bagi mereka. Maka oleh Yuda, diceritakan semuanya tanpa menyembunyikan satu pun.
"Jihan??? Teman sekolah kamu?? Kenapa kamu tega menyakiti hati Aretha istrimu Andreas, mama tidak perna mengajarkan itu kepadamu."
"Andre salah mama, mohon maaf. Andre di jebak dengan obat yang di campur pada minuman Andre ma, oleh Jihan."
"Apa Aretha sudah tahu??"
"Andre sudah cerita semua kepada Thea ma, dan dia memaafkan Andre. Namun kerena Jihan mengirim foto - foto Andre dan dia kepada mertua Andre. Jadi seperti sekarang ini."
Semenjak kepergian Aretha, Andreas tidak perna mencuci baju kotor istrinya. Dia mencium baju itu. Hampir seminggu Andreas tidak keluar dari kamarnya. Saat ini mama dan papa juga adiknya sudah tinggal bersama Andreas karena keadaan Andreas yang labil.
Sementara itu di perkampungan di salah satu kota di negara Swiss Aretha Lopez sedang berjemur di temani orangtuanya. Dia tahu apa yang sedang dia alami. Dia tahu, bahwa apa yang di lakukan papa dan mamanya adalah bentuk perlindungan orangtuanya. Namun hati kecilnya menangis, karena harus terpisah dengan suaminya Andreas Jatmiko laki - laki yang dia sayangi dan cintai.
"Papa lakukan ini, karena papa tidak mau kamu terluka sayang."
"Iya Thea mengerti papa." tetapi dia tahu, bahwa di Jakarta sana suaminya sedang terluka.
Proses perceraian antara Aretha dan Andreas sedang berlangsung. Andreas mati - matian tidak mau bercerai. Kecuali itu keluar dari mulut istrinya atas kemauan Aretha sendiri. Pengacara terbaik keluarga Lopez akhirnya mengalami kendala dalam mengurus proses ini. Karena hakim mau menggugurkan permohonan perceraian itu.
"Hakim mau atas permintaan ibu Aretha pak."
"Kenapa bisa??"
"Karena ini kesannya di paksakan pak."
Malam hari di Swiss, dimeja makan, papa menceritakan semua yang terjadi di Jakarta. Aretha menangis. Karena memang papa dan mamanya tidak mau Andreas hadir dalam hidupnya. Papa rencana akan mengambil Labora's Apotik dan Klinik, jika proses perceraian itu di persulit.
"Iya, Thea mau hadir di sidang."
Semua usaha dilakukan oleh kuasa hukum keluarga Lopez. Andreas mendapat informasi dari pengacaranya bahwa dokter Aretha Lopez akan ada dalam persidangan. Andreas tahu, bahwa mertuanya sudah membawa istrinya ke luar negeri.
"Apakah besok Thea hadir di sidang??"
"Kamu siap bro, jika keputusannya tidak sesuai harapanmu."
"Aku tahu, Thea pasti tertekan disana. Aku tahu bahwa cintanya hanya buat saya."
Hari dan Waktu dimana tergugat Aretha Lopez akan hadir. Andreas sudah hadir pagi sekali. Namun dia tidak melihat kehadiran Aretha di pengadilan, hanya pengacara dan Paulus asisten mertuanya. Begitu kagetnya Andreas karena ada layar besar.
"Apa Thea hadir via zoom??"
Air mata Andreas tumpah bagitu mendengar suara istrinya perempuan yang sudah terpisah dengannya enam bulan. Makin deras air mata itu mengalir. Orangtua, adik, Yuda dan Siska juga ada disitu. Siska tidak tahu, bahwa Aretha sedang mengirim email kepadanya. Ditengah kesaksian Aretha, Siska membuka emailnya dan dia langsung membaca. Air matanya jatuh, dia pelihatkan email itu untuk dibaca oleh Yuda.
"Dia melakukan ini, karena cintanya kepada Andreas. Dia tetap mau derajat orang yang dia cintai tidak jatuh karena masalah ini. "
Pengacara Andreas menyerahkan tisu untuk kliennya. Andreas sangat sedih. Dia tidak menyangka Aretha akan mengatakan seperti itu. Dia tahu bahwa ini kesalahannya.
"Ada yang mau di katakan oleh tergugat."
"Ada hakim."
"Silahkan tergugat."
"Aku tahu, aku salah. Aku bodoh melakukan tindakan tidak terpuji itu sebagai suami kamu Thea. Maafkan aku, tetapi aku tidak bisa melupakan rasa cinta ini di hatiku. I love you Aretha Lopez belahan jiwaku." Andreas berbicara sambil menangis. Dibelahan benua Eropa, Aretha juga menangis. Mendengar suara suaminya.
Sambungan zoom terputus. Aretha pingsan, menahan rasa sesak di dadanya karena rindu kepada suaminya. Karena dengan kesaksian ini Sudah pasti mereka akan bercerai secara negara. Andreas mendapat gelar duda, sedangkan Aretha janda.
Andreas sudah membaca email dari Aretha saat sidang itu sudah selesai, email yang di tujukan kepada Siska sahabatnya. Air mata Andreas mengalir lagi.
Seminggu kemudian putusan sidang perceraian Andreas dan Aretha sudah keluar. Resmi mereka berpisah. Andreas tahu bahwa hal itu pasti akan terjadi. Pulang dari pengadilan negeri, Andreas langsung menuju ke tempat pemakaman dimana jasad anak di kuburkan. Andreas tidak lupa hari itu, hari dimana dia berpisah dengan anak dan istrinya.
"Maafkan papi Abigail, papi tidak bisa menjaga kamu dan mami dengan baik."
"Hari ini, papi juga harus berpisah dengan mamimu sayang. Papi dan mami resmi bercerai."
"Tetapi papi tahu, bahwa mami masih mencintai papi, sama seperti papi sayang."
"Malaikatnya papi, tolong doakan papi dari surga ya."
Foto kenangannya bersama Aretha masih tergantung rapi di dinding rumah mereka. Foto kenangan anak mereka juga ada. Andreas tempatkan pada satu album foto khusus. Semua Andreas atur rapi dikamar khusus untuk anaknya. Jika pulang kerja dia rindu kepada anaknya, dia akan ke kamar itu. bahkan sampai tertidur.
"Meskipun mami belum melihatmu, suatu saat nanti mami pasti melihatmu sayang. Papi yakin itu."