NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 16

Brak.

Saat mobil melewati sedikit gundukan jalan, kepala Inara terantuk kaca jendela dengan cukup keras. Wanita itu merintih lirih dalam tidurnya, dahinya berkerut menahan sakit, namun dia terlalu lelah untuk terbangun.

Melihat hal itu, ada sesuatu yang berkedut tajam di dalam dada Mahesa. Sebuah rasa bersalah dan kekhawatiran murni yang amat sangat besar mendadak lolos dari balik dinding egonya yang kokoh.

Tanpa sadar, Mahesa mengulurkan tangan kanannya. Dengan gerakan yang teramat pelan dan hati-hati, seolah takut membangunkan Inara. Jemari Mahesa menyentuh sisi kepala Inara. Dia menuntun kepala istrinya agar tidak lagi bersandar pada kaca dingin, melainkan menyandarkannya pada bantalan kursi mobil dengan posisi yang lebih nyaman.

Saat kulit tangannya bersentuhan dengan kening Inara, Mahesa tersentak. Kulit wanita itu terasa sangat dingin, sekujur tubuhnya agak bergetar karena hawa AC.

Mahesa mengumpat pelan dalam hati karena tak menyadari jika Inara sedang kedinginan. Dia langsung mematikan AC mobilnya, membuka sedikit celah jendela agar udara malam yang hangat bisa masuk. Tidak sampai di situ, pria itu merogoh ke kursi belakang, mengambil jas kerjanya yang sengaja dia letakkan di sana, lalu membentangkannya di atas tubuh Inara.

Dia menyelimuti istrinya dengan jasnya sendiri jas yang beberapa jam lalu dipenuhi aroma parfum Clarissa, kini membungkus tubuh ringkih Inara.

Mahesa menatap wajah tidur Inara beberapa detik lebih lama. Genggaman tangannya pada kemudi mengencang hingga buku jarinya memutih. Ada pertarungan batin yang hebat di dalam dirinya. Pria baji-ngan yang selalu memakinya ini, malam ini tertegun melihat bagaimana seorang wanita bisa bertahan sejauh ini demi ibunya, di bawah siksaan yang dia ciptakan sendiri.

"Kenapa kamu harus sekeras kepala ini, Inara?" bisik Mahesa parau, suaranya nyaris tenggelam oleh deru mesin mobil.

"Kenapa sekarang aku selalu merasa bersalah padamu setiap melihat kamu terluka seperti ini?"

Mobil kembali melaju membelah malam. Di dalam kabin yang kini terasa hangat, Inara masih terlelap, sama sekali tidak menyadari bahwa jas yang menyelimuti tubuhnya adalah milik pria yang paling dia takuti, dan untuk beberapa saat di malam yang sunyi itu, Mahesa menatapnya bukan sebagai barang gadaian, melainkan sebagai seorang wanita yang perlahan-lahan mulai mengacak-acak hatinya.

Sesampainya di pelataran rumah mewah mereka, Mahesa mematikan mesin mobil. Keheningan kembali merayap, menyisakan bunyi detak jam di dasbor. Mahesa menoleh ke samping, menatap Inara yang masih terlelap dengan jas kerjanya yang membungkus tubuh ringkih itu.

Pria itu menghela napas berat. Ada ego di dalam dirinya yang menyuruhnya untuk membangunkan Inara dengan kasar, menyuruh wanita itu turun sendiri dan berjalan ke kamarnya di lantai bawah. Namun, saat melihat kerutan samar di dahi Inara yang menandakan rasa sakit yang menembus hingga ke alam bawah sadar, niat itu urung.

Mahesa keluar dari mobil, melangkah memutari kap depan, dan membuka pintu kursi penumpang.

Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Mahesa menyusupkan kedua lengannya ke bawah tubuh Inara. Saat mengangkatnya, jantung Mahesa berdesir aneh tubuh istrinya ini terasa jauh lebih ringan daripada beberapa hari lalu. Seolah-olah raga di pelukannya ini perlahan sedang mengikis habis dirinya sendiri.

Mahesa melangkah masuk ke dalam rumah yang sepi. Alih-alih membawa Inara ke kamar bawah yang dingin, kaki Mahesa justru melangkah lebar menaiki tangga menuju kamar utamanya sendiri. Kamar yang beberapa hari lalu ia sebut sebagai area terlarang bagi Inara.

Diaa membaringkan Inara di atas ranjang king size-nya. Saat tubuh Inara menyentuh kasur yang empuk, wanita itu melenguh lirih. Kelopak matanya bergerak gelisah, lalu perlahan terbuka.

Manik mata Inara yang sayu dan berkabut mencoba menyesuaikan diri dengan temaram lampu kamar. Detik berikutnya, matanya membelalak kecil saat menyadari dia tidak berada di kamarnya sendiri, dan sosok tegap Mahesa sedang berdiri di tepi ranjang, menatapnya lurus.

Inara langsung panik. Dengan sisa tenaganya, dia mencoba bangkit dan turun dari ranjang.

"Mas... maaf. Aku ketiduran. Aku akan segera turun ke kamarku,"

"Diam di situ, Inara," potong Mahesa, suaranya terdengar berat dan dingin, membuat gerakan Inara langsung terkunci seketika.

"Tapi Mas bilang..."

"Saya tidak mau mendengar bantahanmu malam ini. Saya terlalu lelah untuk berdebat," bohong Mahesa, menyembunyikan rasa gengsinya yang setinggi langit.

"Tidur di sini. Kamar bawahmu sedang diperbaiki saluran ACnya dan sampai sekarang belum selesai. Saya tidak mau besok pagi kamu mengeluh sakit lagi dan menghambat pekerjaan kantor."

Inara menatap Mahesa dengan pandangan tidak percaya. Kamar bawahnya diperbaiki? Rasanya tidak mungkin melakukan itu tanpa perintah langsung dari sang pemilik rumah. Secercah kehangatan yang amat sangat tipis kembali mengetuk dinding hati Inara yang sudah retak.

Apakah Mas Mahesa benar-benar memperhatikanku?

Melihat tatapan Inara yang kembali dipenuhi binar harap yang naif, Mahesa mendadak merasa terpojok. Ada bagian dari dirinya yang menolak terlihat lemah di depan wanita yang ia jadikan tawanan utang ini. Rasa bersalah yang sempat menguasainya di dalam mobil tadi langsung ia bungkus kembali dengan keangkuhan yang kejam.

Mahesa berjalan mendekati ranjang, menunduk hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Inara yang mendadak menegang.

"Jangan menatap saya seperti itu, Inara," desis Mahesa, suaranya kembali berubah menjadi belati yang tajam.

"Jangan mengira karena saya mengizinkanmu tidur di ranjang ini, artinya ada yang berubah di antara kita."

Pria itu merogoh saku celananya, mengeluarkan ponselnya yang sedari tadi bergetar. Layarnya menyala, menampilkan sebuah pesan dari Clarissa yang baru saja masuk

'Mas, terima kasih buat apartemen barunya ya. Aku suka banget interiornya. Gak sabar buat tinggal berdua sama kamu bulan depan,'

Mahesa sengaja membalikkan layar ponsel itu tepat di depan mata Inara, membiarkan istrinya membaca pesan mesra tersebut dengan jelas dalam kedekatan mereka yang menyakitkan.

"Dengar baik-baik," bisik Mahesa tepat di telinga Inara, membuat napas hangatnya terasa seperti racun yang membakar kulit wanita itu.

"Tubuhmu boleh saja berada di atas ranjang saya malam ini. Tapi hati, pikiran, dan masa depan saya sepenuhnya sudah terkunci untuk Clarissa. Bulan depan, begitu serah terima jabatan selesai, apartemen itu akan menjadi rumah baru kami. Dan kamu akan didepak dari rumah ini tanpa membawa sepeser pun."

1
Muft Smoker
liat km sekarang mahesa ,, bukan ny ni kemajuan yg pesat ,, udh cukup km menghukum dirimu sendiri ,, skrang waktu ny km bahagia ,, jgn sampai saat Davina pergi ,, km merasakan penyesalan lgii ,,
Ambu Rinddiany Thea
maak eta kabar s claridut kmh . udh tewaskah apa masih jualan gt 🤭
Ambu Rinddiany Thea: /Hammer/
total 2 replies
Oma Gavin
kok feeling ku Inara nantinya akan kembali jadi istri mahesa 😂
Muft Smoker: aduuuuh ,, aduuuh ,, nnti klo inara balik lgi sama mahesa gmna sama Gavin doong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
Ilfa Yarni
udah cukup km memperbaiki diri i ara udah bahagia skr km hrs meniti masa depanmu jg semoga davina perempuan yg tulus dan baik seperti inara ya
Muft Smoker
seneng kan liat mereka ,, inara Dan mahesa udh bnr2 berdamai ,,
inara udh memiliki pendamping yg tepat ,, begitu pun mahesa nanti ,,
Muft Smoker
inara udh bahagia dg keluarga kecil ny ,,
sedangkan mahesa msh menata hidup ny di luar pulau ,,
kak kabar si Clarissa gmn ,, Masih sehat kah????
Ilfa Yarni
semoga disana mahesa menemukan jodoh seorang perempuan yg sama baiknya seperti inara biar bayangan inara dlm hatinya menghilang sepenuhnya
Oma Gavin
akhirnya mahesa jadi diri sendiri dan lebih baik
Ilfa Yarni
inara udah bahagia mahesa gmn kabarnya
nely_48
halo arka, udh gede az
nely_48
menepi dl,, siapa tau dgn tinggal d pulau Kalimantan mereka bs ketemu dgn gadis Dayak yg terkenal cancik n baik hati
Muft Smoker
inara tu arka apa nangka mateng di kebun tetangga ,, bunyi ny mantap pisan😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,

yx sypa tau kak si arka jatuh pas bareng nangka tetangga juga pas kebetulan jatuh juga ,🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
untung si Gavin gx minta di gendong si inara 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁 ,,
sypa tau aj kak 😁😁😁
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ko lucu ya bayangin nya 🤭😁
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
Ilfa Yarni
inara udah bahagia tinggal mahesa beri doa bahagia jg tjor
Muft Smoker
berdamai itu indah kan ,, meski terlambaat tp itu lebih baik Dari pada tdak sama sekali kn mahesa ,,
skrang tinggal km yg menata dirimu menjadi lebih baik mahesaa ,,
Ambu Rinddiany Thea
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ilfa Yarni
syukurlah kalian berdua udah berdamai dgn diri sendiri semoga jdpnnya kalian sama2 bahagia aku paling g suka laki2 yg. mengakui kesalahan dan berubah kpd yg lbh baik
Soraya
mampir thor
Ilfa Yarni
berjuang dan berdamailah dgn dirimu sendiri mahesa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!