NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus mencari sebab

***

"Puas kamu sekarang? sudah berhasil menghasut anak aku untuk melawan ibu kandung nya sendiri, menantu durhaka, menantu tidak tau diri, tidak tau terimakasih...."Maki Dinda meluapkan kekesalannya terhadap Tania.

Tania yang memang berniat ingin keluar rumah langsung diserang habis-habisan oleh mertua nya.

Rencana nya Tania hari ini mau menemui teman lama nya yang akhir-akhir ini juga pindah ke kota yang bersebelahan dengan dirinya.

Tania sudah terlihat begitu rapi dengan hanya memakai dress selutut berwarna coklat pekat sangat kontras dengan warna kulit nya yang sudah mulai terlihat putih cerah kembali.

Karena pada dasarnya kulit Tania memang putih. Hanya saja karena selama ini kurang perawatan makanya terlihat kusam.

"Bu, lihat penampilan Mbak Tania?" Bisik Sindi pada ibunya yang memang sama sekali tidak memperhatikan penampilan Tania karena sedang kesal dan terus melampiaskan kekesalannya saat melihat Tania keluar.

Sebenarnya malas harus berurusan sama mereka lagi. Bakal panjang masalah nya dan dia bisa terlambat datang menemui teman nya.

Dinda terus memperhatikan penampilan tania yang benar-benar sangat berbeda sekali hari ini.

Tania terlihat begitu manis dan cantik, aura nya se akan kembali terpancar.

"Mau kemana kamu?" Tanya Dinda ketus setelah puas menatap Tania yang menurut nya memang sangat berbeda hari ini.

Namun, buru-buru dia buang semua pemikiran nya.

Baginya Tania tetap lah wanita kampung yang miskin dan tidak pantas untuk anak nya.

"Sin, kok dia bisa berubah sih? dan baju yang dia pakek juga bagus....Bukan nya kata kamu dia nggak pernah keluar rumah apalagi berpenampilan bagus seperti itu? Lalu sekarang apa?" Bella sedikit tidak terima melihat Tania berubah cantik.

Walaupun baginya Tania tidak lebih cantik dari dirinya. Tapi tetap saja ia tidak terima.

Sindi juga sama sekali tidak menyangka kalau kakak iparnya bisa berubah secepat itu.

"A-aku juga nggak tau Mbak.....Padahal setau aku selama ini Mbak Tania sama sekali nggak punya baju yang bagus, apalagi peralatan makeup, ia hanya punya baju daster, ada sih baju bagus, cuma ya kayak baju gamis gitu kayak baju emak-emak. Tapi sekarang kok...." Sindi juga terlihat bingung, ia yakin karema dulu memang barang-barang bagus milik Tania selalu dia yang kuasai. Bahkan Tania hanya memiliki satu lipstik saja dan selalu memakai bedak tabur kalau kemana-mana.

"Nggak, apapun yang terjadi aku harus bisa membuat Mas Raka kembali sama Mbak Bella. Dari segi apapun jelas Mbak Bella jauh lebih berguna dari pada Mbak Tania. Mbak Bella kan banyak duitnya. " Gumam Sindi tanpa sadar dan langsung didengar Bella.

"Maksud kamu ngomong gitu apa haa?..." Bella melotot tajam menatap Sindi.

"Eh, ma-maksud aku bukan gitu...." Sindi memukul mulut nya sendiri yang salah bicara dan malah membuat Bella kesal.

Bella masih saja menatap tajam Sindi, membuat Sindi gelagapan."Maksud aku tuh Mbak Tania sekarang udah mulai pandai berdandan Mbak, aku takutnya nanti Mbak Bella jadi susah buat deketin Mas Raka lagi."Ucap Sindi berharap Bella melupakan perkataan nya tadi.

"Kamu pikir dengan ber penampilan seperti itu dia terlihat cantik dan akan menjadi pusat perhatian Mas Raka? Nggak....Akan aku pastikan Mas Raka nggak akan pernah melirik dia lagi.....Kamu lihat kan, bahkan aku jauh lebih cantik dan seksi dari dia Sindi....Seujung kuku pun dia tidak bisa menandingi aku." Sombong Bella dengan angkuh penuh percaya diri.

Sindi mengangguk dengan cepat." Mbak benar, mana bisa dia dibandingin sama Mbak, sangat jauh berbeda lah, bagaikan langit dan bumi...." Jawab Sindi membuat Bella semakin jumawa.

"Tapi tunggu....." Sindi mendekati Tania, dia seperti nya mulai menyadari sesuatu.

"Jawab, mau kemana kamu haaa?" Pekik Dinda semakin keras.

"Kemana lagi kalau bukan mau menggat*l sama laki-laki....Lihat saja, penampilan nya Tante. Pasti dia mau menemui laki-laki lain dan berselingkuh dibelakang Mas Raka. Entah dengan berandalan mana dia berselingkuh, makanya sekarang dia suka melawan sama Tante kan."Ujar Bella menuduh Tania, Dinda semakin emosi dibuatnya.

Tania begitu geram mendengar tuduhan menjij*kkan itu yang ditujukan untuk nya oleh Bella.

"Jaga bicara kamu Bella...Jangan pernah sama kan aku sama kamu, kita berdua sangat jauh berbeda. AKU BUKAN WANITA MURAHAN SEPERTI KAMU." Ucap Tania sengaja menekan kan kata wanita murahan diujung kalimatnya.

"Apa kata kamu? Siapa yang murahan haa..." Radang Bella tidak terima.

Tania tersenyum sinis." Siapa lagi kalau bukan kamu? Memang nya apa sebutan yang pantas untuk wanita yang suka sama suami orang? Pelac*r...."

"Kamu, berani nya kamu....." Tunjuk Bella menatap nyalang Tania dengan muka yang sudah merah padam.

Niat hati ingin menuduh dan merendahkan Tania, tapi malah dirinya sendiri yang kena.

"Tania....Keterlaluan kamu ya! berani sekali kamu mengatai Bella yang bukan-bukan....Asal kamu tau, Bella itu teman masa kecil Raka sekaligus mantan kekasih nya, kalau Raka tau kamu menghina Bella, dia pasti akan memarahi kamu."Peringat Dinda ikut-ikutan tidak terima.

"Dia menuduh aku bu, dan aku mengatakan fakta tentang dia....Kita setimpal kok, ngapain dia harus nggak terima. Kalau nggak mau sakit makanya jangan mencubit orang duluan....Tau kan gimana rasanya sekarang?" Ucap Tania tidak mau mengalah.

"Mbak, kenapa gelang ini ada sama kamu? Jangan bilang kamu mencuri dikamar aku Mbak...." Sindi menarik lengan Tania namun dengan cepat Tania menghempaskan tangan adik iparnya.

Suara Sindi yang tiba-tiba membuat perhatian Dinda dan Bella ikut teralih melihat memperhatikan kearah tangan Tania.

"Tania, kenapa gelang Sindi bisa ada sama kamu?" Tanya Dinda sekali lagi.

"Apalagi Tante....Sudah pasti dia mencuri." Jawab Bella merasa ada celah untuk kembali menyerang Tania.

Tania membuang nafas nya dengan kasar...

Mencoba untuk bersabar, berharap bisa segera pergi dari hadapan mereka.

"Ralat Bu, gelang ini punya aku bukan punya Sindi...." Ucap Tania memperjelas.

"Gelang kamu gimana Mbak, jelas-jelas itu sudah jadi gelang aku, kan waktu itu Mbak Tania sudah ngasih buat aku....Dan katanya Mas Raka juga udah ngasih uang buat Mbak beli yang lain....Jangan rakus dong kamu Mbak..." Sindi jelas tidak terima.

Lagi dan lagi, dirinya harus kembali berdebat.

Kali ini dia tidak akan pernah mau mengalah lagi.

"Aduh Sindi, sejak dulu kamu memang tidak pernah berubah ya. Perasaan, Mbak nggak pernah ngomong deh kalau gelang nya Mbak kasih ke kamu....Atau gini aja deh, sebagai gantinya kamu ambil aja uang yang Mas Raka kasih kemarin untuk gantikan gelang Mbak itu buat kamu...." Ucap Tania memberi pilihan, karena ia benar-benar sudah lelah harus terus berdebat sama mereka.

Mata Sindi seketika berbinar senang."Ya udah deh, kalau gitu mana uang nya?"

Tania melirik ibu mertuanya.

"Bu, kasih uang nya buat Sindi ya. Kemarin uang nya di transfer ke rekening ibu kan? Sindi, minta sama ibu ya....Mbak pergi dulu, buru-buru soalnya." Ucap Tania sekalian pamit dan bergegas melangkah keluar. Kalau tidak bisa terus ditahan dia disitu.

"Tante, kok Tante biarin si kampung itu pergi sih..." Gerutu Bella kesal melihat Tania udah pergi.

"Bu...Mana uang nya? Kata Mbak Tania uang nya ada sama ibu kan?" Desak Sindi tidak menghiraukan ucapan Bella, dia jauh lebih peduli sama uang yang menurut nya lebih penting.

Wanita paruh baya itu terlihat gugup, bukan karena takut. Hanya saja, dia tidak ingin mengeluarkan uang untuk Sindi anak nya.

Ia tau betul bagaimana watak anak nya yang keras kepala dan sudah pasti akan terus mendesak dirinya.

"Dasar keluarga mata duitan semua...." Gumam Bella lirih, Karena merasa di abaikan akhirnya Bella memilih pergi saja.

"Bu...." Rengek Sindi karena melihat ibunya yang terus diam saja.

"Ibu, mana duitnya?" Sindi terus merengek persis seperti anak bayi meminta susu.

Karena terus mendesak akhirnya Dinda menjawab."I-ibu udah nggak punya uang Sindi....Uang yang Mas kamu kasih itu sudah ibu pakai buat arisan, dan sisa habis buat keperluan ibu..." Jawab nya pelan.

"Apa? Nggak....Pokok nya Sindi mau uang itu Bu, Sindi nggak mau tau, ibu harus cari cara agar uang nya harus ada. Itu hak Sindi, kenapa malah ibu pakai? Kalau ibu nggak mau kasih, biar Sindi adukan sama Mas Raka nanti." Ancam Sindi serius.

"Ja-jangan dong nak, lagian ibu kan nggak tau kalau gelang kamu sudah diambil sama Tania...Ya, ibu pikir dari pada uang nya buat kasih ke dia, ya mendingan ibu ambil aja. Udah ya, kamu tenang saja. Nanti ibu akan ambil paksa gelang nya sama si Tania itu....Kamu sabar dulu ya, jangan pernah ngadu sama Mas mu, bisa-bisa nanti dia marah dan tidak mau kasih uang sama kita lagi gimana? Kamu mau seperti itu?" Dinda sengaja menakut-nakuti anaknya agar tidak terus mendesak nya. Apalagi uang yang Raka kirim kemarin sangat lah besar.

Sindi terlihat kecewa dan benar-benar kesal mendengar penuturan ibu nya.

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!