"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 Mengundang mbak Maura
Aku membantu ibu masak telor ayam kampung aku bumbu bacem masak nasi di rice cooker aku aku juga bikin sayur asem pokoknya kami masak nanti cocok apa tidak terserah kata mbak Maura suka masakan desa aku bikin kemudian aku bikin es lemon tea aku pesan puding buat makanan penutup selesai membantu ibu memasak aku mandi sekalian sholat magrib mbak Maura aku telephon lagi suruh datang
Tak lama mbak Maura datang aku segera membukakan pintu dan mbak Maura persilahkan masuk mereka berkenalan ibu lansung akrab sama mbak Maura kerena ibu ramah kemudian aku ajak mbak Maura ke meja makan ibu sudah menyiapkan makanan kemudian mas Bayu aku pangil ibu sangat perhatian dia mengambilkan nasi mbak Maura.
" Mbak maaf seadanya dan mungkin nggk nyambung ayam bumbu Ingkung sayur asem telur bumbu bacem dan tahu goreng" kata ku menjelaskan
" Aku ingin ayam dan telornya nis ini wangi banget bumbunya ayamnya banyak dan merata telor nya juga kelihatannya enak kalau sayur asem nya nanti saja di makan sendiri bisa bisa gagal diet nih" kata mbak Maura
" Dikit saja nasinya Bu aku ayamnya yang bayak" kata mbak Maura
" Nisa sekarang juga jarang makan nasi seperti mbak Maura" kata ibu
" Nisa ketularan saya bu makan nasi sedikit kadang tidak makan nasi karena diet" jawab mbak Maura
" Tapi hari ini makan nasi banyak kayak nya gara gara makan masakan ibu" lanjut mbak Maura
Kami semua makan sambil bercanda mas Bayu yng pendiam hanya tersenyum saja sambil makan satu ekor ayam bumbu Ingkung habis kita berempat
" Nis aku tambah telor ayam kampung bumbu bacem nya enak" kata mbak Maura
" Iya mbak aku juga suka biasanya buat aku cemil" kata ku
" itu ibu bwa banyak kamu kasih mbak Maura nis" kata ibu
"Besok saja biar kita masak dulu sekalian kita kasih ayam kamping nya" kata ku
" Iya besok ibu masakannya kalau sudah matang biar di antar Anisa" kata ibu
Selesai makan kami berbincang santai dengan makan puding Samapi akhirnya mbak Maura pamit pulang ke unitnya besok aku libur dua hari tapi persiapan wisuda dan juga wisuda
" Dek kamu sudah daftarkan mas untuk kuliah kan" tanya mas Bayu
" Iya mas besok kita ke sana lihat kampus nya kamu tinggal pilih jurusan mesin apa mesin industri, mesin otomotif, mesin pertanian juga masih jahit" jawabku bercanda
" Iya nanti kerja membetulkan Masin jahit ibu bila rusak" kata mas Bayu
" Jadi karyawan ibu enak makan gratis" Jawaku seenaknya
" Ibu juga mau aku jadikan bos" kata ku lagi
" maksud kamu" tanya mas Bayu
" Aku mau beli sawah yang bayak biar ibu jadi juragan nya" kata ku
" Ha kamu mau jadikan ibu tuan tanah" kata ibu sambil tertawa
" Iya Bu nanti ibu pakai kalung mas rantai yang besar sambil keliling sawah ibu" jawabku
" ogah entar ibu di rampok dan ibu takut kalau banyak lelaki yang mengejar untuk di jadikan istri" Jawab ibu sambil tergelak
" kalau ada yang mau sama ibu boleh kok nikah lagi" kata mas Bayu
" nggak mau ibu nyaman sama kalian nggak mau mengurus laki laki bisanya hanya menyakiti lebih baik mengurus anak malah sekarang anakku bisa menghasilkan uang banyak jadi sekarang ini seperti menang jadi" kata ibu berusaha melucu
" bu pada dasar nya kami tidak melarang ibu untuk bahagia bersama laki laki yang mungkin bisa ibu cintai" jawabku
" nggk ah ibu sudah bahagia bersama kalian kalau ibu jenuh kan ibu punya ayam buat di pelihara telor nya di kasihkan ke Anisa dan ayam nggak pernah berkhianat" kata ibu sarkas
" Sesakit itu ya Bu sini nisa peluk" kata ku kepada ibu aku pun berpelukan sama ibu mas Bayu ikutan berpelukan
" Aku akan melindungi kalian kesayangan aku" Kata mas Bayu kami meneteskan air mata dan sekarang adalah airmata kebahagiaan kami bisa bahagia tanpa ayah.
" ibu tidur di kamar Anisa saja nanti aku menyusul sekarang aku kerja dulu" kata ku aku membuka lap top lihat produk digital ku alhamdulilah perlahan laku terjual aku bisa ngasih ibu uang lagi biar ibu tidak kekurangan jam sepuluh aku segera tidur di samping ibu dan aku terlelap pagi aku bangun ibu sudah tidak di sisiku pasti dia sudah bangun sebelum subuh pasti dia sholat tahajud dulu kali aku sholat wajib nggak bolong saja Alhamdulillah.
Aku keluar dari kamar berwudhu dan sholat subuh di kamar ibu masuk ke kamar
" Ayo nis jalan jalan sekitar sini" kata ibu
Aku segera mengajak ibu jalan jalan di sekitar apartemen banyak orang joging renang dan hanya jalan jalan juga ada
" ibu ingin jajan apa atau mungkin beli sarapan kita jalan kesana" kataku
Ibu setuju dan kami berjalan bersama ibu membeli apa yang di butuhkan di tukang sayur dan aku yang bayar
" Sudah ah ibu jadi kalap nanti kebanyakan belanja dan jajan" kata dia
" Nggak apa apa Bu ibu kan masih lama di sini jadi bisa belanja sesuka ibu Nisa yng bayari atau ibu mau beli apa pasti bisa belikan kan" jawabku
" Jangan ah itu namanya ibu mencari kesempatan bagi ibu anak bukan investasi yang penting anak anak ibu bahagia dan nggak kekurangan ibu akan tenang" kata ibu
Kami berbincang sambil berjalan ada orang jual dawet ayu kami beli di makan disana denngan wadah mangkuk unik terasa segar kami juga beli jajan buat mas Bayu
" Bu nanti mas Bayu kan kuliah jadi makan ibu dan mas Bayu Anisa yang tanggung semua kalau mas Bayu kurang uang kuliah biar Anisa yang bayar kan gantian kan dulu Anisa di beri uang sama mas Bayu" kata ku
"Ibu sih setuju saja nis asal kalian bahagia saling melindungi dan memberi hidup rukun itu yng selalu ibu doa kan untuk kalian" kata ibu
Kami pulang setelah lelah berjalan kami Sampai di unitku aku masuk pakai kode pintu ternyata mas Bayu bersih bersih dia nyapu dan ngepel
" Kalian dari mana aku nggak di ajak" tanya dia
" Ini ibu belikan jajanan buat kamu tapi Anisa yang bayar" kata ibu sambil terkekeh
" kalian memang kesayanganku terima kasih" kata dia
Ibu buat kopi untuk mas Bayu dan aku kami berbincang di minibar yang ada di dapur sambil minum kopi dan juga makan jajanan yang kami beli ibu pun masak buat mbak Maura yaitu kare ayam kampung pedas dan di beri telor ayam kampung nanti setelah setelah selesai aku antarkan kerena mbak Maura dua hari ini hanya kerja di rumah selesai ibu memasak aku mengantar masakan ibu ke unit mbak Maura aku tekan bel dan ternya paman yang membukakan pintu
" kamu bawa apa nis" Tanya paman Hendra
"Masakan desa paman buatan ibu untuk mbak Maura" jawabku
" Taruh di meja makan nis ini paman juga mau sarapan Maura ada Anisa antar makanan kelihatanya enak nih" kata paman memangil mbak Maura
" Iya paman eh sini nis duduk sekalian kita sarapan" ajak mbak Maura
" Aku masih kenyang mbak tadi minum dawet sama makan jajanan pasar" kata mbak Maura
" Nggak apa apa kita berbincang sebentar sama paman juga kamu duduk lihat aku dan paman makan" kata dia sambil terkekeh.
Bersambung