NovelToon NovelToon
Celestia Online

Celestia Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Aksi / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: alicea0v

Seorang gadis terbangun di tengah rimbunnya hutan benua Vlagria tanpa ingatan bagaimana ia bisa sampai disana. Ini adalah dunia Celestia Online, sebuah MMORPG megah yang menjanjikan petualangan tanpa batas. Namun, bagi Alice, petualangan itu berubah menjadi teka-teki mematikan. Bisakah Alice pulang ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alicea0v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1-Konspirasi Terselubung

Di sebuah ruangan sunyi, dikelilingi rak-rak buku tua yang saling bertautan hingga ke langit-langit, seorang pria tua duduk dalam keheningan absolut. Ia adalah Lusputh, Sang Petinggi Katedral. Jemarinya bergerak tenang, menelaah sebuah kitab kuno, lembarannya telah menguning dimakan usia.

"Tidak ada penjelasan apapun tentang mana aneh yang kurasakan tempo hari. Pasukan Franscov yang kembali tidak melaporkan apapun padaku." Gumam Lusputh pelan.

Cahaya lilin di sampingnya bergoyang lembut, melemparkan bayangan dirinya begitu memanjang dan tampak terdistorsi di dinding batu.

Srek...!!

Suara gesekan halus dari sudut ruangan gelap tertangkap oleh indra pendengaran Lusputh yang tajam. Namun, ia tak bergeming. Ia tetap membolak-balik halaman kitab, mencari sekilas informasi mengenai anomali mana dari arah Desa Tura.

​"Sihir tingkat 1-2 adalah sihir rendah, tingkat 3-4 merupakan tingkat menengah," ucap Lusputh datar, matanya menyapu teks kuno itu. "Tingkat 5-6 adalah sihir tingkat tinggi. Bahkan kekuatanku yang sekarang hanya berada di tingkat 7-8, tingkat yang sangat tinggi. Tapi mana dari kejauhan itu... itu bukanlah mana yang bisa diukur kekuatannya oleh indra sihir biasa!"

Tap... Tap... Tap...

Tiga sosok berpakaian serba hitam muncul dari kegelapan. Mereka adalah unit pembunuh elit, bergerak tanpa suara layaknya hantu.

​"Pak tua, ternyata kau tidak berguna," gumam salah satu pembunuh dari belakang Lusputh. "Sepertinya Duke salah menilaimu. Informasi yang kau katakan tidak lebih dari sampah yang sudah diketahui seluruh penduduk kerajaan ini."

Pria itu mencengkeram belatinya erat, siap menghujamkan bilah tajam itu ke punggung Lusputh.

"Siapa yang mengirim kalian?" tanya Lusputh tanpa menoleh. Ketenangannya terasa janggal, seolah maut yang mengintai di belakangnya hanyalah gangguan kecil.

​"Hah? Apa kau bilang? Kau masih bertanya setenang itu pada kami?" Pria berbaju hitam itu mendengus remeh. Ia melesat maju, mengarahkan belatinya ke jantung sang petinggi katedral.

"Matilah dengan tenang, pak tua."

Ting, ting, ting,

Suara logam beradu dengan lantai bergema, diikuti oleh benda tumpul yang jatuh. Hening sejenak sebelum darah segar memuncrat deras dari pergelangan tangan sang pembunuh, ia telah buntung.

Ssheeeessh... "Aaaaaak....... Aaaaaaa..... " Teriakan pria itu terputus seketika saat sebuah rapier menembus jantungnya dengan presisi sempurna. Matanya terbelalak, nyawanya menguap saat tubuhnya merosot jatuh ke lantai.

Seorang kesatria wanita berambut kuning keemasan kini berdiri tegak di depan dua pembunuh lainnya. Rapier di tangannya berkilau dingin, memancarkan aura berbahaya meski pembawaannya sangat elegan.

"Hmmp... Tidak cantik sama sekali, cara kalian menyusup ke perpustakaan ini layaknya tikus kotor dari bawah tanah." ucap wanita itu dengan tatapan penuh kejijikan.

"A.. Apa... Siapa kau? Dari mana kau datang?" Pembunuh lainnya melangkah mundur, berusaha menjaga jarak dari jangkauan rapier maut tersebut.

"Guinevere..." panggil Lusputh tenang, masih terpaku pada kitabnya. "Sisakan satu tikus, jangan bunuh semuanya." Perintah Lusputh tenang dan berwibawa.

Tanpa menjawab, Guinevere melesat bagaikan kilat. Rapier-nya menari di udara, menusuk tubuh salah satu pembunuh dengan kecepatan yang sulit diikuti mata. Pria itu melolong kesakitan. Melihat rekannya meraung tak berdaya, pembunuh terakhir melompat dengan belati terhunus ke arah wajah Guinevere.

Wuuuush... Sraaak...!!!

Bunyi daging yang sobek menggema di udara.

Waktu seolah melambat di perpustakaan itu.

Pria yang melompat itu terhenti di udara. Bahu kirinya telah tertusuk rapier tanpa ia sadari kapan serangan itu dilepaskan. Pupil matanya membesar karena syok.

Begitu waktu kembali normal

Guinevere memutar tubuhnya dengan posisi rendah dan melayangkan tendangan menukik yang menghantam telak kepala sang pembunuh yang masih di udara. Pria itu pingsan seketika, sementara rekannya yang tertusuk juga tumbang kehabisan tenaga.

Dengan anggun, Guinevere membersihkan sisa darah pada senjatanya menggunakan sapu tangan sutra.

"Sudah selesai, tuan Lusputh." Guinevere tetap berdiri pada posisinya membelakangi lusputh.

Lusputh bangkit dari kursinya, berbalik dengan gerakan lambat yang berwibawa. Ia mengetuk tongkatnya di lantai, berjalan menuju pria pingsan di bawah kaki Guinevere. Ia mengangkat tangan kanannya, dan seberkas sinar putih murni memancar dari telapak tangannya.

Siiiing.....!!!!

[High magic: Mind reading]

Partikel mana biru terserap perlahan dari kepala sang pembunuh ke telapak tangan Lusputh. Mata korbannya mendelik ke atas hingga memutih total, tubuhnya bergetar hebat. Lusputh memejamkan mata, memproses arus informasi yang masuk.

Setelah beberapa detik yang terasa sangat lama, cahaya dari tangan Lusputh memudar diikuti partikel mana yang terserap dari kepala sang pembunuh. Mata Lusputh menatap tajam kedepan.

"Duke Franscov..." Ucapnya tenang.

Guinevere menoleh menatap Lusputh karena Mendengar nama bangsawan korup Eltra Celestia itu.

"Bangsawan yang meminjamkan anda pasukan yang mulia?" Tanya Guinevere pelan.

Lusputh memutar tubuh, lalu berjalan pelan dan kembali duduk di tempat penelitiannya. Tak lama setelah itu, ia kemudian angkat bicara.

"Guinevere... Sebagai kesatria suci pelindung gereja, aku perintahkan kau membawa Franscov kehadapanku." Ucap Lusputh tenang sambil membaca kembali alkitab kuno di tangannya.

"Bawa hidup-hidup." Tambahnya lagi.

"Baik tuan. " Guinevere melangkah dengan anggun dan menghilang di balik kegelapan rak buku.

Sementara itu di Desa Tura,

Alice menyeret Violet masuk ke rumah penginapan mereka dengan paksa. Violet hanya mengikuti dengan tawa kecil pasrah, diiringi Xena yang menutup pintu rapat-rapat. Arthur dan Albertio sudah berada di ruangan sebelah, ruang khusus bagi para pria.

Alice menatap ngeri pada sebuah baskom berisi anggur yang telah disiapkan warga tepat di samping tempat tidurnya. sebuah baskom berukuran sedang, di peruntukkan untuk mandi sang dewi.

Alice memutar bola mata, melepas tangannya dari Violet dan menjatuhkan diri di atas kasur. Puff...!!!

"Haaah... Capek sekali, sekarang mandilah dengan anggur itu Xena, aku yakin kau akan digigit semut setelah mandi menggunakan cairan itu malam ini." Keluh Alice lelah.

"Ehehe... Aku minum saja anggurnya, bolehkan?" balas Xena dengan senyum tanpa dosa.

Alice menatap Xena, matanya sayu karena sudah mengantuk. "Oh ya? Minum semuanya, minum sampai mabuk! Ngomong-ngomong, badanku terasa lengket karena belum mandi malam ini. Kau harus tanggung jawab!!"

Violet hanya tersenyum cantik, "tenanglah dewi, begini-begini penyihir kita ini cukup berguna." Violet duduk disamping Alice yang berbaring di kasur.

"hooo...? Coba perlihatkan kegunaanmu Xena!" Tantang Alice sembari menyeringai nakal.

"Hump.. Baiklah... " Balas Xena. Ia segera mengosongkan isi baskom itu ke dalam kendi-kendi bersih di sudut kamar. Kemudian mulai merapalkan mantra. Matanya berkilat serius meski terlihat jenaka.

"Yaph satu paket air untuk mandi, datang!!!" Teriak Xena bersemangat mengarahkan satu tangan ke baskom berukuran sedang.

[Magic: create water!!!]

Byarr....!!!!

Air melimpah keluar dari telapak tangan Xena. Namun, intensitasnya terlalu besar. Baskom yang digunakan tidak sanggup menahan debit air yang melonjak. Dalam hitungan detik, lantai kamar mulai tergenang.

"Waaaaaahh!!!!" Kepanikan seketika menghantui mereka. Alice mendadak duduk di kasurnya.

"Xenaaaa!!!! Aku mau mandi bukan berenang!" Teriaknya panik.

"Ahahahahaha.. Sangat berguna ahahha.. Berguna sekali ahahahaha..." Violet tertawa sampai memegang perutnya, berguling-guling di atas kasur.

Sementara tangan Xena terus menyemburkan cairan. Byuuur....!!!

"Awaaa.. Waaa... Tolong hentikan aku!!" pekik Xena panik sembari mengayunkan tangannya sembarangan, membuat air menyemprot ke Segala arah.

Air membasahi hampir mengenai seluruh dinding kamar yang tidak terlalu luas. Arthur dan Albertio mengetuk pintu dari luar, mereka mendengar teriakan Alice dari kamar sebelah berusaha masuk memastikan semuanya aman.

"Alice? Xena? Violet? Apa yang terjadi? Buka pintunya!" Teriak Arthur dari balik pintu.

"Oi jangan buat keributan malam-malam begini, orang mau tidur!" Tambah Albertio

Namun suasana di dalam ruangan masih saja kacau, Air mulai menggenang sampai pada mata kaki Xena. Violet masih tertawa terbahak-bahak sambil guling-guling di atas kasur yang cukup tinggi. Alice hanya menatap Xena bingung.

"Ahahaha... Xena! Jangan membanjiri ruangan ini! Nanti dewi tidak bisa tidur. Hummm...." Violet menyeka sudut matanya yang sudah berair membuat Xena menoleh pada Violet. Seketika Air dari tangannya secara tidak sengaja mengarah pada Alice dan Violet.

Byuur....!!!

Semprotan cairan itu menyamai tenaga hidrolik. Membasahi tubuh Alice beserta Violet seketika.

"Ma.. Maaf... Tolong aku... Huaaa... " Xena mulai menangis seperti anak kecil.

"Aaaaa... Jangan arahkan kesini!!" Teriak Alice panik menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Sementara Violet tidak peduli tubuhnya basah oleh air.

Brak...!!!

Pintu di buka paksa oleh Arthur dan Albertio disaat yang sangat tidak tepat. Mereka mendengar teriakan panik dan curiga ada serangan musuh. Namun, yang mereka temukan adalah pemandangan... tak terlukiskan. Di hadapan mereka, Air membanjiri ruangan, dan di tengah kekacauan itu, Alice serta Violet tampak mengkilap karena basah kuyup. Baju mereka melekat pada kulit menciptakan pemandangan yang sangat canggung.

Tiga pasang mata wanita itu langsung menatap Kedua pria itu dengan tajam.

"Apa yang... Terjadi?" Arthur mematung, wajahnya memerah seketika melihat pemandangan mendebarkan secara tidak sengaja itu.

"KELUAAAAAR!!!!" Teriak Alice, Xena, dan Violet serempak.

Xena, dalam kepanikannya, mengarahkan tangan ke wajah Arthur. Air menyemprot dengan kekuatan hidrolik yang dahsyat.

"Aaaaa... Baiklah kami keluar...!!!" Arthur berteriak sembari menutupi wajahnya yang terhantam air. Ia meraba-raba gagang pintu dengan rasa malu meluap-luap.

Brak!!!

Pintu tertutup rapat. Suara langkah kaki Arthur dan Albertio terdengar menjauh dengan terburu-buru, sepertinya mereka lari secepat mungkin ke kamar mereka sendiri.

Perlahan, semburan air dari tangan Xena melambat dan berhenti. Tubuh penyihir itu ambruk ke lantai yang tergenang, matanya berputar-putar. Pwissh...!!!

"Xena? Xena? Bangun, kau kenapa?" Tanya Alice panik.

"Sepertinya mananya yang tersisa sudah habis Alice. Sekarang dia sudah pingsan." jelas Violet sembari bangkit dari kasur dan mengibaskan bajunya yang basah.

"Bagus... Kita akan menguasai kerajaan ini dengan penyihir ceroboh dan orang-orang gila!!! Aku akan benar-benar dianggap pemimpin kultus sesat setelah ini." gerutu Alice dalam hati sembari berusaha merapikan dirinya.

Malam itu benar-benar menjadi malam yang panjang dan absurd di Desa Tura. Di sisi lain kerajaan, konflik baru mulai memercik tanpa mereka sadari. Akankah kelompok Alice berhasil menggulingkan kekuasaan Eltra dengan tim sesempurna ini?

1
T28J
buset, kebablasan bah, jauh banget 20 meter 🤣
alicea0v: Eh, Kejauhan kah🤭🤭🤭 gomenasaai..
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
aku akan selalu mendukungmu/Rose/
Manusia Ikan 🫪
TUH SUDAH AKU DUGA DARI AWAL CHAPTER 🤣
Manusia Ikan 🫪: insting ku ini cukup kuat loh/Doge/
tidak ada yang kebetulan untuk nama author dan MC yang sama... kecuali keduanya saling terhubung🥴
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
inilah tantangannya :v
Manusia Ikan 🫪
semangat ya, aku juga gitu T_T
cape😅
alicea0v: makasih bg 🤣 semangat atta halilintar.
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
Hai sayang☺
Manusia Ikan 🫪
is is iiis :v
Manusia Ikan 🫪: iyaa, cantik kok kayak authornya🌹
total 6 replies
Manusia Ikan 🫪
wow bisa ganti POV gitu ya dari sudut pandang ketiga ke pertama... menarik manrik... 🥴
Manusia Ikan 🫪
ooh bagus bagus, aku bakal copy skill ini untuk ceritaku selanjutnya😜
Manusia Ikan 🫪: iya iyaaa :v
total 4 replies
Manusia Ikan 🫪
baru juga aku selesai nulis pertempuran di reruntuhan kuno juga, sama sama di ganggu oleh debu yang bikin sedak sama sakit mata😹 malah ketemu bab ini di sini, kebetulan macam apa ini. 😹
Manusia Ikan 🫪
segala ada lubang 😹
Manusia Ikan 🫪: iyaaah, maap baru hadir :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
uweeek daging orc🥴
Manusia Ikan 🫪
temaram artinya apa?
Manusia Ikan 🫪: oalaaah :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
agak kejam juga aturannya😹
alicea0v: kan dunianya jadi real gitu🤭
total 1 replies
T28J
cantik. juga si Hestia /Drool/
alicea0v: Ehehe... 🤭 apa ceritanya udah bagus kak? apa yang kurang?
total 1 replies
T28J
kasih bunga untuk 3 jam nya /Rose/
alicea0v: Terima kasih /Drool/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bahaya, bisa meninggal oleh tersedak kalau kayak gitu🥴
alicea0v: Roti bantal bang.. gak kesedak kok.. 😄
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
/Sob/ gak jadi sedih deh gue🤣
alicea0v: Wah makasih banyak kakak, kalau ada kritik yang membangun jangan segan-segan ya.. 🙏🙏😍😍
total 3 replies
T28J
/Sob//Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!