Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 16.
Setelah semua orang kembali ke kediaman, dan waktu terus berjalan begitu lambat bagi Victoria ketika dia hanya terdiam melamun didalam kamarnya tanpa melakukan apapun.
Dengan langkah lesu, dia berjalan menuju ranjang lalu menjatuhkan dirinya ditempat tidur dengan posisi telentang. Tatapan matanya menatap langit-langit kamarnya tanpa memikirkan apapun.
Saat dia sedang berbaring, melamun tanpa memikirkan apapun. Sesaat dia mengerakkan tubuhnya kesamping, tiba-tiba sesuatu menganggu ditubuhnya sampai membuatnya kesakitan.
"Aaa.., apaan sih ini!."gumam Victoria kesakitan lalu merogoh saku pakaiannya mengeluarkan sesuatu yang mengganggu
Saat dia mengeluarkan isi didalam saku pakaiannya, sejenak Victoria baru menyadari kalau sedari tadi dia terus membawa liontin ini kemana pun dia pergi.
"Oh alah, ternyata liontin ini."ujar Victoria menghela napasnya lega ketika mengetahui benda yang mengganggu berbaringnya
"Tapi kenapa liontin ini sama sekali tidak bereaksi, seingat dari alur cerita seharusnya kekuatan didalam liontin ini sudah masuk kedalaman tubuhku seperti yang dilakukan wanita licik itu."
Victoria mengerakkan liontin ditangannya sambil mengusap pelan liontin yang dia angkat tepat didepan wajahnya. Tiba-tiba sebuah cahaya putih terang dan transparan muncul pada saat Victoria mengusap liontin itu.
"Liontinnya bercahaya!."seru Victoria tersenyum lebar lalu menatap cahaya putih yang mengelilingi liontin ditangannya
Sewaktu Victoria kagum sejenak dengan liontin yang dia genggam saat ini, tiba-tiba liontin itu langsung menyerap tubuhnya masuk kedalam liontin tersebut seperti tersedot kedalam.
Penglihatan Victoria berubah menjadi gelap gulita, dengan panik Victoria berusaha mencari sumber cahaya yang harus dia cari sekarang dan melihat dimana dia berada.
Saat Victoria berusaha mencari penerangan yang kemungkinan bisa membuatnya melihat dimana dia berada sekarang. Tak lama bersilam beberapa menit, sebuah cahaya terang muncul dengan cepat.
Dengan cepat Victoria mengangkat satu tangannya menutupi wajahnya, menghindari cahaya masuk sampai menusuk matanya. Ketika Victoria telah menyesuaikan cahaya terang saat ini.
Secara perlahan dia menurunkan tangannya perlahan, sambil membuka matanya perlahan. Begitu kedua matanya terbuka dan pandangannya semakin jelas menatap sekitar.
Seketika pandangannya langsung dikejutkan oleh seekor naga putih berukuran raksasa, berdiri melingkar tepat dihadapannya. Sontak Victoria terkejut panik ketika melihat naga berukuran besar tepat dihadapannya dengan mata melotot kearahnya.
Ketika merasa bahwa pertemuan ini terlalu mendadak, Victoria langsung terjatuh dari berdirinya. Menatap penuh ketakutan saat memandangi naga raksasa yang terus menatap kearahnya seakan siap memakannya dalam sesaat.
"Ba-bagaimana bisa ada naga se-sebesar ini, aa-ku tidak bermimpi kan?."ucap Victoria menatap dengan eksrepsi ketakutan yang belum pernah dia perlihatkan kepada semua musuh-musuh saat berhadapan dengannya
Tetapi kali ini Victoria tidak mungkin berani melawan atau menantang naga raksasa dihadapannya. Ukurannya yang super besar dan kuat membuat Victoria ketakutan setengah mati.
Bahkan membangunkan tubuhnya serasa kakinya mati rasa, sulit digerakkan apalagi melarikan diri.
Pada saat naga raksasa itu telah bertemu dengan orang yang telah mengaktifkannya, naga raksasa itu menatap seorang wanita yang familiar dipikirannya. Dengan tatapan serius menatap kebawah, naga raksasa masih tenang ketika melihat betapa ketakutan wanita itu terhadapnya.
Reaksi wanita itu nyaris membuat naga raksasa itu menahan tawa karena menganggap wanita itu terlalu polos karena tidak pernah berhadapan langsung dengan naga sebesar dirinya didunia ini.
"Tolong jangan makan aku, dan keluarkan aku dari sini. Siapapun tolong aku!."teriak Victoria nyaris hampir menangis ketakutan menoleh keberbagaian arah mencari bantuan
Akan tetapi saat dia berteriak meminta pertolongan, tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya dari naga raksasa ini. Hingga membuatnya makin gelisah dan panik jikalau naga raksasa itu memakan dan menerkamnya.
{"KENAPA KAMU TAKUT PADAKU, DASAR BODOH. KAMU PIKIR AKU INGIN MEMAKANMU, TUBUHMU SAJA KURUS TANPA DAGING. MEMAKANMU SAMA SEKALI TIDAK BERSELERA BAGIKU."}
Ketika Victoria mendengar suara berat nan keras dari seseorang langsung mengejutkan Victoria. Dia mengangkat wajahnya mencari sumber suara itu, tetapi tidak menemukan orang yang bersuara barusan.
{"SIAPA YANG SEDANG KAMU CARI, ORANG YANG BICARA ADA DIHADAPANMU!."}
Suaranya yang bergema dan nyaring sekeras speker musik, membuat Victoria menutup kedua telinganya dengan kuat menahan saat suara itu menusuk gendang telinganya.
Ketika mendengar perkataan suara itu, arah tatapan Victoria langsung tertuju pada naga raksasa dihadapannya. Karena hanya mereka berdua lah yang berada ditempat ini sejak tadi.
"Kamu yang sejak tadi bicara?."tanya Victoria menatap naga raksasa itu dengan tatapan serius menahan takut saat menatap matanya yang besar berwarna biru terang apalagi melihat tubuh dan sayapnya yang besar berbulu tebal menutupi badannya
{"TENTU SAJA MEMANGNYA SIAPA LAGI KALAU BUKAN AKU."}
Saat suara itu terdengar kembali Victoria mengarahkan pandangannya kearah naga raksasa dihadapkannya dengan ekspresi terkejut sekaligus tidak menyangka, bahwa naga putih itu bisa bicara dan mengerti bahasa manusia.
"Kamu bisa mengerti apa yang aku katakan?."ucap Victoria kini beranjak dari duduknya masih tetap berjaga jarak waspada
{"YA!."}
"Mustahil, seekor naga raksasa sebesar rumah pecakar langit bisa bicara dan mengerti bahasa manusia dengan mudah. Darimana kamu mempelajari itu semua?."ucap Victoria kagum hingga sampai naga ini mampu belajar bahasa manusia dari siapa
Mendengar perkataan wanita dihadapannya, naga raksasa tersebut hanya mengelengkan kepalanya satu kali. Kemudian merasa jika wanita ini begitu bodoh karena sama sekali tidak tahu apa-apa.
Padahal sebenarnya dia adalah naga putih legendaris yang terkenal akan kekuatan dan kehebatannya dizaman kuno. Bahkan keberadaannya selalu diincar oleh siapa saja yang ingin memilikinya.
Tetapi wanita dihadapannya, sama sekali tidak mengenali siapa dirinya. Apakah wanita ini tidak tahu asal usul dirinya sampai membuatnya begitu bodoh sampai tidak mengenalinya.
{"KAMU INI BODOH ATAU TIDAK TAHU, BAGAIMANA KAMU SAMA SEKALI TIDAK MENGENALI SIAPA AKU, BAHKAN DILUARAN SANA RAMAI YANG INGIN MEMPEREBUTKANKU!."}
Saat mendengar bagaimana naga raksasa itu berlagak sombong didepannya. Victoria terdiam sambil menahan mulutnya untuk menutup ketika naga raksasa menyombongkan dirinya bahwa dia begitu berharga.
"Sombong sekali, memangnya ada yang suka dengannya."gumam Victoria berbisik pada dirinya sendiri sambil mengerutkan keningnya heran
Pada saat naga raksasa mengetahui jika wanita itu mengejeknya, dia berubah menjadi marah nyaris merubah bola mata biru menjadi merah.
{"BERANI SEKALI KAMU MENGATAIKU SOMBONG, ITU ADALAH KENYATAANNYA."}
Suara naga raksasa yang tiba-tiba kembali keras, Victoria langsung menutup kedua telinganya dengan kuat menahan suara nyaring dari naga raksasa tersebut.
"Baik-baik aku tidak akan mengejekmu lagi, sensitif banget!."ujar Victoria sambil melambai tidak akan mengejek naga raksasa lagi, sepertinya temperamen naga ini sensitif juga galak sekali
"Lalu siapa kamu sebenarnya dan kenapa aku bisa ada disini."lanjut Victoria kemudian kembali keripik pembicaraan yang ingin dia tanyakan sebelumnya bahkan dirinya jauh lebih tenang ketika naga raksasa bukanlah naga jahat yang ingin memakannya