NovelToon NovelToon
IMMORTAL TRANSMIGRATION

IMMORTAL TRANSMIGRATION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / TimeTravel / Fanfic
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enambelas

Jessy di bantu Ocong telah merubah rumah yang tadinya ala kadarnya dengan halaman yang sangat luas berubah menjadi rumah bak istana megah model bangunan modern.

Rumah megah milik Jessy di bangun di tengah tepat menghadap ke arah jalan setapak buatan Zhao. Rumah itu di batasi tembok memutar membentuk presegi panjang yang lebar, di tanah kosong sisi kiri rumah di biarkan kosong dengan bunga-bunga yang indah seperti taman.

Sedangkan di sisi kanan rumah, Jessy membangun sebuah pabrik pengolahan makanan. Meskipun belum terpikir selain memasak usus sapi, tapi setidaknya dengan alat-alat yang lebih maju semuanya pasti bisa diusahakan.

Semua bangunan serba putih, bangunan pabrik itu juga dibuat datar seperti persegi panjang dengan 12 pintu. Di pagar tembok tapi ada pintu yang terhubung menuju halaman samping rumah Jessy, itu akes khusus nyonya rumah.

Sedangkan di halaman belakang rumah, ada kebun yang kini sudah dibuat semakin besar dan lengkap. Ada kebun jagung, kebun sayur mayur, kebun umbi-umbian, kebun palawija lengkap, bahkan ada budidaya jamur juga.

Kebun itu memang masuk dalam pagar, tapi sengaja dibuat sedikit jauh dari pintu belakang rumah karena takut ada serangga atau hewan yang bisa masuk rumah. Di antara kebun dan pintu di pisahkan dengan kolam ikan buatan, kolam itu sengaja di buat untuk budidaya ikan emas karena di sungai banyak ikan predator yang biasa memakan ikan kecil.

Karena Jessy membenci sumur, makanya Ocong membuat sebuah bak penampungan air di bawah tanah yang akan di salurkan ke semua kamar mandi, dapur, dan halaman belakang untuk menyiram kebun.

Jessy tidak memasang kran karena itu terlalu modern dan mencurigakan, Jessy menggunakan saluran air yang tradisional yaitu menggunakan bambu. Jadi air itu terus mengalir tanpa henti dan selalu bersih.

Masuk ke dalam rumah, dapur sudah dibuat jadi lebih luas. Masih menggunakan tungku tanah karena itu jendela di buat lebih lebar di bagian dapur kotor. Di sebelah tungku ada tumpukan kayu kering yang siap di pakai untuk menjadi kayu bakar. Segala macam bahan pokok dan perbumbuan sudah di tata dengan rapih dalam wadah dalam lemari dekat tungku.

Setelah dapur ada ruang makan, dari ruang makan jika pintu di buka maka akan terlihat sebuah tanam dengan air mancur yang megah. Di sisi kanan adalah kamar milik Zhao yang sudah di buatkan menjadi bangunan terpisah, sedangkan di sebelah kiri adalah kamar milik anak-anak yang lain jika ada dimasa depan terdapat dua bangunan kamar yang masih kosong. Lalu bangunan paling depan tentu saja milik kamar utama yaitu milik Jessy, tidak hanya ada kamar tapi banyak ruangan privasi lainnya yang tidak bisa di masuki oleh sembarang orang.

Dari bangunan utama sampai bangunan paling belakang terhubung dengan lorong yang di buat memutar. Kini rumah Jessy sudah benar-benar terlihat seperti istana meskipun hanya di huni oleh dua orang saja.

“Nahhh dengan begini kan aku tidak perlu bekerja keras dan tinggal menikmati hidup enak. Tinggal membangun bisnis supaya terlihat keren dan terkenal.” Ucap Jessy tersenyum senang.

“Nona, anda membutuhkan bantuan apa lagi?.” Tawar si Ocong.

“Aku butuh saran, lebih baik aku membangun bisnis apa?.” Ujar Jessy, sedang berpikir keras.

“Oh bagaimana jika sosis?! Sosis isi keju bukankah itu makanan yang sangat nikmat?.” Jessy berbinar menemukan ide brilian.

“Yahh tentu saja, katakan apa yang ingin saya bantu.” Ocong mendukung penuh.

“Hohohoho yang pertama tentu saja ternak sapi, karena kita akan menbutuhkan banyak daging premium dan susu premium untuk pembuatan keju.” Ucap Jessy semangat.

“Baiklah, anda membutuhkan berapa ekor?.” Tanya Ocong.

“5.000ekor sapi siap potong, 2.000 ekor sapi perah dan 3.000 ekor anak sapi. Total ada 10.000 ekor buatkan kandangnya di belakang pabrik, dekat kandang kuda.” Ucap Jessy.

“Dimengerti.” Ocong langsung mengabulkan.

“Ocong, aku butuh pekerja tapi malas mencari. Bisakah kau menyebarkan informasi tentang pembukaan lapangana pekerjaan ke alamat ini?.” Pinta Jessy.

“Tentu nona.” Ocong mengabulkan.

“Nanti kau saja yang memilih mereka, aku tidak mau bertemu. Jadi tolong jadi tangan kananku karena entah kenapa aku sedang tidak mood untuk bertemu orang banyak.” Ucap Jessy, dia masih galau.

“Serahkan saja pada saya nona.” Ocong menyanggupi.

Di saat Jessy sibuk membesarkan bisnis dengan bantuan dan dukungan Ocong, Ziang baru saja sampai di Ibu kota sore ini. Ziang sedang makan siang di sebuah kedai pinggir jalan, dia akan datang ke istana untuk melamar pekerjaan sebagai guru dari Pangeran Ruan.

Setelah makan Ziang langsung berjalan cepat menuju istana, namun di perjalanan dia melihat ada sekelompok bandit yang sedang merampok seorang anak bangsawan.

Bugh

BRAKKKKK

“Enyahlah.” Ziang memutuskan untuk menolong.

Karena memang itu hanya sekelas preman pasar mereka langsung kabur setelah melihat ada orang kuat yang datang. Ziang melihat ada dua pengawal yang sudah terluka dan kusir yang sudah meninggal dunia.

“Lain kali bawa pengawal lebih banyak.” Ziang menasihati dua pengawal itu.

“T-tunggu, Tuan muda kami ingin bertemu dengan anda.” Ucap mereka menahan Ziang yang hendak pergi.

Ziang tidak masalah dan mau menunggu, siapa tau dia akan mendapatkan relasi melalui kejadian ini. Karena saat ini dia datang sebagai rakyat biasa yang butuh pekerjaan.

Pintu kereta kuda terbuka dan turun lah seorang pelayan yang terlihat menangis sesegukan, lalu seorang anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun yang turun.

“Terimakasih banyak atas pertolongan Tuan pendekar. Saya Ruan Seng, Pangeran kedua kekaisaran Ruan pasti akan membalas kebaikan anda.” Ucap bocah itu.

“Terimakasih banyak Pangeran, kebetulan saya datang karena mendengar istana sedang membutuhkan guru untuk Pangeran Ruan. Saya datang karena tertarik, kebetulan saya sedang mencari pekerjaan.” Jujur Ziang, dia harus sopan.

“Ah itu benar, Kakakku sedang mencari guru yang hebat. Kau pasti sangat cocok, ayo pergi bersamaku. Jika Kakak menolakmu maka bekerjalah menjadi pengawalku.” Ucap Pangeran kecil.

“Terimakasih atas kebaikan hati Pangeran.” Ucap Ziang membungkuk hormat.

Akhirnya Ziang datang ke istana bersama dengan Pangeran kedua Ruan. Kekuatan orang dalam membuat Ziang tidak perlu mengantri untuk bisa bertemu dengan Kaisar dan Pangeran yang lain.

Ziang langsung di panggil oleh Kaisar Ruan begitu sampai di istana. Ziang senang karena semua berjalan dengan mulus, semoga saja tidak ada kendala yang berarti.

“Memberi salam pada yang mulia Kaisar Ruan, saya Wu Ziang menghadap yang mulia.” Ucap Ziang memberi hormat dengan sangat sempurna.

“Aku merasa tidak percaya saat mendengar tentang pendekar yang menyelamatkan si bungsu. Setelah bertemu denganmu akhirnya aku mengerti, lama tidak bertemu Pangeran Mo Ziang.” Ucap Kaisar Ruan, mengenali Ziang.

Ziang sudah tahu hal ini akan terjadi, karena mereka pernah bertemu di medan perang dulu. Mereka pernah menjadi sekutu, Ziang menyelamatkan Kaisar Ruan yang saat itu masih menjadi Putra mahkota padahal selisih umur mereka terpaut 15 tahun. Ziang yang masih muda sudah memiliki banyak pengalaman dalam medan perang.

“Anda pasti sudah mengerti bagaimana kisah saya di kekaisaran Mo. Saat ini saya datang sebagai rakyat biasa, saya bukan lagi bagian dari kekaisaran Mo. Jika anda enggan menerima kehadiran saya, maka saya akan pergi tapi tolong jangan menangkap saya. Karena masih ada istri dan anak yang perlu saya beri nafkah.” Ucap Ziang terus terang.

“Aku mendengarnya, dan mana mungkin aku menangkap mu. Meskipun kau seorang terpidana kabur, tapi aku memiliki hutang nyawa padamu. Jika kali ini adalah waktu bagiku untuk membalas, maka aku tidak akan keberatan untuk memberikan perlindungan.” Ucap Kaisar Ruan.

“Saya merasa sangat berterimakasih, saya hanya ingin menjadi guru dari Pangeran Ruan. Tolong terima saya secara adil bukan karena anda sudah mengenal saya.” Ucap Ziang.

“Haahahahaha aku suka perangai mu yang jujur dan memiliki harga diri tinggi. Tentu, ayo kita lihat apakah putraku memiliki mata yang bagus atau tidak.” Ucap Kaisar Ruan.

Setelah beberapa kali tanding akhirnya Ziang di pilih sebagai guru oleh Putra mahkota Ruan yang bernama Ruan Ze. Dia seumuran dengan Zhao membuat Ziang sedikit teringat dengan Zhao dan Jessy.

Ziang di berikan fasilitas pakaian, makan, tempat tinggal, dan gaji pokok yang terjamin. Karena itu kini saatnya bagi Ziang mengirimkan surat untuk Istri tercintanya, memberikan kabar bahagia jika dirinya sudah mendapatkan pekerjaan.

Drap

Drap

Drap

“IBUUUUUU!!.” Teriak Zhao dari halaman depan.

“Ada apa Zhao?.” Tanya Jessy.

“Ada surat yang datang, sepertinya dari Ayah.” Ucap Zhao.

Jessy menerima lalu membacanya, berisi informasi jika Ziang sudah berhasil menjadi guru dari putra mahkota Ruan Ze. Fasilitas apa yang dirinya dapatkan dan gaji pokok yang dirinya terima, Ziang memberitahu semuanya secara jujur. Namun Jessy enggan membalas, biarkan saja Ziang selalu berpikir jika Jessy marah padanya.

Waktu berlalu dengan begitu cepat tapi juga lambat. Empat bulan sudah berlalu dengan banyak hal yang terjadi, Jessy sudah berhasil membuka pabrik pengolahan sosis daging sapi isi keju lumer. Meksipun semua masih dalam masa uji coba kelayakan, para pekerja yang datang juga masih perlu training lebih lama lagi untuk hasil yang jauh lebih maksimal.

Semua karyawan di pilih oleh Ocong yang kini berubah menjadi sosok pria berambut putih, berkulit putih dan bermata merah. Rambut nya panjang dia terlihat sangat cantik padahal laki-laki, banyak hal yang jadi terasa ringan berkat bantuan Ocong.

Termasuk perkembangan Zhao, kini Zhao sudah tidak kekurangan gizi lagi. Anak itu sudah tumbuh jauh lebih baik, jauh lebih tampan dan jauh lebih kuat. Tidak ada lagi Zhao yang kurus dan berkulit gelap, kini anak itu sudah berhasil glow up dan semakin mirip dengan Ziang.

Kini tinggi Zhao bahkan lebih tinggi dari Jessy, Kulitnya lebih cerah dan wajahnya jauh lebih tampan berkharisma. Tapi Zhao menjadi anak yang nakal, nakal dalam artian selalu membuat Jessy darah tinggi setiap hari.

Jessy masih sama, dia semakin cantik dan berisi. Wajahnya seperti bidadari, mungkin tidak ada manuisa yang bisa menandingi kecantikan Jessy saat ini.

“Ocong, bagaimana kondisi pabrik? apa masa uji coba berjalan dengan mulus?.” Tanya Jessy di gazebo taman rumah.

“Aman, siap di pasarkan minggu depan.” Jawab Ocong.

“Kalau begitu sudah saatnya mencari customer, kirimkan sample yang sudah lulus uji kelayakan dan keamanan ke semua panti terdekat. Biarkan mereka menyebar gosip tentang makanan baru ini, kau bisa kan?.” Ujar Jessy.

“Tentu, tapi nona apa anda baik-baik saja?.” Tanya Ocong tiba-tiba.

“Ya? apa maksudmu?.” Bingung Jessy.

“Anda terlihat pucat dan tidak bersemangat, mungkin anda perlu istirahat.” Ucap Ocong.

“Benarkah? yah sejak bulan lalu aku merasa tubuhku meriang dan lemas. Aku juga jadi malas makan pokoknya malas melakukan apapun, sepertinya karena cuaca panas.” Keluh Jessy.

“Kalau begitu silahkan nona istirahat, jangan khawatirkan masalah promosi dan pemasaran. Nona bisa mengandalkan saya.” Ucap Ocong.

“Aku sangat bersyukur karena ada kau disini, kalau begitu aku mengandalkan mu.” Jessy pergi ke kamarnya untuk istirahat.

Di lorong Jessy berpapasan dengan Zhao, Zhao tersenyum dengan polos. Pedang milik Ziang yang masih dirinya simpan dan jaga dengan baik, menggantung di pinggang nya.

“Ibu, bagaimana jika hari in___

“IBUUUU!!!!.”

Zhao berteriak dan berlari saat tiba-tiba Jessy oleng dan jatuh tidak sadarkan diri. Zhao langsung menggendong nya ke kamar dan memerintahkan pelayan untuk segera memanggil tabib terdekat.

Memang sekarang rumah Jessy sudah memiliki beberapa pelayan untuk bersih-bersih, menjaga kebun, membersihkan taman, memasak atau bahkan cuci baju. Itu karena Jessy jadi sangat pemalas sejak ditinggal Ziang merantau.

Tabib datang sangat lama karena jarak tempuh memang jauh, saat Tabib datang Jessy sudah sadar namun wajahnya pucat dengan keringat dingin yang mengucur deras. Jessy menyentuh perutnya yang terasa sakit.

Tabib memeriksa dengan cermat dan hati-hati, tabib itu bahkan terkejut saat mengetahui ada rumah sebesar dan semengah ini di tengah hutan. Apalagi wanita secantik Jessy yang baru pertama kali terlihat, Zhao dan Ocong juga pesona nya tidak main-main.

“Selamat nona, anda sedang mengandung.” Ucap Tabib itu tersenyum.

Deg.

“A-apa?.” Syok Jessy.

“Benar, dari denyut nadi dan kondisi perut yang sudah kaku dengan kedutan samar yang mulai terasa. Anda sudah memasuki 4 atau 5 bulan, kondisinya sehat hanya saja anda terlalu memaksakan diri dan butuh istirahat.” Ucap Tabib menjelaskan.

“H-hamil? 4 bulan?.” Jessy masih sangat syok.

“Benar.” Tabib itu mengangguk.

“Adik? ada adik?.” Zhao bertanya dengan polos.

Tabib meresepkan obat dan vitamin setelah itu di antar kembali ke rumahnya setelah di bayar. Jessy masih termenung menyentuh perutnya tidak menyangka, padahal selama ini dia hanya berpikir terlambat datang bulan karena stres.

Tidak ada tanda-tanda kehamilan sama sekali, tidak mual atau apapun hanya malas melakukan apa-apa. Jessy merasakan kedutan di perutnya lalu tersenyum, sudah 4 atau 5 bulan artinya pergempuran panas antara dirinya dan Ziang dulu langsung jadi bayi? mengingat itu membuat Jessy tersipu.

“Aku akan mengirim surat pada Ayah.” Ucap Zhao.

“Tidak, tidak perlu melakukan itu. Biarkan saja menjadi kejutan.” Cegah Jessy.

“Tapi, memangnya Ibu tidak merindukan Ayah?.” Murung Zhao, dia sebenarnya merindukan Ziang.

“Tentu saja sangat rindu, namun Ibu hanya berusaha menjadi wanita yang tidak bergantung pada laki-laki. Ayahmu pergi untuk mencari nafkah, uang selalu datang setiap bulan tapi bukan itu yang Ibu harapkan. Ibu ingin Ayahmu lah yang datang, bukan uang nya. Ibu takut Ayahmu akan berpikir Ibu lebih suka uang, atau merasa semuanya bisa selesai setelah dia mengirimkan uang.” Jessy bicara dengan lirih sambil mengelus perutnya.

“Aku mengerti Ibu, Ibu istirahat saja dan jaga kesehatan. Aku yang akan membantu paman cacing.” Ucap Zhao menggenggam tangan Jessy.

“Nama ku Ocong.” Kesal Ocong.

“Entah kenapa nama itu cocok untukmu, Paman cacing.” Lirik Zhao, dia tidak suka Ocong karena dianggap terlalu dekat dengan Ibu nya.

1
Wiwin Ma Vinha
hemmm🤭
Mellisa Gottardo: hehehe
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: iyaaa hiks
total 1 replies
Eka Haslinda
jadi itu dia tabib betina yg diceritakan jessy d awal kisah novel ini.. apa namanya thor.. tabib sasimo kah 🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wakakakakak iyaaa😭
total 1 replies
Eka Haslinda
ocong terfitnah 🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha iya lagi
total 1 replies
Marsya
wah tuch tabib mw digeprek sama jessy kyaknya🤔🤔🤔🤔
Mellisa Gottardo: Jessy : tunggu tanggal mainnya🤟🏻
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hadehh zhao dari ocong jadi cacing 🤣🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: Wkwkwkwk
total 1 replies
Eka Haslinda
ponakan ku panggilannya ocong thor 🤣🤣🤣
Eka Haslinda: cuman fana thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
ClarissWu
semangatttt thor💪💪
Mellisa Gottardo: hehehehe
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
nama yg unik ocong
Mellisa Gottardo: #izinnnn😭
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
titisan anak monyet mulai beraksi 🤣
Mellisa Gottardo: HAHAHAHAHAHA
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kekuatan hati seorang ibu itu nyata apa ada nya
Mellisa Gottardo: hiks betull
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
suka banget gaya Jessy, masa bodoh dengan semuanya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dia yang jadi gila 🤣
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sampai disini dan derik ini, masih sesantai itu 🤣
Mellisa Gottardo: Jessy : santai dulu g sih🤟🏻
total 1 replies
Eka Haslinda
aku kaget thor 🤣🤣
Mellisa Gottardo: heheheheheeheh maaf🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
kalo segampang transmigrasi, aku juga mau dong 🤣
Mellisa Gottardo: bismillah dulu aja kak😭
total 1 replies
aria
author kasih gambar dong biar makin semangat menbaca.
Mellisa Gottardo: ga mood kak, apk yang buat visual sekarang ganbarnya beda🥹
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
akhirnya zhao bebas juga
Mellisa Gottardo: iyaww
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mellisa Gottardo: hehe okee🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
thor dpt bonus ruang dimensi biar mkin seru n badaz abiz thor
Mellisa Gottardo: dari nol dulu yaa🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!