Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Malam harinya bara dan gea berada didalam kamar,gea masih merasa pusing jika harus berdiri lama-lama.
"Sayang kamu mau makan apa?'tanya bara sambil mengelus lembut kepala gea
"Aku gak pengen apa-apa mas,aku cuman pengen gini aja"jawab gea sambil memeluk erat tubuh bara
"Baiklah jika kamu ingin sesuatu kasih tahu aku ya"ucap bara
"ehemm"sahut gea
"Mas kamu pengen anak pertamanya cewek atau cowok?"tanya gea mendongakkan kepalanya
Cup!
Bara mengecup kening gea sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
"Aku gak banyak minta sayang,mau cewek atau pun cowok aku terima asal kamu dan anak kita sehat"jawab bara
"Kamu tahu sayang,saat aku mendengar kabar kehamilan kamu aku senang banget"ucap bara
"Aku juga senang mas, selama ini aku selalu merasa takut jika aku tidak bisa hamil dan kamu malah pergi meninggalkan aku"sahut gea
"Aku bahkan tidak pernah terpikirkan hal seperti itu sayang,jika memang allah tidak memberikan kita keturunan aku juga tidak masalah. Menikah bukan tentang anak saja,tapi menikah itu tentang mempersatukan dua hati dan dua pikiran yang berbeda. Banyak kok pasangan yang sudah menikah lama dan tidak dikarunia anak tapi hubungan rumah tangganya masih awet sampai sekarang"ucap bara
Gea tersenyum dan mengusap rahang bara,ia juga tidak salah memilih menikahi bara. Walaupun dulu ia sempat ragu akan pernikahannya. Gea juga tidak lupa dengan pernikahan kontrak yang pernah bara ucapkan,hanya saja saat ini gea tak ingin membahas hal seperti ini dulu.
"Mas kamu tahu? hal terindah dalam hidup aku saat ini adalah kamu. Jujur dulu aku sangat ragu sama kamu,aku takut jika kamu tidak serius menikahi aku"sahut gea
"Aku serius sayang buktinya saat ini kamu tengah mengandung benih cinta kita"ucap bara mencium kening gea
Gea tersenyum dan menganggukkan kepalanya,ia mengakui jika ia mencintai bara.
"Aku pengen rujak mangga mas"ucap gea
"Hmm rujak mangga? tapi aku tidak tahu sayang apakah ada mangga atau tidak dikulkas"sahut bara
"Aku tidak mau mangga itu,aku mau mangga yang langsung dari pohonnya"ucap gea
Bara terdiam mendengar keinginan istrinya saat ini,dimana ia harus mencari pohon mangga malam-malam seperti ini.
"Ayo mas aku mau mangga"ucap gea setengah merengek
"Baiklah kamu disini saja mas aku keluar dulu untuk mencari mangganya"sahut bara
"Aku mau menunggu kamu sambil menonton tv saja mas"ucap gea tersenyum
Bara tak lagi mendebat,ia turun ke lantai bawah bersama gea. Ternyata sekar ada dibawah sedang menonton televisi. Sekar menoleh dan tersenyum melihat kedatangan menantu dan juga anaknya.
"Titip gea ma aku mau keluar dulu"ucap bara
"Kamu mau kemana? Istri lagi hamil malah keluyuran"sahut sekar
"Mas bara mau nyari mangga ma aku lagi pengen mangga"ucap gea
"Mangga? Ada kok sayang dikulkas"sahut sekar
"Aku gak mau mangga itu ma,aku mau mangga muda yang langsung dari pohonnya"ucap gea
Sekar merasa ngilu sendiri saat membayangkan rasanyaa mangga muda. Ia melirik ke arah bara yang hanya bisa menghela napas. Sekar mengulum bibirnya menahan tawa,saat membayangkan bara yang akan terus direpotkan dengan aksi ngidam istrinya.
"Yasudah sana berangkat biar gak kemaleman,kamu cari didepan apartemen blok a itu kalo gak salah ada deh mama lihat disitu"ucap sekar
"Hmm aku pergi dulu"sahut bara
Gea melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah suaminya,sekar juga ikut tersenyum melihat rumah tangga bara dan gea.
\~
Bara melajukan mobilnya menuju blok b yang disebutkan oleh sekar,apapun yang terjadi ia akan tetap memenuhi keinginan istrinya.
"Permisi"ucap bara kepada beberapa tukang ojek
"eh iya ada apa mas?"tanya salah satu tukang ojek tersebut
"Maaf pohon mangga ini punya siapa? Saya ingin meminta izin untuk mengambilnya karena istri saya sedang mengidam"jawab bara datar
"Oh mangga ini gak punya siapa-siapa mas,ini milik bersama. Silahkan mas kalo mau ambil"ucap tukang ojek tersebut
"Bapak bisa bantu saya mengambilnya? nanti saya akan bayar"ucap bara
"Oh bisa-bisa mau berapa buah mas?"tanya ojek tersebut
"Hmm 10 aja"jawab bara
Tukang ojek itu langsung mengambil tangga yang biasanya digunakan untuk memanjat,bara hanya bersandar dimobil dan menunggu. Winda yang hendak pergi mengernyitkan dahinya saat melihat seseorang yang rasa nya tidak asing baginya
"baraa"panggil winda
Bara menoleh dan terkejut ketika melihat kehadiran winda,winda menatap bara dari atas sampai bawah.
"Kamu bara mantan pacar aku kan?"tanya winda meyakinkan
"Bukan"jawab bara singkat
"Engga gak mungkin aku salah ini kamu baraa"ucap winda tersenyum
Ia memperhatikan bara yang terlihat berbeda dari dulu,bara yang sekarang jauh lebih tampan.
"Ternyata kamu udah sukses ya? Ini mobil punya kamu?"tanya winda
"Rental"jawab bara
"Masa si? Aku nanya serius bar"ucap winda
"Tuan ini mangganya"ucap tukang ojek tersebut
"Terima kasih ya pak sebentar"sahut bara membuka mobilnya dan mengambil kantong kresek yang dibawanya
Bara memasukkan mangga tersebut kedalam kantong kresek yang ia bawa,setelah itu bara mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang 100 ribu 5 lembar kepada tukang ojek tersebut.
"Ini ya pak ucapan terima kasih saya,bagi-bagi saja dengan teman yang lain"ucap bara
"Wah terima kasih tuan semoga anak dan istrinya sehat sampai lahiran"sahut tukang ojek tersebut
"Aaamiin terima kasih ya saya pamit dulu"ucap bara
Winda yang melihat bara hendak pergi mencoba untuk menahannya.
"Bara kamu udah nikah? Aku kira kamu gak bisa move on dari aku"ucap winda percaya diri
Bara tak menggubris ia membuka pintu mobil dan langsung masuk kemobil. Winda memandang kepergian bara dengan senyuman penuh arti.
"Jadi dia udah sukses dan kaya sekarang? Dia berubah sejauh ini pasti untuk aku,ah bara aku tahu jika kamu masih mencintai aku"ucap winda sungguh percaya diri
Ia tak jadi keluar,dan memilih masuk kembali ke apartemannya.
Sedangkan disisi bara ia merasa kehadiran winda akan mengusik hidupnya.
"Aku tidak membiarkan tikus mana pun yang menganggu rumah tanggaku,terlebih saat ini gea sedanh hamil aku tak ingin hal seperti bisa menganggu kehamilannya"ucap bara
Ia harus meminta bantuan lucky untuk menjaga gea dari winda,winda adalah gadis yang nekat dan ia bisa melakukan apapun hanya untuk kesenangannya. Bara tak ingin kehadiran winda membuat pikiran gea tak menentu. Saat ini rumah tangga mereka tengah merasakan kebahagiaan.