NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Bima tersungkur setelah mendapatkan tendangan dari Kenzo. Rama menahan Kenzo saat ingin menyerang Bima. Rama mengingatkan pesan dari dokter.

Dengan kesalnya, Kenzo segera meninggalkan ruangan UKS. Kenzo kembali ke lapangan basket. Sementara itu, Rama dan Bima memutuskan beristirahat di ruang UKS. Dita membantu mengoleskan obat antiseptik ke lengan dan wajah Rama yang memar.

Beberapa menit kemudian, Dinda pun akhirnya membuka matanya. Dinda menyadari saat ini dia berada di ruangan UKS. Bima menghampiri dan menanyakan keadaannya. Bima memberitahu Dinda, Kenzo sengaja melempar bola basket ke punggung Dinda hingga membuat Dinda pingsan.

Dinda memperhatikan ruangan UKS. Tidak ada siapa-siapa di sana, hanya ada dia dan Bima. Dinda mengaku kepada Bima, saat ini dia sudah mengingat kejadian saat mereka mengalami kecelakaan.

Dinda cerita mengapa dia bisa ada di kafe saat itu. Sebelum Dinda bertemu dengan Bima, Dinda merasa pusing setelah minum yang diberikan Arlo.

Dinda juga mengalami pelecehan dari Arlo. Dinda sangat yakin, kafe itu tempat Arlo dan teman-temannya pesta obat terlarang. Arlo adalah orang yang mengejar dan menembaki mereka.

Dinda juga ingat, dia adalah Rani. Orang yang pertama mengenalinya di kota Jade sebagai Rani adalah Kenzo. Dinda ingin, Bima tetap memanggilnya dengan panggilan Dinda.

Dinda merasa, Kenzo ingin sekali membuatnya membenci Wira dengan menaruh buku harian Wira di laci meja Dinda. Buku harian itu dibuat seolah-olah memang milik Wira.

Dinda juga merasa, ada kemiripan suara dan tahi lalat antara Kenzo dan Arlo. Dinda juga bilang, hari ini Kenzo mengungkapkan perasaannya. Meskipun sudah Dinda tolak tapi Kenzo tetap memaksa Dinda menjadi kekasihnya.

"Apa benar kamu melihat Wira di kota ini?" tanya Bima.

"Iya, dia ingin menembak Kenzo tapi berhasil aku gagalkan."

"Mengapa Wira mengincar Kenzo? Apakah Arlo adalah Kenzo? Aku akan mencoba mencari tahu."

"Hmmm, Bima. Aku gak mau jadi pacar Kenzo."

"Kalau begitu, kamu jadi pacar aku."

"A ... apa!" Dinda menatap Bima dengan detak jantung yang tidak karuan.

"Bilang aja aku pacar kamu. Kamu gak mau terus-terusan ditempel Kenzo kan? Ayo."

Dinda dalam kebingungan hanya pasrah saat Bima tanpa ragu menarik tangannya keluar ruangan UKS. Bima mengajak Dinda ke kantin sekolah karena Rama dan Dita sudah memesan sop Banjar untuk mereka.

Dinda duduk di samping Bima. Rama dan Dita menaruh pesanan mereka di atas meja. Dinda masih menstabilkan jantungnya. Kata-kata Bima masih terngiang-ngiang di kepalanya.

Apa barusan Bima nembak gue? Ah, mungkin Bima cuman bercanda, batin Dinda.

Suara sorak sorai masih terdengar di lapangan basket. Kantin sekolah mulai ramai didatangi siswa siswi. Rama mendapatkan informasi, Kenzo dan teman-temannya memenangkan pertandingan.

Rama mengenalkan Bima kepada teman-temannya sebagai siswa pindahan. Bima akan satu kelas dengan Dinda. Teman-teman Rama menyapa Bima. Mereka semua makan bersama.

Jam kosong masih diisi dengan kegiatan olahraga. Dinda mengajak Bima masuk ke dalam kelas. Kebetulan di belakang bangku Dinda masih ada bangku kosong. Dinda memilih duduk di belakang bersama dengan Bima.

Terdengar suara kemenangan dari Kenzo dan teman-temannya di depan kelas. Kenzo masuk ke dalam kelas dan menyaksikan Dinda duduk bersama Bima di bangku belakang. Kenzo langsung menghampiri mereka.

"Ngapain lu di sini?"

"Oh iya, lupa." Bima bangkit dari tempat duduknya.

Bima memperkenalkan dirinya kepada teman-teman yang ada di kelas. Dia adalah siswa pindahan dari kota Goldie. Mulai hari ini, Bima akan menjadi bagian dari kelas X DKV 2.

Kenzo melarang Bima duduk di sebelah Dinda karena hanya Kenzo yang boleh. Kenzo menarik Bima agar menjauhi Dinda. Bima tidak mau mengalah.

Hampir terjadi keributan, teman-teman Kenzo yang masih berada di kelas membela Kenzo. Dinda berdiri di depan Bima.

Dinda mengambil keputusan, Dinda menaruh kembali tasnya ke tempat duduknya semula. Kenzo tersenyum karena Kenzo mengira Dinda memilih dirinya.

Tapi dalam sekejap, senyuman Kenzo berubah menjadi kekecewaan. Dinda mengambil tas Kenzo dan menaruhnya di bangku samping Bima.

"Mulai sekarang, lu duduk di sini!" Dinda kembali duduk di tempatnya

Bima tersenyum mengejek ke arah Kenzo. Kenzo bertanya alasan Bima memilih sekolah mereka. Kenzo mendengar dari temannya yang kebetulan mengenal Bima, dulu Bima mengambil jurusan otomotif tapi mengapa dia memilih masuk ke jurusan DKV.

Jawaban Bima tidak hanya mengejutkan Kenzo tapi juga Dinda yang duduk di depannya. Bima sangat kesepian di kota Goldie. Bima sangat merindukan Dinda. Sampai akhirnya Bima mendapatkan informasi dari omnya, Dinda berada di kota Jade.

Bima rela mengambil jurusan yang sama dengan Dinda dan mengejar ketinggalannya demi dekat dengan Dinda.

"Oh rupanya lu ditinggal Dinda," Kenzo tertawa.

"Dinda hampir dibunuh Wira. Tujuan gue kemari, melindungi Dinda dari orang-orang jahat, termasuk lu!" Ucap Bima setengah berbisik.

"Maksud lu!" Kenzo melempar tatapan tajam kepada Bima.

"Rahasia lu ada di tangan gue. Jangan lu coba-coba sakiti Dinda!"

"Lu ngancem gue!"

"Iya!"

Dinda menoleh ke arah belakang. Bima dan Kenzo saling mencengkram kerah baju. Dinda menarik tangan Bima untuk keluar kelas. Kenzo menahan tangan Dinda.

"Dinda, mau ke mana?"

"Kenzo, gue mau ke mana bukan urusan lu!" Dinda menepis tangan Kenzo.

Bima mengambil tas miliknya dan milik Dinda. Mereka berdua meninggalkan kelas. Kenzo melayangkan pukulannya ke tembok kelas. Dinding tak bersalah itu retak.

Bima dan Dinda menuju parkiran motor. Bima mengeluarkan motornya. Bima memasangkan Dinda helm. Dinda naik ke atas motor Bima. Bima menghidupkan mesin motor dan perlahan meninggalkan sekolah.

Bima meraih lengan Dinda dan melingkarkannya ke pinggangnya. Begitu juga dengan lengan Dinda yang satunya. Dinda dengan malu-malu berpegangan di pinggang Bima.

Bima menyaksikan itu semua di balik spionnya Bima melaju di jalan raya. Dinda merasakan jantungnya saat ini melompat-lompat. Dinda tidak mengerti dengan sikap Bima.

Dinda juga masih ingat dengan ucapan Bima yang sangat merindukannya. Dinda mencubit punggung tangannya sendiri. Dinda ingin cepat bangun dari khayalannya.

Dinda yakin, Bima melakukan itu semua hanya untuk menjauhkan Kenzo darinya. Dinda sadar diri, Bima tidak pantas untuknya. Seseorang seperti Bima yang banyak memiliki prestasi tidak akan mungkin menjadi kekasihnya.

Dinda melonggarkan pelukannya. Lama kelamaan Dinda menarik kedua tangannya. Bima menatap Dinda dari spion. Bima kemudian memarkirkan motornya di depan sebuah kafe.

Bima mengajak Dinda masuk ke dalamnya. Bima sengaja memilih tempat duduk paling belakang. Bima memberikan menu kepada Dinda. Mereka berdua sudah selesai memesan.

"Dinda, yang kamu dengar tadi tidak salah. Aku benar-benar merindukanmu. Dinda aku menyukaimu, aku ingin menjadi kekasihmu," Bima memandangi Dinda.

Dinda hanya diam. Dinda bingung harus menjawab apa. Semua ini bagi Dinda begitu tidak nyata.

"Dinda, aku juga sudah mengingat semuanya. Dinda kamu harus bertanggungjawab padaku."

Saat itu, pelayan kafe menyuguhkan minuman jus alpukat dan es coklat pesanan mereka.

"Tang ... tanggung jawab apa?" Dinda menyipitkan matanya.

Bima tersenyum dan terus menatap Dinda dengan penuh kerinduan. Dinda menjadi salah tingkah. Dinda menyedot es coklatnya sembari menunduk malu.

"Kamu sudah mencuri ciuman pertamaku," kata Bima.

BRUUUUUH!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Na!
😭
Fang
lanjut 💪
Fang
tinggal demi Rani 🤭, kasihan papanya 🤣
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!