Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tajam Menusuk
Sejak ketegasan Wisnu pada Latisya keduanya tak lagi bertemu sampai saat Wisnu dan Widya akhirnya harus cek out dan kembali ke kota asal dimana Abah berada saat ini.
" apa kamu sudah mengemasi semuanya sayang ?" tanya Wisnu yang memang sengaja selalu memanggil Widya sayang sebagai panggilan kesayangan.
" sudah mas " ucap Widya sambil menatap sekeliling dalam resort untuk memastikan jika memang tak ada yang tertinggal di sana.
" oh ya apa kamu sudah memberitahu Abah jika kita akan pulang ?" tanya Wisnu sambil menarik koper keluar dari kamar resort.
" sudah mas " ucap Widya yang berusaha untuk melakukan apa yang Wisnu perintahkan selagi itu hal yang wajar dan mudah.
Keduanya pun berjalan menuju lobi resort untuk menyerahkan kunci kamar yang mereka tempati selama tiga hari ini tapi siapa sangka kali ini Wisnu harus kembali bertemu dengan Bian dan Latisya yang juga akan cek out dari kamar resort yang mereka tempati.
" aku pikir pengantin baru ini akan menghabiskan waktu lebih lama ternyata tidak " ucap Latisya dengan nada suara yang terasa merendahkan Wisnu apalagi jika mengingat ucapan Latisya yang menyebut Wisnu loyo tepat di hadapan Widya hingga memancing reaksi yang cukup keras dari Wisnu saat itu.
" tiga hari sudah cukup untuk kami menghabiskan waktu spesial kami di sini sisanya bisa kami habiskan di rumah " jawab Widya saat tak melihat reaksi apapun dari Wisnu saat ini.
" ah ya, kamu benar "
" memang susah jika menghadapi laki laki loyo seperti itu "
" harus penuh dengan kesabaran " ucap Latisya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Wisnu Widya dan juga resepsionis yang membantu mereka saat ini.
" tolong jaga ucapan anda karena fitnah yang anda lontarkan suatu saat akan berbalik pada anda sendiri " ucap Widya yang tak ingin Wisnu kembali terpancing ucapan Latisya.
" dan saya hanya bisa berharap saat anda menemukan laki laki yang benar benar anda cintai semoga saja laki laki itu bisa memuaskan nafsu anda " ucap Widya penuh makna.
" ayo mas kita pulang " ajak Widya sambil merangkul lengan Wisnu penuh cinta sedangkan Wisnu hanya tersenyum manis dimana senyum itu pernah Latisya lihat untuk dirinya saat Wisnu belum mengetahui pengkhianatan nya.
" terima kasih karena mas tak memperlihatkan reaksi berlebih pada wanita itu " ucap Widya saat keduanya berjalan menuju mobil Wisnu.
" mas harap ini pertemuan terakhir mas bertemu dengannya " ucap Wisnu sambil membukakan pintu mobil untuk Widya dan hal itu terus saja di perhatikan Latisya dati jauh bahkan ada rasa sesal di hati Latisya karena tak ada yang memperlakukannya seperti saat dirinya masih bersama Wisnu.
" ayo " ajak Bian tanpa menggandeng atau pun merangkul pinggang Latisya dan hal itu semakin membuat Latisya iri dan ingin di perlakukan sama seperti Wisnu memperlakukan Widya.
" apa kamu akan terus bersikap seperti ini ?" tanya Latisya tiba tiba hingga membuat Bian menghentikan langkahnya yang baru saja akan membuka pintu mobil untuk dirinya sendiri.
" apa maksudmu ?"
" kamu sendiri tau hubungan apa yang kita miliki saat ini " ucap Bian mengingatkan Latisya akan status mereka saat ini.
" aku tau, tapi sampai kapan kita akan seperti ini ?"
" kita bahkan sudah satu tahun ini menjalin hubungan di belakang istri mu dan juga teman ku " ucap Latisya.
" lalu ?"
" apa sekarang kamu menuntut hubungan yang jelas di antara kita ?" tanya Bian yang bisa membaca kemana arah pembicaraan Latisya saat ini.
" bukan kah sudah sangat jelas dan kamu sendiri tau jawabannya jika aku memang harus memilih antara kamu dan Zahwa, sudah jelas aku memilih Zahwa !" ucap Bian tanpa memikirkan perasaan Latisya saat dirinya mengatakan semua itu.
" apa kamu pikir Zahwa akan tetap bersama dengan mu saat tau di belakangnya kita memiliki hubungan ?" tanya Latisya.
" kamu akan tau siapa aku jika sampai Zahwa tau hubungan kita ! " ucap Bian yang memilih masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Latisya di resort tanpa memikirkan bagaimana Latisya pulang nanti.
" aarrrhhhh Bian sialan " ucap Latisya yang tak pernah menyangka jika hubungannya dan Bian akan berakhir seperti ini.
Setelah mengemudi hampir tiga jam akhirnya Wisnu dan Widya pun sampai di rumah Abah dan dari jauh Wisnu dan Widya melihat jika ada tamu yang sedang duduk dengan Abah di teras rumah.
" Abah bicara dengan siapa mas ?" tanya Widya saat Wisnu baru saja mematikan mesin mobilnya.
" entahlah mas sendiri tidak tau " ucap Wisnu yang merasa familiar dengan sosok yang berhadapan dengan Abah tapi membelakanginya.
" ayo kita lihat siapa yang datang " ajak Widya sambil menggandeng tangan Wisnu menuju teras rumah Abah dan saat tinggal beberapa langkah.
Langkah Wisnu tiba tiba saja berhenti dan hal itu di sadari oleh Widya yang terpaksa menghentikan langkahnya dan melihat ke arah suaminya yang diam mematung sambil beradu tatap dengan tamu yang juga sedang menatap ke arah Wisnu dan Widya.
" mas, mas Wisnu kenapa ?" tanya Widya penasaran sambil terus menatap ke arah Wisnu dan juga tamu yang ternyata wanita paruh baya tapi Widya tak mengenali wanita itu.
" apa kamu akan kembali menjauh saat ibu sudah datang begitu jauh ke desa ini ?" tanya wanita paruh baya yang kini berdiri di tempatnya tadi.
" ibu ?"
" mas ?"
" apa jangan jangan dia ibu mu, mas ?" tanya Widya yang bisa membayangkan bagaimana jika dirinya di posisi Wisnu saat ini apalagi saat di resort Wisnu pun harus bertemu dengan orang di masa lalunya yang sudah mengkhianatinya cukup dalam.
" kamu benar " ucap Wisnu dingin sambil berjalan ke arah Bu Vira yang merasa lega saat Wisnu mau menghampirinya.
" sayang, kenalkan dia ibu ku "
" Bu Vira " ucap Wisnu memperkenalkan ibunya pada Widya istrinya.
" jadi ini menantu ibu ?" tanya Bu Vira sambil mengulurkan tangannya ingin menyentuh pipi Widya tapi Widya langsung di tarik oleh Wisnu agar Bu Vira tak bisa menyentuh nya.
" sayang, tolong buatkan minum untuk Bu Vira " ucap Wisnu yang menyebut nama ibunya seolah ibunya itu orang asing baginya.
" apa kamu masih marah sama ibu ?" tanya Bu Vira yang bisa merasakan sikap berbeda yang Wisnu tunjukan pada dirinya saat ini.
" tidak karena Wisnu bukan siapa siapa "
" ibu tak pernah memikirkan perasaan Wisnu jadi untuk apa Wisnu pun memikirkan perasaan ibu " ucap Wisnu yang benar benar sedang tiba baik baik saja hingga bersikap seperti itu apalagi dihadapan Abah yang cukup terkejut dengan sikap yang Wisnu tunjukan di hadapannya.
" Wisnu, bukan kah dia ibu mu ?" tanya Abah memastikan hubungan Wisnu dan wanita yang mengaku ibunya Wisnu saat tadi datang bertamu.
✍️✍️✍️ jawaban apa yang akan Wisnu jelaskan pada Abah dan Bu Vira, dan apakah Bu Vira akan diam saja mendengar ucapan Wisnu yang menurutnya tak pantas di ucapkan seorang anak pada ibunya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘