Novel ini menceritakan seorang perempuan yatim piatu bernama Ratih yang sudah ditinggal keluarganya.
.
Ratih memiliki kekasih bernama Davlan.
Mereka saling mencintai.
.
Suatu hari ada seseorang yang ingin balas dendam kepada Davlan.Namun Ratih yang membayar semua perbuatan si pendendam agar Davlan tidak tersakiti.
Kira kira apa apa yang Ratih lakukan untuk menolong Davlan ya?
Dan gimana reaksi Davlan ketika tahu Ratih mengorbankan diri demi dirinya
.
.
Bagai mana Kelanjutan ceritanya?
Silahkan dibaca😊
Jangan lupa vote dan like ya😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Pratiwi Hutasoit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Keesokan paginya..
Pagipun telah datang dan mulai masuk ke celah celah jendela kamar sepasang suami istri yang masih terlelap didalam selimut yang masih menyelimuti tubuh polos mereka yang baru melakukan hubungan suami istri pertama kali.
"Eeungg.."..Suara Ratih yang menggeliat mulai terusik dengan cahaya matahari yang mulai memasuki indra penglihatannya.
Ratih pun membuka matanya dan sepasang matanya menatap seseorang yang berada dihadapannya.Ia adalah Davlan suami Ratih yang baru semalam mereka mengucapkan janji suci.Ia tersenyum melihat Davlan yang mulai membuka matanya.
"Selamat pagi istriku"..Ucap Davlan setelah ia membuka matanya.
"Selamat pagi juga suamiku"..Balas Ratih sambil mengusap wajah Davlan lembut.
"Ayo bangun,mari kita sarapan.Keluarga kita yang lain pasti sudah pada menunggu"..ujar Ratih
"Mereka gak menunggu sayang.Mereka itu tau bahwa kita sedang membuat cucu buat mereka.Lagipula kamu kuat berjalan apa?"..ucap Davlan
"Aku kuat kok"..ucap Ratih
Ratih pun mulai bangkit dari tempat tidur lalu berdiri dan mulai melangkahkan kakinya.Namun saat baru selangkah ia sudah merasakan nyeri di bagian intimnya.
"Aaisshh.."..ucap Ratih kesakitan
"Kan,apa kubilang.Kamu sih ngeyel"..ucap Davlan sambil menyentuh hidung Ratih dan mulai mengangkat Ratih ke kamar mandi.Dan mereka pun mandi bersama.
.
.
.
Setelah acara mandi selesai.Ratih dan Davlan mulai berpakaian dan mereka melihat sudah ada makanan tersaji di meja dekat kasur
"Kita makan dikamar aja ya"..Ucap Davlan
"Emang kenapa?"..Tanya Ratih
"Emang kamu mau turun dengan cara jalanmu seperti itu"..ucap Davlan sambil terkekeh
Ratih yang mendengar itu pun membenarkan perkataan Davlan.Ia dan Davlan kembali melakukan bercinta di kamar mandi.Sehingga Ratih pun bertambah susah berjalan
"Kamu yang suruh mereka antar makanan ke mari?"..tanya Ratih
"Iya.Yaudah ayo kita makan pasti kamu lapar"..ucap Davlan
Ratih dan Davlan pun mulai makan makanan mereka hingga selesai.Setelah selesai makan,mereka pun kembali rebahan di kasur dan lama kelamaan mulai terlelap akibat kurang tidur tadi malam karna harus melakukan rutinitas pasutri.
.
.
.
Hari pun beranjak siang.Ratih dan Davlan terbangun dan merasa kalau mereka mulai lapar.Mereka pun memutuskan keluar kamar dan makan di meja makan.
Mereka melihat bahwa rumah itu kosong.Itu karena keluarga Davlan sedang keluar.Sehingga yang berada dirumah itu hanya Davlan dan Ratih beserta para pelayan.
Mereka pun mulai makan makanan yang telah tersaji di meja makan.Setelah selesai makan,mereka pun ke ruang keluarga untuk bersantai sambil menonton televisi.Mereka memutuskan untuk dirumah saja karena mereka masih lelah dan juga Ratih belum terbiasa jalan karna masih merasakan sakit.
Setelah beberapa lama pun mereka tertidur di sofa panjang yang diubah menjadi kasur.
.
.
.
Sore telah datang.Ratih terbangun dari tidur siangnya dan kemudian beranjak dari sofa menuju kamar mandi untuk bersih bersih.Setelah selesai mandi Ratih melihat Davlan sudah bangun dan duduk di sofa yang telah ia ubah menjadi bentuk semula.
"Kamu sudah bangun yang?"..ucap Ratih sambil menghampiri Davlan
"Udah.Kamu mandi kok gak ajak aku sih?"..ucap Davlan sambil cemberut
"Tadi aku lihat kamu pules banget tidurnya jadi aku gak tega bangunin.Lagipula kalau aku bangunin kamu,kita malah gak mandi pula"..ucap Ratih sambil memalingkan wajahnya
Davlan yang tau maksud perkataan Ratih pun tersenyum.
"ohhh..hihihi..Itu tau"..ucap Davlan sambil menggoda Ratih
"Ihhh kan"..ucap Ratih cemberut
Davlan pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Ratih yang masih setia berdiri agak nauh dari tempatnya.
"Aku mana mungkin lakuin itu.Karna kan kamu masih merasakan sakit"..ucap Davlan
"Tadi pagi itu apa? Akukan disitu masih merasakan sakit tapi kamu lakuin juga"..ucap Ratih
"Siapa suruh kamu begitu menggoda"..ucap Davlan sambil mencium pipi Ratih
"Ihhh jangan cium cium.Bau tau"..ucap Ratih sambil menjauhkan wajahnya dari Davlan
Davlan bukannya berhenti malah berusaha mencium ratih terus menerus hingga ia merasa puas.
"Yausudah aku mandi dulu"..ucap Davlan sambil mencium kening Ratih dan beranjak ke kamar mandi.
.
.
.
Ratih yang melihat tingkah suaminya itu pun menggeleng geleng kan kepalanya.Lalu ia pun beranjak ke dapur untuk membantu pelayan rumah menyiapkan makanan.
"Ada yang bisa kubantu bi Minah"..ucap Ratih pada salah satu pelayan di sana
"Ehh Nona Muda.Gak perlu Non,biar saya saja dan pelayan yang lainnya."..ucap Bi Minah.
"Gak papa bi.Soalnya saya gak ada kegiatan jadi saya bosan."..Ucap Ratih sambil mengambil sayur yang akan dipoting Bi Minah.
"Yasudah kalau Non maksa."..Ucap Bi Minah
Ratih pun senang ketika mendapatkan izin dari Bi Minah.Ia pun mulai memotong sayur sayur yang akan di masak malam ini.Setelah selesai ia pun mulai memasak sayur itu.Lauk pauknya telah di masak oleh pelayan,Hanya tinggal sayurnya saja.
Davlan yang telah selesai mandi pun langsung pergi kedapur mencari istrinya yang tidak kelihatan sedari ia selesai mandi.Ketika ia sampai di dapur ia melihat istrinya sedang memasak.Ia pun menghampiri Ratih dan memeluk Ratih dari belakang tanpa memperdulikan pelayan yang berada di dapur melihat keuwuan Tuan dan Nona muda mereka.
"Sayang.Apa yang kau lakukan?"..ucap Ratih yang kaget karna perlakuan Davlan
"Memelukmu.Emang kenapa?"..Tanya Davlan
"Sayang lepas dong.Kamu gak malu apa dilihatin tuh"..ucap Ratih sambil menunjuk para pelayan yang sedari tadi menyibukkan diri mereka agar tidak ketahuan bahwa mereka sedang melihat keuwuan pasutri tersebut.
"Biarin aja.Kan aku meluk istriku.Emang salah"..Tanya Davlan
"Enggak salah sih.Tapikan tau situasi dong.Inikan didapur dan dilihatin mereka"..ucap Ratih
"Iya deh.Sayang aku lapar"..ucap Davlan dengan manjanya
"Iya bentar ya.sebentar lagi masak kok"..ucap Ratih
Davlan pun melepaskan pelukannya dan pergi ke meja makan untuk menunggu makanan mereka selesai dihidangkan.
.
.
.
.
.
*Bersambung..
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like,Komen dan Vote nya
Terima Kasih😊*
Yuk mampir di cerita ku judulnya Mr. Mafia or Mr. Psychopath?
Tetap semangat.
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
maaf yah🙏🙏🙏
jgan marah ato twrsinggung yah
tetap semangat yah...