Entah apa yang Alice pikirkan, sungguh dia sadar dengan apa yang dia perbuat dan bahkan tau seluruh dunia dan alam semesta pun menentangnya.
Tapi Alice tidak peduli, karena hatinya selalu tenggelam dalam cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM YANG PANJANG
Alice berdiri melihat keluar jendela, dia melihat bulan dan pemandangan kota di malam hari yang indah.
Angin malam meniup wajahnya dan membelai rambutnya, perlahan dia memejamkan matanya merasakan kenyamanan malam.
Cloud muncul dan memeluknya dari belakang lalu mencium pundaknya.
" sayang.. "
" eemmm ... ?? "
" malam yang indah "
Cloud melihat bulan di atas langit yang terlihat bulat besar.
" iya " jawab Alice dengan suara lembut.
Cloud memejamkan matanya, angin malam membelai mereka berdua, lalu beberapa saat tiba-tiba Alice tersentak kaget.
" Cloud ada apa ? "
Cloud mencium leher Alice.
" Alice aku ingin.. "
" eemm apa? "
" ayo lah.. " suara Cloud pelan membisiki telinga Alice.
Alice mengerti maksud Cloud mukanya langsung memerah karena malu, dia menundukkan kepalanya.
Cloud tersenyum manja lalu dia mengangkat Alice dan membawanya berjalan ke kasur, dia menutup jendela dan gorden dengan sihirnya.
Cloud meletakkan Alice di kasur dengan pelan, jantung Alice berdetak sangat cepat, Cloud membelai rambut Alice dan merangkak naik ke kasur.
Perlahan Cloud melepas bajunya, Alice bisa melihat semua otot lengan, perut dan dada Cloud, dia sangat tergiur melihat badannya.
" Cloud apa kau..?? "
Alice tidak berani menatap Cloud.
" iya.. ayo kita lakukan sekarang "
" tapi Cloud.. "
" apa yang kau khawatirkan Alice ? "
Alice terdiam.
" kita bukan manusia, kau adalah milik ku juga cuma hanya aku yang boleh melakukannya dengan mu.. "
Cloud menarik dagu Alice hingga mereka berdua bertatapan.
" kau milik ku Alice, milik ku dan masa depan mu hanya untuk ku "
Mendengar itu Alice termenung.
Yah itu memang benar aku ini miliknya, jika nanti aku punya anak itu juga dari dia, dia tidak akan pernah meninggalkan ku ataupun membiarkan ku dengan orang lain, masa depan ku memang sudah di takdirkan bersamanya, dia yang aku cintai.
Cepat atau lambat dia pasti juga akan melakukannya percuma jika aku menolaknya terus- terusan.
Menyadari hal itu Alice menganggukkan kepalanya, Cloud tersenyum senang dan perlahan menurunkan badannya, Alice pun mengusap pipi Cloud dengan lembut.
" tapi jangan kasar ya, lakukan dengan pelan saja "
Cloud tersenyum dan mencium tangan Alice.
" iya sayang, aku akan melakukannya dengan lembut "
Cloud terlihat sangat senang karena keinginannya akhirnya terpenuhi.
...****************...
Hujan turun di pertengahan malam, hawanya semakin dingin tapi mereka tidak merasakan rasa dingin itu.
" ah Cloud pelan "
" aaaahh.. "
Teriakan Alice mengiringi malam yang panjang.
" Cloud sudah aku tidak kuat lagi.. "
" aaaaahhhkk.. "
Alice menangis dan terus berteriak tapi Cloud tidak mau berhenti begitu saja.
...****************...
Pagi telah tiba Alice membuka matanya lalu tepat di depan wajahnya ada Cloud yang masih tertidur pulas.
" aauuuu.. "
Alice merasakan sakit di bibirnya dan di seluruh badannya, terutama di bagian Cloud menyerangnya habis- habisan semalam.
Perlahan Alice mencoba bangkit untuk mandi.
" aaahhkk sakit sekali.. "
Alice tidak bisa bergerak, badannya sakit jika di gerakkan, dia melihat kasurnya banyak darah dan keringat sisa-sisa semalam, rasanya perutnya penuh dengan cairan Cloud.
Entah berapa kali Cloud melakukannya sampai sekarang pun Alice masih merasa lelah.
Karena Alice tidak bisa bergerak jadi dia hanya diam di kasur sambil menahan perihnya.
Lalu tak lama Cloud pun terbangun dan membuka matanya.
" sayang "
Alice melirik Cloud dan tersenyum, dengan lembut Cloud mencium kening Alice dan membelai wajahnya.
" apa masih sakit ?? "
Alice menganggukkan kepalanya.
" maaf ya..? "
Lalu seketika Alice cemberut.
" apa ini yang di namakan pelan dan lembut ?? kau bahkan tidak mau berhenti saat aku bilang sudah.. "
"hehe maaf sayang semalam aku tidak bisa menahannya "
Alice memalingkan muka dengan wajah kesal.
" udah jangan marah lagi, ayo kita mandi dulu "
Cloud mengangkat Alice dan membawanya ke kamar mandi.
Cloud memandikan Alice dengan air hangat, sembari Alice menahan perih di badannya saat terkena air.
Saat Cloud ingin mencoba menyentuh Alice dengan sabun dan menggosok kulitnya Alice tersentak.
" aauuh..! Pelan-pelan itu terasa perih "
Bagaimana tidak Cloud menggigit seluruh badannya dan meninggalkan tanda banyak sekali di tubuhnya, Cloud bahkan menggigit bibir Alice dan tubuhnya banyak tergores karena cakar Cloud.
" iya aku akan pelan, maaf ya sayang ini pasti sangat sakit " ucap Cloud dengan perasaan kasihan dan khawatir.
Selesai mandi Cloud memasang handuk dan menggendong Alice keluar, dia meletakkan Alice di sofa kamar, tatapannya tak tega melihat Alice.
" sayang jangan marah "
Alice diam saja.
" aa aaah sayang..? "
" haaah iya.. iya.. "
Cloud tersenyum dan memeluk Alice.
" sementara ini aku belum bisa berjalan. "
" iya aku akan menggendong mu.. "
" Alice terimakasih " terusnya.
" kenapa ?? "
" sudah memberikannya untuk ku.. "
Alice tersenyum.
" iya Cloud kau yang pertama dan akan jadi yang selamanya "
wkwkwkwk
maap aku gemer halu